cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025" : 21 Documents clear
Eksplorasi Arkeologis Situs Megalit Tanjung Aro dan Tegur Wangi di Pagaralam: Warisan Budaya Masa Prasejarah di Sumatera Selatan Wijaya, Tomy; Alauwiyah, Fatimah; Saputra, Dicky Jhonson; Wargadalem, Farida Ratu
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.41517

Abstract

Megalithic remains are one of the important evidences of prehistoric culture scattered in Pagaralam, South Sumatra. The megalithic remains found in Pagaralam are scattered in several strategic locations that show a unique distribution pattern. The sites not only offer insight into the beliefs and spiritual practices of past communities but also indicate a close relationship between humans and the surrounding environment. This research uses historical methodology characterized by several stages such as heuristics; source criticism; interpretation; historiography. The results of this research reveal various findings that enrich the understanding of prehistoric civilizations in South Sumatra. The megalithic structures found, such as dolmens, menhirs, sarcophagi, tetraliths, and carved stones, reflect the social, spiritual, and cultural life of past communities. In addition, there are challenges in preserving the sites, such as damage from erosion, moss growth, and threats from illegal excavations and infrastructure development.   Abstract Peninggalan megalitik merupakan salah satu bukti penting dari kebudayaan prasejarah yang tersebar di Pagaralam, Sumatera Selatan. Peninggalan megalitik yang ditemukan di Pagaralam, tersebar di beberapa lokasi strategis yang menunjukkan pola distribusi unik. Situs-situs tersebut tidak hanya menawarkan wawasan tentang kepercayaan dan praktik spiritual masyarakat masa lalu tetapi juga mengindikasikan adanya hubungan erat antara manusia dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yang dicirikan oleh beberapa tahapan seperti heuristik; kritik sumber; interpretasi; historiografi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan berbagai temuan yang memperkaya pemahaman tentang peradaban prasejarah di Sumatera Selatan. Struktur megalitik yang ditemukan, seperti dolmen, menhir, sarkofagus, tetralith, dan batu berukir, mencerminkan kehidupan sosial, spiritual, dan budaya masyarakat masa lalu. Selain itu adanya tantangan dalam pelestarian situs, seperti kerusakan akibat erosi, pertumbuhan lumut, serta ancaman dari penggalian ilegal dan pembangunan infrastruktur.
Representasi Citra Presiden Joko Widodo pada KTT G20 Indonesia Periode November 2022 di Media Rusia Rahmawati, Raisya; Aviandy, Mochamad; Chantarith, Preap
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.42332

Abstract

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan KTT G20 yang diselenggarakan pada tanggal 15—16 November 2022. Pertemuan KTT G20 membahas berbagai isu, termasuk eskalasi politik antara Rusia dan Ukraina. Penelitian ini membahas citra Presiden Joko Widodo yang diambil dari sepuluh berita Lenta.ru dan RIA Novosti selama November 2022. Metodologi riset yang digunakan adalah analisis bingkai dari Robert N. Entman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran sikap Presiden Joko Widodo dalam menghadapi eskalasi politik Rusia dan Ukraina berdasarkan pemberitaan Lentra.ru dan RIA Novosti selama November 2022. Hasil dari penelitian ini adalah kedua kanal berita Rusia tersebut menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai sosok yang peduli, peka terhadap isu global, serta mampu mencerminkan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dengan tidak berpihak dengan Rusia maupun Barat. Abstract Indonesia hosted the G20 Summit on 15-16 November 2022 which discussed various issues including the political escalation between Russia and Ukraine. This research examines the depiction of President Joko Widodo in ten Lenta.ru and RIA Novosti news stories during November 2022. The research methodology used is framing analysis from Robert N. Entman. This research intends to identify the portrayal of President Joko Widodo's attitude in facing the political escalation of Russia and Ukraine based on the news from Lentra.ru and RIA Novosti during November 2022. The results of this research are that the two Russian news channels depicted President Joko Widodo as a caring figure, sensitive to global issues, as well as being able to reflect Indonesia's free and active foreign policy without siding with Russia or the West.
Metafora Konseptual Dalam Syair Tema Cinta Unggahan Akun Instagram @Nasser_alwobair: Analisis Semantik Kognitif Fuadi, Ahmad Hasan; Nugraha, Tubagus Chaeru; Malik, Muhammad Zulfi Abdul
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.42469

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah menjabarkan variasi metafora konseptual yang muncul dalam syair tema cinta unggahan akun Instagram @Nasser_alwobair. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah syair-syair tema cinta yang diunggah oleh akun instagram @Nasser_alwobair. Dengan menganalisis metafora konseptual yang muncul, kita dapat mengidentifikasi pola-pola pemikiran dan nilai-nilai yang mendasari ungkapan cinta, serta bagaimana penulis menggunakan imaji untuk mengkomunikasikan kedalaman emosional. Metafora konseptual dianalisis berdasarkan teori Lakoff dan Johnson. Penelitian menunjukkan bahwa dalam syair tema cinta unggahan akun Instagram @Nasser_alwobair terdapat 53 metafora konseptual dengan rincian 13 metafora struktural, 7 metafora orientasional, dan 33 metafora ontologis. Abstract The focus of this research is to describe the variations of conceptual metaphors and image schemes that appear in the love theme poems uploaded by the Instagram account @Nasser_alwobair. This research uses a qualitative method. The data sources used in this research are love-themed poems uploaded by @Nasser_alwobair's Instagram account. By analyzing the conceptual metaphors that emerge, we can identify the patterns of thought and values that underlie expressions of love, as well as how writers use imagery to communicate emotional depth. Conceptual metaphors are analyzed based on Lakoff and Johnson's (1980) theory. The research shows that in the love theme poems uploaded by Instagram account @Nasser_alwobair there are 53 conceptual metaphors with details of 13 structural metaphors, 7 orientational metaphors, and 33 ontological metaphors.  
American Influence in Boku no Hero Academia: A Semiotic Study Sujiwa, Krisna
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.42777

Abstract

This study examines the influence of American culture on Japanese manga, with a focus on Boku no Hero Academia (BNHA). It explores how American superhero tropes, values, and ideologies are incorporated into Japanese media, reflecting broader themes of globalization and cultural hybridization. Using Roland Barthes' semiotic theory, the research analyzes BNHA's visual, narrative, and thematic elements to uncover both denotative and connotative meanings of American influences. The qualitative research approach relies on primary data from the manga, focusing on character designs, dialogue, and institutional structures. Key findings show that characters like All Might, Star and Stripe, Best Jeanist, Present Mic, and Snipe embody American cultural archetypes, such as superhero and cowboy imagery. All Might symbolizes American exceptionalism, while Star and Stripe reflects militaristic ideals. The study reveals how BNHA blends American influences with Japanese storytelling, contributing to global discussions on cultural exchange in popular media and illustrating the hybrid nature of modern narratives. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh budaya Amerika pada manga Jepang, dengan fokus pada Boku no Hero Academia (BNHA). Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana tropes, nilai, dan ideologi superhero Amerika diintegrasikan ke dalam media Jepang, mencerminkan tema-tema globalisasi dan hibridisasi budaya. Menggunakan teori semiotik Roland Barthes, penelitian ini menganalisis elemen visual, naratif, dan tematik BNHA untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif dari pengaruh Amerika. Pendekatan penelitian kualitatif ini mengandalkan data primer dari manga, dengan fokus pada desain karakter, dialog, dan struktur institusional. Temuan utama menunjukkan bahwa karakter-karakter seperti All Might, Star and Stripe, Best Jeanist, Present Mic, dan Snipe mewakili arketipe budaya Amerika, seperti ikonografi superhero dan mitologi koboi. All Might, misalnya, melambangkan eksseptionalisme Amerika, sementara Star and Stripe mencerminkan ideologi militeristik. Penelitian ini mengungkap bagaimana BNHA menggabungkan pengaruh Amerika dengan penceritaan Jepang, berkontribusi pada diskusi global tentang pertukaran budaya dalam media populer dan menggambarkan sifat hibrida dari narasi modern.
Budaya Konsumtif di Era Digital: Strategi Kapitalisme dalam Menciptakan Kebutuhan Semu Faiza, Naila; Abdullah, Mirna Nur Alia; Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.42847

Abstract

Consumptive culture in the digital era has become a global phenomenon triggered by modern capitalism's strategy of creating false needs. The development of digital technology, social media, and e-commerce facilitates companies to analyze consumer behavior through big data and artificial intelligence, making personalized advertising increasingly difficult to avoid. Phenomena such as FOMO (Fear of Missing Out) and influencer-based marketing reinforce the drive for overconsumption, turning wants into false needs. The impacts include financial problems, social inequality, and environmental damage due to excess waste. This research uses the literature study method to analyze digital capitalism strategies and the impact of consumptive culture. The results show the importance of digital and economic literacy to distinguish between real and false needs, as well as the need for strict regulations and a sustainable consumption movement. Public critical awareness is the key to reducing the negative impact of consumptive culture.  Abstract Budaya konsumtif di era digital telah menjadi fenomena global yang dipicu oleh strategi kapitalisme modern dalam menciptakan kebutuhan semu.  Perkembangan teknologi digital, media sosial, dan e-commerce memfasilitasi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen melalui big data dan kecerdasan buatan, sehingga iklan yang dipersonalisasi semakin sulit dihindari. Fenomena seperti FOMO (Fear of Missing Out) dan pemasaran berbasis influencer memperkuat dorongan konsumsi berlebihan, mengubah keinginan menjadi kebutuhan palsu. Dampaknya meliputi masalah finansial, kesenjangan sosial, dan kerusakan lingkungan akibat limbah berlebih. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis strategi kapitalisme digital dan dampak budaya konsumtif. Hasilnya menunjukkan pentingnya literasi digital dan ekonomi untuk membedakan kebutuhan nyata dan semu, serta perlunya regulasi ketat dan gerakan konsumsi berkelanjutan. Kesadaran kritis masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif budaya konsumtif. 
Gaya Komunikasi Asertif Ustadz Nasrullah pada Program Netizen Bertanya Ustadz Menjawab dalam Youtube @TVMU Anggraeni, Sri; Dzaljad, Rifma Ghulam; Maududi, Mukhlish Muhammad
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43043

Abstract

Da'wah in the current digital era is no longer limited to face-to-face lectures in mosques or religious forums, but has expanded to various social media platforms and online-based programs. The rapid development of technology makes communication between humans easier and more in accordance with each person's needs. This study aims to analyze Ustadz Nasrullah's assertive communication style in conveying da'wah messages in the Netizen Bertanya Ustadz Menjawab program on YouTube @tvMu. The focus of this study is on the aspects of assertiveness, firmness, and politeness referring to the indicators formulated by Doris Hulbert. This study uses a descriptive qualitative method with a content analysis approach to examine the forms of assertive communication displayed in the broadcast. The results of the study show that Ustadz Nasrullah consistently applies an assertive communication style that balances between assertive delivery and polite attitudes, so that da'wah messages can be widely accepted by digital audiences. Abstrak Dakwah di era digital saat ini, tidak lagi terbatas pada ceramah tatap muka di masjid atau forum-forum keagamaan, melainkan telah meluas ke berbagai platform media sosial dan program berbasis daring.  Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat komunikasi antar manusia menjadi lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi asertif Ustadz Nasrullah dalam menyampaikan pesan dakwah dalam program Netizen Bertanya Ustadz Menjawab di YouTube @tvMu. Fokus penelitian ini adalah pada aspek ketegasan, keteguhan, dan kesopanan mengacu pada ndicator yang dirumuskan oleh Doris Hulbert. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mengkaji bentuk-bentuk komunikasi asertif yang ditampilkan dalam tayangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Nasrullah secara konsisten menerapkan gaya komunikasi asertif yang menyeimbangkan antara penyampaian yang tegas dan sikap yang santun, sehingga pesan dakwah dapat diterima secara luas oleh audiens digital.
Pelestarian Kebudayaan Seni Reog New Krido Utomo Melalui Karang Taruna Tri Tunggal Luqmawati, Sella Widya; Gunawan, Gunawan
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43216

Abstract

The times have driven many changes such as the lack of youth in recognizing local identity. Karang Taruna plays a role as a forum for youth organizations in answering these problems. This article aims to describe the role of Karang Taruna Tri Tunggal in the preservation of Reog New Krido Utomo Art as a local identity of the Karanglo Hamlet community. This research uses qualitative research methods by describing the efforts made by youth in maintaining reog art. The results showed that the efforts made by youth in preserving reog art were carried out by modifying movements, costumes, and music with new creations according to the times without leaving the original elements of art. Promoting reog art through social media, recruiting reog players from outside the village which has implications for expanding the network. New Krido Utomo Reog art is increasingly recognized outside the region for various events such as weddings, circumcisions, and school events.  Abstrak Perkembangan zaman telah mendorong banyak perubahan seperti kurangnya pemuda dalam mengenal identitas lokal. Karang Taruna berperan sebagai wadah organisasi pemuda dalam menjawab permasalahan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Karang Taruna Tri Tunggal dalam pelestarian Kesenian Reog New Krido Utomo sebagai identitas lokal masyarakat Dusun Karanglo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan upaya yang dilakukan pemuda dalam mempertahankan kesenian reog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan pemuda dalam pelestarian kesenian reog dilakukan dengan cara memodifikasi gerakan, kostum, dan musik dengan kreasi baru sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan unsur keaslian seni. Mempromosikan kesenian reog melalui media sosial, mengadakan recruitment pemain reog dari luar dusun yang berimplikasi pada  perluasan jaringan. Kesenian Reog New Krido Utomo semakin dikenal sampai ke luar daerah untuk berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, dan acara sekolah.
Menggugat Stabilitas Makna : Suatu Pengantar atas Semiotika Sosial Nirwana, Aditya; Yulianto, Wawan Eko
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43660

Abstract

Tantangan utama yang dihadapi pendekatan semiotika struktural saat ini adalah keterbatasannya dalam merespons kompleksitas media dan komunikasi modern. Di sisi lain, kecenderungan reduksi dalam praktik interpretasi semiotik—yang cenderung ahistoris dan mengabaikan kompleksitas budaya serta konteks lokal—memperlihatkan kebutuhan akan pendekatan yang lebih reflektif dan kontekstual. Tulisan ini merupakan sebuah conceptual – review paper yang bertujuan menyajikan pemetaan terhadap konsep-konsep kunci dalam semiotika sosial serta menjelaskan transisinya dari prinsip-prinsip semiotika struktural. Semiotika sosial diposisikan sebagai strategi analisis yang menekankan pada produksi, interpretasi, dan penggunaan tanda dalam konteks sosial. Dalam kerangka ini, sumber daya semiotik dilihat bukan semata sebagai sistem kode linguistik, melainkan sebagai modal sosial yang digunakan secara strategis untuk mengonstruksi makna. Kajian atas gaya, genre, diskursus, dan modalitas sumber daya semiotik memungkinkan pendekatan yang lebih kontekstual dan kritis terhadap praktik representasi, sekaligus mengungkap relasi kuasa yang tersembunyi di balik praktik semiotik dalam berbagai lingkungan sosial. Abstract One of the main challenges faced by structuralist semiotics today lies in its limited adaptability to the complexities of modern media and communication. Simultaneously, there has been a notable reductionism in semiotic interpretation practices—often ahistorical and inattentive to cultural and local contexts—highlighting the need for a more context-sensitive and reflective approach. This article is a conceptual – review paper that aims to map out the key concepts in social semiotics and trace the theoretical transition from structuralist principles. Social semiotics is positioned as an analytical strategy that focuses on the production, interpretation, and use of signs within social contexts. In this framework, semiotic resources are understood not merely as linguistic codes, but as social modalities strategically employed to construct meaning. The study of style, genre, discourse, and modality within semiotic resources enables a more critical and situated understanding of representational practices and exposes the socio-political power structures embedded in semiotic activities across diverse contexts.
Visualisasi Topeng Barongan di Blora, Jawa Tengah Suryana, Wawan; Rahim, Muhamad Ali
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43750

Abstract

One of the traditional crafts of the Indonesian people is masks, mask crafts almost every region or tribe has a tradition of making masks, especially masks made of wood, this is because Indonesia has many very fertile wood forests. The problem is what is the philosophical meaning of the Barongan mask in Blora. The research method uses qualitative descriptive. The results are that many craftsmen make their work made of wood, namely the village of Brabowan Blora, Central Java Province, one of the villages in Blora, the community lives from the craft of making barongan masks that utilize teak wood waste. The findings of this study are that the art of barongan masks is thriving in Blora so that it indirectly develops other infrastructure, one of which is the home industry for making barongan masks, with the existence of a home industry indirectly barongan masks continue to be produced in the village of Brabowan barongan masks live and can support other Blora people Abstrak Salah satu kerajinan tradisi masyarakat nusantara adalah topeng, kerajinan topeng hampir tiap daerah atau suku mempunyai tradisi pembuatan topeng terutama topeng yang terbuat dari bahan kayu ini disebabkan karena Indonesia banyak tumbuh hutan kayu yang sangat subur. Permasalahannya apa makna filosofis dari topeng Barongan di Blora. Metode penelitian, menggunakan deskriptif kualitatif. Hasilnya banyak pengrajin membuat karyanya terbuat dari kayu adalah desa Brabowan Blora Provinsi Jawa Tengah salah satu desa di Blora masyarakatnya hidup dari kerajinan membuat topeng barongan yang memanfaatkan limbah kayu jati. Temuan penelitian ini kesenian topeng barongan tumbuh subur di Blora sehingga secara tidak langsung menumbuh kembangkan infrastruktur lainnya salah satunya adalah home industri pembuatan topeng barongan, dengan adanya home industri secara tidak langsung topeng barongan terus di produksi di desa Brabowan topeng barongan hidup dan bisa menghidupi masyarakat Blora lainnya.
Globalisasi Dalam Sektor Literasi Anak: Peran Gramedia dalam Memperkenalkan Buku Anak Internasional di Indonesia Hidayat, Nashwa; Suryadipura, Dadan; Rolansyah, Salsabi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43800

Abstract

This article examines the role of Gramedia, one of Indonesia's largest publishers and distributors, in introducing international children's. The article emphasizes how globalization makes it easier to acquire a wide range of literary materials, enabling kids to interact with many cultures and viewpoints through imported literature. Using a qualitative approach with a descriptive design, this research aims to analyze how Gramedia's collaboration with international publishers in presenting imported children's books reflects the dynamics of globalization in children's literacy in Indonesia. Through the collection of primary data via semi-structured interviews with one of publishers from Gramedia and secondary data from a variety of online sources, the findings reveal that Gramedia's collaboration with international publishers has successfully presented high-quality content that enriches the literacy experiences of Indonesian children while exposing them to global values and narratives.  Through these partnerships, Gramedia promotes cultural exchange and increases access to a variety of literary materials, enabling kids to interact with tales that represent various viewpoints and beliefs. Abstract Artikel ini membahas peran Gramedia, salah satu penerbit dan distributor terbesar di Indonesia, dalam memperkenalkan buku-buku anak internasional untuk meningkatkan literasi di kalangan generasi muda Indonesia. Artikel ini menekankan bagaimana globalisasi mempermudah akses terhadap berbagai macam bahan bacaan, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan berbagai macam budaya dan sudut pandang melalui bacaan yang diimpor. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional dalam menghadirkan buku-buku anak impor merefleksikan dinamika globalisasi dalam literasi anak di Indonesia. Melalui pengumpulan data primer melalui wawancara semi-terstruktur dengan salah satu penerbit dari Gramedia dan data sekunder dari berbagai sumber daring, temuan pada riset ini menunjukkan bahwa kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional telah berhasil menghadirkan konten berkualitas tinggi yang memperkaya pengalaman literasi anak-anak Indonesia sekaligus mengekspos mereka pada nilai-nilai dan narasi global.  Melalui kemitraan ini, Gramedia mendorong pertukaran budaya dan meningkatkan akses ke berbagai materi literasi, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan dongeng-dongeng yang mewakili berbagai sudut pandang dari negara lain.

Page 1 of 3 | Total Record : 21