cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 278 Documents
Perubahan Ekologis Pasca-Kebakaran di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang: Analisis Komprehensif tentang Kelangsungan Hidup Satwa dan Pemulihan Habitat Shiba, Yasinta Nur; Rama, Juli; Fithria, Abdi; Satriadi, Trisnu
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.19195

Abstract

Indonesia's peat swamp areas account for approximately 10.8% of the country's land area, with the Lianganggang Protected Forest in South Kalimantan being one of the key sites. Over-exploitation of peatlands leads to significant environmental impacts, such as forest fires, which alter forest structure and communities, thereby severely affecting wildlife populations. This study aims to evaluate the effects of forest and land fires on wildlife survival in the Lianganggang Protected Forest. Using a line transect observation method, both direct wildlife sightings and indirect signs such as footprints, feces, and sounds were monitored. The results revealed a notable decline in wildlife diversity, categorized into four types: birds, mammals, amphibians, and reptiles. In 2020, 40 bird species were observed, but only 15 remained by 2023. Mammal species dropped from 10 to 5, amphibians from 5 to 2, and reptiles from 5 to 3. These findings underscore the profound impact of forest fires on wildlife populations, highlighting the urgent need for effective conservation strategies to mitigate biodiversity loss.
Estimasi Simpanan Karbon Vegetasi Mangrove di Kawasan Mangrove Center Balikpapan Zulfa, Tsafita; Diana, Rita; Rustam, Rustam; Hastaniah, Hastaniah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.26584

Abstract

 Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengestimasi besarnya simpanan karbon di atas permukaan (above ground carbon) dan di bawah permukaan (below ground carbon), serta mengetahui potensi serapan karbondioksida dan produksi oksigen dari vegetasi mangrove di Kawasan Mangrove Center Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan 3 transek, masing-masing sepanjang 125 meter yang terdiri dari 6 plot lingkaran berdiameter 14 meter untuk tingkat pohon dan berdiameter 4 meter untuk tingkat pancang. Pengambilan data jenis, diameter, dan tinggi vegetasi merupakan parameter utama dalam penelitian ini yang selanjutnya akan diolah dengan persamaan allometrik. Selain parameter utama, parameter lingkungan juga di ambil sebagai data pendukung dalam ekosistem mangrove. Hasil dari penelitian ini menunjukkan di Kawasan Mangrove Center Balikpapan memiliki simpanan karbon di atas permukaan sebesar  297,24 ton/ha, simpanan karbon di bawah permukaan sebesar 131,73 ton/ha, dan total simpanan karbon sebesar 428,97 ton/ha. Vegetasi Mangrove di Kawasan Mangrove Center memiliki total potensi serapan karbon sebesar 1572,88 ton/ha, dan potensi produksi oksigen di Kawasan Mangrove Center Balikpapan sebesar 1143,914 ton/ha. Demikian, hasil penelitian ini merupakan sebuah upaya vegetasi mangrove dalam memitigasi perubahan iklim.
Efek antibakteri formulasi sediaan serum wajah berbasis minyak atsiri sebagai bahan aktif dari rimpang bangle (Zingiber purpureum) Ruga, Ritbey; Putri, Agmi Sinta; Paramita, Swandari; Kiswanto, Kiswanto; Aswandi, Aswandi; Meliana, Yenny; Kuspradini, Harlinda
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.19659

Abstract

Bangle (Zingiber purpureum) merupakan salah satu tanaman rimpang yang digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan memperoleh minyak atsiri rimpang bangle dan menguji kualitas fisik serta aktivitas antibakterinya dalam sediaan serum wajah dengan variasi konsentrasi minyak atsiri 0% (F0); 2,5% (F1); 5% (F2) dan 10% (F3). Minyak atsiri diperoleh melalui destilasi uap dan air dengan rendemen 0,345%. Formula sediaan serum wajah berbasis minyak atisiri berbentuk gel yang tercampur sempurna, berwarna kuning pucat (warna minyak atsiri) serta memiliki bau khas aroma rimpang bangle, sementara F0 tidak berbau. Uji pH menunjukkan F0 berada pH 6, sementara F1 dan F2 stabil pada pH 5 selama 4 minggu. F3 menunjukkan penurunan pH dari 5 menjadi 4 pada minggu keempat. Uji antibakteri menunjukkan serum wajah dengan kandungan minyak atsiri memiliki aktivitas terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes masing-masing dengan diameter pada rentang 10-13,7 dan 8,7-11,7 mm. Aktivitas antibakteri dari serum wajah meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi kandungan minyak atsiri. Minyak atsiri murni tanpa formulasi dengan variasi konsentrasi 100; 50; 25; 12,5 dan 6,25% juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri tersebut dengan rentang nilai daya hambat yaitu 10-16 mm terhadap S. aureus, sementara terhadap P. acnes pada rentang 9-13,3 mm.
Karakteristik Morfometri dan Relevansinya dengan Banjir pada DAS Nipah dan Malimbu, Lombok Utara Sari, Diah Permata; Idris, Muhamad Husni; Webliana B., Kornelia; Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.21251

Abstract

DAS kecil di pulau kecil perlu penanganan khusus karena rentan terhadap banjir akibat dari jarak lintas sungai yang pendek dan respon hidrologi yang cepat. Ada keterkaitan antara karakteristik morfometri DAS dengan banjir, sehingga identifikasi karakteristik morfometri DAS merupakan langkah awal penting dalam pengelolaan DAS. Morfometri DAS merupakan representasi kuantitatif dari bentuk, ukuran, relief, dan konfigurasi jaringan drainase yang berpengaruh terhadap respons hidrologi DAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometri DAS Nipah dan DAS Malimbu serta mengkaji relevansinya terhadap banjir di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan data DEMNAS resolusi spasial 8 m. Analisis morfometri meliputi parameter luas DAS, panjang DAS, circularity ratio (Rc), bifurcation ratio (Rb), drainage density (Dd), length of overland flow (Lg), texture ratio (Rt), relief ratio (Rr), dan stream frequency (Fs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Malimbu dan DAS Nipah termasuk kategori DAS sangat kecil dengan luas masing-masing 5,56 km² dan 3,52 km². Kedua DAS memiliki nilai Dd sebesar 3,95 dan 3,93 km/km², nilai Lg rendah (<0,2 km), serta Rt yang termasuk kategori halus, yang menunjukkan jaringan drainase berkembang baik dan tingkat diseksi bentang lahan yang relatif tinggi. Nilai Rc yang rendah (0,44 dan 0,41) menunjukkan bahwa kedua DAS memiliki bentuk cenderung memanjang. DAS Nipah memiliki nilai Fs (30,11 alur/km²), Rt (10,97), dan Rr (0,163) yang lebih tinggi dibandingkan DAS Malimbu, sedangkan DAS Malimbu memiliki nilai Rb lebih tinggi (7,82). Secara keseluruhan, kedua DAS menunjukkan respons hidrologi yang relatif cepat terhadap hujan, namun DAS Nipah memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam menghasilkan limpasan permukaan dan debit puncak dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan DAS Malimbu.
Analisis Karbon Organik dan Sifat Tanah di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Desa Talang Pauh Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu Faradika, Mela; Wiryono, Wiryono; Nurliana, Steffanie
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.25518

Abstract

Konversi lahan dari hutan menjadi areal perkebunan kelapa sawit dapat menurunkan kandungan karbon organik tanah. Hutan merupakan ekosistem kompleks dan memiliki keanekaragaman hayati sehingga memiliki kapasitas penyimpanan karbon organik yang lebih tinggi dibandingkan perkebunan monokultur sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organik dan sifat-sifat tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Talang Pauh Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm, dan 20-30 cm. Sampel tanah yang diambil pada setiap kedalaman di uji kandungan karbon organiknya, pH, bulk density, kadar air kapasitas lapang, dan tekstur tanah (persentase pasir, liat, dan debu). Analisis statistik yang digunakan, yaitu analisis ANOVA, LSD, regresi, dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan cadangan karbon organik pada kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm, dan 20-30 cm berturut-turut sebesar 46.78 ± 10.01 Mg ha-1; 34.90 ± 5.87 Mg ha-1; dan 35,40 ± 3.26 Mg ha-1. Selain itu, fraksi pasir, liat dan debu memiliki hubungan yang signifikan dengan karbon organik tanah. Lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah Sumatera memiliki rata-rata cadangan karbon organik tanah yang relatif sama walaupun aktivitas penggunaan lahan menjadi areal perkebunan dapat menurunkan cadangan karbon organik. 
The Visitor Perception for Vegetation and The Existence of City Park, Tebing City, North Sumatra, Indonesia Arinah, Hafizah; Syahputra, Orang Kaya Hasnanda; Fadhilla, Suri; Andayani, Wahyu; Sari, Ratna; Setiawan, Jajang
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.28783

Abstract

One type of green open space crucial to creating a delightful, comfortable, and healthy urban environment for city dwellers is Tebing Tinggi City Park. This study aims to examine how tourists see the presence of City Park Tebing Tinggi City and its greenery. To conduct research, two steps must be completed: creating a study questionnaire and interviewing park visitors in Tebing Tinggi City Park. The generated data will be tallied, graphically represented, and subjected to qualitative analysis through descriptions. The socio-demographic traits and perceptions of the respondents were investigated using descriptive analysis. According to the observation findings, visitors' perceptions of Tebing Tinggi City Park are also adequate or good. These impressions encompass the park's easy accessibility, active functions and activities, comfort and impression quality, and social capacity for teamwork. Then, we discovered that most people had a positive opinion of vegetation, with 70% of respondents thinking that it has more positive effects on animals, shade, and air quality than negative ones. 
Ecotourism Development Strategy Of Mount Baung Nature Tourism Park, Pasuruan Regency, East Java Province Kurniawan, Nur Patria; Bugiono, Bugiono; Komara, Liris Lis
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.22931

Abstract

Developing ecotourism as a transformative tourism model based on nature conservation, environmental education, and improving the welfare of local communities is a key agenda in Indonesian conservation areas. This research aims to formulate an optimal and sustainable ecotourism development strategy in the Mount Baung Nature Tourism Park, Pasuruan Regency, East Java. The method used was descriptive with a mixed approach (qualitative-quantitative), including direct observation, interview surveys with managers and 30 tourists, and document review. Strategy formulation was conducted using a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis and the IFAS and EFAS matrices to evaluate the area's internal and external factors.The research identified significant potential for the Mount Baung National Park, including: biological potential (unique bamboo forests, shade-providing flora, and fauna) and non-biological potential (100-meter-high Coban Baung Waterfall and steep). A site carrying capacity analysis confirmed the area's ideal location for controlled ecotourism. Based on a SWOT analysis, the Mount Baung Nature Tourism Park is located in Quadrant I (Strengths-Opportunities), indicating excellent conditions and the need for an aggressive growth strategy (Growth-Oriented Strategy). The main strategies formulated include protecting and securing the area, restoring the ecosystem, developing educational tourism potential (including Mini Hydro power), enhancing management professionalism, and strengthening partnerships.
Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam Kawasan Hutan Desa di Kabupaten Bantaeng Fadliadi, Fadliadi; Tahir, Ratnawati; Sribianti, Irma; Mardiyati, Sri; Jumiati, Jumiati; Natsir, Mohammad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.23841

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi dan menghitung total nilai ekonomi (Total Economic Value) sumber daya alam kawasan hutan desa di Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling, jumlah sampel penelitian sebanyak 89 orang, Desa Pattaneteang sebanyak 37 orang, Desa Labbo sebanyak 18 orang, Desa Campaga sebanyak 24 orang dan Desa Pa'bumbungang sebanyak 10 orang. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menghitung nilai manfaat langsung (Direct Use Value), nilai manfaat tidak langsung (Indirect Use Value), nilai manfaat pilihan (Option Value) dan total nilai manfaat ekonomi (Total Economic Value). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi manfaat langsung sumber daya alam kawasan hutan desa terdiri dari manfaat hasil hutan non kayu yaitu manfaat kopi, cengkeh dan porang. Nilai manfaat langsung (Direct Use Value) sebesar Rp. 2.688.955.794/tahun, nilai manfaat tidak langsung (Indirect Use Value) sebesar Rp. 460.909.009.616/tahun, nilai manfaat pilihan (Option Value) sebesar Rp. 11.688.856/tahun dan adapun total nilai manfaat ekonomi (Total Economic Value) sebesar Rp. 463.609.654.266/tahun