cover
Contact Name
Syafrullah
Contact Email
klorofil@um-palembang.ac.id
Phone
0711511731
Journal Mail Official
jurnalklorofilfpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 20859600     EISSN : 24433985     DOI : https://doi.org/10.32502/jk.v14i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini fokus pada kajian hasil-hasil penelitian bidang pertanian khususnya agroteknologi, budidaya pertanian.
Articles 183 Documents
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) MELALUI PEMBERIAN JENIS PUPUK ORGANIK DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK Syafrullah, Syafrullah; Palmasari, Berliana; Purnomo, Rahmat
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis pupuk anorganik yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (zea mays saccharata Sturt). Penelitian ini telah di laksanakan pada lahan milik petani yang berlokasi di kelurahan sukajadi, kecamatan Tanjung lago kabupaten Banyuasin. Penelitian ini di laksanakan bulan Mei sampai  Agustus 2018. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuanya sebagai berikut : Jenis pupuk organik (O). O1 : Pupuk kompos  Kompos  Kotoran Ayam, O2: Pupuk Kompos Kotoran Sapi dan  O3 : Pupuk Organik Plus. Faktor ke-2  Dosis pupuk NPK majemuk (A) yaitu : A1 = 100 kg/ha,  A2 = 150 kg/ha dan A3 =200 kg/ha. 1. Peubah yang diamati  Tinggi Tanaman (cm), 2.  Jumlah Daun (helai), 3.  Panjang Tongkol (cm), 4.  Berat Tongkol Mengunakan Kelobot (g), 5.  Berat Tongkol Tanpa Kelobot (g), 6.  Diameter Tongkol (cm), 7. Produksi per Hektar (ton) dan 8. Berangkasan kering (g). Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan jenis pupuk organik  berpengaruh nyata pada pertumbuhan sedangkan dosis pupuk NPK majemuk berpengaruh nyata  pada produksi jagung manis. Kesimpulan yang dapat diambil adalah jenis pupuk organik plus merupakan  perlakuan terbaik terhadap jagung manis dan dosis pupuk NPK majemuk 200kg/ha merupakan perlakuan terbaik terhadap produksi tanaman jagung manis.
PENGGUNAAN JENIS PUPUK KANDANG PADA JAGUNG MANIS DENGAN JARAK TANAM YANG BERBEDA DI LAHAN LEBAK Zairani, Fitri Yetty; Paridawati, Ika; Andri, Andri
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3724

Abstract

Lahan lebak dangkal memiliki sifat kimia dengan C-organik tergolong sangat tinggi dan kation-kation basa rendah (Ca-dd, Mg-dd, K-dd dan Na-dd), oleh karena itu lahan lebak ini perlu diberi pupuk kandang dan pengaturan jarak tanam.  Pupuk kandang diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah secara fisik, kimia dan biologi tanah dan jarak tanam yang diatur dapat meningkatkan produktivitas jagung manis.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pupuk kandang dan jarak tanam yang tepat dalam meningkatkan produktivitas jagung manis di lahan lebak dangkal.  Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan petani desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara dari bulan April sampai Januari 2019.  Metode yang digunakan adalah metode eksperimen lapangan dengan tata letak RAK Faktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali.  Faktor I yaitu jarak tanam (J):  70 x  25 cm (J1), 60 x 25 cm (J2), 50 x 25 cm (J3).  Faktor II yaitu Jenis Pupuk Kandang (K): kontrol (pupuk kimia anjuran) (K0), pupuk kandang kotoran sapi (K1), pupuk kandang kotoran ayam (K2), pupuk kandang kotoran kambing (K3).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 60 x 25 cm dengan pupuk kandang kotoran ayam memiliki pertumbuhan dan produksi tertinggi yaitu 2,30 kg/petak atau setara 9,20 ton/ha. Shallow swamp land has chemical properties with very high organic C and low base cations (Ca-dd, Mg-dd, K-dd and Na-dd), therefore this lowland area needs to be given manure and spacing. plant. Manure is expected to improve soil fertility physically, chemically and biologically, and regulated spacing can increase sweet corn productivity. This study aims to determine the type of manure and the right spacing to increase sweet corn productivity in shallow lebak land. This research was carried out on the farmer's land of Pulau Semambu Village, North Indralaya District from April to January 2019. The method used was a field experiment method with a Factorial RAK layout consisting of 12 treatment combinations repeated 3 times. Factor I is the spacing (J): 70 x 25 cm (J1), 60 x 25 cm (J2), 50 x 25 cm (J3). Factor II is the type of manure (K): control (recommended chemical fertilizer) (K0), cow manure (K1), chicken manure (K2), goat manure (K3). The results showed that the spacing of 60 x 25 cm with 
TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica rapa L. var caisin) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI TAKARAN PUPUK ORGANIK HAYATI Aryani, Ida; Nasser, Gamal Abdul; Santoso, M.Agus
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3720

Abstract

Sawi sudah sangat popular di masyarakat dan termasuk komoditas yang sangat digemari oleh masyarakat. Untuk meningkatkan produksi tanaman sawi diperlukan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica rapa var caisin).  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali.  Adapun faktor pupuk organik hayati dengan perlakuan yaitu : P0  =   Kontrol, P1 = Pupuk organik hayati 100kg/ha, P2 = Pupuk organik  hayati 200kg/ha, P3 = Pupuk organik hayati 300kg/ha, P4 = Pupuk organik hayati 400kg/ha, P5 =  Pupuk organik hayati 500 kg/ha. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun,  berat berangkasan basah (g), berat berangkasan kering.  Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa, keberhasilan perlakuan berbagai takaran pupuk organik hayati memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun,  berat berangkasan basah  dan berat berangkasan kering.  Perlakuan pupuk organik hayati dengan takaran 500 kg/ha memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica rapa var caisin).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM Nunilahwati, Haperidah; Syafrullah, Syafrullah; Kurniawan, Rendy
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3725

Abstract

Fungi are plants that cannot carry out photosynthesis because they do not have chlorophyll. The purpose of this study was to determine the ratio of tankos and bran media as a planting medium to the growth and production of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) plants. The research was conducted from May to July 2019 in Talang Buluh Village, Talang Kelapa District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The research method used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replications. The results showed that the composition of the growing media 70% tankos, 27% bran, 3% lime was the best treatment for the growth and production of oyster mushrooms with a fresh weight of 320.26 g/baglog. 
PEMANFAATAN PUPUK FOSFAT DAN PUPUK HAYATI PADA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DI LAHAN KERING Nisfuriah, Laili; Aminah, R. Iin Siti; Rosmiah, Rosmiah; Satria, Desta
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3721

Abstract

   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan respon pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) terhadap pemberian pupuk fosfat pada berbagai aplikasi pupuk hayati di lahan kering. Penelitian ini telah dilaksanakan di salah satu lahan penduduk yang terletak di Jalan Sukarela, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Alang-Alang Lebar, KM. 07 Palembang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi yang di ulang sebanyak 3 kali. Persentase pemberian pupuk fosfat ( P) terdiri : P1 : 15 g/petak (25 % = 200 kg/Ha), P2 : 30 g/petak (50 % = 200 kg/Ha), P3 : 45 g/petak (75 % = 200 kg/Ha), P4 : 60 g/petak (100 % = 200 kg/Ha). Jumlah pemberian pupuk hayati (F) terdiri : F1 =   1 kali, F2 =2 kali, F3 =3 kali. Peubah yang Diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (Helai), Panjang Tongkol (cm), Berat Tongkol/Tanaman (g), Berat Tongkol/Petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk fosfat 60 g (100 %)  menunjukan hasih tertinggi terhadap tinggi tanaman tertinggi (90,16 cm), jumlah daun terbanyak    (10,42 helai), panjang tongkol terpanjang (14,69 cm), berat tongkol pertanaman Terberat (108,44 g) dan berat tongkol perpetak terberat (2,66 kg). Dan pemberian pupuk hayati  2 kali pemberian  menunjukan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman tertinggi (94,61 cm), jumlah daun terbnyak       ( 10,35 helai), panjang tongkol terpanjang (14,59 cm), berat tongkol pertanaman Terberat (95 g) dan berat tongkol perpetak terberat (2,36 kg). This study aims to determine and determine the growth response and production of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt ) against the application of phosphate fertilizer in various applications of biological fertilizers on dry land. This research has been carried out on one of the residents' land located in Jalan Sukarela, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Alang-Alang Lebar, KM. 07 Palembang. This study used Factorial Randomized Block Design with 12 repeated combinations 3 times. The percentage of phosphate fertilizer (P) consisted of: P1: 15 g / plot (25% = 200 kg / Ha), P2: 30 g / plot (50% = 200 kg / Ha), P3: 45 g / plot (75% = 200 kg / Ha), P4: 60 g / plot (100% = 200 kg / Ha). The amount of biological fertilizer (F) consists of: F1: 1 time, F2: 2 times, F3: 3 times. The variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves (strands), cob length (cm), cob / plant weight (g), weight of cob / plot (kg). The results showed that the treatment of phosphate fertilizer 60 g (100%) showed the highest hash for the highest plant height (90.16 cm), the number of terbnyak leaves (10.42 strands), the longest ear length (14.69 cm), the weight of cob The heaviest cropping (108.44 g) and the heaviest weight of cob (2.66 kg). And the administration of biofertilizer 2 times gave the highest hasih to the highest plant height (94.61 cm), the highest number of leaves (10.35 strands), the longest ear length (14.59 cm), the heaviest cropping weight of cob (95 g) and the heaviest weight of cob (2.36 kg).
PEMANFAATAN LIMBAH BAGLOG DAN PUPUK NPK PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Purwanti, Yani; Hawayanti, Erni; Sulistiono, Achmat
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3726

Abstract

Waste can be used as organic material rich in lignin and cellulose which is expected to increase the efficiency of the use of NPK fertilizers and increase the growth and production of shallots. Like other organic fertilizers, oyster mushroom baglog waste is able to increase the physical, chemical and biological fertility of the soil. The application of organic fertilizer is expected to increase the efficiency of the use of NPK fertilizers. This research took place from May to July 2019 which was carried out on land owned by farmers on Jalan Sukarela, Lorong Mataram, Sukarami District, Palembang City, South Sumatra. The layout in the field is based on the Split-plot Design. with 9 treatment combinations with 3 replications so that there were 27 plots and 5 sample plants. As Main Plot: Baglog Waste Fertilizer (L): 15 tons/ha (L1), 20 tons/ha (L2) and 25 tons/ha (L3). As a sub-plot, NPK fertilizer (N): 100 kg/ha (N1), 150 kg/ha (N2), 200 kg/ha (N3). The results showed that the use of baglog waste fertilizer of 20 tons/ha was able to increase the efficiency of NPK fertilization by 100 kg/ha and produced the highest tuber weight per plot of 733.33 g or the equivalent of 3.67 tons/ha.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS KOTORAN SAPI DAN JENIS MULSA Marlina, Neni; Aminah, R. Iin Siti; Puspa, Raysha Diana
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3722

Abstract

Shallot is an important vegetable c ommodity that has long been in the hands of farmers incentivized, this commodity is included in spices, which serves as a food seasoning and traditional ingredients. Efforts to increase the productivity of shallots can be improved by improving onion cultivation techniques such as the use of mulch and fertilizing. Mulch that is commonly used for vegetable growing is black silver plastic mulch. Cow manure has high levels of fiber such as cellulose compared to other manure. After composted cow manure contains N 2.34%, P 1.08% and K 0.69 with a C/N  ratio of 16.8%. carried out on land owned by farmers located on Sukarela Street, Kebun Bunga Village, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang South Sumatra. conducted from May to July 2019. The study used an  experimental method with a Split-plot design with 9 combinations of treatments and 3 replications. The treatments referred to are as follows: main plot :. giving type of compost (S), S1 = Cow manure organic fertilizer (5 tons/ha), S2 = Cow manure organic fertilizer (10 tons/ha), S3 = Cow manure organic fertilizer (15 tons/ha). subplots: (M0) without mulch, (M1) straw mulch, (M2) plastic mulch. Changes observed in this study were Plant Height (cm), Number of Leaves (strands)/plants, Number of Clump Bulbs (tubers), Number of saplings, Clump Weight (g) and Bulbs/Plot Weight (kg). The results showed that the provision of organic fertilizer for cow dung with a dose of 15 tons/ha or 3 kg/plot using mulch rice straw produced the highest production of 2.13 kg/plot or equivalent to 8.52 tons/ha. Bawang  merah  merupakan  salah  satu  komoditas  sayuran unngulan yang sejak lama telah di usahan petani secara insentif , komoditas ini termasuk ke dalam sayuran rempah yang berfiungsi sebagai biumbu penyedap makan serta bahan tradisional, Upaya peningkatan produktivitas  bawang merah dapat ditingkatkan dengan perbaikan teknik budidaya bawang merah seperti penggunaan mulsa dan pemupukan. Mulsa yang umum digunakan untuk kegiatan budidaya tanaman sayuran adalah mulsa plastik hitam perak. Pupuk kandang sapi mempunyai kadar serat seperti selulosa yang tinggi dibandingkan pupuk kandang lain. Pupuk kandang sapi stelah dikomposkan mengandung kadar N 2,34 %, P 1,08 % dan K 0,69 dengan C/N ratio 16,8% . dilaksanakan  di lahan  milik  petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami,  Km 7 Palembang   Sumatera Selatan. dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2019. Penelitian    menggunakan    metode    eksperimen    dengan    Rancangan    Petak Terbagi (Split-plot design) dengan   9   kombinasi   perlakuan   dan 3 ulangan. Adapun   perlakuan yang    dimaksud    adalah   sebagai berikut : petak utama :. pemberian Jenis kompos (S), S1= Pupuk organik kotoran sapi (5 ton/ha), S2 = Pupuk organik kotoran Sapi (10 ton/ha), S3 = Pupuk organik kotoran Sapi (15 ton/ha). anak petak :  (M0) tanpa mulsa , (M1)  mulsa jerami,  (M2) mulsa plastik.  .Peubah yang diamati dalam  penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun   (helai)/Tanaman,   Jumlah   Umbi   Rumpun   (umbi),      Jumlah   anakan perrumpun  ,Berat Umbi Rumpun (g) dan Berat Umbi/Petak (kg). Hasil penelitian menunjukan  bahwa  pemberian  pupuk organik kotoran sapi dengan takaran 15 ton/ha atau 3 kg/petak dengan penggunaan mulsa jerami padi   menghasilkan produksi tertinggi yaitu 2,13 kg/petak atau setara dengan 8,52 ton/ha.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN BATANG PISANG DENGAN TAKARAN BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril) Amir, Nurbaiti; Astuti, Mely Widia
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i1.3727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran pupuk organik kotoran ayam dan pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril). Penelitian ini telah  dilaksanakan di Lahan Petani di Desa Pasir Putih Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Desember  sampai  Maret  2019.  Penelitian  ini  menggunakan  Rancangan  Petak Terbagi (Split-plot), dengan 9 kombinasi perlakuan sebanyak 3 ulangan. Sebagai Petak utama adalah takaran pupuk organik cair batang pisang (O) dan perlakuan anak petak adalah : takaran pupuk organik kotoran ayam (A). Sebagai perlakuan petak utama : O0 = tanpa pupuk cair, O1 = 250 ml/petak, O2 = 500 ml/petak, O3 =750 ml/petak, dan perlakuan anak petak adalah : A1 = 5 ton/ha, A2 =10 ton/ha, A3= 15 ton/ha. Peubah pengamatan  dalam penelitian ini antara lain: 1.) Tinggi Tanaman (cm), 2.) Jumlah Cabang , 3.) Jumlah Polong Berisi, 4.) Jumlah Polong Hampa, 5.) Berat Polong Per Tanaman, 6.) Berat berangkas Kering. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan takaran pupuk organik kotoran ayam 5 ton/Ha dan pupuk organik batang pisang 250 ml/Ha memberikan hasil terbaik yaitu 1,63 ton/Ha serta kombinasi dari pemberian takaran Pupuk Organik Kotoran ayam 5 ton/ha dan batang pisang 250 ml/petak menghasilkan hasil terbaik 1,87 ton/ha.
RESPON BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill.) TERHADAPTAKARAN PUPUK ORGANIK PLUS DI LAHAN PASANG SURUT Wuriesyliane, Wuriesyliane; Syafrullah, Syafrullah; Priyono, Joko
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3859

Abstract

Pengaruh Dosis Pupuk Organik Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik plus dosis terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai yang berbeda. (Glycine max L) varietas di sawah. Penelitian ini dilakukan di lahan salah satu petani di Desa Suka Jadi, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2019. Rancangan petak terpisah yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan sebanyak 3 kali. Varietas merupakan perlakuan utama petak, sedangkan pupuk organik plus merupakan perlakuan sub petak. Sebagai perlakuan plot utama adalah jenis keragaman (V). V1 = Grobongan, V2 = Gema, V3 = Anjasmoro, dengan dosis pupuk organik dengan perlakuan anak petak (B). B1 = 500 kg per hektar (100 g/tanaman), B2 = 750 kg per hektar (150 g/tanaman), dan B3 = 100 kg per hektar (200 g/tanaman). Jumlah biji/polong (butir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pupuk Organik Plus 500 kg/ha (100 g/tanaman) memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai, varietas Anjasmoro memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai, dan kombinasi 500 kg /ha (100g) Pupuk Organik Plus /tanaman) dan varietas Anjasmoro memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kedelai (Glycine max L.). Effect of Organic Plus Fertilizer Dosing on Rice Field Growth and Production of Several Soybean (Glycine max (L.) Merrill.) Varieties The purpose of the study is to determine the effects of an organic fertilizer plus dosage on the growth and production of different soybean (Glycine max L) varieties in paddy fields. This study was conducted on the land of one of the farmers in the Suka Jadi Village, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. This study was place between April and August of 2019. The split-plot design was applied in this study, which included 9 treatment combinations and was performed 3 times.Variety was the primary plot treatment, while organic fertilizer plus was the sub-plot treatment. As the main plot's treatment is the sort of diversity (V). V1 = Grobongan, V2 = Echo, V3 = Anjasmoro, with the dose of organic fertilizer with the sub-plot treatment (B). B1 = 500 kg per hectare (100 g/plant), B2 = 750 kg per hectare (150 g/plant), and B3 = 100 kg per hectare (200 g/plant). The total number of seeds/pods (grain).The results showed that the treatment with 500 kg/ha (100 g/plant) of Organic Fertilizer Plus gave the best growth and production in soybeans, that the Anjasmoro variety gave the best growth and production on soybeans, and that the combination of 500 kg/ha (100g) of Organic Fertilizer Plus /plant) and the Anjasmoro variety gave the best growth and production on soybeans (Glycine max L.).
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK Palmasari, Berliana; Paridawati, Ika; Astuti, Dessy Tri
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2020): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v15i2.3864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis pupuk NPK majemuk terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani Jl. H.M. Asyik Aqil Km 16 Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini telah berlangsung pada bulan September sampai Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design) disusun dengan 9 kombinasi diulang 3 kali, sebagai perlakuan petak utama : Jenis pupuk organik (O), O1 = kotoran ayam, O2 =kotoran sapi, O3 = sekam padi dan perlakuan anak petak : Dosis pupuk NPK majemuk (D), D1 =50 kg/ha, D2 = 100 kg/ha, D3 = 150 kg/ha. Peubah yang diamati adalah waktu keluar tunas (hst), tinggi tananam (cm), jumlah anakan, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), dan jumlah akar (helai). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jenis pupuk organic berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap peubah yang diamati sedangkan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk dan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kesimpulan yang dapat diambil secara tabulasi kombinasi  jenis pupuk organik kotoran ayam dan dosis pupuk NPK majemuk 150 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan bibit tanaman tebu.