cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pemisah Kulit Ari Kacang Bagi UKM Kota Probolinggo Muhammad Alfian Mizar; Moch. Sholihul Hadi; Samsul Hidayat
Jurnal KARINOV Vol 4, No 3 (2021): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i3p174-178

Abstract

Proses yang dilakukan dalam pengolahan kacang mentah hingga menjadi camilan membutuhkan proses yang cukup lama, khususnya dalam pemisahan biji dengan kulit ari kacang tanah yang masih tercampur setelah proses pengupasan kulit ari kacang yang selama ini masih menggunakan cara manual atau dipilah satu persatu menggunakan tangan. Untuk memenuhi produktifitas yang tinggi dan untuk membantu mitra industri olahan kacang bagi UKM Kota Probolinggo sekaligus mendukung usaha mitra, perlu diimplementasikan teknologi tepat guna berupa mesin pemisah kulit ari kacang. Tujuan dalam implementasi ini yaitu mengatasi kesulitan proses pengolahan kacang pada proses pemisahan kulit ari kacang yang selama ini dilakukan dengan cara manual yang kapasitas produksinya masih rendah dan mendifusikan mesin pemisah kulit ari kacang dengan cara memberikan pengetahuan serta keterampilan tentang cara pengoperasian dan perawatan mesin pemisah kulit ari kacang. Berdasarkan implementasi yang telah dilakukan, peningkatan produksi dapat diaktualisasi mampu meningkat hingga 30%, sehingga implementasi mesin pemisah kulit ari kacang dapat memberikan sumbangsih yang relatif besar untuk meningkatkan produktifitas, kualitas dan omzet bagi para pelaku UKM Kota Probolinggo. Kata kunci— Pemisah Kulit Ari Kacang, Pengabdian Masyarakat, Teknologi Tepat Guna  Abstract The process carried out in processing peanuts into snacks requires a long process, especially in separating the seeds from the peanut shells that are still mixed after the process of peeling the skin from the peanuts, which so far are still using the manual method or sorting one by one by hand. To meet high productivity and to help partners in the peanut processing industry for SMEs in Probolinggo City as well as to support partner businesses, it is necessary to implement appropriate technology in the form of a peanut husk separator. The purpose of this implementation is to overcome the difficulties of processing peanuts in the process of separating the skin of the peanut which has been done manually with the production capacity still and to diffuse the machine that separates the skin of the peanut by means of knowledge and skills on how to operate and maintain the machine that separates the peanut husk. Based on the implementation that has been done, the increase in production can be actualized up to 30%, so that the implementation of the peanut husk separator machine can make a relatively large contribution to increasing productivity, quality, and turnover for SMEs in Probolinggo. Keywords— The Peanut Husk Separator Machine, Community Dedication, Appropriate Technology
Edukasi Konservasi Tanaman Berkhasiat Obat Pada Pekarangan Minimalis Masa Pandemi Covid-19 di Kelompok PKK Desa Mapanget Regina Rosita Butarbutar; Eva Lienneke Baideng
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p53-57

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memanfaatkan lahan pekarangan minimalis dalam memenuhi kebutuhan hidup terutama tanaman berkhasiat obat yang berfungsi memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh guna mendukung program pemerintah mengatasi Pandemi Covid-19. Permasalahan yang dihadapi masyarakat (kelompok PKK Desa Mapanget Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara) adalah masih rendahnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam melakukan konservasi tanaman berkhasiat obat di lahan pekarangan minimalis dan masih banyaknya lahan tidur yang terdapat di pekarangan rumah masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui lima tahapan yaitu penyuluhan, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan ini adalah 92 % masyarakat (ibu-ibu PKK sebanyak 40 orang) yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan wawasan, serta perbaikan tata nilai masyarakat melalui edukasi konservasi tanaman berkhasiat obat di lahan pekarangan minimalis masa Pandemi Covid-19. Konservasi tanaman berkhasiat obat di lahan pekarangan minimalis dapat membantu keluarga untuk memperoleh obat tradisional dengan sangat mudah, praktis dan terjangkau secara ekonomi. Kata Kunci—Edukasi, Konservasi, Kelompok PKK, Mapanget, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. AbstractThis community service activity aims to utilize minimalist yards to supply their living needs, especially medicinal plants that function to maintain and increase body resistance to support government programs to overcome the Covid-19 Pandemic. The priority problems of the community (PKK group in Mapanget Village, Talawaan District, North Minahasa Regency, North Sulawesi) are the lack of knowledge, insight, and skills of the community, especially housewives in conserving medicinal plants in minimalist gardens, and there are still many unused lands in the community minimalist yard. The method of implementing this community service activity are carried out through five stages, namely counseling, training, mentoring, evaluation, and monitoring. The result of this activity is that 92% of the community (40 women members) who participated in this activity showed increased knowledge and insight, as well as improving community values through education on the conservation of medicinal plants in minimalist yards during the Covid-19 pandemic. Conservation of medicinal plants in minimalist gardens can help families to obtain traditional medicines very easily, practically, and economically. Keywords—Education, Conservation, PKK Group, Mapanget, North Minahasa, North Sulawesi.
PENERAPAN PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM SOSIALISASI SEX EDUCATION SISWA KELAS VI Khasan Setiaji; Nina Farliana; Aulia Nur Baeti
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p58-62

Abstract

Sebagai sebuah lembaga Pendidikan Non-Formal (PNF) pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Bina Warga Kabupaten Kendal berperan dalam memperluas kesempatan warga masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan mental untuk mengembangkan diri dan bekerja. PKBM Bina Warga berfokus pada keterampilan kewirausahan dalam program pendidikan kecakapan wirausaha dimana 30 persen alumni mampu berwirausaha. Dalam menunjang proses program pendidikan kecakapan wirausaha PKBM Bina Warga mendirikan tempat magang dan pelatihan berupa unit usaha Nawa Coffee. Pengelola PKBM mengharapkan agar unit usaha di PKBM dibentuk koperasi guna mempercepat mengumpulkan modal, sehingga usahanya bisa cepat berkembang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana pada tanggal pada hari Selasa 28 September 2021 bertempat di Nawa Coffee secara luring yang dihadiri oleh 16 orang pengelola Nawa Coffee dan perwakilan siswa PKBM. Dikarenakan pandemi covid 19 sehingga seperta harus dibatasi menyesuikan kapasitas ruangan. Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola unit usaha Nawa Coffee memahami dan merealisasikan pendirian koperasi sehingga dapat terwujudnya koperasi pada unit usaha PKBM. Kata kunci— PKBM, kewirausahaan, koperasi Abstract As a non-formal education institution (PNF), the Center for Teaching and Learning Activities (PKBM) Bina Warga Kendal Regency plays a role in expanding opportunities for community members to increase their knowledge, skills and mentality to develop themselves and work. PKBM Bina Warga focuses on entrepreneurship skills in an entrepreneurial skills education program where 30 percent of alumni are able to become entrepreneurs. In supporting the entrepreneurial skills education program process, PKBM Bina Warga established an internship and training place in the form of the Nawa Coffee business unit. The PKBM manager hopes that the PKBM business unit will form a cooperative in order to speed up raising capital, so that the business can develop quickly. This community service activity was carried out on Tuesday 28 September 2021 at Nawa Coffee offline which was attended by 16 Nawa Coffee managers and PKBM student representatives. Due to the COVID-19 pandemic, it seems that it must be limited according to room capacity. Through this activity, it is hoped that the manager of the Nawa Coffee business unit understands and realizes the establishment of a cooperative so that a cooperative can be realized in the PKBM business unit. Keywords— PKBM, entrepreneurship, cooperatives
Penanganan Bangunan Masjid Swadaya Masyarakat Pada Perumahan Paikun Paikun; Kurniawan Kurniawan
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p36-44

Abstract

Bangunan masjid sebagai tempat ibadah memerlukan perawatan dan perbaikan agar tetap berfungsi dan memberi rasa nyaman kepada pengguna. Beberapa permasalahan tentang bangunan masjid tua diantaranya adalah, bangunan mulai rusak, struktur kayu sudah rapuh, sedangkan jamaah masjid semakin banyak. Berdasarkan hal tersebut, DKM beserta masyarakat perlu memutuskan penanganan yang tepat terhadap bangunan masjid, oleh karena itu perlu kajian dan membuat perencanaan penanganan masjid. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat perencanaan penanganan masjid dengan dua alternatif, yaitu perencanaan renovasi, dan perencanaan rekonstruksi bangunan masjid. Untuk membuat perencanaan dilakukan observasi masjid dengan mendata jumlah penduduk sekitar masjid, jumlah jamaah, fasilitas masjid, kondisi eksisting masjid meliputi luas lahan, luas bangunan, tinggi bangunan, jenis kerusakan, serta mendata usulan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi kemudian dibuat perencanaan versi renovasi dan versi rekonstruksi sebagai pilihan untuk menentukan penanganan. Perencanaan meliputi gambar rencana dan anggaran biaya. Hasil kajian perencanaan disosialisasikan, dan menjadi dasar oleh DKM beserta masyarakat untuk menentukan penanganan bangunan masjid sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan fasilitas masjid saat ini dan dimasa yang akan datang, yang selanjutnya DKM beserta masyarakat bisa segera melakukan penanganan bangunan masjid. Kata kunci—Perencanaan pembangunan, renovasi, rekonstruksi, anggaran biaya, pengabdian masyarakat Abstract Mosque buildings as places of worship require maintenance and repairs to keep them functioning and provide a sense of comfort to users. Some of the problems regarding the old mosque building include, the building is starting to break down, the wooden structure is already fragile, while the congregation of the mosque is increasing. Based on this, DKM and the community need to decide on the appropriate handling of mosque buildings, therefore it is necessary to study and make plans for handling mosques. This community service aims to make a mosque management plan with two alternatives, namely renovation planning, and mosque building reconstruction planning. To make plans, mosque observations were carried out by recording the number of residents around the mosque, the number of worshipers, mosque facilities, the existing condition of the mosque including land area, building area, building height, type of damage, as well as collecting data on community proposals. Based on the results of observations, plans for the renovation version and the reconstructed version are then made as an option to determine the treatment. Planning includes plan drawings and cost budgets. The results of the planning study are disseminated and become the basis for DKM and the community to determine the handling of mosque buildings in accordance with the capabilities and needs of current and future mosque facilities, which then DKM and the community can immediately handle mosque buildings. Keywords— Development planning, renovation, reconstruction, budget planning, community service
Pengabdian Masyarakat Melalui Pengembangan Dan Pemasaran Produk Kopi Purwoceng Di Desa Plaosan Setya Ayu Rahmawati; Dian Syariati; Vega Wafaretta; Achmad Zaky
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p63-69

Abstract

Minat lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi wirausaha masih rendah padahal mahasiswa telah memperoleh bekal berwirausaha dari berbagai sumber, baik melalui perkuliahan, seminar, ataupun media sosial. Selain itu, ilmu tentang berbisnis yang diperoleh mahasiswa belum seutuhnya dikaji secara syariah, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Belum ada mata kuliah atau materi yang secara khusus membahas bisnis secara syariah. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pengelolaan bisnis syariah bagi mahasiwa secara utuh mulai dari aspek produksi, pemasaran, sumber daya manusia, hingga keuangan. Pengabdian ini bermaksud untuk meningkatkan jiwa entrepreneurship yang bebasis nilai-nilai religious, sehingga dapat mewujudkan spirit menjadi muslimpreneurship. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pencapaian tujuan ini adalah dengan memberikan 1) sosialisasi melalui pemodelan praktis bisnis syariah; 2) company visit ke tempat produksi bisnis yang sesuai syariah, 3) pendampingan pengelolaan bisnis syariah, serta 4) praktik akad musyarakah dengan tim mahasiswa. Setelah melalui serangkaian kegiatan tersebut, hasilnya adalah mahasiswa mampu merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi bisnis yang mereka rintis sesuai dengan nilai-nilai syariah. Kata kunci— Bisnis Syariah, Muslimpreneurship, Spirit kewirausahaan Abstract The interest of university graduates in Indonesia to become entrepreneurs is still low even though students have obtained entrepreneurial skills from various sources, either through lectures, seminars, or social media. In addition, the knowledge about business obtained by students has not been fully studied in sharia, especially for students of the Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. There are no courses or materials that specifically discuss sharia business. Therefore, this community service aims to provide Islamic business management assistance for students as a whole, starting from aspects of production, marketing, human resources, to finance. This service intends to increase the entrepreneurial spirit based on religious values, so that it can realize the spirit of being Muslimpreneurship. Some of the activities carried out in achieving this goal are by providing 1) socialization through practical modeling of sharia business; 2) company visits to sharia-compliant business production sites, 3) sharia business management assistance, and 4) musharaka contract practice with the student team. After going through a series of these activities, the result is that students are able to plan, execute, and evaluate the business they are starting in accordance with sharia values Keywords— Sharia Business, Muslimpreneurship, Entrepreneurial Spirit
Edukasi dan Optimalisasi Mesin Giling Sambal Pecel Untuk Menjamin Mutu Produksi UMKM Shingkara Pramono Pramono; Sujito Sujito; Mokh. Sholihul H; M. Rodhi Faiz; Stevanus Sendy K; Herpri M; Ridho Riski Hadi
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p45-48

Abstract

Dalam pembangunan nasional masyarakat sangat berperan penting dalam mendukung kemajuan ekonomi suatu negara salah satunya melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM Singosari Shangkara (SHINGKARA) merupakan salah satu usaha mikro yang dibentuk untuk mewadahi masyarakat di kecamatan Singosarai Kabupaten Malang yang langsung di bawah pendampingan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Pelaku usaha pada Shingkara sendiri sudah mencapai 145 pelaku usaha mikro yang tersebar di Kecamatan Singosari. Salah satu jenis usaha yang dijalankan oleh Shingkara yaitu produksi sambal pecel. Salah satu kendala yang dialami oleh mitra yaitu proses penggilingan kacang menjadi sambal pecel masih dilakukan oleh pihak lain, dalam hal ini pelaku usaha harus melakukan penggilingan kepasar. Maka dari itu solusi yang diberikan yaitu dengan melakukan edukasi dan optimalisasi mesin giling sambal pecel pada mitra untuk meningkatkan mutu produksi. Hasil yang diperoleh yaitu telah dibuatnya mesin giling sambal pecel dengan spesifikasi motor listrik 1 fasa dengan daya ½ HP. Selain itu edukasi yang dilakukan juga telah menyadarkan pelaku UMKM Shingkara terkait pentingnya higenitas dan pelatihan yang dilakukan berhasil memahamkan pelaku UMKM Shingkara bagaimana cara menggunakan dan merawat mesin giling sambal pecel dengan baik. Kata kunci— Mesin Giling, Higenitas, Sambal Pecel Abstract  In national development, the community plays an important role in supporting the economic progress of a country, one of which is through Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs). SMEs Singosari Shangkara (Shingkara) is one of the micro-enterprises that was formed to accommodate the community in the Singosarai sub-district, Malang Regency, which is directly under the assistance of the Integrated Business Service Center (PLUT). Business actors in Shinkara itself have reached 145 micro business actors spread across Singosari District. One type of business run by Shinkara is the production of chili sauce. One of the obstacles experienced by partners is that the process of grinding peanuts into chili sauce is still carried out by other parties, in this case business actors have to grind to the market. Therefore, the solution given is by educating and optimizing the chili pecel grinding machine to partners to improve production quality. The results obtained are that a chili pecel grinding machine has been made with specifications for a single-phase electric motor with a power of ½ HP. In addition, the education carried out has also made Shingkara SMEs actors aware of the importance of hygiene and the training carried out has succeeded in understanding Shinkara SMEs players how to use and care for the chili pecel grinder properly. Keywords— Milling Machine, Hygiene, Chili Pecel
Pengadaan Pojok Literasi oleh Mahasiswa KKN Desa Kalipare Guna Meningkatkan Minat Bac Sarwenda Biduro; Eny Maryanti; Sukma Aji
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p49-52

Abstract

Tujuan dilaksanakannya kegiatan program ini adalah agar terwujudnya tata kelola keuangan dan akuntabilitas pelaporan BUMDes secara terkomputerisasi. Dalam mewujudkan tata kelola organisasi terutama dalam BUMDes diperlukannya tata kelola keuangan berupa manajemen pelaporan dan pencatatan laporan keuangan yang memadai. Adapaun mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes Lemujut Sejahtera, Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Pada kegiatan ini menggunakan metode PALS (Participatory Action Learning System), metode ini merupakan pelibatan mitra dam proses pembelajaran aktif partisipasi dalam program aksi penerapan ipteks berupa memberikan pemahaman pencatatan akuntansi menggunakan Microsoft excel, sehingga memudahkan untuk menghasilkan laporan keuangan yang efektif dan efisien. Kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa tata kelola keuagan dan akutanbilitas pada BUMDes Lemujut Sejahtera tidak efektif. Pencatatan dan pelaporan kuangan yang dilakukan BUMDes Lemujut Sejahtera masih secara manual. Tidak ada jaminan dalam pinjaman mingguan, namun untuk pinjaman bulanan harus menyerahkan BPKB. Bunga yang diberikan BKD Lemujut Sejahtera adalh 9% dan tidak fluktuatuf. Penggunaan Microsoft Excel sangat memantu pelaporan keuangan dan mendotrong aktifitas operasional yang lebih efisien pada BUMDes Lemujut Sejahtera. Kata kunci—BUMDes, Pencatatan Akuntansi, Pelaporan Keuangan Abstract  The purpose of implementing this program activity is for the realization of financial governance and accountability for computerized BUMDes reporting. In realizing organizational governance, especially in BUMDes, financial governance is needed in the form of management reporting and recording of adequate financial statements. The partners in this activity are BUMDes Lemujut Sejahtera, Krembung District, Sidoarjo Regency. In this activity using the PALS (Participatory Action Learning System) method, this method is the involvement of partners and an active learning process participation in the science and technology application action program in the form of providing an understanding of accounting records using Microsoft Excel, making it easier to produce effective and efficient financial reports. This service activity can be concluded that financial governance and accountability at BUMDes Lemujut Sejahtera are not effective. Financial recording and reporting carried out by BUMDes Lemujut Sejahtera is still manual. There is no guarantee in weekly loans, but for monthly loans you have to submit BPKB. The interest given by BKD Lemujut Sejahtera is 9% and does not fluctuate. The use of Microsoft Excel greatly helps financial reporting and encourages more efficient operational activities at BUMDes Lemujut Sejahtera. Keywords— BUMDes, Accounting Records, Financial Reporting
Pemberdayaan Kaum Perempuan dalam Pengembangan Model Bisnis Berbasis Ekonomi Biru Ayu Dwidyah Rini; Sri Yusnita Burhan; Lestari Agusalim; Mangasi Panjaitan; Budhi Purwandaya; Zed Abdullah; Benny Pasaribu
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p70-74

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kaum perempuan kelompok bank sampah pratama, pura bojonggede melalui pengembangan model bisnis produk olahan sampah daur ulang. Kegiatan ini memiliki dua tujuan khusus yaitu; meningkatkan pendapatan ibu – ibu desa tajurhalang, pura bojonggede dari diversifikasi produk olahan bank sampah yang ada. Selain itu bertujuan untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup lima tahapan antara lain; kegiatan identifikasi potensi sampah yang dapat didaur ulang; membuat prototype produk; merancang model bisnis berbasis ekonomi biru; memberikan pelatihan dan pendampingan terkait model bisnis berbasis ekonomi biru; mengevaluasi kelayakan model bisnis. Rintisan usaha diyakini akan mampu berdampak pada peningkatan pendapatan ibu – ibu yang tergabung dalam kelompok bank sampah Pratama. Kata kunci— Bank sampah, Ekonomi biru, Model bisnis, Pemberdayaan perempuan Abstract This community service aims to optimize the role of women in the pratama waste bank group, Pura Bojonggede through the development of a business model for processed waste products. This activity has two specific objectives, namely; increase the income of women in the village of Tajurhalang, Pura Bojonggede from the diversification of existing waste bank processed products. In addition, it aims to build a sustainable and environmentally friendly business. The method used in this activity includes five stages, including; identification of potential waste that can be recycled; make product prototypes; designing a blue economy-based business model; provide training and assistance related to blue economy-based business models; evaluate the feasibility of the business model. It is believed that the business startup will be able to have an impact on increasing the income of mothers who are members of the Primary waste bank group. Keywords— Garbage bank, Blue economy, Business model, Women's empowerment
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Melalui Pelatihan Flipped Classroom Bagi Guru Penjas Kurniawan, Rama; Kurniawan, Ari Wibowo; Heynoek, Febrita Paulina; Widiati, Prisca
Jurnal KARINOV Vol 5, No 3 (2022): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i3p162

Abstract

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas merupakan kebijakan pemerintah yang perlu didukung dan dipersiapkan dengan baik. Guru perlu memilih strategi yang tepat agar pembelajaran dari rumah bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Flipped classroom diyakini sebagai salah satu model yang bisa meningkatkan partisipasi dan capaian belajar siswa. Namun tidak banyak guru penjas yang mengetahui adanya model tersebut. Berdasarkan studi pendahuluan sebanyak 87% guru penjas yang belum mengetahui dan memahami model flipped classroom. Pelatihan ini menggunakan 4 tahapan metode yaitu ceramah, penugasan, pengukuran hasil, dan Tindak lanjut hasil. Berdasarkan hasil pengukuran pemahaman terhadap pelatihan didapatkan hasil bahwa ada perubahan pemahaman dari skor rata-rata 52 menjadi 71. Sedangkan tanggapan peserta untuk evaluasi pelaksanaan pelatihan sangat baik dan antusias. Peserta juga memberikan masukan terkait pelatihan tindkalanjut secara luring dan melakukan praktik pembelajaran di lapangan. Melalui pengabdian ini juga dapat diwujudkan luaran berupa produk modul pedoman pembelajarn penjas di tingkat SMP. Produk tersebut diharapkan dapat membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran masing-masing. Kata kunci— pembelajaran tatap muka terbatas, flipped classroom, pendidikan jasmani  Abstract  Limited Face-to-face Learning is a government policy that needs to be supported and well prepared. Teachers need to choose the right strategy so that learning from home can be done effectively and efficiently. The flipped classroom learning is believed to be one of the models that can increase student participation and learning achievement. However, not many PE teachers are aware of this model. Based on a preliminary study, as many as 87% of PE teachers did not know and understand the flipped classroom model. This training uses a 4-step method, namely lectures, assignments, measuring results, and following up on results. Based on assesment of understanding of the themes, it was rseulted that there was a increase in understanding from an average score of 52 to 71. Meanwhile, the participant's responses to the evaluation of the training were very good and enthusiastic. Participants also provide input related to offline follow-up training and practice learning in the field. Through this service, outputs can also be realized in the form of physical education learning guide module products at the junior high school level. The product is expected to help teachers in the implementation of their respective learning. Keywords— Limited Face-to-face Learning, flipped classroom, physical education
Implementasi Branding Produk UMKM Desa Tumpakrejo Guna Meningkatkan Nilai Jual Produk Bagus Shandy Narmaditya; Norman Sandi Sugiarto; Aulia Assabilqul Khoiriah; Feby Sheila Anggraini; Husnik Maulidya Tungga Dewi; Yuli Agustina
Jurnal KARINOV Vol 5, No 2 (2022): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i2p91-95

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi sebuah krisis baru bagi setiap negara dan berdampak pada sektor ekonomi pada seluruh lapisan masyarakat. Salah satu daerah terdampak pada sektor ekonomi khususnya perdagangan yaitu Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Sumber daya alam yang melimpah menjadikan sebagian warga di Desa Tumpakrejo bermata pencaharian sebagai pelaku usaha industry rumah tangga atau UMKM. Bagaimanapun, penerapan kebijakan pembatasan sosial masyarakat menyebabkan turunnya tingkat perekonomian di Desa Tumpakrejo akibat dari aktivitas jual beli antara konsumen dan pedagang menurun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan perekonomian masyarakat lokal dengan melakukan kegiatan branding produk-produk industri rumah tangga dan UMKM. Secara rinci, program kegiatan ini meliputi analisis situasi, branding dengan pembuatan banner dan logo berupa stiker produk, pemberian edukasi seputar penjualan dan daya saing produksi serta membantu memasarkan produk melalui platform media sosial. Hasil pelaksanaan kegiatan ini mampu mendukung produsen dalam meningkatkan nilai jual dan memiliki identitas produk serta promosi yang lebih kuat untuk bersaing dengan produk lainnya di luar Desa Tumpakrejo. Respon produsen dan konsumen terkait hasil branding produk sangat baik dan produsen akan menggunakan sticker brand yang telah didesain untuk diaplikasikan terhadap produknya. Kata kunci— Pembangunan ekonomi lokal, Branding produk, Strategi pemasaran, Sektor perekonomian desa    Abstract The Covid-19 pandemic has raised a new crisis for every country and it has an impact on the economic sector at all levels of society. One of the areas affected by the economic sector, especially trade, is Tumpakrejo Village, Gedangan District, Malang Regency, Indonesia. Abundant natural resources make some residents in Tumpakrejo Village a livelihood as home industry business actors or SMEs. However, the implementation of the community social restriction policy caused a decrease in the level of the economy in Tumpakrejo Village as a result of declining buying and selling activities between consumers and traders. This community service aims to increase the production and economy of the local community by carrying out branding activities for home industry products and SMEs. In detail, this activity program includes situation analysis, branding by making banners and logos in the form of product stickers, providing education about sales and production competitiveness and helping to market products through social media platforms. The results of the implementation of this activity can support producers in increasing selling value and have a stronger product identity and promotion to compete with other products outside Tumpakrejo Village. The response of producers and consumers regarding the results of product branding is remarkable and producers will involve brand stickers that have been designed to be applied to their products. Keywords— Local economic development, Product branding, Marketing strategy, Rural economic sector