cover
Contact Name
Miftahul Mitoharoh
Contact Email
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Phone
+6285733591295
Journal Mail Official
redaksitabyin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Dukun No 21 A Dukun Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 26860465     DOI : -
TABYIN: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Ihyaul Ulum Gresik Indonesia. Terbit setiap Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi dalam jurnal ini. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Bahasa yang digunakan dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Jurnal ini bisa diakses secara terbuka yang berarti bahwa semua konten yang tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik kepada pengguna atau pada lembaganya. Pengguna yang diizinkan untuk membaca, mendownload, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau mensitasi ke teks lengkap dari artikel tidak harus meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Articles 308 Documents
PERAN KELUARGA SEBAGAI PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA Gifran Septamas; Tajuddin Nur; Neng Ulya
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/3tz82b92

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dialami seorang anak manusia ketika dilahirkan ke dunia. Dalam perkembangan selanjutnya keluarga juga merupakan lingkungan utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak manusia. Masa-masa awal pertumbuhannya lebih banyak dihabiskan di dalam lingkungan keluarga. Maka di dalam keluargalah seorang anak manusia mengalami proses pendidikan yang pertama dan utama. Segala bentuk perilaku keluarga, khususnya kedua orang tua, baik lisan maupun perbuatan, baik yang bersifat pengajaran, keteladanan maupun kebiasaan- kebiasaan yang diterapkan di dalam kehidupan sosial keluarga, akan mempengaruhi pola perkembangan perilaku anak selanjutnya. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menanamkan pendidikan yang baik dan benar kepada anak sejak usia dini, agar perkembangan perilaku anak selanjutnya dapat mencerminkan kepribadian yang luhur, yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, agama, keluarga juga masyarakat dan bangsanya.
PENGARUH PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP AKHLAK SISWA KELAS XI SMAN 1 CIKARANG TIMUR Febby Febrian Ghany; Achmad Junaedi Sitika; Nurhasan Nurhasan
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/q8c6nm20

Abstract

Masa Remaja adalah salah satu masa yang cukup terlihat dari perubahan sikap, fisik, bahkan pola berfikir. Usia remaja berkisar antara 11 – 24 tahun dan pada masa ini, keingintahuan remaja sangat tinggi sehingga pada masa ini, anak remaja sangat rentan sekali terhadap apapun. Menurut Ahmad, Pada usia remaja, siswa dengan mudah dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar, pengaruh disini dapat bersifat positif maupun negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas profesionalisme guru terhadap akhlak siswa XI di SMAN 1 Cikarang Timur, untuk mengetahui bagaimana pengaruh profesionalisme terhadap akhlak siswa kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 79 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deksriptif dan infrensial. Berdasarkan hasil Ŷ 49.218 + 0,484 X Maksud dari persamaan tersebut adalah ketika profesinalisme guru (X) mengalami kenaikan satu satuan, maka akhlak belajar peserta didik akan bertambah 0,484 satuan, dan apabila terjadi penurunan satu satuan profesionalisme guru maka akhlak siswa peserta didik akan berkurang sebesar 0,484. Koefisien bernilai positif berarti hubungan antara profesionalisme guru dan akhlak siswa semakin meningkat. Selanjutnya uji signifikansi regresi diperoleh nilai signifikan sebesar 0.000, maka nilai sig. 0.000 > 0.05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan regresi Y dan X terdapat pengaruh signifikan atau kompetensi kepribadian berpengaruh terhadap minat belajar. Nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,526. Dan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,277 Maka dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam berpengaruh akhlak siswa kelas XI SMAN 1 Cikarang Timur.  
PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD IT ANNABA CIASEM Muhammad Noer Aksel Farizal; Acep Nurlaeli
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/hmggq851

Abstract

Classroom management should be carried out with procedures that have been used as a reference source for each study, with good and conceptual class management will make an effective and efficient classroom management for an educator. As educators, teachers are required to be able to apply various methods for classroom management, both approach techniques, disciplinary coaching and managing obstacles and solutions in dealing with classroom management. This is all aimed at good and effective classroom management. Various approaches were applied to achieve a result that was in line with the researchers' expectations for more efficient classroom management at SD IT Annaba Ciasem.
IMPLEMENTASI PROGRAM MILLENIAL SMARTTREN (SMART PESANTREN) RAMADHAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BERAGAMA (RELIGIOUS LITERACY) SISWA DI SMAN 1 TELAGASARI Dapin Dapin; Undang Ruslan Wahyudi; Kasja Eki Waluyo
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/wajxvh22

Abstract

Dinas Pendidikan Jawa Barat Cabang IV mengeluarkan Surat 4069/KB.03.03.03-PKLK (06 Maret 2023) tentang program Smarttren 2023, bagian dari pendidikan karakter di Provinsi Jawa Barat. Millenial Smarttren Ramadan bertujuan memperkuat nilai Ramadhan, wawasan Islam, amaliah, dan ajaran Islam. Diluncurkan sesuai kebijakan Pendidikan Karakter Dinas Pendidikan Jawa Barat, program melibatkan kajian Islam, ibadah, akhlak, infaq, Al-Qur'an, dan aktivitas sosial. Namun, di SMAN 1 Telagasari, program belum efektif karena pelaksanaan kurang interaktif, materi agama kurang relevan, dukungan terbatas, dan anggaran minim. Penelitian fokus pada efektivitas program Millenial Smarttren Ramadhan 2023 di SMAN 1 Telagasari. Generasi milenial mahir teknologi dan komunikasi. Smarttren pendidikan agama: sikap, pengetahuan, keterampilan. Milenial Smarttren Ramadhan, aktivitas agama Ramadhan untuk siswa SMA/SMK/SLB. Bentuk iman, taat, sikap, pengetahuan, keterampilan. Paham dan praktik agama. Melalui Milenial Smarttren, kuat keyakinan, amal agama, keterampilan.  Literasi meliputi membaca, menulis, pengetahuan, informasi. Literasi beragama: paham nilai agama. "Beragama" implementasi ajaran. Teori literasi hubungkan simbol dengan pembelajaran praktis. Pemahaman nilai agama dan pandangan seimbang. Peningkatan literasi agama melibatkan pemahaman teks-teks agama, asas ilmu agama, baca Al-Qur'an, Hadis, ibadah. Praktik agama: etika, moral, sosial, berpikir kritis, toleransi, keadilan, refleksi, pemahaman diri.Penelitian menunjukkan bahwa program Smarttren Ramadhan di SMAN 1 Telagasari Karawang efektif, meningkatkan literasi beragama siswa melalui aktivitas seperti sholat, bacaan Al-Qur'an, Kajian Islam DI Sekolah (KIDS), dan lainnya. Pemahaman agama, ibadah, sosial, toleransi, refleksi spiritual meningkat, namun etika, moral, dan keterampilan berpikir kritis perlu perhatian. Motivasi siswa, kerjasama, sarana prasarana, dan lingkungan penting, tapi kurangnya kesadaran siswa, dukungan orangtua, dan faktor lingkungan hambat. Implikasinya adalah meningkatkan literasi beragama peserta melalui program ini, meskipun perlu fokus pada aspek yang belum optimal.
IMPLEMENTASI PROGRAM BINA PRIBADI ISLMA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SDIT HARAPAN UMMAH KARAWANG   Naina Nurparida; Debidik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/5qzdgs96

Abstract

Islamic Personal Development is an educational and character building activity in the form of group-based studies that are carried out every week. Coaching is not the same as learning because the goal of coaching is the formation of a superior person, not adding knowledge and skills. By combining the national curriculum and the curriculum created by JSIT itself, especially at SD IT Harapan Ummah Karawang which has a special program oriented towards fostering the character of students, namely the "Bina Pribadi Islam" program. This research was conducted using qualitative method descriptive approach. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and data verification. The results of the study concluded that, the implementation of the Islamic personal development program has a schedule during school hours, every Friday which is carried out in the classroom or outside the classroom. There are main activities and supporting activities. In the main activity, students are grouped into several groups, namely 5-12 students. The implementation of activities is separated between the Brotherhood and the akhwat, adjusted again to the material taught. In addition to the main activities, there are also supporting activities. The supporting activities in question are other religious activities that can shape the character of students through habituation and coaching activities that must be taught to students outside of class hours, such as: Mabit, Ifthar jama'I, Tahsin, Tahfizh, Salat congregation, PHBI for application for Islam, PHBN for state insight, Scouting, Market day, Qurban learning, Extracurricular, Journal and literacy. It is sought that all activities in the unit can support the implementation of the Islamic personal development program. There are several supporting and inhibiting factors in the implementation of Islamic personal development programs, including: Supporting factors: Teacher competence, Student activity, School curriculum, Facilities and infrastructure, Parent Support. Inhibiting factors: Teacher attendance, Learning time. The results of the implementation of the Islamic personal development program in the main activity provide students with insight into the understanding of the character building materials provided. While the results of the implementation of the Islamic personal development program at SDIT Harapan Ummah Karawang in supporting activities in shaping the character of students through habituation and coaching activities that must be taught to students outside of class hours, including the following: Mabit, Ifthar jama'I, Tahsin, Tahfizh, Salat congregation, PHBI for application for Islam, PHBN for state insight, Scout Scouting, Qurban learning, Market day, Extracurricular, Journal and literacy. Based on the supporting activities above, character values are implemented from the Islamic personal development program at SDIT Harapan Ummah Karawang, where Islamic personal development activities are the spirit in all school activities.
STRENGTHENING RELIGIOUS MODERATION THROUGH LEARNING AQIDAH MORALS: CASE STUDY AT SIDOARJO HIGH SCHOOL Siti Kholidatur Rodiyah; Laila Badriyah
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/jmw7gx56

Abstract

Contemporary global developments characterized by the strengthening of identity polarization, increasing religious extremism, and social fragmentation demand a paradigm transformation in the learning of Islamic Religious Education, especially in the subject of Aqidah Akhlak. The learning approach, which is still dominated by normative-dogmatic patterns, is considered not optimal in fostering critical awareness, social empathy, and moderate attitudes of students. This research aims to explore in depth the implementation of pedagogical innovation of Aqidah Akhlak as a strategy to strengthen religious moderation at the secondary school level, with a case study at Sidoarjo High School. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection was carried out through participatory observation, in-depth interviews, and study of learning documents, while data analysis used the interactive model Miles, Huberman, and Saldaña. The results of the study show that pedagogical innovations that integrate reflective, dialogical, contextual, and authentic experience-based approaches are able to significantly transform the practice of learning Aqidah Akhlak. This transformation is reflected in the dynamics of classroom interaction that is more dialogical, collaborative, and egalitarian, as well as the increasing internalization of religious moderation values in students. Students show the strengthening of pluralistic awareness, social empathy, conflict resolution skills, and inclusive attitudes in social life. These findings confirm that Aqidah Akhlak pedagogical innovation has the potential to become a strategic framework in strengthening religious moderation at the secondary education level and makes an important contribution to the development of a humanistic and transformative paradigm of moderate Islamic pedagogy in responding to the socio-religious challenges of the 21st century.
KETERAMPILAN DAN KENDALA GURU AL-QUR'AN DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIGITAL DI MINU WARU II SIDOARJO Nadlir Nadlir; Aisyah Beauty Sabilla I; Nurul Vita Sari
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/5dj8av81

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan/kemampuan dan kendala guru Al-Quran Hadis guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital serta mendeskripsikan tantangan dan peluang guru Al-Quran Hadis dalam mengatasi kendala dalam penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang dilakukan secara bertahap selama penelitian. Keabsahan data diperiksa dengan uji kredibilitas melalui peningkatan ketekunan dalam pengumpulan data, triangulasi, analisis kasus temuan, dan objektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru Al-Quran Hadis di MINU WARU II dalam menggunakan media pembelajaran digital masih belum optimal. Terdapat banyak guru kesulitan dalam teknologi dan keterbatasan peralatan menghambat pembelajaran. Perbedaan jumlah guru dan peralatan, serta ketidakmampuan beberapa guru yang mengakibatkan bergantung pada media non-digital. Kendala utama adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknologi serta manajemen waktu. Upaya mengatasi kendala meliputi belajar mandiri, pelatihan IT, meningkatkan motivasi, dan manajemen waktu
ANALISIS PUSTAKA MENGENAI METODE TIMELINE DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI JENJANG SEKOLAH MENENGAH Muhammad Rizqi; Abdullah Abdullah
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/394eem87

Abstract

The learning of Islamic Cultural History (SKI) plays a crucial role in shaping students' character and historical insight across all levels of education. Nevertheless, limitations in the teaching methods often impede students' comprehension of historical event sequences. This study aims to conduct a literature review on the application of the timeline method in SKI learning. A library research method was employed by analyzing various sources related to the use of timelines in history education, particularly within SKI contexts. The findings reveal that the timeline method enhances students' chronological understanding, strengthens memory retention, and promotes active engagement during lessons. This study recommends systematic integration of the timeline method at every educational level to optimize the effectiveness of SKI instruction.
PERAN DAN DAMPAK TEKNOLOGI DALAM  PEMBELAJARAN PAI Fadli Ramadhanul Aflah; Idham Kholis; Rivaldiansolih Lubis; Khairunnas Rajab; Yuliana Intan Lestari
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/gsenfq51

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes in the world of education, including in Islamic Religious Education (PAI) learning. This article aims to examine the role and impact of technology in PAI learning, as well as to identify effective strategies for its use in the digital era. This study uses a library research method by analyzing literature sources such as national journals, reference books, and relevant actual case studies. The results of the study show that technology has an important role in PAI learning, both as interactive media, alternative learning resources, and evaluation tools. The positive impacts include increasing student learning motivation, expanding access to Islamic knowledge, and encouraging teacher creativity. However, challenges such as potential distractions, inequality of access, and low teacher digital literacy are still obstacles. A case study at MAN 2 Pekanbaru shows that appropriate use of technology can strengthen PAI learning outcomes. The conclusion of this article is that technology has great potential in enriching PAI learning, but it needs the support of appropriate pedagogical strategies and policies so that Islamic values ​​are maintained in the process of digitalizing education.  
INTERNALISASI NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) STUDI KASUS MI BAITURROHMAH NGAGLIK KOTA BATU LISASI NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) STUDI KASUS MI BAITURROHMAH NGAGLIK KOTA BATU  Muhammad Naufal Wavi; Maya Dwi Iriantika; Nabillah Putri Ma’arif; Zeid B. Smeer
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/ws725m09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana siswa MI Baiturrohmah Ngaglik di Kota Batu menginternalisasi prinsip-prinsip moderasi beragama ketika mereka mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana kurikulum SKI memengaruhi sikap dan perilaku siswa dalam lingkungan multikultural melalui penggabungan prinsip-prinsip moderasi beragama seperti keadilan, keterbukaan, dan toleransi. peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan informasi melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan adanya proses tiga langkah yakni transformasi nilai, transaksi nilai, dan trans-internalisasi nilai dalam proses asimilasi prinsip-prinsip moderasi beragama melalui SKI. Toleransi, keterbukaan terhadap keberagaman, dan kerukunan siswa sangat ditingkatkan melalui pembelajaran SKI. Selain itu , nuansa multikultural MI Baiturrohmah mendorong pengembangan perspektif yang seimbang dan rasa hormat terhadap keberagaman. Mengingat keberagaman agama di Indonesia, hasil ini dapat membantu merancang program pendidikan agama yang lebih baik yang menekankan moderasi beragama.