cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 153 Documents
Problematik Kompetensi Guru Mata Pelajaran Sejarah di SMKN 1 Jember Puji Rizki Irani; Wiwit Nur Habibah; Intan Gladys; Ivan Eldiansyah; Bambang Soepeno; Rully Putri Nirmala Puji
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v1i2p202-213

Abstract

History teachers have their own problems related to their own competency. This is based on the historical materials acquistion for X grade until XII grade. In this research, the author uses mixed-method research which employs quantitative and qualitative data as the fundamental reference. This research has been done in SMKN 1 Jember and found three problems related to history teachers competency which include the lack of teaches in describing the scope of historical studies, the lack of using historical aids, and the lack of giving pleasure to students in learning history. This paper, the author also gives solve for the teacher to address those problems.Guru sejarah memiliki problematik tersendiri terkait kompetensi yang dimilikinya. Hal ini didasari dari penguasaan materi sejarah kelas X sampai dengan kelas XII yang dikuasai. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian campuran atau mix method dengan menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif sebagai acuan dasarnya. Dalam penelitian yang dilakukan di SMKN 1 Jember terdapat tiga problematik terkait kompetensi guru sejarah yaitu guru kurang mendeskripsikan ruang lingkup kajian sejarah, kurang menggunakan ilmu bantu sejarah, dan kurang memberikan kesenangan (rekreasi) dalam diri siswa dari adanya belajar sejarah. Disini peneliti juga memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul tersebut.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i22018p202
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Serat Pedhalangan Ringgit Purwa VII Episode “Pandu Papa” Yeni Eria Ningsih; Suryo Ediyono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v1i1p75-84

Abstract

Nowadays, Indonesian has lost the local wisdom that characterizes the nation's culture. Character building is important thing ways to overcome the moral degradation of people right now. The research method used in this research is content analysis method by using qualitative approach. The results showed five values of character building contained in Serat Pedhalangan Ringgit Purwo VII Episode "Pandu Papa", namely the value of 1) Friendly / Communicative, 2) Religious, 3) Responsibility, 4) Honest, and 5) Social Care.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i12018075
Analisis Nilai-nilai Multikultural Masyarakat Desa Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi Demas Brian Wicaksono; I Kadek Yudiana; Andika Wahyudiono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i2p164-178

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Multikultur/Majemuk. Masyarakat majemuk tersusun oleh keragaman kelompok etnik atau suku bangsa beserta tradisi dan budayanya, tidak hanya berpeluang menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang kuat di masa mendatang, tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam integrasi negara-bangsa. Maka perlu dicari solusi yang tepat untuk mengelola kemultikulturan bangsa Indonesia. Dalam mengelola kemultikulturan cara pandang kita harus dirubah yaitu menjaga kemultikulturan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah pusat tetapi tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia termasuk masyarakat pedesaan. Desa merupakan representasi dari kemultikulturan Indonesia. Misalnya kemultikulturan yang ada di Desa Patoman.  Desa Patoman merupakan desa dengan tingkat kemultikulturan yang tinggi. Mulai dari agama Islam dengan jumlah 82.3%, Hindu mencapai 17.3%, Kristen sebanyak 8 jiwa, Buddha 7 Jiwa dan kepercayaan khususnya kejawen. Dilihat dari etnik seperti Madura, Jawa, Bali, dan Osing. Dalam artikel ini mencoba untuk menganalisis nilai-nilai kemultikultural yang ada di desa Patoman dan bagaimana mengelola kemultikulturan tersebut sehingga menghasilkan keharmonisan baik antar maupun inter agama, suku, etnik, dan budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriftif Kualitatif dengan langkah-langkahnya yaitu: 1) Penentuan lokasi penelitian; 2) Waktu Penelitian; 3) bentuk dan strategi yang digunakan Analitik Deskriptif kualitatif; 4) Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen; 5) Validasi data dengan menggunakan triannggulasi data, peneliti, teori, dan metodelogis; 6) Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kemultikulturan masyarakat Desa Patoman meliputi: Nilai Social, Simpati, Toleransi dan Empati, Religious, Nasionalisme, Gotong Royong, Demokrasi, Bersahabat/komunikatif, kecintaan terhadap lingkungan, cinta damai, dan peduli sosial. Dalam mengelola kemultikulturan yang ada di Desa Patoman dilakukan melalui beberapa cara, yaitu Dialog dan Kerjasama antarumat Beragama, Meyakini Agama Sendiri dan Menghargai Agama Orang Lain, Doa Bersama, Komunikasi Lintas Budaya, Toleransi, Simpati, dan Empati, Desa Kebangsaan, Forum Pembauran Kebangsaan, dan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i22019p164 
Pararaton sebagai Sumber Sejarah: Pemanfaatannya dalam Pembelajaran di Era Digital Susanto Yunus Alfian
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p38-48

Abstract

Salah satu kompetensi dasar matapelajaran Sejarah Indonesia kelas X menuntut siswa untuk menganalisis kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia dan untuk menyajikan hasil penalaran dalam bentuk tulisan. Untuk memfasilitasi tercapainya kemampuan menganalisis dan kemampuan menulis sejarah, pemanfaatan sumber sejarah merupakan suatu cara yang bisa dilakukan. Pararaton sebagai suatu sumber bisa dimanfaatkan. Bagaimana cara pemanfaatan Pararaton dalam memfasilitasi pembelajaran siswa agar bisa menganalisis dan membuat karya tulis menuntut adanya jawaban. Oleh karena itu tulisan ini berusaha untuk menjawabnya dengan mencoba menawarkan suatu strategi pembelajannya.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p038
Cifred: Strategi Pembelajaran Penguatan Nilai Moral Pada Matapelajaran Sejarah Indonesia Susanto Yunus Alfian
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v1i2p150-162

Abstract

Penguatan pendidikan karakter (PPK) wajib dilaksanakan. Permasalahannya adalah “Bagaimanakah menyisipkan PPK”?  Strategi pembelajaraqn CIFRED adalah strategi yang digunakan untuk terjadinya pembelajaran proyek dalam penguatan pendidikan karakter. Strategi CIFRED berupa langkah-langkah: (1) Mencari cerita tantri  pada relief di Candi Jago, (2) Memberi interpretasi, (3) Mencari satu  film contoh nilai moral atau karakter, dan (4) Membuat tulisan singkat tentang tindakan yang bisa mereka lakukan.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i22018p150
Pantulan Budaya Lokal “Makna Filosofis dan Simbolisme Motif Batik Klasik” untuk Penguatan Pendidikan Karakter Sariyatun Sariyatun
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v1i1p23-39

Abstract

Kearifan Lokal menjadi salah satu prinsip pengembangan dan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Hal ini didasari bahwa  salah satu  pengaruh dominan dari globalisasi adalah “imperialism  kultural” atau "homogenitas budaya", yang berdampak pada hilangnya pengalaman dan pemahaman generasi muda terhadap keragaman budaya local. Kearifan lokal secara proaktif akan mengubah produk global menjadi bermakna dan sesuai dengan kehidupan sosial budaya setempat. Kearifan local, sebagai  “tradisi yang ditemukan” menunjukkan bahwa kebudayaan masa lalu tidak benar-benar ditinggalkan meskipun zaman sudah berubah. Konstruksi budaya batik telah tumbuh dalam kesadaran masyarakat dengan segala kekhasan yang dimiliki. Batik mampu bertahan melintasi zaman dan akhirnya menjadi warisan pusaka.  Pemaknaan ulang secara dinamis atas core values  makna filosofis dan  simbolisme motif batik klasik dilakukan dengan konteks kekinian untuk penguatan  pendidikan Karakter.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i12018023
Penerapan Metode Teamsgame Tournament dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X SMAN 1 Purwosari Shela Dwi Utari; Tridea Rahmawati
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i2p191-201

Abstract

Indonesia adalah negara yang sedang berkembang dalam dunia pendidikan, pendidikan merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya untuk mengikuti setiap tantangan yang berbeda di tiap-tiap zaman. Pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan dari masa ke masa menjadi suatu tatanan yang semakin mompleks seusia dengan kebutuhan masyarakat. Perubahan yang terkait dengan pendidikan adalah adanya kurikulum baru seperti kurikulum 2013 revisi 2017. Pada kurikulum ini membawa suatu perubahan pada sistem pembelajaran di sekolah. Hal ini terwujud dengan berubahnya model pembelajaran, dimana pada sebelum diterapkannya kurikulum ini berbasis pada teacher center kemudian setelah diterapkan menjadi student center. Perubahan ini menimbulkan suatu metode-metode baru dalam terselenggaranya pendidikan di kelas. Pada artikel ini kami melakukan suatu penelitian terhadap siswa SMA kelas X di SMAN 1 Purwosari pada matapelajaran sejarah utamanya materi kerajaan hindu-buddha. Berdasarkan permasalahan tersebut kami mendapatkan permasalahan yang salah satunya adalah guru masih belum melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Kemudian dalam artikel ini kami akan memerikan suatu solusi dimana permasalahan tersebut dapat diatasi dengan metode teams game tournament dengan menggunakan permainan scavenger hunt. Metode penelitian yang kami lakukan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara kepada salah satu guru sejarah  di SMAN 1 Purwosari. Kemudian kami juga melakukan studi kepustakaan untuk melengkapi kekurangan sumber. Berdasarkan penelitian kami dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang dialami oleh guru sejarah SMAN 1 Purwosari yaitu: kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan belum mencerminkan student center, guru belum melakukan pembelajaran sesuai dengan sifat khas yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut kami memberikan suatu solusi dimana diterapkannya metode teams game tournament disertai permainan scavenger hunt. Hal ini dapat menimbulkan tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, serta tujuan dari pembelajaran akan lebih mudah terlaksana. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i22019p191
Kesulitan Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran Sejarah Akhmad Saidillah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v1i2p214-235

Abstract

Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, dimana mereka sangat memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya. Namun dalam realitasnya ada  beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan dan hambatan dalam proses perkembangan dan pertumbuhan tersebut khususnya dalam proses pembelajaran sejarah. Hal ini terjadi karena faktor internal dan eksternal dalam proses belajar serta pembelajaran sejarah masih dianggap tidak lebih dari rangkaian angka tahun dan urutan peristiwa yang harus diingat kemudian diungkap kembali saat menjawab soal-soal ujian. Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri, karena masih terjadi sampai sekarang. Pembelajaran sejarah yang selama ini terjadi di sekolah-sekolah dirasakan kering dan membosankan.Kajian ini membahas mengenai kesulitan peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah. Hasil yang diharapkan dari kajian ini adalah guru sebagai pendidik mampu memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah dan peserta didik bisa mengatasi permasalahan-permasalahan dalam proses pembelajaranDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i22018p214
Pemanfaatan Cagar Budaya di Kabupaten Pacitan sebagai Media Penunjang Pendidikan Sejarah Blasius Suprapta
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v1i1p85-102

Abstract

The cultural heritage of Pacitan Regency is concentrated in Punung area. Most of the cultural heritage Punung is a prehistoric cultural heritage, consisting of paleolitik sites, mesolitik and neolitik sites. Paleolithic sites are widespread throughout Kali Baksoka, while the mesolithic sites include the residential cave sites Song Terus, Song Keplek and Song Gupuh. The neolithic sites include among others Ngrijangan neolithic workshop and Ngrijangan Sengon. Some of these sites have been designated as a cultural heritage and can be used as a medium for educational support. Paleolitik Kali Baksoka cultural heritage sites can be used as supporting media of paleolithic cultural level, cultural site of Song Terus and Song Keplek as a medium of life support of mesolitic cultural level and cultural heritage of Ngrijangan site as supporting life of neolithic culture level.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i12018085
Menanamkan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah SMA Pi'i Pi'i
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pembelajaran sejarah pada saat ini sangat beragam antara lain kurangnya keterampilan dalam menanamkan nilai-nilai dalam pembalajaran sejarah. Hal ini sebagai akibat dari pembelajaran sejarah masih dilaksanakan secara konvensional, ekspository (bercerita) sehingga pembelajaran tidak menarik, kering, jauh dari berfikir kritis dan kreatif, membosankan, tidak konstektual, dan kurang memperhatikan aspek sikap (nilai). Untuk memecahkan permasalahan pembelajaran tersebut, dengan menanamkan  kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah, dengan menerapkan model pembelajaran yang mencerminkan pendekatan saintifik seperti inquiry learning. Penerapan model pembelajaran yang efektif, pembelajaran menjadi konstektual, dan mendorong peserta didik berfikir logis, kritis, kreatif, terampil, dan mampu menangkap makna atau nilai-nilai lokal yang terkandung dalam meteri pembelajaran. Penanaman kearifan lokal berjalan efektif jika didukung keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah yang sarat makna (nilai).DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i22019p109

Page 3 of 16 | Total Record : 153