Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar [P-ISSN 2087-0051 | E-ISSN 2622-7061] adalah jurnal ilmiah yang berisikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu kesehatan gigi. Jurnal ini menjadi wadah publikasi bagi peneliti khususnya dosen dalam lingkungan jurusan keperawatan gigi dan peneliti dari luar pada umumnya. Artikel dapat berupa hasil penelitian, review buku, kritik artikel maupun berbagai karya ilmiah lainnya. Sangat kami harapkan bahwa jurnal kesehatan gigi ini dapat memberi ruang bagi para perawat gigi untuk mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 18, No 1 (2019)"
:
11 Documents
clear
PERBEDAAN KUMUR CHLORHEXIDINE TERHADAP SKOR GINGIVITIS PASIEN ORTHO CEKAT USIA 15-30 TAHUN DI PRAKTEK Drg.SOFYAN MAKASSAR
pariati pariati;
Johnny Angki
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.075 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.925
Chlorhexidine merupakan salah satu obat kumur yang poten dan mempunyai antibakteri dengan spektrum luas. Efektif terhadap Gram positifan serta Gram negatif meskipun untuk jenis yang terakhir efektiviasnya sedikit lebih rendah, namun efektif mengurangi radang gingiva serta akumulasi plak. Perawatan orthodontic, termasuk fixed orthodontic (ortho cekat) dewasa ini sering digunakan seiring meningkatnya pengetahuan masyarakat. Gingivitis adalah suatu penyakit periodontal, biasannya disebabkan oleh mikroorganisme plak dan produknya yang mengakibatkan terjadinya inflamasi dan infeksi yang menghancurkan jaringan pendukung gigi termasuk gingiva, ligament periodontal, tulang alveolar. Adanya piranti fixed orthodontic yang menempel pada gigi-gigi akan menyulitkan untuk membersihkan gigi sehingga cenderung terjadi penumpukan plak pada gigi sekitar bracket dan sepertiga mahkota gigi pada tepi gingiva. Kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat dimaknai bahwa gigi dan mulut terbebas dari adanya debris, kalkulus, plak atau material asing lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kumur chlorhexidine terhadap skor gingivitis pasien ortho cekat usia 15-30 tahun di praktek Drg. Sofyan Makassar. Sampel diperoleh dari popilasi yang berjumlah 30 subjek gingvitis yang menggunakan ortho cekat. Kumur dilakukan di rumah selama 7 hari dengan 2 kali kumur setiap hari yaitu setelah subjek sikat gigi pada pagi hari dan setelah subjek sikat gigi sebelum tidur malam. Kemudian dianalisis menggunakan ujin statistik Paired sample T Test. Berdasarkan analisis statistik terjadi penurunan derajat gingivitis dan ada perbedaan kumur chlorhexidine terhadap skor gingivitis pasien ortho cekat, setelah kumur dengan chlorhexidine.Kata Kunci : Chlorhexidine, Gingivitis, Ortho Cekat.
PENGARUH KONTRASEPSI SUNTIK DEPOPROVERA TERHADAP PH DAN VOLUME SALIVA DI PUSKESMAS PA’BENTENGAN KABUPATEN BANTAENG
Ellis Mirawati Hamid;
Lucia Yauri
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.267 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.874
Studi ini meneliti mengenai pengaruh kontrasepsi suntik depoprovera terhadap pH dan volume saliva di puskesmas pa’bentengan kabupaten bantaeng tahun 2018. Kontrasepsi suntik depoprovera banyak digunakan untuk mencegah kehamilan. Adanya hormon progesteron yang terkandung dalam kontrasepsi ini akan memberi pengaruh pada lingkungan rongga mulut terutama pada kondisi saliva. Untuk mengetahui pengaruh pemakaian kontrasepsi suntik depoprovera terhadap pH saliva dan volume saliva. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian Observasional Analitik study cross-sectional. Subyek penelitian sebanyak 50 wanita terbagi dari 25 kelompok Pengguna Kontrasepsi Suntik Depoprovera dan 25 orang yang tidak menggunakan kontrasepsi ( Kontrol ). Penelitian ini diawali dengan pemerikasaan pH saliva dengan menggunakan pH meter digital hanna dilanjutkan dengan pengukuran volume saliva dengan menggunakan spoit 1 cc. Hasil penelitian dengan uji statistik didapatkan perbedaan yang bermakna ( p=0.000 ) dengan rerata pH saliva dan volume saliva yang lebih tinggi pada kelompok pemakai kontrasepsi suntik depoprovera dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terapat pengaruh pemakaian kontrasepsi suntik depoprovera terhadap peningkatan pH dan volume saliva.
PERBANDINGAN KELARUTAN KALSIUM DAN MAGNESIUM EMAIL GIGI TERHADAP MINUMAN BERKARBONASI DAN ISOTONIK
Nurwiyana Abdullah;
Syamsuddin Abubakar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (76.137 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.933
Email gigi terdiri dari 92-93% zat anorganik, 1-2% zat organik dan 3-4% air. Zat anorganik yang utama berupa hidroksiapatit [Ca10(PO4)6(OH)2] sekitar 90-92% dari volumenya yang tersusun atas komponen-komponen kalsium dan magnesium. Kehilangan ion kalsium dan magnesium karena demineralisasi sangat mempengaruhi kerusakan email gigi. Demineralisasi terjadi karena adanya paparan asam dari makanan atau minuman yang dalam waktu lama di dalam mulut menyebabkan pH rongga mulut menjadi asam. Minuman karbonasi dan minuman isotonik (sports drink) merupakan minuman yang banyak digemari dan terjadi peningkatan dari tahun ke tahun yang dapat menyebabkan kerusakan pada email gigi karena minuman karbonasi dan minuman isotonik yang bersifat asam akan diikuti kejadian erosi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan minuman berkarbonasi dan minuman isotonik terhadap kelarutan kalsium dan magnesium setelah perendaman gigi secara AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium (spectrophotometer) dengan desain penelitian time series yang menggunakan 4 gigi permanen manusia post ekstraksi sebagai subyek penelitian. Keempat gigi tersebut dimasukkan ke dalam minuman karbonasi dan minuman isotonik lalu diukur kelarutan kalsium dan magnesium email gigi tersebut selama 30 menit sampai pada hari keenam dangan menggunakan spektrophotometer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion kalsium lebih banyak mengalami kelarutan daripada magnesium dari kedua minuman tersebut.
EFEKTIFITAS METODE SIKAT GIGI VERTIKAL DAN HORIZONTAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA ANAK USIA 9-11 TAHUN DI MI DDI SEPPANGE DI DESA TUNGKE KECAMATAN BENGO KABUPATEN BONE
Munadirah Munadirah;
Muhammad Saleh
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.987 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.966
Latar belakang, Pembersihan gigi yang kurang baik dapat menyebabkan terjadinya akumulasi plak. Salah satu cara menghilangkan plak yaitu dengan menyikat gigi. Plak adalah lapisan tipis, tidak berwarna, mengandung kumpulan bakteri, melekat pada permukaan gigi dan selalu terbentuk di dalam mulut dan bila bercampur dengan gula yang ada dalam makanan akan membentuk asam. Metode, Penentuan Sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampel random sampling dengan mencari 40 siswa siswi MI DDI Seppange di Desa Tungke Kecamatan Bengo Kabupaten Bone kemudian membaginya menjadi 2 kelompok yaitu 20 siswa dengan metode menyikat gigi secara vertkal dan 20 siswa dengan metode menyikat gigi secra horizontal yang diberi penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut
ANALISIS XEROSTOMIA TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERKAIT KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DESA MATTOMBONG KECAMATAN MATTIRO SEMPE KABUPATEN PINRANG
arsyad arsyad arsyad;
Meriem Meisyaroh Syamson
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.287 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.1034
Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun sehingga menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya xerostomia. Xerostomia disebabkan berkurangnya sekresi saliva yang dapat mengakibatkan rasa ketidaknyamanan pada rongga mulut, nyeri, peningkatan tingkat karies gigi dan infeksi mulut, serta kesulitan berbicara dan menelan makanan, sehingga asupan gizi pun menurun diikuti dengan penurunan berat badan. Keluhan-keluhan yang muncul ini dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan rongga mulut yang nantinya diperkirakan dapat mempengaruhi tingkat kualitas hidup. Tujuan untuk menjelaskan pengaruh xerostomia terhadap kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup pada lansia. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional design. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Subjek penelitian adalah lansia berumur ≥ 60 tahun dengan besar sampel 107 responden untuk masing-masing kelompok. Data yang diperoleh berupa status xerostomia (diagnosa xerostomia secara subjektif) dan data kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup (dengan kuesioner OHIP-14). Uji statistik menggunakan uji normalitas uji normalitas Independent Sample Test. Hasil diperoleh rata-rata skor OHIP-14 pada kelompok lansia dengan xerostomia lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lansia tanpa xerostomia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut kelompok usila dengan xerostomia cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lansia tanpa xerostomia. Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test hasil (0,025) dan analisis dilanjutkan menggunakan uji normalitas Independent Sample Test (0,000) diperoleh perbedaan yang signifikan (p<0,05). Kata Kunci: Xerostomia, Kesehatan gigi Terhadap Kualitas Hidup
PENGARUH MENGKONSUMSI MAKANAN MANIS DAN LENGKET TERHADAP ph SALIVA PADA MURID SDN MAMAJANG MAKASSAR
Asridiana Asridiana;
Ernie Thioritz
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.786 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.896
Makanan manis dengan konsistensi lengket sulit dibersihkan dari permukaan gigi dan merupakan yang mudah difermentasikan bakteri yang dapat melarutkan struktur gigi dan memicu terjadinya karies. Walaupun cairan saliva merupakan pembersih alamiah rongga mulut , namun perlekatan makanan manis dan lengket sulit dibersihkan terutama pada fissure dan cela gigi. Pola makan anak-anak yang mempunyai kecenderungan untuk memakan makanan kariogenik, serta kurangnya kesadaran dan kedisiplinan dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut menyebabkan status kebersihan gigi dan mulut buruk sehingga prevalensi kariesnya tinggi ( Alhamda 2011).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh mengkonsumsi makanan lengket dan manis terhadap ph saliva. Hasil penelitian ph sebelum makan 6,04, 5 menit setelah makan 5,73, 15 setelah makan 5,62, 30 menit setelah makan 5,21. Dari hasil uji statistik dengan uji Anova ada pengaruh mengkomsumsi makanan manis dan lengket terhadap ph saliva pada murid sdn Mamajang 2 makassar, baik pada 5 menit setelah makan, 15 menit dan 30 menit.
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN RAMPAN KARIES PADA SISWA DI TK KARYA KOTA MAKASSAR
Jumriani Jumriani
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.154 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.968
Rampan karies merupakan penyakit Multifaktorial dimana faktor –faktor tersebut saling berinteraksi. Ada beberapa faktor yang memiiki konstribusi dalam menyebabkan terjadinya karies gigi pada anak. Faktor kejadian karies gigi antara lain faktordari makanan, kebersihan mulut, kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan kesehatan seperti mengemut makanan dan pemberian Makanan melalui botol. Selain dari factor kebiasaan dan faktor makanan,factor yang mempengaruhiterjadinyakariespadaanakadalah karena ketidak pahaman orang tua terhadap penyebab utama terjadinya karies trsebut,dimana karies tersebutPeneltianbertujuanuntukmengetahuigambaranpengetahuanorang tuaterhadapkejadianrampankariesPadasiswa di TK karyakota MakassarPenelitian ini merupakan penelitian deksriptif dan observasionaluntuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap kejadian rampan karies di TK karya Kota Makassar. Data diolah secara deskriptfi disajikan dalam bentuk table distribusiHasil peneltiian menunjukkan gambaran pengetahuan orang tua tentang rampan karies berada dalam kategori Baik 6 orang(37,5) dan kurang baik sebanyak 10 orang (62,5%).kejadian rampan karies pada anak di Tk karya menunjukkan bahwa hasil terbanyak dari tipe rampan karies yaitu tipe IIIsebanyak 6 orang(37,5%).Sehingga disimpulkan bahwa Gambaran pengetahuan orang tua terhadap kejadian rampan karies yaitu pengetahuan orang tua yang dalam kategori kurang paling banyak anaknya mengalami rampan karies tipe III
PENGARUH KEKAKUAN BULU SIKAT GIGI TERHADAP PENURUNAN JUMLAH INDEKS PLAK PADA ANAK SEKOLAH DASAR KECAMATAN IWOIMENDA KABUPATEN KOLAKA
R Ardian Priyambodo;
Musdalifa Musdalifa
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.199 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.890
Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut belum disadari oleh seorang anak maka orang tua memiliki tanggung jawab dalam mengontrol kesehatan gigi dan mulut anak utamanya dalam hal menyikat gigi. Pemilihan jenis bulu sikat gigi merupakan hal yang sangat menentukan efisiensi pembersihan plak pada rongga mulut sehingga orang tua perlu memilih jenis bulu sikat gigi yang tepat untuk anak. Sikat gigi beredar di pasaran dengan berbagai derajat kekakuan dimulai dari lembut (soft), sedang (medium), tetapi seorang anak hanya dianjurkan menggunakan bulu sikat gigi lembut (soft) dan sedang (medium). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh kekakuan bulu sikat gigi lembut (soft) dan sedang (medium) terhadap penurunan jumlah plak pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental semu dengan pendekatan pre-test dan post-test antara bulu sikat gigi lembut (soft) dan bulu sikat gigi sedang (medium). Berdasarkan hasil uji Independent T-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektifitas dalam menurunkan jumlah plak, untuk sikat gigi sedang (medium) memiliki rata-rata nilai penurunan jumlah plak sebesar 1.157, sedangkan untuk sikat gigi lembut (soft) memiliki rata-rata nilai penurunan jumlah plak sebesar 2.300. Derajat kekakuan bulu sikat gigi sedang (medium) memiliki efektifitas lebih tinggi dalam menurunkan jumlah plak dibandingkan sikat gigi lembut (soft). Kata kunci: sikat gigi berbulu halus (soft), sikat gigi berbulu sedang (medium), indeks plak
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DAN TERAPI MUROTAL AL’QURAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PERAWATAN GIGI
Surya Irayani Yunus;
Rini Sitanaya;
Badai Septa
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : poltekkes kemenkes makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.137 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.969
Salah satu terapi nonfarmakologi yang sedang dikembangkan saat ini adalah terapi musik instrumental dan terapi murotal al’quran. Tujuan penelitian ini adalah melihat efektivitas musik instrumental dan murotal Al‟quran terhadap tingkat kecemasan pasien dalam perawatan gigi. Penelitian ini dilakukan pada anak diambil secara simple random sampling sebanyak 90 orang dari hasil perhitungan slovin. Data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh musik instrumental dan murotal alquran dan uji mann whitney test untuk melihat perbedaannya. Hasil dari penelitian ini didapatkan perbedaan yang signifikan kecemasan anak sebelum dan sesudah diberikan terapi music instrumental (p<0,05), terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan pasien sebelum dan sesudah diberikan terapi Murrotal Al Quran (p<0.05). Hasil Uji statistik Mann whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecemasan pada pasien yang diberikan terapi musik dibandingkan dengan terapi murrotal al Quran (p>0.05).
PENGARUH BERKUMUR LARUTAN DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP PH SALIVA PADA IBU HAMIL DI DESA PABENTENGAN KECAMATAN MARUSU KABUPATEN MAROS
nurhaeni eni
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.395 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v18i1.1018
Daun binahong merupakan tanaman yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Untuk penggunaannya dapat dikunyah atau dimasak dengan segelas air. Khasiat dari daun ini dapat digunakan sebagai obat herbal. Daun binahong ini dapat digunakan untu pengobatan luar. Adapun larutan kumur yang dinilai lebih murah dan lebih efisien, ramah lingkungan, mudah didapat, serta memiliki efek samping yang minimal adalah larutan kumur yang terbuat dari bahan alami. Daun binahong mudah ditemukan dan sudah dikenal masyarakat karena sebagai salah satu tanaman obat keluarga. Daun binahong sering digunakan sebagai obat tradisional yang memiliki khasiat untuk mencegah penyakit stroke dan asam urat. Pada penelitian sebelumnya menjelaskan tentang rasa pahit yang terdapat pada daun binahong dapat merangsang kecepatan sekresi yang mempengaruhi derajat asam pH saliva dalam mulut karena sistem buffer dan menetralkan penurunan pH saliva.