cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 2 (2024)" : 12 Documents clear
Sebaran Kalsium Dan Magnesium Pada Tanah Ultisol Dengan Kelerengan Berbeda Di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya Wijaya, Laila; Zuraida, Zuraida; Riskan, Muhammad
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16456

Abstract

Unsur hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) merupakan unsur penting yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar. Namun, pada jenis tanah tertentu, tanaman seringkali tidak menerima pasokan unsur hara yang cukup, terutama akibat pencucian dan erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran unsur hara makro Ca dan Mg pada tanah Ultisol pada berbagai lereng di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif-kuantitatif yang terdiri dari tiga tahap: tahap persiapan berupa tinjauan pustaka dan penyusunan peta administrasi, peta jenis tanah, dan peta kemiringan lereng untuk menentukan Lokasi Titik Pengambilan Sampel (SPL); penetapan SPL untuk pengambilan contoh tanah di lapangan; dan pemeriksaan sampel tanah selanjutnya di laboratorium. Hasil analisis kimia tanah menunjukkan bahwa nilai rata-rata Ca-dd dan Mg-dd pada lereng dengan kisaran 0-8% menunjukkan perbedaan nyata, dengan Ca-dd berkriteria sedang dan Mg-dd berkriteria tinggi. Sebaliknya, pada kemiringan lereng antara 8-15%, nilai Ca-dd menunjukkan kriteria yang sangat rendah sedangkan nilai Mg-dd menunjukkan kriteria yang tinggi. Oleh karena itu, praktik pengelolaan unsur hara yang efektif sangat penting untuk tanah Ultisol di Panga, Kabupaten Aceh Jaya, termasuk pengapuran dan pemupukan sebagai strategi potensial.
Sebaran Spasial Tipe Iklim Schmidt-Ferguson Dan Proyeksinya Berdasarkan SSP2-4.5 Di Kabupaten Aceh Utara Imam Muatho, Muhammad; Jamidi, Jamidi; Nasruddin, Nasruddin; Ismadi, Ismadi; Baidhawi, Baidhawi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16458

Abstract

Salah satu dampak perubahan iklim adalah dapat mengakibatkan pergeseran dan perubahan pola curah hujan yang juga memengaruhi perubahan tipe iklim Schmidt-Ferguson di Kabupaten Aceh Utara. Informasi mengenai tipe iklim Schmidt-Ferguson saat ini dan proyeksi masa depan sangat penting sebagai upaya adaptasi bagi masyarakat pertanian khususnya tanaman perkebunan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami sebaran tipe iklim Schmidt-Ferguson pada masa kini serta proyeksinya dalam 20 tahun mendatang. Penelitian ini menggunakan data curah hujan 2014-2023 sebagai baseline dari 17 titik pengamatan dan data model MIROC6 dari skenario SSP2-4.5 di Kabupaten Aceh Utara. Teknik interpolasi yang digunakan adalah Inverse distance weighted  dan hasilnya dikelompokkan ke dalam klasifikasi tipe iklim Schmidt-Ferguson menggunakan metode reclassify pada aplikasi ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan selama periode baseline, tipe iklim C (agak basah) cukup mendominasi dengan persentase 70,57% kemudian disusul tipe iklim D (sedang) sebesar 21,40% dan diikuti tipe iklim E (agak kering) serta tipe iklim B (basah) masing-masing sebesar 6,43% dan 1,60%. Periode proyeksi I (2026-2035) didominasi oleh tipe iklim B sebesar 64,20% kemudian disusul tipe iklim C dan D dengan persentase 30,53% dan 5,27%. Pada periode proyeksi II (2036-2045), tipe iklim C kembali mendominasi wilayah Kabupaten Aceh Utara dengan persentase 64,88% kemudian disusul tipe iklim B, D, dan E masing-masing sebesar 26,98%, 7,63%, 0,51%.
Pengaruh Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma boninense) Terhadap Penurunan Populasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Maharany, Rina; Wagino, Wagino; Guntoro, Guntoro; Syahputra, Rahmad
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16454

Abstract

Tujuan penelitian batang adalah untuk mengetahui pengaruh penyakit busuk terhadap populasi tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Afdeling V Kebun Sei Baleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk sejak Juli-September 2020. Desain deskriptif dengan pengumpulan data sekunder. Data yang diperoleh adalah data inventarisasi tanaman kelapa sawit yang terserang Ganoderma pada tahun 2015-2019. Faktor yang diperhatikan adalah informasi dasar mengenai perkebunan, penurunan populasi/kepadatan tanaman per hektar (SPH), rekapitulasi inventarisasi pohon, dan memutuskan untuk menjaga populasi tanaman. Kesimpulannya, serangan penyakit busuk batang merugikan populasi tanaman kelapa sawit di Perkebunan Afdeling V Sei Baleh PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Intensitas serangan Ganoderma ditentukan oleh beberapa faktor seperti kurang memadainya lahan budidaya, curah hujan yang tinggi, dan umur tanaman. Upaya perusahaan untuk mempertahankan jumlah tegakan utama melibatkan penimbunan.
Reducing Potato Cyst Nematode Attack on Granola L. with in-Vitro and ex-Vitro G0 Seed Production Yusianto, Rindra; Marimin, Marimin
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16455

Abstract

Potato  Cyst  Nematode/PCN (Globodera  rostochiensis) attack is  the  most  critical  risk  in  potato farming. The attack was marked by a decrease in the production of up to 60%. The objectives of this study were to reduce postharvest losses due to PCN attacks on Granola L and to compare yields from G2 and G0 seeds. This research was conducted in 5 districts (N1, N2, N3, N4, and N5) in Wonosobo Regency, Central Java, Indonesia. The method used in this study was the comparison of yields from G2 and G0 seeds in the same area, considering temperature (V1) and altitude (V2). The results showed that Granola L from G2 seeds for 100 days after planting was 15.9 tons/ha, while the results for G0 seeds in the same field increased to 12.18 tons/ha. In G2 seeds, 52 cysts/100 ml of soil were obtained, while in G0 seeds, cysts were not accepted. Combining G0 seeds in vitro and ex-vitro on Granola L can reduce PCN attacks and increase yields by up to 73%. Conducting experiments with other cultivars, such as the Atlantic and Agria, is necessary for further research.
Pengaruh Aplikasi Biofungisida Dari Ganoderma Dengan Bioaktif Pseudomonas Terhadap Fusarium Dan Tanaman Padi Fitriani, Fitriani; Fadhliani, Fadhliani; Siregar, Sri Rahayu Br
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16781

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan penting bagi rakyat Indonesia, selain sagu dan jagung. Pada tahun 2023  produktivitas tanaman padi mengalami penurunan 1,12 juta ton sebesar 2,05 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi 53,98 juta ton. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya  suhu dan kelembaban sebagai faktor pemicu perkembangan dan ledakan hama penyakit tanaman. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi yaitu bakanae yang disebabkan oleh jamur Fusarium. Jamur ini mengakibatkan daun menguning, daun terpelintir dan di bagian pangkal batang membusuk. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengendalian Fusarium dengan mengunakan fungisida nabati, salah satunya menggunakan Ganoderma boninense dengan bioaktif Pseudomonas fluorescens. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh dan konsentrasi penggunaan biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens terhadap F. fujikuroi pada tanaman padi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan jumlah sampel 25 sampel tanaman padi dengan konsentrasi Kontrol Negatif ,Kontrol Positif, 250 mL/L, 300 mL/L  dan 350 mL/. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh penggunaan biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens terhadap Fusarium pada tanaman pada tanaman padi setelah semai dan pindah tanam. Aplikasi biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens dengan konsentrasi 300 mL/L  mampu meningkatkan benih berkecambah sebesar 0,5 %, menurunkan persentasi benih dan bibit mati sebesar 15%, menurunkan bibit bergejala stunting sebesar 11%, meningkatkan tinggi tanaman setelah semai sebesar 86%, meningkatkan jumlah daun setelah semai sebesar 7% dari hari ke 4 sampai ke 16 setelah semai. Namun biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens dengan konsentrasi 350 mL/L mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 38%, meningkatkan jumlah daun sebesar 2% dari hari ke 5 sampai ke 30 setelah pindah tanam.
Pengaruh Pemberian Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Aklimatisasi Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis Var. Aurea) Ali, Fandyka Yufriza; Fatur Rohman, Hanif; Zayin Sukri, Muhammad; Rosdiana, Eva; Saputri, Erlita Dwi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16993

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang populer, namun produktivitas anggrek mengalami penurunan. Akibat  penurunan hasil untuk memenuhi permintaan menyebabkan impor anggrek meningkat. Peningkatkan produksi dan kualitas anggrek dapat menurunkan  impor. Penggunaan jenis pupuk daun bertujuan untuk melihat pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan anggrek bulan varietas Aurea. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap non faktorial yang terdiri dari 3 jenis perlakuan pupuk daun yaitu; pupuk Grow Quick LB (P1), pupuk Multitonik (P2), dan pupuk Gaviota (P3). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, jumlah akar, panjang akar dan diameter batang. Analisis data menggunakan analisis varian dan Beda nyata terkecil pada taraf 5%. Pupuk Grow Quick LB merupakan perlakuan terbaik untuk parameter panjang daun, lebar daun, jumlah akar, panjang akar dan diameter batang.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk N, P, K, Solid Dan Hayati Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Susanti, Selvi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16714

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) memiliki manfaat tidak hanya dapat dikonsumsi tetapi juga digunakan sebagai bahan industri. Peningkatan hasil jagung manis yang dilakukan dengan  pemupukan anorganik secara berlebihan tanpa dibarengi dengan penambahan bahan organik berakibat buruk bagi tanah. Aplikasi kompos solid dan pupuk hayati dengan konsorsium bakteri selulolitik merupakan alternatif dalam  memperbaiki sifat fisik, kimia dan hayati tanah. Penelitian bertujuan mengetahui kombinasi dosis pupuk N, P, K, solid dan hayati terhadap pertumbuhan dan hasil  jagung manis dalam mengurangi penggunaan pupuk N, P, K. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, sembilan perlakuan dengan tiga ulangan sebagai berikut:    100% pupuk N, P, K; 100% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 50% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati; 25% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 0% Pupuk N, P, K+pupuk hayati (10 ml/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi 75% pupuk N, P, K dengan kompos solid 30 t.ha-1 dan pupuk hayati 10  ml.l-1 (tiga kali aplikasi) menghasilkan tinggi tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot dan hasil bobot tongkol berkelobot per m2 pada tanaman jagung manis varietas Bonanza F1. Pemberian kompos solid dan pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan pupuk N, P, K sebesar 25%.
Stabilitas Bakteri Endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 Dan Pseudomonas aeruginosa 5BRB3 Dalam Formulasi Tepung Dengan Berbagai Bahan Tambahan Putri, Novita Pramahsari; Khaeruni, Andi; Ningsi Umar, Marnia; Santiaji, La Ode; Taufik, Muhammad; Satrah, Vit Neru; Sutariati, Gusti Ayu Kade; Wijayanto, Teguh
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16782

Abstract

Bakteri endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3 terbukti efektif mengendalikan Phytophthora palmivora pada persemaian. Agar aplikasi agens hayati  dapat bertahan lama diperlukan suatu formula yang mampu mempertahankan viabilitas dan daya hambat serta kemudahkan penggunaannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis formulasi tepung dan bahan tambahan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap viabilitas dan daya hambat bakteri endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3 terhadap P. palmivora. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Fitopatologi, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. Penelitian disusun menggunakan Rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan formula tepung dan bahan tambahan yang berbeda. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan dilaksanakan secara paralel dengan dua jenis bakteri endofit yaitu: P. aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3. Data dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung talk dan tepung tapioka dapat berfungsi sebagai bahan dasar dalam formulasi agens hayati bakteri endofit P. aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3. Formulasi tepung tapioka P6 dengan penambahan pepton memiliki kemampuan terbaik dalam meningkatkan viabilitas bakteri endofit P. aeruginosa 2RWB2 yaitu sebesar 8,34 x 108 CFU/g pada 8 MSI, formulasi P3 memiliki kemampuan daya hambat terbaik yaitu sebesar 87,78% dengan masa simpan formulasi 10 MSI. Sedangkan tepung tapioka P5 memiliki kemampuan terbaik dalam meningkatkan viabilitas bakteri endofit P. aeruginosa 5BRB3 yaitu sebesar 8,14 x 108 CFU/g pada 8 MSI, formulasi P6 memiliki kemampuan daya hambat terbaik yaitu sebesar 88,89% dengan masa simpan formulasi 12 MSI.
Induksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Galur M.1.1.3 Menggunakan Mutagen Ethyl Methane Sulfonate Pada Generasi M1 A.S, Dicky; Nilahayati, Nilahayati; S, Adi; Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16715

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EMS terhadap keragaman morfologi dan agronomi pada galur M.1.1.3. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulo Rungkom Aceh Utara dan di Laboratorium Agroekoteknologi. pada bulan Juli- Oktober 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Faktor yang diuji yaitu konsentrasi EMS yang terdiri dari empat taraf,yaitu 0% EMS (D0=kontrol), 0,1% EMS (Dl), 0,2% EMS (D2), 0,3% EMS (D3) dengan lama perendaman 6 jam. Karakter agronomi yang diamati adalah  tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot, produksi ton/ha, panjang dan lebar stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mutagen EMS (Ethyl methane sulfonate) pada generasi M1 menurunkan karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji kering per plot, dan produksi ton/ha, namun meningkatkan umur berbunga dan umur panen.
Studi Pertumbuhan Bibit Anggrek Hitam Pada Kondisi Cekaman Kekeringan Menggunakan PEG Redenta Manalu, Cristi; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.18304

Abstract

Populasi anggrek hitam kian menurun setiap tahunnya yang disebabkan oleh fenomena alam maupun aktivitas manusia yang merambah hutan dan kegiatan eksploitasi anggrek secara besar-besaran. Pelestarian dan budidaya tanaman anggrek hitam di luar habitat aslinya mengalami kendala karena cekaman kekeringan akibat ketersediaan air yang tidak mencukupi. Anggrek hitam memerlukan  kondisi lingkungan dengan kelembapan yang cukup tinggi untuk pertumbuhan yang  optimal. Salah satu senyawa kimia yang umumnya digunakan untuk membantu melihat pengaruh cekaman kekeringan pada tanaman adalah PEG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh   konsentrasi PEG yang dapat ditolerir oleh anggrek hitam pada fase pembibitan yang diaplikasi pada berbagai konsentrasi sebagai simulasi cekaman kekeringan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (kelompok adalah jumlah daun), yaitu konsentrasi PEG dengan 5 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan adalah 100. Adapun konsentrasi PEG yang diberikan adalah p0: 0% (kontrol), p1: 5%, p2: 10%, p3:15%, p4: 20%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu, persentase jumlah bibit hidup (%), persentase pengurangan jumlah daun (%), pertambahan panjang akar, pertambahan tinggi tanaman, dan warna daun akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit anggrek hitam tidak tahan terhadap cekaman kekeringan melalui pengujian dengan PEG mulai dari konsentrasi 5% hingga 20%.

Page 1 of 2 | Total Record : 12