cover
Contact Name
Ayi Diah Damayani
Contact Email
jkp.pangkalpinang@gmail.com
Phone
(0717) 422014
Journal Mail Official
jkp.pangkalpinang@gmail.com
Editorial Address
Jalan Telaga Biru I Desa Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Kep. Bangka Belitung
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang
ISSN : 23392150     EISSN : 26206234     DOI : 10.32922/jkp
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the health sciences. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications.
Articles 173 Documents
Peran Informal Perawatan Keluarga terhadap Pencegahan Serangan Stroke pada Pasien Pasca Stroke Melinda, Putri; Suhari, Suhari; Hartono, Dodik; Alfarizi, Muhammad
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.805

Abstract

Latar belakang: Pasien pasca stroke memiliki risiko lebih besar serangan berulang dengan mordibitas dan mortalitas yang lebih tinggi. Keterlibatan keluarga dalam perawatan menjadi sumber motivasi pasien dalam pengobatan. Dalam hal ini peran informal kerluarga sebagai caregiver penting untuk mencegah stroke yang berulang.Tujuan: Mengetahui hubungan peran perawatan keluarga informal terhadap pencegahan serangan stroke pada pasien pasca stroke di Puskesmas Jatiroto.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 35 responden anggota keluarga pasien pasca stroke dengan pengambilan sampel dengan tenik Accidental Sampling. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner peran informal perawatan keluarga dan pencegahan stroke. Analisis penelitian ini menggunakan uji sperman rho test.Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki perawatan keluarga kategori baik sebanyak 26 responden (74,3%) dan pencegahan serangan stroke pada pasien pasca stroke kategori baik sebanyak 24 responden (68,6%). Hasil uji analisis Spearman's rho menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000<0,05 yang berarti bahwa ada hubungan peran perawatan keluarga informal dengan pencegahan serangan stroke pada pasien pasca stroke di Puskesmas Jatiroto.Kesimpulan: Peran informal keluarga pada pasien stroke dapat meningkatkan perubahan hidup pasien stroke, memberikan motivasi dalam pengobatan dan pencegahan stroke berulang. Keluarga dapat memberikan dukungan perawatan secara penuh pada pasien untuk mencegah faktor risiko stroke yang berulang.
Karakteristik Pengolah dan Penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) di Kelompok Tani Hutan Kota Bengkulu Hasna, Hasna; Okfrianti, Yenni -; Sari, Ayu Pravita
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 1 (2024): JKP Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i1.846

Abstract

Latar belakang: Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) diperlukan untuk mencegah produk pangan dari bahaya fisik, kimia dan biologis sehingga ada jaminan produk pangan tersebut aman untuk dikonsumsi. Konsumsi produk pangan yang aman mencegah dari keracunan makanan (foodborne disease) yang dapat menimbulkan penyakit.Tujuan: Mengetahui gambaran pengolah pangan dan penerapan cara produksi pangan yang baik (CPPB) di Kelompok Tani Hutan Kota Bengkulu.Metode: Metode yang digunakan yaitu survey deskriptif. Sampel penelitian ini adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Kota Bengkulu yang terdiri dari 36 orang yang dipilih secara acak (probability sampling). Responden akan mengisi informed consent dan kuesioner CPPB, selain itu akan dilakukan wawancara dan pengamatan secara langsung mengenai pengolahan pangan yang dilakukan oleh responden.Hasil: Karakteristik pengolah pangan 36 responden perempuan, usia terbanyak pada usia dewasa akhir dan pendidikan tertinggi SMA dengan pengetahuan mengenai CPPB cukup baik sebanyak 24 orang. Penerapan pengolahan pangan sebanyak 58% telah sesuai dengan CPPB dan 42% tidak sesuai CPPB, dengan persentase sesuai CPPB terendah pada pelatihan karyawan, pelabelan pangan, pencatatan dan dokumentasi.Kesimpulan: Pengolah pangan masih kurang dalam penerapan CPPB dengan kategori tidak sesuai sebesar 42%.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Analgesik di Kecamatan Jatiyoso Karanganyar Pratiwi, Upik Anggela
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 1 (2024): JKP Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i1.773

Abstract

Latar belakang: Pengobatan sendiri (swamedikasi) seringkali menjadi pilihan pertama dalam kesehatan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab masyarakat melakukan pengobatan sendiri yaitu iklan dari produk obat, pengalaman dalam pengobatan, kondisi ekonomi, riwayat pendidikan, lingkungan sekitar, keluarga, atau kerabat. Nyeri merupakan keluhan terbesar yang dialami responden. Obat anti nyeri yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi rasa nyeri tanpa resep dokter dapat menimbulkan beberapa efek samping.Tujuan: Penelitian ini mendeskripsikan tentang hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi analgesik di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.Metode: Data penelitian diambil dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Survey dengan teknik accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 396 responden. Data hasil kuesioner diolah dengan metode uji Rank Spearman. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2023.Hasil: Dari hasil penelitian dapat dilihat sebanyak 24,2% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, sebanyak 53,3% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 22,5% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Untuk perilaku swamedikasi 43,4% tergolong baik, 52,3% tergolong cukup dan 4,3% tergolong kurang. Pada uji korelasi rank spearman yang telah dilakukan didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,622 dengan nilai signifikansi 0,000.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang cukup kuat, signifikan dan searah antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi analgesik di Kecamatan Jatiyoso.
Perkembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Deteksi Stunting pada Anak di Indonesia: Scoping Review Aini, Septy Nur; Yasin, Dudella Desnani Firman; Sukarna, Raden Ade
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.887

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Untuk mencegah terjadinya stunting diperlukan penanganan yang komprehensif terhadap semua pihak yang terkait dengan pertumbuhan anak, yaitu orang tua terutama ibu, keluarga, lingkungan serta tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak. Pemantauan status gizi melalui Posyandu masih memiliki banyak keterbatasan, terutama secara khusus dalam penemuan kasus stunting. Oleh karena itu, banyak dikembangkan aplikasi-aplikasi deteksi stunting. Penggunaan aplikasi dalam smartphone berupa software dapat digunakan untuk membantu dalam mendeteksi stunting.Tujuan: untuk mengidentifikasi perkembangan dan pemanfaatan aplikasi deteksi stunting.Metode: Penelitian ini adalah penelitian Scoping review menggunakan strategi PRISMA checklist. Pencarian literature menggunakan strategi pencarian PICOS framework pada empat database yaitu Google Scholar, Pubmed, Science Direct, dan EBSCO dengan limitasi pada desain dan tahun studi. Analisis kualitas menggunakan checklist daftar penilaian kemudian dilakukan Critical appraisal. Studi yang sudah memenuhi kriteria inklusi akan dilakukan sintesis.Hasil: Hasil penelusuran artikel yang digunakan menggunakan kata kunci sesuai topik diperoleh sejumlah 139 artikel yang kemudian dilakukan screening dengan melihat adanya duplikasi, kesesuaian judul dan abstrak serta dilakukan analisis kesesuaian dan eligibilitas dengan menggunakan JBI Critical Appraisal Checlist didapatkan sejumlah 11 artikel yang dilakukan review.Kesimpulan: Hasil Scoping review menunjukkan variasi aplikasi terkait stunting baik berbasis android maupun web. Aplikasi dilengkapi dengan deteksi stunting namun penggunaannya lebih difokuskan pada peningkatan pengetahuan dengan sampel remaja, ibu, kader maupun mahasiswa keperawatan. Penelitian yang ada masih berfokus pada aspek manfaat aplikasi dalam peningkatan pengetahuan terkait stunting belum pada bagaimana penggunaannya baik penyebaran maupun deskripsi penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.
Tinjauan Literatur: Dampak Durasi dan Kualitas Tidur yang Buruk Pada Kesehatan Tubuh Usia Produktif Wulansih, Najma Catri; Zharfan, Faza Raisa; Biyang, Anthea Wikrama Aurelia; Anggraini, Mela Ratri; Herbawani, Chahya Kharin
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 1 (2024): JKP Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i1.932

Abstract

Latar belakang: Aspek utama dari kesehatan tidur adalah durasi tidur dan kualitas tidur. Banyaknya aktivitas pada usia produktif menyebabkan kesehatan tidur yang buruk. Durasi tidur yang ekstrem (<7 jam dan >8 jam) dan kualitas tidur yang rendah dapat berdampak buruk pada kesehatan usia produktif. Tujuan: Tujuan kajian literatur untuk mengetahui dampak durasi tidur dan kualitas tidur terhadap kesehatan masyarakat usia produktif.Metode: Metode yang digunakan adalah literature review berdasarkan kriteria inklusi; sejak tahun 2019, terakreditasi nasional, bereputasi internasional, serta relevan dengan tema. Artikel didapatkan dengan kata kunci melalui database online, yaitu: Google Scholar, Researchgate dan Mendeley. Diperoleh 1.375 artikel dan menghasilkan 10 artikel setelah dilakukan proses identifikasi dan screening.Hasil: Semua artikel yang telah di-review menunjukkan adanya dampak dari durasi tidur yang ekstrem dan kualitas tidur yang rendah terhadap tubuh seperti penyakit kognitif, hipertensi, kardiovaskular, dan diabetes melitus. Tidur yang tidak sehat disertai faktor risiko tertentu juga dapat meningkatkan risiko kematian.Kesimpulan: Durasi dan kualitas tidur berhubungan dengan kondisi kesehatan pada usia produktif. Meningkatkan kesadaran dengan mengupayakan pola hidup sehat didukung dengan tidur yang berkualitas penting untuk mendukung kesehatan dan produktivitas jangka panjang.
Pernikahan Dini dan Hubungannya dengan Stunting pada Balita Sutinbuk, Dedek; Murniani, Murniani; Dwibarto, Rendita
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.706

Abstract

Latar belakang: Berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting antara lain pendapatan yang rendah, pendidikan orang tua yang rendah, dan faktor lingkungan. Data dari Puskesmas Tempilang, balita stunting pada tahun 2019 sebesar 384 (13,1%), pada tahun 2020 yaitu 293 (9,6%), sedangkan pada tahun 2021 sebesar 177 (10,8%)Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tempilang khususnya Desa Simpang Yul Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat tahun 2022.Metode: Metode deskritif kuantitatif dengan desain Cross sectional study. Jumlah sampel 77 ibu balita dengan jangka waktu penelitian bulan Juni sampai Juli 2022. Sampel dipilih secara simple random sampling. Penelitian menggunakan uji chi-square dengan Confidence Interval (CI) 95%.Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada hubungan bermakna antara Pemberian asi ekslusif dengan nilai  = 0,014 dan POR 4,145, Status Imunisasi dengan nilai  = 0,011 dan POR 5,329, Usia menikah seorang ibu atau pernikahan dini pada remaja dengan nilai  = 0,001 dan POR 6,218, Pendidikan Ibu dengan nilai  = 0,003 dan POR 5,645, dan status ekonomi keluarga dengan  = 0,005 dan POR 4,737Kesimpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Simpang Yul adalah usia menikah ibu atau pernikahan dini pada remaja (POR = 6,218). Diharapkan kepada pihak Puskesmas bekerjasama dengan pemerintahan desa untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pendekatan-pendekatan yang berkesinambungan dan mengedukasi masyarakat agar lebih mengembangkan diri kepada hal-hal yang bermanfaat seperti pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR).
Dampak Kekerasan dalam Pernikahan Anak: Tinjauan Literatur Ariningrum, Dona Putri; Herbawani, Chahya Kharin
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.623

Abstract

Latar belakang: Pernikahan anak memiliki berbagai dampak buruk, salah satunya adalah kekerasan karena berbagai sebab, seperti faktor ekonomi, Pendidikan, dan lingkungan. Wanita yang menikah sebelum usia 18 tahun lebih mungkin terkena IPV. Adanya kekerasan dalam pernikahan anak tidak dapat dilepaskan dari budaya patriarki masyarakat.Tujuan: Mengumpulkan beberapa dampak kekerasan anak dalam pernikahan yang telah dipelajari untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak tersebut.Metode: Penelitian ini menggunakan metode pencarian literatur yang bersumber dari jurnal internasional dan nasional dari Google Scholar, Garuda dan Pubmed, dengan periode publikasi tahun 2013-2023. Sebanyak 120 artikel teks lengkap dikumpulkan, yang disaring dampak kekerasannya dengan menggunakan kriteria yang difokuskan pada pernikahan anak, sehingga direview sebanyak 7 artikel.Hasil: Dampak kekerasan terhadap pernikahan anak meliputi kekerasan fisik, verbal, seksual, finansial dan sosial. Perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun lebih mungkin terkena dampak kekerasan dalam rumah tangga dan IPV. Ibu yang menikah dini memiliki risiko kekerasan yang lebih tinggi terhadap anak prasekolahnya.Kesimpulan: Pernikahan anak berdampak kekerasan bagi pelakunya dan seringkali tidak dilaporkan karena sering dinormalisasikan. Pendidikan seksualitas yang komprehensif dapat menjadi salah satu sarana penting untuk mengurangi pernikahan anak.  
Pengaruh Tablet Fe dan Pisang Ambon Terhadap Kadar Hemoglobin pada WUS Pada Masa Prakonsepsi di SMA Negeri 3 Boyolali Ramadani, Dian; Maretta, Megayana Yessy; Andikhatias, Yunia Renny
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 1 (2024): JKP Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i1.925

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan global yang terjadi di negara berkembang dan maju. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Indonesia memiliki statistik anemia WUS tidak hamil tertinggi ke-4 di Asia Tenggara pada tahun 2018 dengan 30,4%. Di Indonesia, prevalensi anemia WUS tidak hamil sebesar 48,9%. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah dengan pemberian Tablet Fe dan Pisang Ambon.Tujuan : Untuk menganalisis pengaruh pemberian tablet Fe dan pisang ambon terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada WUS pada masa prakonsepsi di SMA Negeri 3 Boyolali. Metode : Untuk melakukan penelitian ini, metode quasi eksperimen digunakan, yaitu pre-test post-test with control group design. Jumlah sampel 68 orang yang berpartisipasi dalam penelitian ini diambil dengan metode probability random sampling, random sampling ini kemudian dibagi menjadi dua kelompok dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil : Sebagai hasil dari analisis Wilcoxon, yang menghasilkan nilai p-value 0,00, dan analisis Mann-Whitney, yang menghasilkan nilai p-value 0,044, menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam kadar Hb antara kelompok sebelum dan sesudah perlakuan. Sehingga, H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulan : Terdapat pengaruh tablet Fe dan pisang ambon terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada WUS pada masa prakonsepsi di SMA Negeri 3 Boyolali.
Hubungan Konsep Diri dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru dalam Menjalani Pengobatan Permatasari, Devita; Handoko, Grido; Yunita, Rizka; Alfarizi, Muhammad
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 1 (2024): JKP Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i1.764

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis paru menjadi masalah kesehatan global dan beban negara. Pengobatan yang lama dan perubahan tubuh akibat manifestasi klinis TB paru sering mengakibatkan gangguan konsep diri pada pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan konsep diri dengan kepatuhan pasien TB paru dalam menjalani pengobatan.Metode: Desain penelitian menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 43 pasien TB paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Analisis menggunakan SPSS versi 24 dengan uji Spearman's rho.Hasil: Sebagian besar responden memiliki konsep diri kategori baik sebanyak 33 responden (76,7%), dan tingkat kepatuhan kategori patuh sebanyak 32 responden (74,4%). Selain itu nilai signifikansi diperoleh 0,000<0,05 yang artinya terdapat hubungan hubungan konsep diri dengan kepatuhan pasien TB paru dalam menjalani pengobatan.Kesimpulan: Konsep diri pasien TB paru mempengaruhi cara pandang tentang kesehatan diri yang dapat mempengaruhi rejimen pengobatan dan kepatuhan. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan intervensi untuk meningkatkan konsep diri dan meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru.
Sumber Informasi dan Tingkat Pengetahuan tentang Anemia Defisiensi Besi dan Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Fatriani, Rully; Daeli, Jul Hasratman
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.740

Abstract

Latar belakang: Anemia defisiensi besi pada remaja putri berdampak negatif pada kinerja kognitif dan kehamilan di masa depan. Ketersediaan sumber informasi dan tingkat pengetahuan akan berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.Tujuan: Mengetahui sumber informasi serta tingkat pengetahuan tentang anemia defisiensi besi dan tablet tambah darah pada remaja putri.Metode: Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif terhadap 52 remaja putri SMA IT Daarul Ilmi Bandar Lampung yang memenuhi kriteria inklusi dan setuju berpartisipasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat.Hasil: Sumber informasi anemia defisiensi besi dan tablet tambah darah pada remaja putri adalah internet (67,3%), guru (19,2%), orang tua (9,6%), tenaga kesehatan (3,8%). Tingkat pengetahuan anemia defisiensi besi dikategorikan baik (51,9%), cukup (36,5%), kurang (11,5%). Tingkat pengetahuan tablet tambah darah dikategorikan baik (34,6%), cukup (38,5%), kurang (26,9%).Kesimpulan: Internet dan guru merupakan dua sumber informasi dominan, sebagian besar remaja putri berpengetahuan baik tentang anemia defisiensi besi dan berpengetahuan cukup tentang tablet tambah darah. Tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait diharapkan menyebarkan informasi tentang anemia defisiensi besi dan pencegahannya kepada guru dan melakukan optimalisasi literasi digital kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan remaja putri.