cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 291 Documents
Potensi Nilai Ekonomi Bontang Mangrove Park Untuk Mendukung Upaya Konservasi Hutan Berbasis Kesejahteraan Masyarakat Samsul Arifin; Rosmini Rosmini; Ibrahim Ibrahim; Jawatir Pardosi; Rahmad Budiwijaya Suba
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.25015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi nilai ekonomi Bontang Mangrove Park (BMP) sebagai kawasan hutan konservasi dan ekowisata, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Ekosistem mangrove di Taman Nasional Kutai, khususnya di wilayah Bontang, menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia seperti pertambakan ilegal yang menggerus keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, diperlukan model konservasi yang mampu mengintegrasikan nilai ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat guna memastikan keberlanjutan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada responden masyarakat serta pengunjung. Analisis nilai ekonomi dilakukan dengan pendekatan Total Economic Value (TEV), yang mencakup Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM). Data dianalisis secara statistik deskriptif dan menggunakan uji korelasi serta regresi melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang sangat signifikan (R = 0,98) antara variabel potensi ekonomi dan program konservasi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Analisis SWOT merekomendasikan strategi kekuatan-peluang (SO) melalui optimalisasi fasilitas ekowisata, seperti jalur tracking dan menara pandang, serta penguatan keterlibatan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata dan penyedia produk lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan BMP melalui pendekatan eduwisata dan kolaborasi multipihak efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.
Biodiversitas Pohon Sebagai Indikator Kesehatan Hutan Rakyat Menggunakan Metode Forest Health Monitoring (FHM) di Kelurahan Pinang Jaya Kota Bandar Lampung Andina Putri Wijayanti; Rahmat Safe'i; Eny Puspasari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.25648

Abstract

Tingkat biodiversitas hutan rakyat di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung perlu diketahui sebagai dasar penilaian kesehatan hutan, mengingat kawasan ini dikelola secara langsung oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat biodiversitas pohon berdasarkan parameter keanekaragaman jenis serta menilai kesehatan hutan menggunakan indikator biodiversitas. Tahapan penelitian meliputi pembuatan enam klaster plot dengan intensitas sampling sebesar 3% dan penilaian kesehatan hutan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman jenis pohon (H’) pada hutan rakyat Pinang Jaya berada pada kisaran 0,2137–0,2695 dengan nilai rata-rata tergolong rendah. Penilaian kesehatan hutan menunjukkan variasi kondisi antar klaster dengan kategori baik hingga buruk, serta nilai rata-rata kesehatan hutan sebesar 5,98 yang termasuk kategori sedang. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya nilai biodiversitas pohon berpengaruh terhadap tingkat kesehatan hutan rakyat, sehingga diperlukan upaya pengelolaan melalui peningkatan keanekaragaman jenis tanaman dengan sistem penanaman campuran untuk meningkatkan kestabilan dan keberlanjutan ekosistem hutan rakyat
Sifat Fisik dan Kimia Tanah pada Hutan Mangrove Kawasan Delta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara Sri Sarminah; Kristina Gurning; Rachmad Mulyadi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.29303

Abstract

Mahakam Delta mangrove forests face increasing pressure from land conversion into aquaculture ponds, leading to changes in soil physical and chemical properties. This study aimed to analyze soil physical and chemical conditions across three distinct areas nipah (Nypa fruticans), white mangrove (Avicennia marina), and open land in Muara Kembang Village, Muara Jawa District, Kutai Kartanegara Regency. Soil samples were collected using purposive sampling and then analyzed at the Soil Science Laboratory of Mulawarman University. Results showed that physically, the nipah area had stable silty clay loam texture and the highest soil organic matter (SOM) content. The white mangrove  area exhibited texture variation between depths, from sandy loam (0-20 cm) to silty clay loam (20-40 cm). The open area showed increasingly coarser texture with depth and the lowest SOM. The nipah area demonstrated the best soil chemical fertility, with relatively higher pH, CEC, and nutrient content. The physical and chemical conditions of the soil in the open area indicate the need for rehabilitation through planned replanting of mangrove vegetation, as well as strengthened monitoring and regulation of mangrove land conversion into aquaculture ponds, in order to maintain the long-term sustainability of the Mahakam Delta ecosystem
Analisis Peran dan Hubungan Antar Pemangku Kepentingan dalam Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air di Taman Wisata Alam Buluh Cina Provinsi Riau Anisa Munthe; Rachmad Hermawan; Harnios Arief
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.27316

Abstract

Taman Wisata Alam Buluh Cina memiliki fungsi ekologis sebagai daerah tangkapan air serta berpotensi untuk pengembangan dan pemanfaatan sumber daya air. Dibalik potensinya TWA menghadapi ancaman dari perambahan lahan, pembakaran hutan, dan eksploitasi sumber daya alam secara illegal seiring dengan ekspansi perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan konversi lahan alam, sehingga membutuhkan peran antar aktor dalam pengelolaan dan pemanfaatan jasa lingkungan air yang tepat agar memberikan dampak signifikan pada masyarakat dan kawasan. Pemanfaatan jasa lingkungan air sangat dipengaruhi oleh interaksi serta peran strategis berbagai aktor yang terlibat dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis MACTOR (Matrix of Alliance and Conflict: Tactics, Objectives, and Recommendations) untuk mengkaji keseimbangan kekuatan, tingkat pengaruh, serta ketergantungan antar aktor. Hasil analisis mengidentifikasi sepuluh aktor utama dan terdapat dua aktor dominan yang berada pada Kuadran I, yaitu BBKSDA Riau dan masyarakatat, kedua aktor tersebut berperan sebagai pusat otonomi dalam pengambilan keputusan kebijakan dan memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan teknis kawasan. Sementara itu, aktor yang termasuk dalam kuadran II meliputi pemerintah desa, Pokdarwis, BPDAS, BWSS, Dispar, dan DLHK. Aktor-aktor ini memiliki potensi besar dalam memengaruhi sistem, namun pada saat yang sama juga memiliki tingkat ketergantungan yang relatif tinggi terhadap aktor lainnya. Secara umum, seluruh aktor menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi terhadap tujuan pengelolaan berkelanjutan, khususnya dalam aspek pengelolaan sumber daya air, pengembangan pariwisata, dan pelibatan masyarakat lokal. Tingkat konvergensi tertinggi yaitu BBKSDA Riau, pemerintah desa, dan Pokdarwis. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan kerangka tata kelola kolaboratif sebagai pendekatan strategis untuk memastikan pemanfaatan jasa lingkungan air yang berkelanjutan di TWA Buluh Cina.
Valuasi Ekonomi Air di Kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh; Studi Kasus di Desa Seberang Cengar, Kabupaten Kuantan Singingi Adinda Natasya Putri; Nurul Qomar; Nur Suhada
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.27843

Abstract

Hutan Lindung Bukit Betabuh memiliki peranan penting sebagai pengatur tata air bagi masyarakat dan industri di sekitar, termasuk di Desa Seberang Cengar, Kabupaten Kuantan Singingi. Namun, alih fungsi lahan dan perambahan hutan berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas air. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung nilai ekonomi pemanfaatan air dan menganalisis kesediaan masyarakat dan industri untuk mendukung pelestarian Hutan Lindung Bukit Betabuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara survei kepada 86 kepala keluarga sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Responden dari sektor industri pabrik kelapa sawit ditentukan dengan cara sensus. Secara kuantitatif, data dianalisis menggunakan biaya pengganti (substitute price) dan contingent valuation methods (CVM) dengan pendekatan willingness to pay (WTP) dan willingness to contribute time (WTCT). Data juga dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pemanfaatan air sebesar 488.491,36 m3/tahun dengan nilai ekonomi sebesar Rp.1.106.593.247,20/tahun. Nilai kesediaan untuk kegiatan rehabilitasi hutan secara moneter (WTP) sebesar Rp.44.236.950/tahun dan non moneter sebesar (WTCT) 3.521,80 jam/tahun atau Rp.75.014.439/tahun. Dengan demikian, Hutan Lindung Bukit Betabuh memiliki nilai ekonomi yang penting sebagai pengatur tata air dan adanya kesediaan untuk mendukung upaya rehabilitasi hutan melalui kontribusi moneter dan nonmoneter.
Dinamika Spasial dan Temporal Lahan Tambak Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Penajam Paser Utara Periode 2020-2024 Yulianti Yulianti; Nurul Ovia Oktawati; Iya' Setyasih
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.24559

Abstract

Lahan tambak merupakan salah satu bentuk pemanfaatan wilayah pesisir yang memiliki peran penting dalam mendukung sektor perikanan budidaya dan perekonomian masyarakat pesisir. Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah pesisir sekaligus kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara mengalami dinamika penggunaan lahan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan lahan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan perubahan luasan lahan tambak di Kabupaten Penajam Paser Utara selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa peta tutupan lahan dalam format shapefile yang dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan dengan menghitung luas lahan tambak per kecamatan dan membandingkannya secara temporal untuk mengidentifikasi tren perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas lahan tambak mengalami penurunan dari 4.306,31 ha pada tahun 2020 menjadi 3.957,34 ha pada tahun 2024. Penurunan luasan paling signifikan terjadi di Kecamatan Penajam, sedangkan Kecamatan Babulu tetap menjadi wilayah dengan luasan tambak terbesar dan relatif stabil. Kecamatan Sepaku dan Waru menunjukkan perubahan luasan yang kecil dan cenderung stabil. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan pembangunan dan alih fungsi lahan menjadi faktor utama perubahan lahan tambak. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lahan tambak berbasis spasial dan kebijakan tata ruang yang berorientasi pada keberlanjutan wilayah pesisir.
Analisis Kualitas Biobriket dari Limbah Kulit Kakao (Theobroma cacao L.) dan Kulit Jeruk (Citrus sinensis) Berdasarkan Parameter SNI 01-6235-2000 Liza Permata Sari; Rendy Wikrama Wardana; Silvia Syeptiani; Aprina Defianti; Annisa Puji Astuti
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.29131

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang semakin menipis. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah biobriket yang dibuat dari limbah organik melalui proses karbonisasi dan pemadatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas biobriket berbahan limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) dan kulit jeruk (Citrus sinensis) berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan kerapatan. Biobriket dibuat dengan tiga variasi komposisi, yaitu A1 (63% kulit kakao:27% kulit jeruk), A2 (45%:45%), A3 (27%:63%), serta dua sampel pembanding, C1 (100% kulit kakao) dan C2 (100% kulit jeruk), dengan penambahan perekat 10% pada setiap formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor berkisar antara 5272–5482 kkal/kg dan seluruh sampel telah memenuhi standar minimum SNI (>5000 kkal/kg), dengan nilai tertinggi pada C1. Kadar air berkisar 8,93–10,36%, sehingga sebagian sampel masih melampaui batas SNI (<8%). Kadar abu berada pada rentang 7,84–11,53%, dengan hanya C2 yang memenuhi standar. Kerapatan berkisar 1,05–1,21 g/cm³, menunjukkan struktur briket yang cukup padat. Variasi komposisi bahan memengaruhi kualitas biobriket. Limbah kulit kakao dan kulit jeruk berpotensi sebagai bahan baku biobriket, namun optimasi proses masih diperlukan agar seluruh parameter mutu SNI 01-6235-2000 dapat terpenuhi. 
Analisis Vitalitas dan Biodiversitas Tegakan sebagai Indikator Resiliensi Hutan Pasca Kebakaran di SPTN 1 Taman Nasional Way Kambas Ali Wafa; Rahmat Safe&#039;i; Gunardi Djoko Winarno
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.29621

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk integrasi antara nilai kesehatan hutan sebagai variabel prediktor untuk menentukan threshold resiliensi ekosistem pasca kebakaran di Seksi Pengelolaan Taman Nasional 1 Taman Nasional Way Kambas. Penelitian ini bertujuan mengetahui status kesehatan tegakan pasca kebakaran berdasarkan indikator analisis vitalitas dan biodiversitas dan hubungan kesehatan hutan dengan laju suksesi. Metode Forest Health Monitoring digunakan untuk mencari nilai kesehatan hutan dengan membangun 6 klaster plot. Uji korelasi Person serta uji regresi sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan kesehatan hutan dengan laju suksesi. Hasil dari penelitian adalah status kesehatan hutan di SPTN 1 Taman Nasional Way Kambas dalam kondisi sedang dengan nilai kesehatan hutan sebesar 4,58 dan memiliki hubungan kesehatan hutan dan laju suksesi yang sangat tinggi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,92. Hasil uji regresi menghasilkan persamaan Y=22,40 + 3,04X yang menjelaskan bahwa jika kesehatan hutan naik 1 maka laju suksesi akan naik 3,04. Hasil perhitungan Xthresold menunjukkan bahwa semua klaster plot memiliki tingkat reseliensi rendah yang menandakan harus ada kegiatan restorasi hutan pasca kebakaran.
Pematahan Dormansi Benih Kemenyan Durame (Stryrax benzoin Dryand) dengan Perlakuan Pengamplasan dan Perendaman Marjenah Marjenah; Kiswanto Kiswanto; Reynaldi Hutauruk
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.26468

Abstract

Penelitian dirancang dengan Pola Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan perlakuan perendaman (P) yang terdiri dari 4 kategori yaitu P0 (tanpa perendaman), P1 (perendaman dengan air biasa selama 12 jam), P2 (perendaman dengan air  biasa dengan mengganti airnya setiap 3 jam selama 12 jam)P3 (perendaman dengan air panas dengan suhu awal (80℃) dan dibiarkan menjadi dingin  selama 12 jam) dan perlakuan pengamplasan yang terdiri dari 4 kategori yaitu S0(tanpa pengamplasan), S1(pengamplasan satu sisi), S2(pengamplasan dua sisi),S3  (pengamplasan pada bagian bawah benih). Dua faktor tersebut dikombinasikan menjadi 16 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga ada 48 satuan percobaan dan Setiap satuan percobaan terdiri 15 benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengamplasan dan perendaman berpengaruh terhadap pematahan dormansi benih kemenyan durame. Benih kemenyan durame yang diamplas pada dua sisi benih dan direndam dengan mengganti airnya setiap 3 jam selama 12 jam memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap beberapa parameter yaitu persentase hidup kecambah sebesar 89%, rata rata daya kecambah benih 93,3 %, rata rata laju perkecambahan benih 20  hari. Kemenyan durame memiliki rataan kadar air benih 17,18 % hal ini menunjukkan bahwa kadar air benih kemenyan durame tergolong kepada benih intermediet. Tipe perkecambahan kemenyan durame adalah epigeal.
Analisis Struktur Ekologi Lanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Halong, Pulau Ambon Marisa Makahity; Jusmy Putuhena; Bokiraiya Latuamury
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2026): (In Press)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i2.25183

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Halong di Pulau Ambon merupakan salah satu wilayah yang mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan konversi lahan secara masif untuk permukiman. DAS dengan luas ±458 ha ini memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan hodrologis dan ekologis bagi masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif perubahan tutupan lahan dan perubahan struktur ekologi lanskap DAS Wae Halong selama periode 1996 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods), yang memadukan analisis spasial kuantitaif dengan data kualitatif dari survei lapangan. Fokus utama analisis adalah perubahan data tutupan lahan multitemporal berbasis Informasi Geografis (SIG), dan perhitungan matrik lanskap menggunakan perangkat lunak Fragstat. Hasil analisis menunjukan adanya tren fragmentasi lanskap yang siginifikan. Tutupan lahan alami khususnya hutan dan semak belukar mengalami penurunan luas drastic yang diperkirakan mencapai 50% dalam kurun waktu 28 Tahun. Sebaliknya, lahan terbangun meningkat tajam terutama didorong oleh pembangunan perumahan besar yang intens setelah tahun 2011. Pergeseran dominansi lanskap dari tutupan lahan alami ke permukiman secara langsung mengindikasikan penurunan daya dukung lingkungan, hilangnya koridor ekologis, dan peningkatan kerentanan DAS terhadap bencana seperti banjir dan tanah longsor.