cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudisyach@gmail.com
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Kol H Burlian KM 7,5 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal 'Aisyiyah Medika
ISSN : 26142791     EISSN : 26223872     DOI : -
Core Subject :
Journal ‘Aisyiyah Medika is a journal published by LPPM STIKES Aisyiyah Palembang with the first edition February 2018, with ISSN Print 2614-2791 and ISSN Online 2622-3872, where the Journal is published twice a year, every February and August. Journal papers submitted for publication can be in the form of: research, case reviews, and literature reviews in the health sector. The manuscript is an original scientific work in the last two years and has never been published before. Articles written in the Journal ‘Aisyisyah Medika cover the field of publication of this journal Multi Health Science in the fields of Medicine, Midwifery, Nursing and Pharmacy and Public Health.
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
PENGARUH TERAPI KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP SKALA NYERI ARTHRITIS RHEUMATOID Romliyadi, Romliyadi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.662

Abstract

Latar belakang: Arthritis Rheumatoid. Nyeri pada sendi karena atritis rheumatoid sangat menganggu sehingga mempengaruhi kualitas hidup atau aktivitas penderita, oleh karena itu perlu penanganan salah satunya terapi kompres air hangat. Tujuan: megetahui pengaruh terapi kompres air hangat terhadap skala nyeri arthritis rheumatoid. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan One Group Pre test-Post test Design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-30 april 2021. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan penyakit Arthritis Rheumatoid yang pernah berobat ke UPTD Puskesmas Banyuasin. Sampel diambil secara Accidental Sampling berjumlah 38 responden. Analisa data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh terapi kompres air hangat terhadap skala nyeri Arthritis Rheumatoid di wilayah UPTD Puskesmas Banyuasin dengan p value 0,000. Saran: Diharapkan bagi puskesmas agar penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan tambahan ilmu pengetahuan tentang penyakit arthritis rheumatoid serta dasar acuan untuk memberikan penyuluhan secara terjadwal dalam setiap bulan dan memperaktekkan secara langsung kepada pengunjung yang datang berobat dengan teknik terapi kompres air hangat terhadap penurunan skala nyeri arthritis rheumatoid tersebut. Kata kunci  : Kompres Air Hangat, Nyeri Sendi, Atritis Rheumatoid
ANALISI MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI Rahmadaniah, Indah; Anggeriani, Rini; Soleha, Marchatus; Sari, Sagita Darma
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.701

Abstract

Latar belakang : Pertumbuhan dan perkembangan anak, di tahun pertama merupakan periode yang sangat penting, periode ini merupakan kesempatan emas dan masa yang rentan terhadap pengaruh negatif, status kesehatan yang baik, asupan nutrisi yang baik dan cukup, pola pengasuhan yang benar dan stimulasi yang tepat selama periode ini sangat membantu anak untuk tumbuh dengan sehat sehingga mampu mencapai kemampuan optimalnya. Tujuan : diketahuinya motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan berdasarkan status gizi dan pemberian ASI. Metode : jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 45 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April tahun 2020 di BPM Fauziah Hatta Palembang. Data yang digunakan data sekunder dan primer melalui metode melihat catatan bidan dan wawancara. Penilaian status gizi bayi menggunakan pengukuran antopometri berdasarkan IMT/U, untuk menilai motorik kasar bayi dengan menggunakan KPSP. Analisis data menggunakan uji statistic chi square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil : Pemberian ASI pada bayi usia 3-12 bulan sebesar 80%. Status gizi bayi usia 3-6 bulan dengan kategori baik sebesar 84,4%. Motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan dengan kategori sesuai sebesar 84,4%. Saran: Untuk mendapatkan motorik kasar yang sesuai sebaiknya orang tua mencukupi gizi seimbang untuk bayinya, serta perlunya memberikan mainan/latihan pada anak yang dapat merangsang motoriknya. Pemantauan perkembangan pada bayi usia 3-12 bulan sebaiknya dilakukan secara teratur minimal 3 bulan sekali, penilaian dengan menggunakan KPSP dapat dilakukan di puskesmas terdekat, sehingga orang tua dapat dengan mudah untuk mengetahui perkembangan anaknya.Kata Kunci : Pemberian ASI, Status gizi, Motorik kasar
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP KEPATUHAN PERILAKU HIDUP BERSI SEHAT (PHBS) WARGA Tatiana Siregar; Nelly Febriani
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.313

Abstract

Latar belakang: Kondisi sasaran pencapaian Indonesia Sehat 2015 dari program MDG’s yang belum tercapai, sehingga dilanjutkan dengan program SDGs menjadikan Indonesia harus banyak berperan dalam semua kegiatan khsusnya di bidang kesehatan. Proses pencapaian cakupan program kesehatan sangat dipengaruhi oleh Health education yang dilakukan petugas kesehatan kepada warga, kesehatan masyarakat. Tujuan: Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku hidup bersih sehat yang  dilaksanakan warga setelah diberikan intervesi health education.  Metode: Metode penelitian dilaksanakan secara quasi experiment pre dan post test.  Teknik mengambil sampel secara purposive Sampling pada 30 reponden kelompook intervensi dan 26 responden kelompok kontrol. Analisa data dilakukan secara paired t test. Hasil: Hasil di dapat ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan dan perubahan perilaku hidup bersih sehat repsonden sebelum dan sesudah diberi penyuluhan p value = 0,000. Saran: Diharapkan pemerintah setempat menggerakkan petugas kesehatan bersama-sama dengan warga melakukan perilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan memfasilitasi  sarana penunjang untuk menjalankan perilaku hidup bersih sehat, dengan maksimal pada warga. Kata kunci: Health eduation,  Perilaku Hidup Bersih Sehat
HUBUNGAN PEKERJAAN, PARITAS DAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP PEMBERIAN ASI ESKLUSIF Rini Herdian; Nabila Ulfa
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.335

Abstract

Latar belakang: Indikator derajat kesehatan penduduk yang mencerminkan derajat kesehatan masyarakat lainnya adalah Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Kasar (COR), status gizi dan umur harapan hidup. salah satunya indikator derajat kesehatan yang didalamnya ditandai dengan persentase bayi yang mendapat Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, selama minimal 6 bulan dengan target mencapai 80% bayi yang mendapat ASI Eksklusif.ASI Eksklusif adalah memberikan ASI saja tanpa makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan. Pada masa itu diharapkan bayi tidak mendapat cairan tambahan misalnya susu formula atau air teh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya proporsi pemberian ASI eksklusif 6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain crossectional dengan responden adalah ibu yang mempunyai bayi berumur 6 bulan sampai dengan 12 bulan sejumlah 88 responden.  Hasil: Hasil penelitian didapatkan persentase pemberian ASI eksklusif 6 bulan  yaitu hanya 59,1%. Hasil dari penelitian ini ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI esklusif (p value: 0,001), ada hubungan paritas dengan pemberian ASI esklusif (p value: 0,037) dan ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI esklusif (p value: 0,023). Saran: Memberikan penyuluhan kepada para ibu tentang  pentingnya pemberian ASI esklusif mulai dari manfaat ASI esklusif dan akibat yang di dapat jika bayi tidak mendapatkan ASI ekslusif. Kata kunci : ASI Ekslusif
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL Suswitha, Dessy; Arindari, Dewi Rury
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.391

Abstract

Latar belakang: Rheumatoid Arthritis merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh pada manusia. Individu yang mengalami Rheumatoid Arthritis akan mengalami gejala yaitu inflamasi, kekakuan sendi, hambatan gerak persendian, terbentuknya nodul - nodul pada kulit diatas sendi yang akan teraba lebih hangat dan bengkak sehingga akan mempengaruhi lansia dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-harinya. Tujuan: Diketahuinya hubungan aktifitas fisik dengan nyeri Rheumatoid Arthritis pada lansia.  Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang berjumlah 30. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober – 11 Desember 2019 di Panti Sosial Palembang. Data telah dianalisa menggunakan deskripsi statistik dan Fisher Exact Test . Hasil: Didapatkan aktifitas fisik baik yaitu 17 responden (56,7%) dan aktifitas fisik tidak baik yaitu 13 respoden (43,3%). Lansia yang mengalami nyeri Rheumatoid Arthritis yaitu 19 responden (63,3%) dan yang tidak mengalami nyeri Rheumatoid Arthritis yaitu 11 resonden (36,7%). Ada hubungan antara aktifitas fisik dengan nyeri Rheumatoid Arthritis dengan nilai p-value = 0,001. Saran: Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan stimulasi aktivitas fisik lansia dengan Rheumatoid Arthritis secara rutin untuk mengurangi nyeri dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya aktivitas fisik terhadap pencegahan dan pengobatan nyeri Rheumatoid Arthritis.Kata Kunci: Rheumatoid Athritis, Nyeri, Aktifitas Fisik, Lansia
KEBEHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI 6-12 BULAN DITINJAU DARI PEKERJAAN IBU DAN PELAKSANAAN IMD Mar'atun Ulaa; Siti Zainab Purwanti; Yuniza Yuniza
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.408

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan biologis kompleks yang mengandung semua zat gizi untuk pertumbuhan fisik bayi. Akan tetapi saat ini capaian ASI eksklusif di Indonesia belum mencapai target yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Kementrian kesehatan merekomendasikan tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pekerjaan Ibu dengan keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Punti Kayu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi yang berusia 6 - 12 bulan yang memeriksakan diri di Puskesmas Punti Kayu pada bulan Juni – Desember tahun 2018 yang berjumlah 48 orang dengan sampel 43 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Sebagian responden melakukan IMD pada bayinya, yaitu sebanyak 25 responden (58,1%), 23 responden (53,5%) bekerja, dan sebanyak 28 responden (65,1%) memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Saran: Diharapkan agar Puskesmas lebih meningkatkan promosi ASI eksklusif dan mendukung untuk dilakukan IMD sejak ibu hamil memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan, yaitu dengan tidak menganjurkan memberikan susu formula sebagai pengganti ASI eksklusif.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Nutrisi Anak
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL CUCI TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN CUCI TANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 Mutmainah Handayani; Dina Mariana
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.570

Abstract

Latar Belakang: Mewabahnya penyebaran penyakit covid-19 yang menyebabkan bencana bagi masyarakat yang mengakibatkan kematian ribuan jiwa diseluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Salah satu upaya menekan penyebaran virus covid-19 yaitu salah satunya dengan cara meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk menjadikan mencuci tangan menjadi sebuah budaya baru dalam menghadapi pandemi covid-19 yang saat ini terjadi. Budaya baru mencuci tangan ini akan sangat efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh media audio visual cuci tangan terhadap kemampuan cuci tangan penghuni panti asuhan ni mas ayupembayunsebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. Metode: Desain penelitian ini adalah one group pre test post test design. Sampel berjumlah 20 orang penghuni panti asuhan ni mas ayu pembayun Palembang dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan selama 4 hari. Alat pengumpulan data dengan menggunakan lembar check list dan observasi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh media audio visual cuci tangan terhadap kemampuan cuci tangan Penghuni Panti Asuhan Nimas Ayu Pembayun Palembang sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. Saran: Sarana dan prasarana untuk mencuci tangan sudah disiapkan oleh peneliti agar penghuni Panti Asuhan Nimas Ayu Pembayun Palembangselalu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dengan benar sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. Kata Kunci : Audio Visual, Cuci Tangan, Covid-19, Pencegahan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF-EFFICACY PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN HEMODIALISA Wasalamah, Bardah; Sasmita Saputra, Muhamad Andika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.645

Abstract

Latar belakang: Pembatasan asupan cairan merupakan regimen paling sulit diikuti oleh Pasien Hemodialiasa (HD), sehingga menyebabkan peningkatan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan berbagai komplikasi.  Self-efficacy mejadi faktor utama yang mempengaruhi perilaku perawatan diri (self-care behavior) pasien penyakit kronik dan prediktor utama kepatuhan pembatasan cairan pasien HD. Dengan menilai dan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap self-efficacy perawat akan terbantu dalam memprediksi serta menjadi dasar untuk memodifikasi perilaku pasien terkait regimen pengobatan maupun pembatasan cairan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan self-efficacy pembatasan cairan pada pasien HD. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019 di ruang HD RSUD M. Yunus Bengkulu dengan melibatkan 80 responden yang direkrut menggunakan tekhnik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Indonesian Fluid Intake Appraisal Inventory (I-FAI). Analisa data dilakukan dengan uji Independent T-test. Hasil:  Dari 80 responden, 38,8% berusia 46-55 tahun, 51,3% berjenis kelamin perempuan, 35% berpendidikan menengah, 50% tidak bekerja, 95% telah menikah, dan 63% disertai penyakit hipertensi, 43,8% sudah menjalani HD selama 13 bulan-5 tahun, 60,0% mengalami anuria, 51,3% menjalankan ibadah puasa ramadhan, skor rata-rata self-efficacy pembatasan cairan adalah 218 dengan rentang nilai 164 hingga 276. Terdapat hubungan bermakna antara puasa ramadhan dengan self-efficacy pembatasan cairan pasien hemodialisa (p=0,006), dan tidak ada hubungan bermakna antara lama hemodialisa dan daly urine output dengan self-efficacy pembatasan cairan pasien HD. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi dengan guideline puasa ramadhan pada pasien HD karena puasa merupakan faktor yang signifikan berhubungan dengan self-efficacy pembatasan cairan. Kata Kunci: Self-efficacy, Pembatasan Cairan, Hemodialisa.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO KEHAMILAN PADA IBU HAMIL Riyanti, Neni; Devita, Risa; Wahyuni, Dwi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.657

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data   World Health Organization(WHO) Tahun 2015 di seluruh dunia lebih dari 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Prioritas penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (28%), kehamilan risiko tinggi(24%), infeksi (11%), abortus (5%) dan partus lama (5%). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko kehamilan pada ibu hamil di Bidan Praktik Mandiri Mitra Mulya Banyuasin Tahun 2019. Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel dependen (Risiko Kehamilan) dan variabel independen (Umur, Paritas, Jarak Kehamilan dan Status Gizi). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di BPM Mitra Mulya Banyuasin Tahun  2019 sebanyak 318 responden , dengan sampel penelitian 177 responden yang diambil dengan teknik random sampling. Data diolah secara analisa univariat dan bivariat. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020. Analisis data menggunakan uji statitistik parametrik dengan menggunakan korelasi pearson produk moment. Hasil: Terdapat korelasi yang bermakna atau ada hubungan antara risiko kehamilan dengan umur pada ibu hamil di BPM Mitra Mulya Banyuasin tahun 2019 denganp value (0,000) dan terdapat korelasi positif signifikan antara umur dengan risiko tinggi kehamilan sebesar 0,307 kekuatan korelasi sangat lemah. Saran: Disarankan pada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan pengalaman dalam memberikan informasi seperti penyuluhan dan konseling pada ibu usia reproduktif diwilayahnya mengenai risiko kehamilan dan cara pencegahan risiko yang akan terjadi pada kehamilan.Kata Kunci: Risiko Kehamilan, Faktor Predisposisi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEMAM TYPHOID PADA SISWA SEKOLAH DASAR Arifuddin, Ahmad; Suryani, Dyah; Suyitno, Suyitno
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.673

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan, peran orang tua dirumah, peran guru dan ketersediaan sarana disekolah dapat mempengaruhi PHBS dalam upaya pencegahan demam typhoid. Penyakit ini dapatmenyerang anak-anak maupun orang dewasa melalui makanan, feses, urin, maupun air yang telahterinfeksi atau terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan demamtyphoid pada siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional.Penelitian dilakukan pada tanggal 1-14 september 2020. Teknik pengambilan sampel dilakukandengan total sampling sebanyak 53 responden. Analisis data dengan analisis univariat dan analisisbivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: Temuan padapenelitian ini menunjukan mayoritasresponden berumur 11 tahun (54,7%). Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terhadaphubungan yang signifikan antara sarana dan prasarana sekolah dengan PHBS siswa (p-value=0,000).Sedangkan Tingkat pengetahuan (p-value=0,602), peran guru (p-value=1,000) dan peran orang tua (pvalue=1,000) tidak memiliki hubungan secara statistik terhadap PHBS pada siswa. Saran:Berdasarkan temuan pada penelitian ini, diketahui bahwa pengetahuan siswa, peran guru dan peranorang tua saja tidak cukup agar anak menerapkan PHBS di lingkungannya. Namun, perlu juga didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dan menunjang seperti tempat mencuci tangandengan air mengalir, tersedia sabun, tempat sampah tertutup, dan lain-lain, demi terwujudnya PHSBpada anak, agar terhindar dari berbagai macam penyakit melalui PHBS khususnya demam thyphoid.Kata Kunci: PHBS, Siswa SD, Semarangan, Yogyakarta