cover
Contact Name
Budi Hermawan
Contact Email
-
Phone
+6281703408296
Journal Mail Official
info@kdi.or.id
Editorial Address
Jl. Flamboyan 2 Blok B3 No. 26 Griya Sangiang Mas - Tangerang 15132
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
eCo-Buss
ISSN : 26224291     EISSN : 26224305     DOI : https://doi.org/10.32877/eb
Core Subject : Economy, Science,
Focus on the development of economic sciences especially ECommerce and Business, both scientific and practical review, so it is expected to become a scientific medium for the creation of integration between theoretical studies and practical studies for the development of economic science in various social aspects.
Articles 719 Documents
Dampak Adopsi Teknologi terhadap Tingkat Technostress pada Staff Rumah Sakit X setelah perubahan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Irene Santoso; Angela Caroline; Yoke Pribadi Kornarius; Agus Gunawan
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2681

Abstract

 
Daya Tarik Influencer dan Fear of Missing Out terhadap Keputusan dan Kepuasan Konsumen Gen Z di Live TikTok Arifanny Najwa Kurnia Afif; Olivia Facrunnisa; M Faisal Yul Zamrudi
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak daya tarik influencer dan ketakutan akan kehilangan kesempatan fear of missing out terhadap pilihan pembelian serta kepuasan konsumen generasi Z dalam aktivitas belanja langsung di TikTok. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan melibatkan 170 orang dari generasi Z yang tinggal di Jawa Tengah dan sebelumnya telah berbelanja lewat live shopping di TikTok. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan kuesioner dan diproses dengan teknik Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya tarik influencer dan fear of missing out memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap keputusan berbelanja. Selain itu, keputusan berbelanja terbukti berfungsi sebagai mediator antara daya tarik influencer dan kepuasan konsumen, meskipun tidak signifikan dalam memediasi hubungan fear of missing out dengan kepuasan pelanggan. Model penelitian ini menunjukkan kemampuan prediktif yang baik, dengan nilai R-square mencapai 0,402 untuk keputusan membeli dan 0,763 untuk kepuasan pelanggan, serta nilai Q-square sebesar 0,842 yang menandakan model ini memiliki relevansi prediktif yang sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi kolaborasi dengan influencer dan pengelolaan live shopping yang dapat menumbuhkan fear of missing out sangat penting untuk meningkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan di platform TikTok.
Kontribusi Digital Marketing dan Product Quality Pada Purchase Decision Dengan Brand Image Sebagai Variabel Mediasi (Pada Penjualan Produk MS GLOW di Kota Purwodadi) Hesty Anitasari; Zaenudin Zaenudin
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2914

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi keterkaitan antara strategi pemasaran digital dan mutu produk pada perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, dengan citra merek berperan sebagai mediator pada konsumen MS Glow di Kota Purwodadi. Pendekatan kuantitatif diimplementasikan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang pernah membeli produk MS Glow minimal satu kali dan memperoleh informasi melalui kanal digital. Analisis data melalui teknik Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil olah data memperlihatkan bahwa pemasaran digital memiliki kontribusi yang positif serta signifikan dalam membentuk persepsi citra merek (nilai t-statistik = 4,010; p-value < 0,000) dan pada keputusan pembelian (t-statistik = 2,023; p-value = 0,043). Kualitas produk juga memiliki kontribusi positif dan signifikan pada brand image (T-statistik = 3,261; p-value < 0,000) serta keputusan pembelian (t-statistik = 2,183; p-value < 0,029). Brand image terbukti berkontribusi signifikan pada keputusan pembelian (T-statistik = 0,263; p-value < 0,029), sekaligus memediasi secara signifikan hubungan antara digital marketing maupun kualitas produk pada keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R²) 0,545 untuk variabel keputusan pembelian dan 0,437 untuk variabel brand image mengindikasikan bahwa model memiliki kekuatan prediksi yang cukup baik. Hasil ini menekankan pentingnya penerapan strategi digital yang efektif dan penyediaan produk berkualitas secara konsisten dalam membentuk persepsi positif terhadap merek. Citra merek yang kuat tersebut selanjutnya berperan dalam mendorong kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, pelaku usaha disarankan untuk terus merancang pendekatan digital yang responsif sekaligus memastikan standar mutu produk tetap terjaga, sebagai upaya untuk memperkuat posisi merek dan mempertahankan intensi pembelian dalam jangka panjang.
Pengaruh Promosi Penjualan dan Personal Selling Terhadap Volume Penjualan Produk Pada CV. Dua Mutiara Hati Verren Laurensia
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2921

Abstract

Ciri khas setiap toko atau objek studi adalah promosi, yang memainkan peran penting dalam penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana CV Dua Mutiara Hati, sebuah perusahaan grosir dan eceran makanan dan kebutuhan pokok, menangani volume penjualan dalam kaitannya dengan penjualan promosi dan penjualan personal. Untuk mengimbangi dan bahkan meningkatkan volume penjualan dalam menghadapi persaingan komersial yang semakin ketat, organisasi harus menggunakan metode pemasaran yang sesuai. Tiga puluh pelanggan disurvei menggunakan teknik survei yang digunakan dalam investigasi kuantitatif ini. Regresi linier berganda, uji-t, uji-f, koefisien determinasi, dan uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menilai data. Promosi penjualan dan penjualan personal keduanya memiliki dampak yang baik dan cukup besar pada volume penjualan, menurut data. Sementara kampanye penjualan menarik pembeli dengan diskon sementara, penjualan personal memupuk koneksi yang bertahan lama, yang mengarah pada loyalitas merek yang lebih besar. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua pendekatan pemasaran ini, ketika digabungkan, dapat secara signifikan meningkatkan penjualan dan membantu bisnis berhasil.
Pengaruh Diskon Harga, Kecepatan Pelayanan, Kehalalan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening Andri Kurniawan; Widiyanto Widiyanto; Asyhari Asyhari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2924

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana penurunan harga, efisiensi layanan, dan status halal produk memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli kembali, dengan kepuasan pelanggan sebagai faktor perantara. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa dan lulusan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) yang telah membeli Mie Pedas Gacoan dua kali atau lebih. Menggunakan metodologi kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui survei yang diisi oleh 100 peserta, sementara data tambahan diperoleh dari sumber akademik yang relevan. Analisis melibatkan regresi linier berganda dan uji Sobel untuk menilai efek mediasi kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga yang lebih rendah, layanan yang lebih cepat, dan sertifikasi halal secara signifikan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, ketiga faktor ini secara langsung dan positif mempengaruhi kemungkinan pembelian ulang. Pentingnya, kepuasan pelanggan berperan sebagai mediator kunci, memperkuat dampak diskon harga, kecepatan layanan, dan sertifikasi halal terhadap niat pembelian ulang. Hasil ini menyarankan bahwa bisnis makanan harus memprioritaskan tidak hanya promosi dan kualitas layanan, tetapi juga memastikan sertifikasi halal untuk membangun loyalitas pelanggan dan mendorong penjualan yang berkelanjutan.
Strategic Marketing and Competitive Advantage: A Systematic Literature Review in Dynamic Markets Mutiara Gilang Purnama Sakti; Vandwuis Yang; Sri Rahayu Widiningsih; Herlinawati
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2930

Abstract

This study investigates the role of strategic marketing in fostering sustainable competitive advantage through a systematic literature review of 25 peer-reviewed articles published between 2021 and 2025. Using thematic synthesis, the review identifies eight core themes: strategic agility and adaptability, customer-centric innovation, digital transformation, resource-based strategy and leadership, market orientation and foresight, integrated marketing strategy, brand co-creation and positioning, and sustainable and cultural marketing. These themes illustrate how strategic marketing integrates internal capabilities, digital infrastructure, and stakeholder engagement to enhance organizational responsiveness, innovation, and differentiation in dynamic environments. The findings reinforce theoretical perspectives such as the Resource-Based View (RBV) and Dynamic Capabilities Theory, while also offering practical insights for aligning marketing strategies with digital adaptation, customer value, and long-term strategic leadership. The study highlights methodological gaps particularly the limited use of longitudinal and cross-regional analyses and recommends future research adopt mixed methods and multilevel designs to better capture the evolving relationship between strategic marketing and competitive advantage across diverse organizational and institutional contexts.
Pengaruh Environmentalisme, Frugality dan Attitude Toward Thrifting Product Terhadap Purchase Intention Thrifting Pada Gen Z di Semarang Satria Riza Gimnastiar; Olivia Fachrunnisa
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kesadaran lingkungan, hemat, dan sikap konsumen terhadap fashion bekas memengaruhi niat pembelian individu Gen Z di Semarang terkait pakaian bekas. Fashion telah berkembang dari kebutuhan dasar menjadi komponen utama gaya hidup kontemporer, menjadikannya faktor krusial dalam kehidupan sehari-hari dan ekspresi pribadi. Oleh karena itu, memahami pola konsumsi fashion sangat penting. Menggunakan desain penelitian eksplanatori dengan metodologi kuantitatif, studi ini berfokus pada penduduk Gen Z di Semarang yang terlibat dalam thrifting. Teknik sampling purposif digunakan untuk memilih 100 peserta survei. Data dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0, mencakup penilaian outer model, inner model, dan validasi hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan secara positif dan signifikan mempengaruhi sikap terhadap thrifting. Demikian pula, pola pikir hemat juga memberikan pengaruh yang kuat dan positif terhadap sikap tersebut. Selain itu, sikap positif terhadap fashion bekas terbukti secara signifikan meningkatkan kemungkinan pembelian pakaian bekas. Temuan ini menyoroti interaksi antara nilai-nilai keberlanjutan, kesadaran ekonomi, dan niat perilaku dalam budaya konsumen muda.
Pengaruh Diskon dan Motivasi Hedonis Terhadap Impulse Buying dengan Emosi Positif sebagai variabel Moderasi Annisa Riva Nurmalia; Lutfi Nurcholis
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2981

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh diskon harga dan motivasi belanja hedonis pada perilaku impulse buying konsumen pada platform e-commerce Shopee, dengan emosi positif sebagai variabel moderasi. Studi kuantitatif dengan desain explanatory research ini mengumpulkan data primer melalui kuesioner kepada 100 responden yang telah membeli produk Barenbliss di Shopee lebih dari dua kali. Analisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) melalui SmartPLS untuk menguji model pengukuran dan struktural. Hasil menunjukkan diskon harga (p = 0,009) dan motivasi belanja hedonis (p = 0,012) berkontribusi positif signifikan pada impulse buying. Keduanya juga berkontribusi signifikan pada emosi positif (p = 0,008; p = 0,000), yang pada gilirannya meningkatkan impulse buying (p = 0,012). Emosi positif memoderasi hubungan motivasi belanja hedonis pada impulse buying (p = 0,023), tetapi tidak memoderasi hubungan diskon harga pada impulse buying (p = 0,097). Temuan ini menegaskan bahwa promosi harga efektif memicu pembelian spontan, namun dampaknya lebih kuat jika disertai pengalaman belanja yang menyenangkan secara emosional. Secara teoretis, studi ini memperluas literatur perilaku konsumen e-commerce, khususnya peran emosi positif dalam keputusan pembelian impulsif. Secara praktis, hasil ini merekomendasikan integrasi strategi potongan harga dengan desain pengalaman belanja yang membangkitkan emosi positif melalui personalisasi, gamification, dan interaksi visual menarik.
Peran Mediasi Nilai Destinasi dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Hubungan antara Citra Destinasi dan Loyalitas Wisatawan Dina Choirun Nisa; Ken Sudarti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3011

Abstract

Studi ini menganalisis keterkaitan citra destinasi dan nilai destinasi dengan kepuasan serta loyalitas wisatawan di Kota Lama Semarang, dengan nilai destinasi dan kepuasan sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif explanatory research digunakan melalui pengumpulan data dari 138 responden memakai kuesioner daring berskala Likert lima poin, dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil analisis mengindikasikan bahwa citra destinasi dan nilai destinasi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kepuasan wisatawan. Kedua variabel tersebut, bersama kepuasan, juga memiliki keterkaitan signifikan dengan loyalitas wisatawan. Nilai R² sebesar 0,666 untuk kepuasan dan 0,763 untuk loyalitas merefleksikan daya jelaskan yang kuat, sedangkan nilai Q² di atas 0,65 mengisyaratkan relevansi prediktif yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan destinasi yang menitikberatkan pada pembentukan citra positif, peningkatan nilai fungsional, emosional, simbolik, dan ekonomis mampu mendorong kepuasan sekaligus memperkuat loyalitas pengunjung. Strategi yang disarankan meliputi optimalisasi pengalaman wisata, penyesuaian ekspektasi dengan realitas, serta penguatan promosi berbasis pengalaman guna memperluas word-of-mouth positif dan menjaga konsistensi kunjungan ulang.
Work-Life Balance and Self-Efficacy on Employee Performance via Job Satisfaction at Ministry of Religious Affairs Jepara Office Naiul Muna Amaliya; Asyhari Asyhari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3017

Abstract

The decline in employee performance achievement at the Ministry of Religious Affairs Office of Jepara Regency in recent years indicates issues related to work-life balance and self-efficacy, which may affect job satisfaction and performance. This research seeks to examine how the balance between work and personal life, along with self-confidence, influences job performance, considering job satisfaction as a mediating factor. A quantitative method with an explanatory framework was used for the study. The population consisted of 138 employees, and a sample of 103 respondents was selected using purposive sampling. Information was gathered through a Likert-scale survey and examined using multiple linear regression and Sobel tests with the help of SPSS. The results show that work-life balance has a positive and significant effect on job satisfaction (β=0.329; p<0.05) and employee performance (β=0.241; p<0.05). Self-efficacy also has a positive and significant effect on job satisfaction (β=0.417; p<0.05) and employee performance (β=0.275; p<0.05). Furthermore, job satisfaction significantly influences employee performance (β=0.356; p<0.05) and mediates the relationship between work-life balance, self-efficacy, and performance. These results emphasize the significance of handling work-life balance and enhancing self-confidence to boost job satisfaction and employee effectiveness. The practical implication is that human resource management in government institutions needs to develop policies that support work-life balance and employee capacity-building programs to achieve sustainable performance improvement.