cover
Contact Name
Budi Hermawan
Contact Email
-
Phone
+6281703408296
Journal Mail Official
info@kdi.or.id
Editorial Address
Jl. Flamboyan 2 Blok B3 No. 26 Griya Sangiang Mas - Tangerang 15132
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
eCo-Buss
ISSN : 26224291     EISSN : 26224305     DOI : https://doi.org/10.32877/eb
Core Subject : Economy, Science,
Focus on the development of economic sciences especially ECommerce and Business, both scientific and practical review, so it is expected to become a scientific medium for the creation of integration between theoretical studies and practical studies for the development of economic science in various social aspects.
Articles 719 Documents
Pengaruh Keragaman Produk dan Display Product Terhadap Minat Beli Pada Toko Almeeraakyla Putri Amanda Azalia; Lie Othman
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.1602

Abstract

Riset ini dimaksudkan untuk menguji keterkaitan keragaman produk dan display product pada minat beli konsumen di Toko Almeeraakyla, Pekanbaru. Minat beli adalah aspek penting dalam perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keragaman produk yang ditawarkan dan cara produk tersebut dipajang di toko. Studi ini mengadopsi metode kuantitatif dan menerapkan analisis regresi linear berganda untuk mengevaluasi data dari 99 responden yang terpilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan keakuratan hasil. Temuan dari studi ini menegaskan bahwa variasi produk memiliki dampak positif dan signifikan pada keinginan pembelian pelanggan, yang berarti bahwa semakin luas variasi produk yang disediakan, semakin besar pula keinginan pembelian dari konsumen. Di samping itu, presentasi produk di etalase juga berdampak positif dan signifikan dalam meningkatkan minat beli, dimana pengaturan produk yang menarik di toko dapat memikat perhatian pelanggan dan memperkuat niat untuk melakukan pembelian. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa kombinasi antara keragaman produk yang optimal dan display product yang menarik dapat meningkatkan minat beli konsumen secara signifikan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola toko ritel dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, dengan fokus pada diversifikasi produk dan penataan produk yang menarik untuk meningkatkan daya tarik konsumen dan mendorong keputusan pembelian. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran dengan menyoroti pentingnya elemen visual dan variasi produk dalam mempengaruhi perilaku konsumen.
Pengaruh Digital Marketing dan Brand Awareness Terhadap Minat Beli Produk Y.O.U Cosmetic di Pekanbaru Aisyah Nurul Saumi; Endang Sutrisna; Mandataris Mandataris
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.1610

Abstract

Dari hasil penelitian pasa pelanggan Y.O.U Cosmetic Pekanbaru sehubungan dengan pengaruh Digital Marketing & Brand Awareness terhadap minat beli maka bisa diambil simpulan, seperti:  Untuk variabel digital marketing didapati hasil yang menunjukkan penerapan digital marketing Y.O.U Cosmetic di Pekanbaru secara keseluruhan ada pada kelompok baik guna menghadirkan pengaruh pada minat beli; Untuk variabel Brand Aawareness didapati hasil yang menunjukkan bahwa Y.O.U Cosmetic Pekanbaru secara keseluruhan pada kelompok sangat baik; Untuk variabel minat beli didapati hasil yang memperlihatkan bahwasanya minat beli Y.O.U Cosmetic Pekanbaru ada pada kelompok cukup baik guna menghadirkan pengaruh pada minat beli konsumen; Secara parsial diperoleh variabel digital marketing mempunyai kontribusi terhadap minat beli; Secara parsial diperoleh variabel brand awareness memiliki kontribusi terhadap minat beli; Secara simultan diperoleh variabel digital marketing serta brand awareness memiliki kontribusi terhadap minat beli.
Pengaruh Celebrity Endorser dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada MS Glow Pekanbaru Cabang Delima (Ms Glow Stockist Grosir) Lilis Juliyanti; Endang Sutrisna
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.1648

Abstract

This study investigates the effects of celebrity endorsers and product quality on consumer purchasing decisions at MS Glow Delima Branch in Pekanbaru. It is hypothesized that utilizing celebrities for promotions can enhance brand appeal and motivate consumer purchasing behaviors. Moreover, the quality of the product is also crucial in building consumer trust and loyalty. A quantitative research approach was employed, gathering data through surveys administered to 100 consumers at the MS Glow Pomegranate Branch. The data was analyzed using multiple linear regression techniques. The results reveal that celebrity endorsers significantly and positively influence purchasing decisions, underscoring the effectiveness of MS Glow's choice in celebrity partnerships in swaying consumer behavior. Similarly, high product quality also positively impacts purchasing decisions, highlighting consumer preference for high-quality goods. Collectively, these factors are pivotal in influencing purchasing choices. The study suggests that MS Glow should continue leveraging celebrity endorsements and uphold high product standards to sustain consumer loyalty.
Pengaruh Content Marketing dan eWOM di Media Sosial Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Brand Engagement Pada Pengguna Shopee di Indonesia Enjelika Enjelika; Ita Prihatining Wilujeng; Ely Siswanto
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2319

Abstract

Penelitian ini bermaksud guna menganalisis pengaruh content marketing dan Electronic Word of Mouth (eWOM) di media sosial terhadap loyalitas pelanggan dengan mediasi brand engagement pada pengguna Shopee di Indonesia. Shopee sebagai platform e-commerce terkemuka menunjukkan perkembangan pesat dalam menjangkau konsumen melalui strategi digital marketing. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik purposive sampling dan mengikutsertakan 100 responden yang pernah bertransaksi di Shopee. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) mempergunakan bantuan software SmartPLS. Temuan penelitian memperlihatkan bahwasannya baik content marketing maupun eWOM memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap brand engagement dan loyalitas pelanggan. Selain itu, brand engagement juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan dan memediasi hubungan antara eWOM dan loyalitas secara signifikan. Namun, pengaruh content marketing terhadap loyalitas melalui brand engagement tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menegaskan pentingnya menciptakan keterlibatan emosional konsumen melalui strategi konten dan ulasan pengguna untuk memperkuat loyalitas terhadap merek. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku bisnis digital, khususnya e-commerce, dalam menyusun strategi pemasaran yang berfokus pada pengalaman dan interaksi pelanggan.
Pengaruh Religiusitas Sebagai Efek Moderasi Antara Variabel Theory of Planned Behavior Terhadap Turnover Intention Pada Perawat Adi Surya Kusuma Atmaja; Ibnu Khajar; Hendar Hendar
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2426

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh Religiusitas sebagai efek moderasi antara variabel Sikap, Norma Subjektif, dan Kontrol Persepsi Yang Dirasakan terhadap Turnover Intention pada Perawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang (RSISA). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan besaran sampel sebanyak 85 responden perawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Data didapat melalui kuesioner menggunakan Google Form yang dibagikan kepada responden dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 51,4% dari variabilitas dalam Turnover Intention (R-Square = 0,514) dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang terdapat dalam model ini. Hasil model fit dengan nilai SRMR (Standarized Root Mean Square Residual) sebesar 0,079 dimana batas penerimaan hasil model fit ≤ 0,08, yang berarti model yang diuji dalam penelitian ini memiliki kecocokan yang cukup baik. Dan Religiusitas secara signifikan dapat memoderasi semua variabel independen dengan p value < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas perawat dapat menurunkan turnover intention karena terdapat nilai-nilai agama yang menjadi benteng untuk tidak melakukan turnover intention.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Omset Warung Kelontong di Kecamatan Biringkanaya Nur Aliyah; Abd. Rahim; Diah Retno Dwi Hastuti; Sri Astuty
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2488

Abstract

Seiring dengan perkembangan waktu, ritel modern di Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Fenomena ini membawa dampak terhadap berbagai aspek ekonomi, termasuk pendapatan pedagang warung kelontong tradisional. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis seberapa besar pengaruh ‘lama pendidikan, lama usaha, jam kerja, dan’ jarak terhadap omzet warung kelontong di Kecamatan Biringkanaya. Sampel penelitian ini terdiri dari 94 responden yang dipilih secara acak (random sampling). Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis linear berganda. Model regresi menunjukkan Adjusted R² sebesar 0,422, yang menunjukkan bahwa 42,2% variasi omzet dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang diteliti. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa jam kerja dan jarak memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap omzet penjualan (p < 0.01), sementara lama pendidikan dan lama usaha tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh positif terhadap omzet penjualan dengan signifikansi sebesar 0,001. Ini menandakan bahwa keberadaan ritel modern memengaruhi omzet warung kelontong, di mana pedagang yang bekerja lebih lama dan berlokasi dekat dengan konsumen cenderung mendapatkan lebih banyak pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan regulasi jumlah ritel modern untuk mendukung keberlanjutan usaha warung kelontong. Dengan mempertimbangkan regulasi yang tepat, diharapkan para pelaku usaha tradisional dapat meningkatkan kualitas layanan dan inovasi dalam menjawab tantangan persaingan. Selain itu, pelatihan dalam manajemen usaha dan pemasaran juga dapat membantu pedagang untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan dan mengembangkan strategi yang lebih efektif. Melalui langkah-langkah ini, warung kelontong diharapkan mampu bersaing dan berkembang di tengah maraknya  ritel modern.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work Life Balance terhadap Kinerja Guru(Studi pada SMP Negeri 29 Bandung) Riski Nurindriani; Deri Apriadi
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2593

Abstract

TTujuan studi ini ialah guna mengetahui bagaimana  lingkungan kerja dan work-life balance mempengaruhi kinerja guru di SMPN 29 Bandung. Kinerja guru bukan sekedar ditentukan oleh keahlian mereka, tapi dipengaruhi oleh faktor luar seperti kondisi tempat kerja dan kemampuan dalam menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. 50 guru berpartisipasi dalam penelitian ini, yang menggunakan metodologi kuantitatif dan teknik sampel jenuh. Data yang telah dihimpun dengan kuesioner serta dianalisis, perolehan analisis membuktikkan bahwasannya kualitas lingkungan kerja mempunyai dampak positif serta signifikan pada kinerja guru. Perihal berikut menunjukkan bahwasannya guru bekerja lebih baik ketika mereka bekerja dalam lingkungan yang lebih baik. Di sisi lain, data mengindikasikan kinerja guru tidak terlalu dipengaruhi oleh lingkungan kerja atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Secara bersamaan, kedua dua variabel  memiliki dampak yang signifikan pada kinerja guru. Hasil menunjukan bahwa 48,6% variasi kinerja guru dijelaskan oleh lingkungan kerja serta work-life balance, selebihnya 51,4 % faktor di luar cakupan penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti perlunya peningkatan kualitas lingkungan kerja sebagai pendekatan strategis untuk memastikan bahwa kinerja guru dilakukan secara menyeluruh.
Pengaruh Price promotion dan Interpersonal Interaction terhadap Online Purchase Intention Gen Z dengan Perceived risk sebagai Mediasi Markel Yosa; Erna Listiana; Irfani Hendri; Ana Fitriana; Ahmadi Ahmadi
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2611

Abstract

Platform TikTok dengan fitur live streaming telah berkembang menjadi media pemasaran digital yang populer di kalangan Gen Z, karena menawarkan pengalaman belanja yang interaktif. Namun, di balik pengalaman tersebut, terdapat perceived risk yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana price promotion dan Interpersonal Interaction memengaruhi online purchase intention, dengan perceived risk sebagai variabel mediasi, pada konsumen Gen Z pengguna TikTok dalam konteks produk kecantikan Glad2Glow. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah melalui SmartPLS 4, dengan data dari 227 responden Gen Z yang pernah mengikuti live streaming TikTok terkait produk kecantikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa consumer-streamer interaction berpengaruh signifikan terhadap Online Purchase Intention (β = 0.264; T = 3.324; p = 0.001) dan consumer-consumer interaction berpengaruh negatif signifikan terhadap perceived risk (β = -0.314; T = 3.117; p = 0.002). Perceived risk sendiri terbukti menurunkan niat beli secara signifikan (β = -0.215; T = 2.727; p = 0.006). Uji mediasi juga menunjukkan bahwa price promotion (T = 2.006; p = 0.045) dan consumer-consumer interaction (T = 2.397; p = 0.017) secara tidak langsung meningkatkan Online Purchase Intention melalui penurunan perceived risk.
Pengaruh Modal Intelektual, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan: Profitabilitas sebagai Mediasi pada Perusahaan LQ45 (2019–2023) Syafiah Syafiah; Anwar Azazi; Anggraini Syahputri; Uray Ndaru Mustika
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2612

Abstract

The fluctuation of company value (reflected in stock prices) amidst fierce business competition and the importance of strategic adaptation in the digital era. This study aims to analyse the extent to which Intellectual Capital, Firm Size, and Leverage influence Firm Value with Profitability as a mediator. The sample consists of 28 LQ45 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023, resulting in 119 panel data observations after outlier treatment. The analysis, conducted with rigorous methodology, utilizes multiple linear regression and path analysis (SPSS 27). The findings reveal that intellectual capital positively influences Profitability, while firm size and leverage significantly adversely affect Profitability. Intellectual capital and firm size significantly negatively impact firm value, while leverage does not considerably affect firm value. Profitability plays a crucial role in enhancing firm value and effectively mediates the relationships between the three independent variables and firm value. The research implications highlight challenges in communicating or realizing the full value of these intangible assets in the market, as well as indicating that large scale and the utilization of leverage do not always guarantee superior financial performance.
Mitigating Brain Drain Through Employee Engagement: How Perceived Organizational Support, Employee Well-Being and Career Development Influence Zillennials’ Turnover Intention Felisia Felisia; Titik Rosnani; Dody Pratama Marumpe; Ilzar Daud; Efa Irdhayanti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2613

Abstract

Brain drain has become popular among Zillennials reflecting their growing awareness of international career opportunities. This trend poses a challenge to Indonesia’s economic development particularly in sectors like banking where high employee turnover is common. As organizations face the threat of losing talented employees, adapting retention strategies is crucial to reduce turnover intention. Engaged employees are a key competitive advantage. This research aims to examine how perceived organizational support, employee well-being and career development influence turnover intention with employee engagement as a mediator. Data were collected from 258 Zillennial employees (born between 1992 and 2002) currently working at banks in Indonesia, each with at least six months of experience and awareness of international career trend like hashtag #KaburAjaDulu. Questionnaires were distributed via social media and data were analyzed using SmartPLS 4 with structural equation modelling (SEM). The findings demonstrate that perceived organizational support, employee well-being and career development positively influence employee engagement, while employee engagement negatively influences turnover intention. Notably, perceived organizational support and career development reduce turnover intention, while employee well-being’s effect on turnover intention is through mediation of employee engagement. Employee engagement plays a key mediating role of perceived organizational support, employee well-being, career development and turnover intention.