cover
Contact Name
Magister SIstem Informasi UNIKOM
Contact Email
yeffryhandoko@email.unikom.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtk3ti@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipatiukur No. 112-116, Kota Bandung, Jawa Barat, 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi
ISSN : 24601799     EISSN : 26549506     DOI : https://doi.org/10.34010/jtk3ti.v5i1.2297
Core Subject : Science,
Jurnal yang diterbitkan berkala oleh Magister Sistem Informasi UNIKOM dua kali dalam setahun. Materi berisi keilmuan sistem informasi seperti: Manajemen Sistem Informasi, ERP, EAP, Kerangka Kerja TI, Tata Kelola TI, Manajemen Resiko, COBIT, Stakeholder Management, CRM, Change Management, IT COST.
Articles 142 Documents
Analisis Serangan ARP Poisoning pada Jaringan Hotspot Berbasis MikroTik Menggunakan Bit-Twist Dimas Wiryatari
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.18993

Abstract

ABSTRACT – The security of MikroTik-based hotspot networks still has potential vulnerabilities, particularly in the Address Resolution Protocol (ARP), which operates on a trust-based mechanism without authentication. This study aims to analyze ARP Poisoning attacks on MikroTik-based hotspot networks using Bit-Twist as a tool to generate forged ARP packets. The research method was conducted through experimental scenarios by observing changes in ARP cache entries on the client side and analyzing the impact of the attack on network quality of service, including delay and packet loss parameters. The results show that ARP Poisoning attacks cause modifications in the client ARP cache, enabling traffic redirection through the attacker’s device. In addition, the attacks lead to increased delay and packet loss in the hotspot network. These findings indicate that MikroTik-based hotspot networks are vulnerable to ARP Poisoning attacks if additional security mechanisms are not implemented, highlighting the need for stricter security configurations to mitigate similar attacks.. Keywords – ARP Poisoning; Bit-Twist; MikroTik; Hotspot; ARP Cache.
Artificial Intelligence Governance Audit for Public Information Disclosure (AI Government Audit) Ramdan Prawira Sutardjo; Irfan Dwiguna Sumitra
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19007

Abstract

Abstract— Background: The use of artificial intelligence (AI) in public services accelerates decision-making but also poses ethical risks, bias, and a loss of accountability. This article proposes an AI Government Audit Framework developed using a Design Science Research (DSR) approach. The methodology includes problem identification, artifact design and development, demonstration, and evaluation using conceptual case studies and cross-checking of policy documents. The results indicate that an audit framework combining documentation review, external (adversarial/black-box) testing, and policy compliance assessment can improve transparency and mitigate risks in public AI systems. Recommendations focus on strengthening internal/external audit capabilities, model documentation standards, and regulations for audit disclosure.
Perencanaan Tranformasi Melalui Arsitektur Enterprise Menggunakan TOGAF ADM Pada Foresthree Coffee and Kitchen Eep Saepulloh; Caroline Juannita; Dimas Berlian Moeslim; Fakhri Muhammad; Puji Rahayu
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19012

Abstract

Industri kedai kopi di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat yang diiringi dengan meningkatnya kompleksitas pengelolaan operasional, khususnya pada proses penjualan, inventori, dan pengadaan yang masih dilakukan secara manual dan terpisah. Kondisi tersebut menimbulkan ketidakefisienan operasional serta keterbatasan dalam pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture untuk Foresthree Coffee and Kitchen menggunakan kerangka kerja TOGAF Architecture Development Method (ADM) sebagai pendekatan sistematis dalam menyelaraskan proses bisnis dan teknologi informasi. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep Enterprise Architecture dan TOGAF ADM sebagai kerangka perancangan arsitektur enterprise. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penggalian data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan manajer operasional, serta studi dokumentasi internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan arsitektur to-be mampu mengintegrasikan sistem Order & Sales, Inventory & Procurement, serta Dashboard Analytics dalam satu ekosistem sistem informasi terpusat. Rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, konsistensi data, dan ketersediaan informasi secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.
Integrasi Sistem Informasi Layanan Outsourcing Tenaga Kerja melalui Perancangan Enterprise Architecture Berbasis TOGAF ADM Veronica Benita Sanjaya; Adiba Mauliya; Laisya Whara Fhateha Syam; Nailla Najwa Khanaya Sakti; Puji Rahayu
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19013

Abstract

Perusahaan penyedia layanan outsourcing tenaga kerja membutuhkan integrasi sistem informasi untuk mengelola proses bisnis lintas fungsi secara efektif dan menjamin pemenuhan Service Level Agreement (SLA). PT.Intellisys  menghadapi permasalahan integrasi sistem dalam proses pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang didukung oleh berbagai aplikasi internal dan platform eksternal yang masih berjalan secara terpisah, sehingga menimbulkan ketidakasinkronan data, keterlambatan proses, dan ketergantungan pada aktivitas manual. Perancangan Arsitektur Enterprise (AE) dilakukan pada PT.Intellisys untuk mendukung penyatuan sistem dan meningkatkan efisiensi proses bisnis dalam layanan outsourcing tenaga kerja. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan merancang AE berdasarkan TOGAF Architecture Development Method (ADM), yaitu melalui beberapa fase seperti Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Application Architecture, dan  Technology Architecture. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur enterprise kondisi target (to-be) yang terintegrasi, mencakup proses bisnis, data, aplikasi, dan teknologi, yang diharapkan dapat mempercepat pengadaan sumber daya manusia, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung peningkatan kualitas layanan outsourcing secara berkelanjutan. Kata Kunci – Arsitektur Enterprise; TOGAF ADM; Integrasi Sistem Informasi; Outsourcing Tenaga Kerja; Service Level Agreement (SLA)  
Rekomendasi Handheld Gaming PC Menggunakan MEREC untuk Pembobotan Objektif dan MARCOS untuk Pemeringkatan Sanriomi Sintaro; Sandi Badiwibowo Atim
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19016

Abstract

This study proposes a decision support system to select a handheld gaming PC by integrating the MEREC weighting method with the MARCOS ranking method. Sixteen devices were evaluated using Tokopedia price data and technical specifications across nine criteria: price, SSD capacity, RAM capacity, battery capacity, device weight, screen size, refresh rate, total screen pixels, and a display-type score (OLED=3, IPS=2, LCD=1). MEREC indicates SSD capacity is the most influential criterion (wC2=0.2085), followed by total pixels (wC8=0.1497) and display score (wC9=0.1389). MARCOS ranks MSI CLAW 8 first with Si=0.7652 and f(Ki)=0.6776, followed by ROG Xbox Ally X Premium and ASUS ROG Ally X (both Si=0.7535; f(Ki)=0.6672). The results show that storage and display attributes dominate recommendations for the observed dataset, and the framework provides an explainable, data-driven ranking that can be updated when market prices change.
Perancangan Artefak Audit AI Berbasis NIST AI RMF dan UU PDP Faisal Hanif Arifin; Irfan Dwiguna Sumitra
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang artefak Kertas Kerja Audit (Audit Working Paper) yang mengintegrasikan fungsi teknis NIST Artificial Intelligence Risk Management Framework (AI RMF) 1.0 dengan pasal-pasal krusial dalam UU PDP. Hal tersebut dikarenakan adanya kesenjangan operasional yang signifikan antara regulasi tingkat tinggi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dengan tuntutan eksekusi teknis audit tata kelola Artificial Intelligence (AI) di lapangan. Ketiadaan instrumen audit yang terstandar menyulitkan auditor internal dalam memverifikasi kepatuhan sistem AI secara sistematis, sehingga meningkatkan risiko sanksi hukum bagi organisasi.  Mengadopsi pendekatan Design Science Research (DSR), penelitian ini melakukan pemetaan regulasi (Regulatory Mapping) dan mengevaluasi artefak menggunakan metode simulasi skenario pada perusahaan rintisan teknologi finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dirancang efektif dalam mengidentifikasi kesenjangan kepatuhan (compliance gap), khususnya dalam mendeteksi ketiadaan Data Protection Impact Assessment (DPIA) dan belum adanya formalisasi peran Data Protection Officer (DPO). Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara hukum positif dan kerangka kerja teknis mampu mendukung pergeseran dari prinsip etika AI yang umum menuju praktik tata kelola yang operasional dan terukur.
SISTEM INFORMASI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED AVERAGE Arnoldus Yanssen Kosat; Yoseph Pius Kurniawan Kelen; Leonard Peter Gelu
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.19143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berbasis website pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belu sebagai pendukung evaluasi pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan pengembangan sistem dilakukan dengan metode Waterfall. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 128 responden. Nilai IKM dihitung menggunakan metode weighted average berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 14 Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKM sebesar 85,83 dengan kategori mutu pelayanan Baik. Sistem yang dikembangkan mampu mengotomatisasi proses pengumpulan data, perhitungan IKM, dan penyajian laporan, sehingga meningkatkan efisiensi, akurasi, dan objektivitas dalam evaluasi pelayanan publik. Kata kunci: Indeks Kepuasan Masyarakat, sistem informasi berbasis web, weighted average, Waterfall.
ORKESTRASI TATA KELOLA KECERDASAN ARTIFISIAL (AI) DI SEKTOR PUBLIK INDONESIA Dionisius Salvavictori Wanggur; Irfan Dwiguna Sumitra
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v12i1.19101

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in the public sector offers the potential for bureaucratic efficiency aligned with the vision of Golden Indonesia 2045. However, there is a significant orchestration gap between national strategic ambitions and the reality of currently available policy instruments. This study aims to analyze the challenges of AI governance in Indonesia, specifically highlighting the urgency of transitioning from voluntary approaches (soft law) to binding regulations (hard law). This study employs a qualitative approach with the Document Analysis method to dissect key policy instruments, namely the National Strategy for Artificial Intelligence (Stranas KA) and the Minister of Communication and Informatics Circular Letter No. 9 of 2023. The data analysis technique refers to the interactive model by Miles, Huberman, and Saldaña. The results indicate that Indonesia's current regulatory framework is still dominated by ethical appeals without strict sanctions. This creates a legal vacuum that poses risks to public decision accountability and data protection. This study concludes the need for specific regulation at the statutory level to ensure legal certainty and public trust. Keywords: Artificial Intelligence; Public Sector Governance; Public Policy; AI Ethics; Digital Transformation.
Evaluasi Manajemen Risiko Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Rumah Sakit Wleowleo Samuel Dimas Sutikno; Michael Imanuel; Johan Abisay Tambunan; Sri Andayani
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v12i1.19318

Abstract

Rumah Sakit XY memiliki ketergantungan tinggi pada sistem informasi terintegrasi seperti SIMRS dan RME. Risiko kegagalan sistem dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tata kelola risiko TI menggunakan COBIT 5 domain APO12 (Manage Risk). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam. Hasil analisis mendetail pada sub-domain APO12.01 hingga APO12.06 menunjukkan bahwa rumah sakit telah menjalankan seluruh proses manajemen risiko dasar, mulai dari pengumpulan data insiden, analisis dampak klinis, hingga respon insiden yang terstruktur. Tingkat kapabilitas dinilai berada pada Level 2 (Managed Process). Meskipun aktivitas pengelolaan risiko berjalan rutin dan dilaporkan ke Komite Mutu, ketiadaan dokumen formal seperti Risk Register terpusat menjadi kendala utama untuk mencapai level yang lebih tinggi. Kata Kunci – Manajemen Risiko TI; COBIT 5; APO 12; Rumah Sakit.
Evaluasi Tata Kelola Sistem Kehadiran Perkuliahan di Universitas X Menggunakan COBIT 2019 DSS02 Abdi Nurhaqqin; Auzan Abrar Alrafi; Julfa Irnanda Pratiwi; Tikno
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v12i1.19424

Abstract

University X utilizes a digital attendance system to support academic service efficiency. However, the effectiveness of IT incident and service request handling in the system still requires measurable evaluation due to data synchronization issues and delays in complaint handling responses. This study aims to evaluate the capability level of IT service governance in the attendance system using the DSS02 (Managed Service Requests and Incidents) domain of the COBIT 2019 framework. The research method employs a descriptive quantitative approach by collecting data from 5 ICT University X unit respondents as the internal service providers through questionnaires and observations. The evaluation results show that the current average capability level is at Level 3 (Established) with a score of 3.68. Gap analysis reveals that although operational processes are formally standardized and documented, there are still weaknesses in incident closure communication and proactive service performance monitoring. The proposed recommendations include developing an automated notification system and integrating reporting platforms to minimize the gap toward the target level. This research is expected to serve as a strategic reference for enhancing IT governance in alignment with university operational needs. Keywords – Attendance System; Capability Level; COBIT 2019; DSS02; ICT University X.