cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 261 Documents
Budaya dan kearifan lokal dalam pengelolaan lahan dengan pola agroforestri di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Batutegi Provinsi Lampung Dadi Anesa; Rommy Qurniati; Yulia Rahma Fitriana; Irwan Sukri Banuwa
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.815 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i1.5840

Abstract

Pola tanam agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang banyak diterapkan dalam pemanfaatan lahan hutan melalui penggabungan antara tanaman kehutanan dan tanaman pertanian. Dalam pengelolaanya, petani memiliki cara tersendiri yang dipengaruhi oleh budaya dan kearifan lokal yang diwarisi orang tuanya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi budaya dan kearifan lokal petani dalam pengelolaan lahan dengan pola agroforestri.  Pengambilan data telah dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021 dengan studi kasus di 3 Gabungan kelompok tani (Gapoktan) yaitu Gapoktan Hijau Makmur, Gapoktan Mahardika, dan Gapoktan Cempaka yang berada dalam wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi, Provinsi Lampung. Penentuan besarnya responden menggunakan teknik purposive sampling yang difokuskan pada petani agroforestri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner dan wawancara mendalam. Pada penelitian ini teridentifikasi bahwa cara pengelolaan lahan petani dipengaruhi oleh budaya berupa kegiatan ngoret, angin-anginan, nunas, perantingan dan setek pada pemeliharaan tanaman, mutil dan ngunduh pada kegiatan pemanenan dan pembibitan. Selain itu budaya ini juga mengandung kearifan dalam kegiatan babat belukar pada penyiapan lahan dan nandur pada penanaman. Kearifan lokal ini masih diterapkan secara terbatas sehingga perlu dikembangkan agar dapat diterapkan secara luas untuk mendukung kelestarian hutan di KPHL Batutegi.
Pertumbuhan bibit jabon merah (Anthocepalus macrophyllus) pada komposisi media tanam yang berbeda Julkifli Masilewi; Aqshan Shadikin Nurdin; Moch Hidayah Marasabessy; Laswi Irmayanti; Reyna Ashari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.189 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i1.6729

Abstract

Kualitas media berpengaruh terhadap terhadap pertumbuhan tanaman karena dalam media tanam terdapat unsur hara yang mendukung pertumbuhan. Komposisi media tanam yang berbeda diduga juga memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon pertumbuhan bibit jabon merah pada komposisi media tanam yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan komposisi media tanam (M1:tanah, M2:tanah dan pasir, M3:tanah, pasir dan kompos, dan M4:tanah, pasir dan pupuk kandang). Variabel pertumbuhan bibit yang diamati adalah tinggi bibit, diameter bibit, jumlah dan luas daun. Adapun parameter pertumbuhan bibit yaitu Nisbah Pucuk Akar (NPA) dan Indeks Mutu Bibit (IMB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media M4 memberikan pertumbuhan yang lebih besar pada tinggi bibit, diameter bibit, jumlah dan luas daun. Adapun M3 memberikan nilai NPA dan IMB yang lebih tinggi. Perbedaan komposisi media tanam berpengaruh nyata pada variabel pertumbuhan luas daun. Komposisi media tanam terbaik untuk pertumbuhan bibit jabon merah yang optimal adalah M4 (tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:2:1).
Potensi serapan karbondioksida pada beberapa ruang terbuka hijau di Kampus Universitas Mulawarman Gunung Kelua Samarinda Mega Puspita Fredyanti; Rita Diana; Sutedjo Sutedjo
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.262 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i1.7372

Abstract

Pemanasan global merupakan masalah yang harus diatasi dengan berbagai macam usaha mitigasi. Salah satu usaha mitigasi adalah memperbanyak pepohonan dan tumbuhan yang berfungsi menyerap gas karbondioksida dari atmosfier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serapan karbondioksida di lingkungan ruang terbuka hijau di Universitas Mulawarman (Unmul) di Kampus Gunung Kelua di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan data dilakukan dengan pembuatan plot sampel pada tiga lokasi ruang terbuka hijau (RTH) yaitu, di samping lapangan Kurusetra (Lokasi 1), di samping Guest House Unmul (Lokasi 2), dan di belakang Workshop Fakultas Kehutanan Unmul (Lokasi 3). Hasil penelitian ditemukan jumlah individu terbanyak yaitu pada jenis Shorea leprosula Miq sebanyak 38 individu yange berada pada lokasi 2 (Guest House).Dalam hal akumulasibiomassa dan karbon terbanyak terdapat pada jenis Hevea brasiliensis Willd masing-masing sebanyak 964 kg/jenis dan 453,1 kg/jenis. Sementara itu potensi penyerapan karbondioksida padajenis Artocarpus odoratissimus Blanco memiliki nilai tertingi yaitu sebesar 3382,6 kg/jenis.
Pengawetan kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) menggunakan oli bekas dengan metode perendaman dingin Zainul Arifin; Edi Sudiarso; Bella Winata
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.912 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i1.6178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retensi dan penetrasi oli bekas dengan pelarut solar pada konsentrasi dan lama perendaman yang berbeda serta ketahanannya terhadap serangan rayap tanah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi dan Pengawetan Kayu, Fahutan Unmul Samarinda. Data hasil penelitian diolah dengan rancangan faktorial acak lengkap 3x3 dan replikasi 10. Parameter pengukuran meliputi nilai retensi, penetrasi serta kehilangan berat akibat serangan rayap tanah (Subteranean termites). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan kadar air kering udara pada kayu Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) sebesar 11,85%, kerapatan kering udara 0,35 g/cm3 dan kerapatan kering tanur 0,32 g/cm3. Lama perendaman, konsentrasi oli bekas dan interaksinya berpengaruh sangat signifikan terhadap retensi. Semakin besar konsentrasi dan lama perendaman makin besar pula nilai retensi yang akan didapat. Lama perendaman berpengaruh sangat signifikan terhadap nilai penetrasi oli bekas, sedangkan konsentrasi oli bekas dan interaksinya menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Semakin lama dilakukannya perendaman maka semakin tinggi pula nilai penetrasinya. Lama perendaman, konsentrasi oli bekas dan interaksinya tidak berpengaruh signifikan terhadap kehilangan berat. Namun jika dibandingkan dengan contoh uji tanpa perlakuan pengawetan (kontrol), contoh uji yang diawetkan dengan oli bekas lebih tahan terhadap serangan rayap tanah.
Modal sosial dalam mendukung program perhutanan sosial (kasus di HTR Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur) Zuraidah, Ana; Sardjono, Mustofa Agung; Rujehan, Rujehan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.125 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.8079

Abstract

Pada prinsipnya modal sosial di masyarakat memang sudah ada, dan kuat lemahnya modal sosial dalam mendukung pembangunan tergantung dari karakteristik masyarakat dan pemanfaatan modal sosial untuk tujuan pembangunan ke arah yang positif. Tujuan dalam penelitian dilakukan untuk memahami pengetahuan lokal khususnya modal sosial masyarakat di sekitar hutan yang berhubungan dengan program perhutanan sosial khususnya Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Metode yang digunakan adalah survei dengan quisioner semi-terstruktur. Modifikasi quisioner mengadopsi dari Social Capital Assesment Tool (SCAT). Masyarakat di desa studi memiliki potensi dari sisi usia yang sebagian besar merupakan usia produktif dan tingkat pendidikan tergolong relatif tinggi. Tingkat pendapatan masyarakat masih tergolong sedang. Penduduk disana merupakan pemukim lama didominasi oleh masyarakat lokal dan berdasarkan perkembangan kependudukan cukup heterogen dari keragaman suku, agama dan asal daerah. Karakteristik masyarakat dan modal sosial di desa studi sudah seharusnya dapat berkontribusi dan mendukung terhadap kapasitas pengelolaan hutan berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial masyarakat desa studi masuk kategori tinggi. Modal sosial tersebut harus dipelihara, dijaga, dan ditingkatkan serta harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan sehingga dapat mendorong terciptanya kemandirian individu maupun kelompok dan meminimalisasi kesenjangan khususnya dalam program pembangunan perhutanan sosial.
Analisa kerapatan dan kadar abu pada kayu kapur (Dryobalanops sp.) yang terinfeksi jamur pelapuk putih (Schizophyllum commune) Yustika, Erlina; Erwin, Erwin; Husien, Nani; Budi, Agus Sulistyo; Wahyuni, Sri
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.916 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.7360

Abstract

Penelitan ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya mengenai kehilangan berat kayu kapur (Dryobalanops sp) yang diinokulasi menggunakan jamur pelapuk putih (Schizophyllum commune) dengan nilai kehilangan berat kayu sebesar 0,12%. Inokulasi jamur S.commune dilakukan terhadap sampel Kayu Kapur pada media PDA (Potato Dextrose Agar) dengan masa inkubasi selama 4 minggu, Pengujian nilai kerapatan kayu dan nilai kadar abu dilakukan sebelum dan sesudah inokulasi dengan masing-masing menggunakan standar DIN 32182 dan TAPPI T211 om-93. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perbedaan yang tidak signifikan pada penurunan nilai kerapatan kayu dan peningkatan nilai kadar abu dari kayu kapur yang diinfeksi oleh jamur S.commune pada masa inkubasi selama 4 minggu
Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan di HKM Harapan Sentosa KPHL Batutegi Ajijah, Lis Nur; Safe'i, Rahmat; Yuwono, Slamet Budi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.48 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.8073

Abstract

Partsipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan sangat penting bagi keberhasilan program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM). Partisipasi komunitas berdampak positif pada kegiatan dari tahap perencanaan sampai tahap evaluasi, operasi pengelolaan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan di HKm Harapan Sentosa. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling menggunakan key actors yang terdiri dari ketua, pengurus inti serta anggota kelompok di HKm Harapan Sentosa. Pengolahan data tingkat partisipasi ini menggunakan skala likert. Hasil penelitian diperoleh data rata-rata tingkat partisipasi anggota masyarakat gapoktan di HKm Harapan Sentosa termasuk kedalam kategori sedang dengan rentang nilai 40-55. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Gapoktan belum terlibat langsung dalam setiap kegiatan pengelolaan hutan yang dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pemantauan dan evaluasi.
Efektivitas perlakuan awal alkali dan hidrotermal terhadap proses delignifikasi, potensi gula reduksi dan produksi etanol teoritis dari kayu Vernonia amygdalina Delile Mardiatul Ufa; Nasriati N; Aulia Fitria Ningrum; Wiwin Suwinarti; Rudianto Amirta
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.7438

Abstract

Vernonia amygdalina merupakan salah satu jenis tanaman Short Rotation Coppice (SRC) atau trubusan yang secara alami dapat melakukan proses regenerasi setelah melalui proses pemangkasan. Selain itu juga sebagai bahan baku penyedia biomassa yang saat ini banyak digunakan dalam memproduksi energi di dunia. Oleh karena itu, V. amygdalina memiliki potensi pembangkitan energi yang besar dan memadai untuk digunakan salah satunya adalah sebagai bahan baku untuk produksi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perlakuan awal yang dilakukan dengan menggunakan konsentrasi alkali dan waktu reaksi yang berbeda terhadap proses sakarifikasi dan gula tereduksi yang dihasilkan beserta potensi teoritis dari etanol yang diperoleh. Biomassa kayu terlebih dahulu diolah dengan autoklaf pada berbagai konsentrasi NaOH (0, 1, 2, dan 3% (g/L)) dan waktu reaksi (15, 30, 45, dan 60 menit). Sampel kayu yang telah diolah kemudian dihidrolisis menggunakan enzim selulase komersial untuk menghasilkan monomer glukosa. Waktu hidrolisis pada 12, 24, 36, dan 48 jam dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NaOH 3% pada waktu reaksi 15 menit dan waktu hidrolisis 36 jam merupakan konsentrasi terbaik untuk memberikan potensi etanol tertinggi (186,98 L/ton biomassa kayu). Akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa V. amygdalina akan menjadi bahan baku yang menjanjikan untuk produksi etanol.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak propolis lebah Heterotrigona itama dari beberapa lokasi budidaya di Kalimantan Timur terhadap bakteri Propionibacterium acnes Arung, Enos Tangke; Dikarulin, Sarah Azzara; Dewi Listyaningrum, Dyah Ayu; Ananda, Bayu Susetya; Putri, Tasya Ananda; Amirta, Rudianto; Yuliansyah, Yuliansyah; Kusuma, Irawan Wijaya; Ramadhan, Rico; Rosamah, Enih; Suwinarti, Wiwin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.7824

Abstract

Propolis merupakan produk penting bagi lebah yang banyak digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan alami karena mengandung senyawa bioaktif yang dapat memberikan efek positif pada tubuh. Sebagai produk yang dihasilkan lebah untuk menutupi sarangnya dan mencegah predator maupun infeksi bakteri atau virus dari luar, propolis memiliki salah satu manfaat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak propolis lebah Heterotrigona itama yang berasal dari 4 lokasi budidaya (perkebunan, persawahan, hutan sekunder, dan perkotaan) di Kalimantan Timur terhadap bakteri Propionibacterium acnes atau P.acnes dengan metode difusi lubang/sumuran pada media nutrient broth (NB) dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan aseton sebagai kontrol negatif. Propolis diekstrak menggunakan metode maserasi dengan larutan etanol 96% yang kemudian dibuat dalam 3 (tiga) konsentrasi yaitu 500ppm, 250 ppm, dan 125 ppm. Hasil penelitian menunjukanfitokimia dari propolis di 4 lokasi budidaya dominan mengandung alkaloid, flavonoid dan kumarin. Uji bakteri pada konsentrasi 500 ppm,propolis H.itama dari lokasi perkebunan dan persawahan tergolong dalam kategori kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri, dari lokasi hutan sekunder tergolong sedang, dan dari lokasi perkotaan tergolong rendah.
Potensi ekonomi dan konservasi ekosistem mangrove bagi masyarakat pesisir di desa Pondong Kabupaten Paser Kristiningrum, Rochadi; Sari, Wulan IR; Halimah, Nurul; Paramitha, Tirtha Ayu
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.422 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.7809

Abstract

Desa Pondong memiliki peluang sebagai salah satu tujuan wisata di kawasan pesisir dimana didukung juga adanya Teluk Adang yang merupakan daerah Cagar Alam. Namun dalam perkembangannya kawasan mangrove terancam akibat adanya berbagai kebutuhan yang memaksa masyarakat untuk merusak mangrove, terjadi deforestasi, konversi lahan dan pembalakan liar. Mengetahui potensi ekonomi dan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada warga masyarakat pesisir bagi kehidupan masyarakat menjadi bagian dari rumusan masalah yang akan dikaji. Desa Pondong menjadi lokasi penelitian dengan metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi masalah dengan kunci responden sejumlah tiga orang dan 30 narasumber kasus yang dipilih secara purposive sampling. .Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Desa Pondong memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan & mampu menjadi obyek wisata unggulan. Potensi ekonomi Desa Pondong adalah sektor perkebunan, pertanian, perikanan dan obyek wisata. Konservasi ekosistem mangrove perlu dilaksanakan dengan cara melakukan kegiatan sosialisasi dan sosialisasi terhadap ekosistem ekosistem mangrove agar kelestarian lingkungan hidup terjaga.

Page 10 of 27 | Total Record : 261