cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
Keragaman jenis pohon dan peresapan air di lahan terbiarkan setelah kebun tradisional Purwanti, Emi; Mulyadi, Rachmad; Ramadhanti, Dita Putri Dwi; Setyono, Dicky; Widiati, Kusno Yuli; Sribianti, Irma; Karmini, Karmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.828 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.7906

Abstract

Aspek ekologi lahan terlantar dapat dilihat dari banyak aspek, antara lain keanekaragaman famili dan kemampuan menyerap air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks nilai penting berdasarkan famili pohon dan kemampuan menyerap air (laju infiltrasi dan permeabilitas) pada lahan terlantar setelah kebun tradisional. Survei vegetasi pohon dengan diameter setinggi dada (DBH) >5 cm dilakukan pada 10 anak petak masing-masing berukuran 20 m × 20 m. Pengukuran laju infiltrasi dan permeabilitas dilakukan sebanyak 3 kali dengan masing-masing 3 kali pengulangan. Nilaisignifikansi famili (FIV) tertinggi adalah Euphorbiaceae (104,07), Moraceae (84,75), dan Sapindaceae (20,94). Laju infiltrasi adalah 12,8 cm/jam di hutan sekunder (lereng landai), 6,0 cm/jam di hutan sekunder (lereng agak curam), 1,6 cm/jam di lahan terbuka (lereng landai), dan 1,2 cm/jam di lahan terbuka (lereng agak curam). Permeabilitas di hutan sekunder (lereng landai), hutan sekunder (lereng agak curam), lahan terbuka (lereng landai), dan lahan terbuka (lereng agak curam) masing-masing sebesar 15,45 cm/jam, 11,15 cm/jam, 9,82 cm/jam, dan 8,93 cm/jam. Informasi tentang keanekaragaman dan resapan air lahan terlantar
Persentase tumbuh dan laju pertumbuhan miselium jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus l) pada media campuran jagung dan dedak dan media PDA Herawati, Elisa; Sadam, Muhamad; Kardika, Adelia Juli; Djatmiko, Rudi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.9147

Abstract

Jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus L) tudung buah berwarna coklat, teksturnya tebal, begizi tinggi, berkhasiat obat. Prospek yang baik untuk dikembangkan, namun ketersediaan bibit unggul susah didapatkan. Permasalahan dalam pembuatan biakan murni (F0) dengan media PDA adalah terkontaminasi dengan organisme lain. Penelitian ini membuat bibit biakan murni jamur P. cystidiosus L dengan media campuran jagung dan dedak dan dengan media PDA.  Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui persentase tumbuh dan laju pertumbuhan miselium jamur P. cystidiosus L pada media campuran jagung dan dedak dan media PDA. Prosedur biakan murni (FO): penyiapan media, sterilisasi, inokulasi, inkubasi, pengumpulan dan perhitungan data. Hasil penelitian: (1) Persentase  tumbuh miselium jamur P. cystidiosus L dengan  media campuran jagung dan dedak sebesar 100%, media PDA sebesar 60% (2) Laju pertumbuhan miselium jamur P. cystidiosus L pada media campuran jagung dan dedak lebih rendah dari media PDA, namun demikian fakta ini dapat menjadi petunjuk bahwa tahapan pembuatan bibit biakan murni (F0) dapat ditumbuhkan langsung pada  media biji-bijian seperti campuran jagung dan dedak tanpa melalui media PDA.
Analisis perubahan kerapatan vegetasi mangrove di taman nasional Ujung Kulon menggunakan metode NDVI Citra Landsat 8 Maulana, Ilham; Adifa, Safitri Fara; Ummah, Elva Ni'matal; Somantri, Lili; Ridwana, Riki
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.6932

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah termasuk kekayaan pesisir seperti vegetasi mangrove. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar dalam suatu pengelolaan sumber daya alam. Vegetasi mangrove yang terletak pada pertemuan antara sungai dan laut, menjadikan penginderaan jauh sebagai faktor yang berperan penting dalam menganalisis kerapatan vegetasi. Dengan bantuan data yang dihasilkan dari pengolahan citra menggunakan metode NDVI dalam menganalisis kerapatan, sebaran dan luasan mangrove, tentunya dapat menjadi suatu acuan dalam menganalisis kondisi kerapatan vegetasi dengan berbagai kelas yang ditentukan, yaitu jarang, sedang, dan rapat. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon adalah kawasan taman nasional terbesar di Jawa. Luas kawasan ini yaitu sekitar 120.551 hektar, terdiri dari 76.214 hektar daratan dan 44.337 hektar laut. Taman Nasional Ujung Kulon memiliki tiga ekosistem utama, yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem pesisir pantai, dan ekosistem daratan/terestrial. Kawasan mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon terdapat di sepanjang pesisir pantai bagian timur laut Semenanjung Ujung Kulon dan pulau di sekitarnya. Dengan analisis penginderaan jauh menggunakan metode NDVI dari tahun 2015 hingga 2021, kawasan mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon masih didominasi mangrove kerapatan sedang dan rapat. Hasil tersebut menunjukkan kawasan ekosistem mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga.Keywords: remote sensing, mangrove, vegetation density
Peran program perhutanan sosial dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di sekitar kawasan hutan (studi kasus indepth interview perhutanan sosial fungsi statistik kehutanan BPS 2021) Zet, Lodewik; Purwanti, Fajri Iramaya; Rudiana, Eka; Hakim, Herzainul Nur; Adnan, Muhammad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.8452

Abstract

Program perhutanan sosial merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk mendukung kesejahteraan rumah tangga di sekitar kawasan hutan. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs melalui aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga penerima bantuan program perhutanan sosial. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari hasil indepth interview perhutanan sosial tahun 2021. Melalui penelitian ini diketahui bahwa lahan milik sendiri, lahan perhutanan sosial, skema hutan desa, dan bantuan uang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan rumah tangga. Berdasarkan wawancara dengan responden penerima program perhutanan sosial, masih banyak lahan perhutanan sosial yang belum dikelola sesuai dengan peruntukannya. Sehingga, diperlukan monitoring dan evaluasi dari pemerintah untukmengoptimalisasikan program perhutanan sosial.
Potensi pemanfaatan daun sembung (Blumea balsamifera) dengan analisis kandungan fitokimia, aktivitas antioksidan dan antibakteri Mentari Ameliana; Nur Maulida Sari; Abdul Rasyid Zarta; Muhammad Fikri Hernandi; Farida Aryani; Periani Paurru
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.8716

Abstract

Tumbuhan Sembung (Blumea balsamifera) diketahui memiliki sifat antibakteri yang alami, dapat menghambat pertumbuhan kanker dan tumor. Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan adanya potensi ekstrak tumbuhan Sembung bagi Kesehatan khususnya pada bagian daun Sembung banyak terdapat senyawa aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri dari daun Sembung. Daun Sembung dimaserasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol untuk mendapatkan ekstrak sampel. Pengujian kandungan metabolit sekunder tumbuhan dilakukan dengan menggunakan metode Harborne dan Kokate. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode radikal bebas DPPH. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar sumuran terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Streptococcus mutans, dan Streptococcus sobrinus. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun tumbuhan Sembung (Blumea balsamifera) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Pengujian antioksidan dengan pelarut N-heksan tertinggi pada konsentrasi 200 ppm yaitu sebesar 70 %, sedangkan untuk pelarut Etil Asetat tertinggi pada konsentrasi 100 ppm yaitu sebesar 87 % dan pengujian dengan pelarut Etanol tertinggi pada konsentrasi 50 ppm dan 100 ppm yaitu sebesar 82 %. Daya hambat ekstrak daun tumbuhan Sembung pada bakteri Propionibacterium acnes terbesar pada pelarut Etanol pada konsentrasi 400 µg/well yaitu 14 mm, bakteri Streptococcus mutans terbesar pada pelarut Etanol pada konsentrasi 400 µg/well dengan besar hambatan 15 mm dan pengujian bakteri Streptococcus sobrinus terhadap ekstrak Sembung terbesar pada pelarut Etanol pada konsentrasi 400 µg/well dengan besar hambatan 13 mm. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, daun tumbuhan Sembung (Blumea balsamifera) dapat direkomendasikan sebagai obat herbal dengan kandungan antioksidan dan antibakteri alami.
Penentuan fenolik total daun, kulit batang, dan batang tumbuhan afrika (Vernonia amygdalina Del) Erwin, Erwin; Rahmadani, Indah Ashari; Alimuddin, Alimuddin; Ridhay, Ahmad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.8736

Abstract

flavonoidVernonia amygdalina Del) adalah salah satu tanaman obat yang berasal dari Afrika yang menyebar sampai ke Asia, termasuk Indonesia. Vernonia amygdalina Del  dikenal dengan nama lokal tanaman Afrika. Tanaman ini secara tradisional telah dimanfaatkan sebagai obat diabetes, demam, hipertensi dan asam urat.  Tujuan penelian ini adalah menentukan kadar flavonoid total ekstrak daun, kulit batang dan kayu batang tanaman Afrika. Masing-masing sampel (daun, kulit batang dan batang Afrika) diekstraksi kemudian ditentukan kandungan flavonoid totalnya. Berdasarkan hasil penentuan kadar flavonoid dari ekstrak daun, kulit batang dan batang Afrika diketahui bahwa ekstrak batang memiliki kadar flavonoid total yang paling banyak sebesar 418,15 mg QE/g ekstrak.
Daya dukung ekowisata Bontang Mangrove Park di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur Siti Haryanti; Albert Laston Manurung; Rustam Rustam; Chandradewana Boer; Rachmat Budiwijaya Suba
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8894

Abstract

Bontang Mangrove Park (BMP) merupakan bagian kawasan mangrove dari Taman Nasional Kutai yang berada di Kota Bontang seluas kurang lebih 200 hektar. Pemberian nama BMP menekankan arti bahwa kawasan hutan mangrove yang dimaksud berada di wilayah Kota Bontang, menunjukkan bahwa pengembangan kawasan ini diperuntukkan untuk masyarakat dan pemerintah Kota Bontang dan bukan hanya menjadi milik BTNK, dikembangkan untuk kepentingan rekreasi, konservasi, edukasi dan petualangan. Tingkat kunjungan yang berlebih akan menurunkan kualitas kawasan ekowisata itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya analisis daya dukung ekowisata dalam upaya mencapai pengeloaan yang berkelanjutan. Untuk itu setiap jenis aktivitas wisata yang dikembangkan harus diarahkan untuk memperhatikan aspek daya dukung. Penelitian ini dilakukan pada rentang antara Desember 2019 sampai Januari 2020 dengan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif yang diambil secara langsung di lapangan dan wawancara bersama pengunjung, masyarakat dan pengelola. Hasil perhitungan terhadap daya dukung fisik kawasan Bontang Mangrove Park untuk ketiga tempat kegiatan (boardwalk, dermaga, camping ground) berturut-turut yaitu 433 orang/hari, 123 orang/hari, dan 1.102 orang/hari.
Keterpulihan ekosistem lahan pasca tambang batubara tertinggal jauh di belakang keberhasilan rehabilitasi lahan Triyono Sudarmadji; Wahjuni Hartati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8377

Abstract

Penambangan batubara di kawasan hutan menimbulkan kerusakan ekosistem yang sangat signifikan sehingga harus segera dilakukan tindakan rehabilitasi lahan pasca tambang. Upaya pemulihan ekosistem pasca tambang harus dievaluasi guna mengetahui tingkat dan status keberhasilan serta potensi keterpulihannya. Penilaian keberhasilan reklamasi hutan pada areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan - IPPKH (sekarang disebut Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan - PPKH) pada konsesi PT Santan Batubara di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan di 6 (enam) lokasi yaitu OPDM2 (4,2 Ha), IPDF1 (6,7 Ha), IPDC1 Komodo (0,9 Ha), IPDC2 Komodo (1,8 Ha), IPDB Komodo (3,3 Ha) dan IPDCM1 (6,2 Ha) dengan total luasan 23,10 Ha. Skor hasil penilaian keberhasilan rehabilitasi lahan adalah 87,0 yang meliputi penataan lahan (27,0), pengendalian erosi- sedimentasi (16,0), serta revegetasi hutan (44,0). Skor karakteristik ekosistem dengan penciri utama terbentuknya kembali matarantai ekosistem hutan berdasarkan keberadaan herbivora - predator - karnivora dan tanpa kehadiran karnivora puncak yang menunjukkan satus dan nilai ekosistemnya adalah 70. Nilai ini bermakna bahwa harkat pemulihan ekosistem dengan status prospektif, yang mengindikasikan bahwa proses-proses dan tahapan pemulihan ekosistem hutan telah mengarah pada keterpulihan yang diharapkan yaitu kondisi rona awal sebelum adanya kegiatan penambangan batubara. 
Pengelolaan tanaman dan konservasi tanah menentukan tingginya tingkat bahaya erosi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu Kiamah Fathirizki Agsa Kamarati; Fachruddin Azwari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10146

Abstract

Kajian ini dilakukan di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Peningkatan jumlah penduduk yang semakin cepat akan berpengaruh pada peningkatan kebutuhan hidup baik secara kuantitas maupun kualitas terhadap penggunaan tanah. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kebutuhan akan lahan untuk berbagai kepentingan manusia yang semakin lama semakin meningkat sehingga terjadi perubahan fungsi lahan. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi nilai erosi dengan menggunakan Metode USLE. Metode tersebut digunakan untuk menilai kehilangan tanah akibat erosi. Parameter yang dianalisis terdiri dari faktor erosivitas limpasan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan (LS), pengelolaan tanaman dan konservasi tanah (CP). Berdasarkan data analisis diketahui bahwa Tingkat Bahaya Erosi lokasi penelitian memiliki kategori sangat berat dengan nilai 75,55 ton/ha/th. Perencanaan konservasi pada kawasan tersebut dengan mempertahankan kondisi tanaman penutup tanah dan tetap melakukan penanaman tanaman penutup tanah, sistem penanaman tumpang sari, pembuatan teras gulud searah garis kontur serta pembuatan teras saluran.
Keanekaragaman jenis vegetasi penyusun ruang terbuka hijau PT Kaltim Methanol Industri Ahmad Ainun Ridlo; Meitikasari Meitikasari; Ichsan Nur Kholilah; Septiana Tri Ambarsari; Rusdi Zuhud; Zaenal Abidin; Eka Wijayanto; Hery Abriyanto
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.8107

Abstract

PT Kaltim Methanol Industri (KMI) adalah salah satu perusahaan berlokasi di Kota Bontang yang bergerak dibidang petrokimia dengan produk berupa methanol. PT KMI terletak di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE) yang merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Kalimantan Timur. Kepedulian PT KMI terhadap lingkungan memiliki bukti nyata yaitu dengan berhasilnya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Methanol yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bontang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan status konservasi vegetasi penyusun Taman Methanol. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2022 menggunakan teknik systematic sampling dengan intensitas sampling sebesar 17,8%, sehingga petak ukur yang dibuat sebanyak 22 plot. Untuk pengambilan sampel dilakukan dengan membuat plot kuadrat berukuran 20 m × 20 m. Vegetasi penyusun Taman Methanol sangat beragam yaitu terdapat 39 jenis dari 14 famili, dan jenis Acacia mangium Willd menjadi jenis dengan nilai INP tertinggi dari semua tingkatan hidup. Keanekaragaman di Taman Methanol tergolong ke dalam kategori sedang dengan tingkat kemerataan yang tinggi dan nilai dominansi yang rendah. Selain itu, jenis-jenis yang ada di dalam Taman Methanol sebagian besar tidak terancam punah, hanya 3 jenis yang sangat terancam dan ketiga jenis tersebut semua berasal dari genus Shorea.

Page 11 of 25 | Total Record : 242