cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
Sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik Sudarsono Efendi Sofyan; Melya Riniarti; Ceng Asmarahman; Hendra Prasetiya; Slamet Budi Yuwono; Yulia Rahma Fitriana
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10162

Abstract

Pada dasarnya persemaian memiliki permasalahan berupa ongkos pengangkutan yang mahal, jumlah pekerja yang kurang dan persentase kerusakan bibit semakin tinggi.  Perlu dilakukan teknologi pengembangan media tumbuh semai yang mudah untuk dibawa dan murah,  sehingga ongkos pengangkutan akan rendah serta dapat disediakan dalam jumlah banyak dengan jumlah pekerja yang terbatas. BPDAS WSWS Lampung mengembangkan Media Semai Cetak (MSC). MSC merupakan media yang dibuat untuk pengganti polybag didalam pembibitan, berukuran kecil (2cm x 2cm) dan didesain digunakan sebagai media semai sekaligus media tumbuh, sehingga tidak ada kegiatan penyapihan.  Hal ini membuat penggunaan MSC akan sangat efisien, selain akan mengurangi ongkos angkut dalam transportasi bibit ke lapangan. Namun, kajian secara ilmiah efetivitas MSC belum dilakukan, demikian pula kajian tentang komposisi MSC yang tepat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik sebagai media tumbuh tanaman kehutanan. Sifat fisik yang diteliti meliputi kekerasan media MSC, berat volume MSC dan sifat kimia meliputi kandungan hara pada media semai cetak. Hasil penelitian menunjukan bahwa MSC memiliki nilai kekerasan bernilai berkisar 2 - 4 dan berat MSC bernilai 1,50g/cm2 – 1,84g/cm2 juga memiliki unsur kimia tanah pH (5,55-7,73) N total (0,06-0,15), P(2,17-39,28) ,K (0,76-1,62) serta C organik (1,38-4,01). 
Perubahan struktur dan komposisi tegakan pada areal bekas tebangan sistem TPTI di Kalimantan Timur Marjenah Marjenah; Paulus Matius; Doto Tri Purnomo; Kiswanto Kiswanto; Sutedjo Sutedjo
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8385

Abstract

Komposisi jenis permudaan alami dan tegakan tinggal, menganalisis struktur dan volume tegakan tinggal pada areal hutan bekas tebangan umur 6 tahun, 4 tahun dan 2 tahun. Metode pembuatan plot menggunakan metode Purposive Sampling. Plot sampel berukuran 20 m x 125 m untuk pohon, sub plot berukuran 5 m x 5 m untuk pancang dan sub plot berukuran 2 m x 2 m untuk data semai. Hasil perhitungan yang diperoleh, komposisi jenis tingkat semai plot umur 6 tahun 29.500 individu/ha (28 jenis), tingkat pancang 7.360 individu/ha (35 jenis), tingkat pohon 356 individu/ha (46 jenis). Pada umur 4 tahun tingkat semai 77.000 individu/ha (26 jenis), tingkat pancang 8.400 individu/ha (33 jenis), tingkat pohon 360 individu/ha (50 jenis). Pada plot umur 2 tahun tingkat semai 44.500 individu/ha (37 jenis), tingkat pancang 2.400 individu/ha (17 jenis), tingkat pohon 272 individu/ha (43 jenis). Struktur tegakan tinggal di plot penelitian menunjukkan pada fase akhir pertumbuhan pohon memiliki jumlah yang semakin sedikit dan terdapat kesinambungan struktur horizontal dan vertikal. Potensi tegakan penebangan pada plot umur 6 tahun, sebesar 561,7 m3/ha dan 385,5 m3/ha; plot umur 4 tahun 406,3 m3/ha dan 150,3 m3/ha; pada plot umur 2 tahun 472,4 m3/ha dan 248,7 m3/ha; semuanya termasuk jenis komersil.
Respon pertumbuhan Acacia crassicarpa A.Cunn. Ex Benth. terhadap pemberian pupuk cair yang berbeda di persemaian PT Mayawana Persada, Pontianak, Kalimantan Barat Eviyanti Palimbong; Ibrahim Ibrahim; Rachmat Budiwijaya Suba; Yosep Ruslim; Kiswanto Kiswanto; Heru Herlambang
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.9717

Abstract

Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan kayu. Penggunaan pupuk dalam manajemen HTI diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yang dikembangkan. Penggunaan jenis pohon yang cepat tumbuh, dalam hal ini Acacia crassicarpa, patut dipertimbangkan. Penelitian ini  menganalisa persentase hidup, pertambahan tinggi, diameter dan jumlah daun semai A. crassicarpa sebagai respon pemberian pupuk dengan jenis yang berbeda. Sedangkan respon pertumbuhan semai A. crassicarpadiuji di persemaian PT Mayawana Persada  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan dengan Agrimore N, Agrimore P, Agrimore K dan NPK berpengaruh signifikan terhadap persentase hidup, diameter, tinggi, dan jumlah daun semai A. crassicarpa. Persentase hidup tanaman tertinggi yaitu pada perlakuan B2A3 dan B3A1 (100%). Persentase pertumbuhan semai pada perlakuan lainnya juga masih dikategorikan baik sekali (>90%) dengan rentang 96-98%. Perlakuan pupuk NPK memberikan pertambahan tinggi 42 cm/tahun. Perlakuan pupuk Agrimore K memberikan pertambahan diameter terbesar (3,86 mm/tahun), sedangkan pertambahan jumlah daun tertinggi dihasilkan dengan menggunakan pupuk Agrimore P (15,22 helai daun). Pemupukan dengan Agrimore P, Agrimore K sebanyak 2 gram/liter, NPK sebanyak 2 gram/liter, dan Agrimore K 2 gram/ltr memberikan hasil yg terbaik untuk tinggi, diameter dan jumlah daun untuk tanaman A. crassicarpa.
Pemanfaatan kayu resak (Vatica sp.) dari lahan terbiarkan sebagai bahan konstruksi bangunan Kusno Yuli Widiati; Sri Asih Handayani; Karyati Karyati; Karmini Karmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8363

Abstract

Lahan-lahan di daerah Kalimantan Timur yang terbiarkan diakibatkan karena beberapa faktor seperti modal, pemilik lahan jauh dari lokasi, tanah kurang subur untuk komoditi tanaman cepat panen dan sesungguhnya memilki banyak potensi jika dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini dikarenakan setelah beberapa tahun terlantar, umumnya lahan di Kalimantan Timur ini akan berubah menjadi layaknya hutan sekunder sehingga banyak ditumbuhi pohon-pohon pionir seperti jenis resak. Meskipun jenis resak cukup populer, namun sebagian masyarakat di Kalimantan Timur masih belum memanfaatkan dengan baik, terutama untuk menggantikan kayu-kayu yang sudah terkenal sebelumnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kayu resak dari lahan terbiarkan sebagai bahan konstruksi bangunan sesuai Standar Nasional Indonesia SNI yaitu SNI 03-3527. 1994 dan PKKI NI-5.2002. Sampel diambil mulai dari bagian pangkal, tengah dan ujung. Pembuatan sampel dan pengujian sifat fisika mekanika kayu menggunakan standar Jerman (DIN). Nilai keteguhan geser dan MoR masuk kelas kuat I, MoE dan keteguhan tekan sejajar serat masuk kelas kuat II. Dilihat dari nilai acuan kuat berdasarkan atas pemilahan mekanis pada kadar air 15% sesuai standar SNI keteguhan geser dan MoR masuk kategori E26, tekan sejajar serat E23 dan MoE dibawah E10.
Analisis risiko dampak pembukaan lahan pada kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining Eka Yudhiman; Agus Susanto; Lieza Corsita
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.9905

Abstract

Kegiatan pertambangan membawa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, seperti menurunnya kualitas air permukaan, kualitas udara ambien dan terganggunya flora dan fauna akibat pembukaan lahan untuk menunjang kegiatan pertambangan. Untuk itu diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan melaksankan program reklamasi lahan bekas tambang secara progresif, seperti pada kasus kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining (PT MSM).  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis risiko dampak pembukaan lahan pada kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining dalam meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pelaksanaan program reklamasi lahan terganggu selama tahap operasi produksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui analisis numerik atau statistik menggunakan teknik Discounting dan Habitat Equivalency Analysis (HEA) untuk analisis risiko lingkungan yang memerlukan tahapan yang harus dilakukan secara cermat, dimana setiap tahapan merupakan langkah penting karena akan menetukan hasil akhir dari kompensasi kerusakan lingkungan yang dihitung dalam skala restorasi. Analisis data menggunakan rasio tutupan lahan dengan metode Habitat Equivalency Analysis (HEA). Perangkat lunak yang digunakan untuk analisis data statistik adalah MS-Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan analisis risiko terhadap rasio tutupan lahan menunjukkan bahwa untuk mengganti kerugian (debit) sebesar 1.876,16 DSHaYs, diperlukan program reklamasi (kredit) seluas 25,76 hektar setiap tahun selama 28 tahun untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Model Pendugaan Volume Tegakan Jati (Tectona grandis Linn.F) di Hutan Produksi Wemata Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Belu Aah Ahmad Almulqu; Meilyn Renny Pathibang; Clara Maria Ximenes; Flora Evalina Kleruk; Yudisthira A.N.Rua Ora; Adrin Adrin; Fransiskus X Dako; Ni Kade Ayu D Aryani; Dina Tiara Kusumawardhani; Rinaldo Davinsy
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10391

Abstract

Pendugaan model tegakan jati (Tectona grandis Linn.f) di kawasan hutan produksi Wemata dilakukan pada 150 pohon contoh, dimana sebanyak 90 pohon menjadi pohon model dan 60 pohon dijadikan dasar untuk memvalidasi model yang telah disusun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensi tegakan jati (Tectona grandis Linn.f) berdasarkan model terbaik yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tegakan jati seluas 154, 741 ha sebanyak 26.259,4 m3 – 27.420,1 m3. Penentuan model terbaik berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²), bias (SEE), dan validasi model berdasarkan nilai rata-rata deviasi (SR), deviasi aggregate (SA), root mean square of deviation (RMSE) dan bias (e). model yang terbaik berdasarkan kriteria-kriteria tersebut adalah V = -0.17 + 0.865 D2T (R² = 98.1 %), SEE = 0.095, SR = 0.436%, SA = 0.18%, RMSE = 0.78 dan e = 0.33. dengan potensi tegakan jati (Tectona grandis Linn.f), sebesar 36.001,017m3- 37.741,329 m3
Penilaian kesiapan pelaksanaan pengurangan emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan (REDD+) di provinsi Kalimantan Utara Wiwin Effendy; Ali Suhardiman; Subekti Nurmawati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.9558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan Provinsi Kalimantan Utara dalam pelaksanaan REDD+ dengan merujuk pada aspek kebijakan, kelembagaan, dan perangkat-perangkat REDD+. Analisis data teknis deskriptif kualitatif yang digunakan merupakan proses dalam menganalisis, meringkas, dan menggambarkan situasi dan kondisi terkini yang telah dikumpulkan tentang permasalahan yang diteliti dan terjadi di lapangan. Dari hasil pengumpulan data, analisis, dan pembahasan terhadap keseluruhan penelitian dapat disimpulkan: 1. Provinsi Kalimantan Utara belum memiliki kebijakan khusus tentang implementasi REDD+, sebagai acuan dasarj telah diterbitkan Peraturan Gubernur Kalimantan Utara tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) dan Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (RAD-TPB) serta 8 (delapan) kategori kebijakan yang relevan dan mendukung pelaksanaan persiapan REDD+ ; 2. Belum ada kelembagaan REDD+ di tingkat provinsi, namun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara siap membangun kelembagaan REDD+ di tingkat sub-nasional; 3. Perangkat REDD+ di tingkat provinsi belum ada, namun saat ini sedang berlangsung penelitian tentang FREL dan sudah dilakukan kajian awal terkait dengan kerangka pengaman lingkungan dan sosial; dan 4. Secara umum, Provinsi Kalimantan Utara belum dapat mengimplementasikan program REDD+, 
Karakteristik habitat dan pemetaan wilayah jelajah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di blok pemanfaatan resort Manggelewa Kilo Bkph Tambora Mei Nuri Chantika; Maiser Syaputra; Andi Chairil Ichsan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan memetakan wilayah jelajah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Blok Pemanfaatan Resort Manggelewa Kilo BKPH Tambora. Metode yang digunakan adalah metode Line transect dengan panjang jalur 2 km dan  lebar 100 m. Metode untuk menentukan luas wilayah jelajah adalah Minimum Convex Polygon. Hasil dari penelitian ini yaitu Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) menggunakan pohon Tin (Ficus carica) sebagai pohon pakan dengan frekuensi penggunaan tertinggi, pohon Dao (Dracontomelon dao) sebagai pohon tidur dengan frekuensi penggunaan tertinggi dan pohon jati (Tectona grandis) sebagai pohon singgah. Diameter rata-rata dari pohon pakan adalah 40,17 cm, pohon tidur 78,2 cm dan pohon singgah 24,5 cm. Tingggi rata-rata pohon pakan yaitu 22,38 m, pohon tidur 30,8 m dan  pohon singgah 17,5 m. Suhu rata-rata habitat Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) berkisar antara 27,5°C-27,9°C dengan rata-rata kelembaban antara 82,4% - 84% dan intensitas cahaya berkisar antara 303,3 lux – 4784 lux. Sedangkan Wilayah jelajah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) memiliki luas rata-rata 1,37 Ha, Night Posistion Shift (NPS) berkisar dari 0-27,8 m. Radius maksimum pergerakan pada kelompok pertama adalah 102,2 m, kelompok dua 94,8 m dan kelompok tiga 380,8 m.
Simpanan karbon tegakan mangrove di Desa Tengin Baru Ibu Kota Nusantara Ola, Rosa Penaten; Kiswanto, Kiswanto; Diana, Rita; Marjenah, Marjenah; Matius, Paulus
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.12704

Abstract

Fungsi ekologis mangrove sangat penting, terutama di daerah pesisir. Ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Kemampuan vegetasi untuk mengambil karbon dari atmosfer melalui proses fotosintesis, mengubahnya menjadi karbohidrat, dan kemudian menyimpannya dalam bentuk biomassa adalah faktor yang menentukan besarnya simpanan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai biomassa dan simpanan karbon vegetasi di Hutan Mangrove di Desa Tengin Baru, Ibu Kota Nusantara. Dalam penelitian ini, dua jalur transek dengan panjang 125 m masing-masing terdiri dari tiga plot lingkaran. Setiap plot memiliki subplot dengan radius 2 m untuk tumbuhan berdiameter kurang dari 5 cm dan 7 m untuk tumbuhan berdiameter lebih dari 5 cm. Dengan menggunakan metode tanpa pemanenan, nilai biomassa dapat dihitung dengan mengukur diameter vegetasi mangrove berdasarkan karakteristik akar vegetasi, pengukuran tinggi, dan nama jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa di atas tanah sebesar 243,148 ton/ha dan biomassa di bawah tanah sebesar 89,965 ton/ha, sehingga total biomassa tegakan mangrove sebesar 333,113 ton/ha. Sementara itu, simpanan karbon atas sebesar 114,280 ton/ha dan simpanan karbon bawah sebesar 42,283 ton/ha, sehingga total simpanan karbon tegakan mangrove di Desa Tengin Baru sebesar 156,563 ton/ha. 
Karakteristik anatomi tiga jenis kayu asal Sulawesi Tengah Muthmainnah, Muthmainnah; Budi, Agus Sulistyo; Asniati, Asniati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.11111

Abstract

Pohon palapi, nantu dan bayur merupakan jenis pohon yang terdapat secara alami di Sulawesi Tengah dan merupakan jenis kayu yang banyak digunakan pada industri mebel di kota Palu. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mempelajari struktur anatomi dan mutu serat tiga jenis kayu asal Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat struktur anatomi dari ketiga jenis kayu yang diteliti memiliki karakteristik yang berbeda. Kayu bayur mudah dibedakan dengan nantu dan palapi karena memiliki banyak kristal rhomboid pada sel parenkim aksialnya. Sedangkan palapi mudah dibedakan dari keduanya dengan adanya pori-pori yang hampir seluruhnya soliter dan termasuk kategori langka serta memiliki parenkim aksial yang sangat masif berupa agregat difus. Berdasarkan kualitas seratnya, kayu nantu termasuk kelas I, sedangkan kayu palapi dan bayur termasuk kelas II. Ketiga jenis kayu ini dapat digunakan dalam pembuatan pulp dan kertas.