cover
Contact Name
Suniya Dewi
Contact Email
suniyadewi0285@gmail.com
Phone
+6281804125177
Journal Mail Official
info@balimedikajurnal.com
Editorial Address
Jl Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali, Indonesia 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali Medika Jurnal
ISSN : 26157047     EISSN : 26146517     DOI : https://doi.org/10.36376/bmj
Core Subject : Health,
BMJ bertujuan memprakarsai dan merangsang penelitian berdampak tinggi dan inovatif yang relevan bagi akademisi dan praktisi di industri kesehatan. Audiensi publikasi ini utamanya terdiri dari akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi dan semua yang tertarik pada bidang penelitian kesehatan. Jurnal ini menerima artikel dari para praktisi dan akademisi serta penelitian kualitatif dan kuantitatif. Setiap makalah akan dinilai berdasarkan standar nasional, orisinalitas / inovasi kertas, kontribusi terhadap pengetahuan, relevansinya dengan subjek dan kualitas penyajiannya. Makalah-makalah tersebut akan direview oleh mitra bestari yang kredibel dan dapat dipercaya.
Articles 225 Documents
Hubungan Apolipoprotein B Dengan HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Prolanis Raffina Purwakarta Hotimah, Khusnul; Listiawati , Enny
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.337

Abstract

Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal . IDF memperkirakan pada 2021, jumlah kematian yang diakibatkan oleh diabetes di Indonesia mencapai 236.711. Jumlah ini meningkat 58% jika dibandingkan dengan 149.872 pada 2011 lalu. Secara umum, IDF memperkirakan jumlah penderita diabetes di dunia dapat mencapai 783,7 juta orang pada 2045. Jumlah ini meningkat 46% dibandingkan jumlah 536,6 juta pada 2021. Dislipidemia terjadi akibat efek insulin terhadap produksi apolipoprotein di hati, peningkatan aktivitas hepatik lipase, penurunan aktivitas lipoprotein lipase, penurunan kerja insulin pada lemak dan otot serta peningkatan aktifitas cholesterol ester transfer protein (CETP). Apolipoprotein B (Apo-B) merupakan faktor risiko terjadinya aterosklerosis, komponen utama dari lipo-protein aterogenik. Kadar Apo-B adalah indikator yang lebih baik sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang disebabkan aterosklerosis dibandingkan kolesterol total maupun LDL. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan Apo-B dengan HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan dalam menelitian ini menggunakan analitik observasional menggunakan rancangan cross sectional, dengan melakukan pengukuran kadar Apo-B dan HbA1c pada pasien prolanis diabetes melitus tipe 2 sebanyak 32 pasien. Hasil analisis penelitian menunjukkan dengan tingkat hubungan lemah yang ditunjukkan dengan hubungan korelasi spearman’s rank correlation dengan significan p-value 0,028 dengan tingkat hubungan 0,389. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kadar Apo-B dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe2 prolanis Raffina Purwakarta.   Diabetes is a chronic (chronic) disease in the form of a metabolic disorder characterized by blood sugar levels that exceed normal limits. IDF estimates that by 2021, the number of deaths caused by diabetes in Indonesia will reach 236,711. This number increased by 58% when compared to 149,872 in 2011. In general, the IDF predicts that the number of people with diabetes in the world will reach 783.7 million people in 2045. This number will increase by 46% compared to the number of 536.6 million in 2021. Dyslipidemia occurs due to the effect of insulin on apolipoprotein production in the liver, increased hepatic lipase activity, decreased activity of lipoprotein lipase, decreased action of insulin on fat and muscle and increased activity of cholesterol ester transfer protein (CETP). Apolipoprotein B (Apo-B) is a risk factor for atherosclerosis, the main component of atherogenic lipo-protein Apo-B level is a better indicator as a risk factor for cardiovascular disease caused by atherosclerosis compared to total and LDL cholesterol. The purpose of this study was to determine the correlation between Apo-B and HbA1c in type 2 diabetes mellitus patients. The research design used in this study was observational analytic using a cross sectional design, by measuring Apo-B and HbA1c levels in prolanis type 2 diabetes mellitus patients at 32 patients. The results of the study analysis showed a weak relationship as indicated by the Spearman's rank correlation with a significant p-value of 0.028 with a relationship level of 0.389. The conclusion of this study is that there is a relationship between Apo-B levels and HbA1c levels in patients with type 2 diabetes mellitus prolanis Raffina Purwakarta.
Studi Tentang Pengalaman Perawat Selama Masa Pandemi Covid-19 : Studi Fenomenologis Beda, Nikodemus Sili; Sambo, Mery; Pararuk, Marliani; Agnes, Melania
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.341

Abstract

Pandemi covid-19 merupakan suatu masalah yang menimbulkan dampak negatif terutama bagi tenaga medis, terlebih khusus bagi perawat yang disebut sebagai garda terdepan dalam melawan covid-19. Perawat lebih banyak memiliki pengalaman dalam menangani pasien yang terinfeksi covid-19 karena perawat yang selalu mendampingi pasien saat berada di Rumah Sakit. Dampak yang dialami oleh perawat dari pandemi yang terjadi saat ini seperti penggunaan APD dalam kondisi yang panas serta gangguan psikologis seperti takut, cemas, khawatir karena resiko penularan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tentang pengalaman perawat selama masa pandemi covid-19 di Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan teknik wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data pada lima partisipan yaitu perawat yang pernah merawat pasien yang terinfeksi covid-19. Teknik pengambilan partisipan menggunakan purposive sampling dengan jumlah 5 partisipan dan analisis data menggunakan analisa konten. Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu persepsi perawat terhadap pandemi covid-19, pengalaman perawat, kondisi psikologis perawat merawat pasien covid-19 dan manajemen ketidaknyamanan perasaan.   The Covid-19 pandemic is a problem that has a negative impact, especially for medical personnel, especially for nurses who are called the frontline in fighting Covid-19. Nurses have more experience in handling patients infected with Covid-19 because nurses always accompany patients while in the hospital. The impact experienced by nurses from the current pandemic is the use of Personal Protective Equipment (PPE) in hot conditions and psychological disorders such as fear, anxiety, worry because of the high risk of transmission. The purpose of this study was to explore the experiences of nurses during the Covid-19 pandemic at Stella Maris Hospital in Makassar. The design of this study is qualitative with a phenomenological approach using in-depth interview techniques as a method of collecting data on five participants, namely nurses who have treated patients infected with Covid-19. The technique of taking participants using purposive sampling with a total of 5 participants and data analysis using content analysis. This study resulted in 4 themes, namely nurses' perceptions of the Covid-19 pandemic, the experience of nurses, the psychological condition of nurses caring for Covid-19 patients and management of feeling discomfort.
Prediktor Perilaku Menjaga Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus: Persepsi Sehat Berbasis Health Belief Model Nuzula , Indana Firdausi; Asmaningrum, Nurfika; Afandi, Alfid Tri
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.265

Abstract

Persepsi sehat adalah suatu proses seseorang dalam menginterpretasikan stimulus yang diterima oleh alat indra yang berkaitan dengan keadaan sehat seseorang sehingga perilakunya disesuaikan dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi sehat berdasarkan teori health belief model sebagai prediktor perilaku mempertahankan kadar glukosa darah normal pada pasien diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 112 responden dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner health belief model dan perilaku menjaga kadar glukosa darah. Spearman rank test digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian diperoleh nilai modus persepsi sehat adalah 108 dan nilai median 106,5 dengan nilai minimum 86 dan nilai maksimum 119, sedangkan nilai modus perilaku menjaga kadar glukosa darah adalah 27 dan nilai median 27,5 dengan nilai minimum 23 dan nilai maksimum 33. Ada hubungan yang signifikan antara perilaku persepsi sehat mempertahankan kadar glukosa darah (p = <0,011 dan r = 0,239). Terdapat korelasi positif yang berarti semakin tinggi persepsi kesehatan, semakin tinggi perilaku mempertahankan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Perawat dapat menggunakan teori health belief model untuk memperjelas persepsi pasien DM tipe 2 sehingga dapat mempengaruhi pasien untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat.   Healthy perception is an individual process to interprete the stimulus received by the sense organs, which related to a healthy state that stimulated individuals to adjust behavior as expectation. This study aimed to analyze the relationship between healthy perceptions based on the theory of health belief models and behavior to maintain normal blood glucose levels in type 2 diabetes patients. A cross-sectional design was performed 112 respondents using the purposive sampling. The data was collected using the health belief model and the behavior to maintain blood glucose levels questionnaire. Spearman rank test was used to analyse the objective the study. The results showed that the mode value of healthy perception was 108 and median value was 106,5 , with a minimum value of 86 and a maximum value of 119. While the mode value of behavior maintaining blood glucose levels was 27 and median value was 27,5 with a minimum value of 23 and a maximum value of 33. There was a significant correlation between healthy perception behavior of maintaining blood glucose levels (p = <0.011 and r = 0.239) with a low positive correlation between the two variables. It shows that the higher the perception of health, the higher the behavior of maintaining blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Nurses suggested to use the health belief model theory to clarify the perception of type 2 diabetes patients that can influence patients to adopt a healthier lifestyle.
GAMBARAN KEJADIAN TOXOPLASMOSIS PADA IBU HAMIL BERDASARKAN TES SEROLOGI DI DENPASAR BALI Sari, Novita Kusuma; Sayekti, Fitria Diniah
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.268

Abstract

Toxoplasmosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Penyebab Toxoplasmosis antara lain mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit toxoplasma, kebiasaan makan daging yang dimasak setengah matang, dan kurangnya higienitas. Penyakit ini dapat menginfeksi janin yang dikandung dan dapat mengakibatkan keguguran atau bayi lahir cacat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase angka kejadian Toxoplasmosis pada Ibu hamil di Denpasar Bali berdasarkan hasil Serologi pemeriksaan Anti Toxoplasma IgG dan IgM dengan menggunakan metoda ELFA. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 44 koresponden Ibu hamil dengan menggunakan analisis statistik uji Univariat. Berdasarkan hasil penelian dapat diketahui bahwa hasil serologi IgG Anti Toxoplasma positif pada ibu hamil di Denpasar Bali sebesar 20.5% dan IgM Anti Toxoplasma positif sebesar 4.5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat infeksi lampau toxoplasmosis pada ibu hamil dengan hasil serologi IgG Anti Toxoplasma positif sebesar 20.5% dan infeksi dini toxoplasmosis dengan hasil IgM Anti Toxoplasma positif sebesar 4.5%. Persentase keberadaan infeksi toxoplasmosis pada ibu hamil perlu diwaspadai dan ditangani dengan tepat.   Toxoplasmosis is an infectious disease caused by the parasite Toxoplasma gondii. Causes of Toxoplasmosis include consuming food or drink contaminated with the Toxoplasma parasite, eating undercooked meat, and lack of hygiene. This disease can infect the unborn baby and can result in miscarriage or birth defects. This study aims to determine the percentage of the incidence of Toxoplasmosis in pregnant women in Denpasar Bali based on the results of the Serology examination of Anti-Toxoplasma IgG and IgM using the ELFA method. This research is descriptive analytic with a cross sectional study, sampling using 44 correspondent pregnant women. Statistical analysis using the Univariate test. Based on the results of the study it can be seen that the IgG Anti Toxoplasma serology is positive in pregnant women in Denpasar Bali by 20.5% and IgM Anti Toxoplasma positive by 4.5%.
Pencegahan Kesehatan Remaja: Pendidikan Kesehatan dan Peran Keluarga di Daerah Pesisir Efendi, Sucita; Supinganto, Agus
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.342

Abstract

Anemia menjadi parameter buruknya status Kesehatan akibat tidak tercukupinya asupan zat besi. Prevalensi anemia di wilayah provinsi NTB berada pada persentasi 48% (Riskesdas NTB, 2018). Pendidikan kesehatan yang diberikan pada keluarga secara efektif dan inovatif merupakan suatu hal yang dapat membantu dalam mencegah terjadinya anemia pada remaja. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memberikan gambaran asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang mengalami anemia dengan pemberian intervensi pendidikan kesehatan tentang anemia. Metode yang digunakan yaitu case report dengan melakukan intervensi berbasis Evidence Based Nursing untuk menyelesaikan masalah pada kasus yang didapat. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja dan keluarga sehingga dapat menjadi upaya pencegahan anemia pada remaja. Pendidikan kesehatan dapat membuat responden yang sebelumnya belum tahu menjadi lebih tahu karena individu mendapatkan informasi dan pengetahuan baru. Kesimpulannya adalah pendidikan kesehatan sangat efektif diberikan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan khususnya anemia pada remaja. Hal ini akan berpengaruh pada fungsi keluarga yaitu mempertahankan keadaan kesehatan keluarganya agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi, serta kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan kesehatan bagi keluarganya meningkat dan status kesehatan keluarga menjadi semakin baik.   Anemia is a parameter of poor health status due to insufficient intake of iron. The prevalence of anemia in the province of NTB is at a percentage of 48% (Riskesdas NTB, 2018). Health education provided to families effectively and innovatively is something that can help prevent anemia in adolescents. The purpose of writing this final scientific work is to provide an overview of nursing care for family members who have anemia by providing health education interventions about anemia. The method used is a case report by conducting interventions based on Evidence Based Nursing to solve problems in cases obtained. The results showed that nutrition education was effective in increasing adolescent and family nutritional knowledge so that it could be an effort to prevent anemia in adolescents. Health education can make respondents who previously did not know become more knowledgeable because individuals get new information and knowledge. The conclusion is that health education is very effective in increasing family knowledge about health problems, especially anemia in adolescents. This will affect the function of the family, namely maintaining the health condition of the family so that they still have high productivity, as well as the ability of the family to provide health care for their family to increase and the health status of the family to get better.
Simulasi Multimedia Interaktif: Meningkatkan Keterampilan CPR dan Efikasi Diri Mahasiswa Keperawatan Susila, I Made Dwie Pradnya; Laksmi, Ida Ayu Agung
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.344

Abstract

Sejak adanya pandemic Covid-19, terjadi pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan termasuk pendidikan keperawatan yang awalnya luring menjadi online ataupun blended learning yang memerlukan waktu panjang untuk beradaptasi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam situasi blended learning adalah metode simulation multimedia interactive teaching. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari metode simulation multimedia interactive teaching pada pembelajaran CPR dengan melihat skill dan efikasi diri mahasiswa dalam melakukan high quality CPR. Penelitian ini dilaksanakan di STIKES Bina Usada Bali dengan melibatkan 70 orang mahasiswa semester VI. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan pendekatan Pre-post test without control group dengan membandingkan skill dan efikasi diri mahasiswa semester VI Keperawatan dalam memberikan high quality cardiopulmonary resuscitation (CPR) sebelum dan setelah mengikuti metode simulation multimedia interactive learning. Skill mahasiswa dievaluasi berdasarkan 3 indikator yang di rekomendasikan oleh AHA (2015) dan efikasi diri mahasiswa akan dinilai menggunakan kuisioner efikasi Basic Resuscitation Skills Self-Efficacy Scale (BRS-SES). Hasil uji T-Test Berpasangan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai mean pada variabel skill CPR dan self efikasi sebelum dan setelah responden mengikuti metode simulation multimedia interactive learning dengan nilai p-value (0.001), p <  (0.05). Oleh karena itu, metode simulation multimedia interactive teaching menjadi pilihan yang dapat diaplikasikan pada pembelajaran mahasiswa keperawatan dalam situasi blended learning.   Since the Covid-19 pandemic, there has been a paradigm shift in the world of education, including nursing education from offline to online or blended learning which requires a long time to adapt. One of the learning methods that can be used in blended learning situations is the interactive multimedia teaching simulation method. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the interactive multimedia teaching simulation method in CPR learning by looking at students' skills and self-efficacy in performing high quality CPR. This research was conducted at STIKES Bina Usada Bali involving 70 semester VI students. This study used the pre-experimental method with the Pre-post test without control group approach by comparing the skills and self-efficacy of semester VI Nursing students in providing high quality cardiopulmonary resuscitation (CPR) before and after following the simulation multimedia interactive learning method. Student skills are evaluated based on the 3 indicators recommended by the AHA (2015) and student self-efficacy will be assessed using the Basic Resuscitation Skills Self-Efficacy Scale (BRS-SES) efficacy questionnaire. The results using Paired T-Test showed that the mean value of the variable CPR skill and self-efficacy increased before and after the respondents followed the interactive multimedia learning simulation method with a p-value (0.001), p < α (0.05). Therefore, the interactive multimedia teaching simulation method is an option that can be applied to nursing student learning in blended learning situations
DAGUSIBU Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga Ni Kadek Arinda; Suryaningsih , Ni Putu Aryati; Sutema , Ida Ayu Manik Partha; Widowati , I Gusti Ayu Rai; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Suwantara, I Putu Tangkas
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.345

Abstract

Swamedikasi antibiotik mengakibatkan meluasnya resistensi antimikroba. Ibu rumah tangga merupakan pengambil keputusan perawatan kesehatan di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran DAGUSIBU antibiotik pada ibu rumah tangga di Banjar Pinda - Gianyar. Studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang divalidasi. Sejumlah 79 responden turut berpartisipasi, direkrut secara purposive. Hasil menunjukan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga pada kategori cukup (51 [64,6%]). Sumber perolehan informasi tentang antibiotik adalah dari dokter (75 [94,9%]) dan jenis antibiotik paling sering digunakan adalah Amoxycillin (76 [96,2%]). Untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik, apoteker disarankan melakukan penyuluhan berkala tentang penggunaan antibiotik melalui edukasi DAGUSIBU.   Antibiotic self-medication has resulted in widespread antimicrobial resistance. Housewives are the healthcare decision-makers in the household. This study aims to describe the antibiotic DAGUSIBU in housewives at Banjar Pinda, Gianyar City. The analytic observational study with a cross-sectional design was conducted from March to April 2023. Data was collected through interviews with validated questionnaires. A total of 79 respondents participated, recruited purposively. The results show the level of knowledge of housewives in the sufficient category (51 [64,9%]). The source of obtaining information about antibiotics is from doctors (75 [94,9%]); the most frequently used type of antibiotic was Amoxicillin (76 [96,2%]). To increase knowledge about antibiotics, counseling about the use of antibiotics can be carried out through DAGUSIBU education.
Pengetahuan Perineal Massage sebagai Prediktor Sikap Pencegahan Trauma Perineum: Implikasi Praktik Kebidanan Berbasis Bukti Darmayanti, Putu Ayu Ratna; Ariani, Ni Komang Sri; Darmawati, I Dewa Ayu Agra
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.346

Abstract

Saat melahirkan, wanita sering mengalami trauma perineum, terutama persalinan pertama. Salah satu yang banyak ditakuti saat melahirkan adalah episiotomi dan robekan jalan lahir. Oleh karena itu, berbagai intervensi telah dievaluasi untuk mengurangi trauma perineum. Salah satunya dengan perineal massage. Perineal massage merupakan teknik pemijatan area perineum dengan penekanan yang lembut untuk meningkatkan aliran darah perineum dan meningkatkan elastisitas otot perineum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu bersalin tentang perineal massage dengan sikap pencegahan robekan jalan lahir di Rumah Sakit Tk. II Udayana Denpasar. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2022. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang, di analisis menggunakan uji Spearman rho. Penelitian ini menunjukkan pengetahuan ibu bersalin sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 39 orang (47,6%). Sikap pencegahan robekan jalan lahir sebagian besar responden memiliki sikap buruk sebanyak 43 orang (52,4%). Ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu bersalin tentang perineal massage dengan sikap pencegahan robekan jalan lahir di Rumah Sakit Tk. II Udayana dengan nilai p value 0.000. Pelayanan kesehatan diharapkan menggalakkan kelas ibu hamil secara teratur sehingga bidan dapat menginformasikan mengenai perineal massage.   During childbirth, women often experience perineal trauma, especially the first childbirth. One that is much feared during childbirth is an episiotomy and a tear of the birth canal. Therefore, various interventions have been evaluated to reduce perineal trauma. One of them is with perineal massage. Perineal massage is a massage technique of the perineal area with gentle emphasis to increase perineal blood flow and increase the elasticity of the perineal muscles. This study aims to determine the relationship between maternity knowledge about perineal massage with attitudes to prevent birth canal tears at Tk. II Udayana Hospital Denpasar. This study is an analytical observational with a Cross Sectional approach conducted in June-August 2022. The sampling technique uses accidental sampling with a total sample of 82 people, analyzed using the Spearman rho test. This study shows that the knowledge of maternity mothers most respondents have less knowledge as many as 47.6%. Birth canal tear prevention attitude, most respondents have a bad attitude as many as 52.4%. There is a significant relationship between maternity mothers' knowledge of perineal massage with the attitude of preventing birth canal tears (p value 0.000). Health services are expected to promote classes for pregnant women regularly so that midwives can inform about perineal massage.
Efektifitas Edukasi Kesehatan Secara Daring Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Pelajar SMK Isalena , Ni Komang; Dewi , Komang Ayu Purnama; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.347

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi pada remaja seperti kehamilan diluar nikah dan kehamilan dengan usia terlalu dini dapat muncul karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan remaja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi kesehatan secara daring terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pelajar SMK PGRI Blahbatuh. Penelitian Pre Experimental Design ini menggunakan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Sampel sebesar 118 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan teknik sampling Proportionate Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi yang telah dilakukan uji face validity. Data dianalisis menggunakan uji willcoxon. Berdasarkan uji willcoxon menunjukkan hasil yaitu pemberian edukasi secara daring terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa SMK PGRI Blahbatuh (p-value 0,000). Tenaga kesehatan diharapkan secara konsisten menerapkan metode daring dalam memberikan edukasi kesehatan karena tetap dapat melakukan peran nyata tanpa harus meninggalkan tempat kerja bahkan dapat dilakukan saat dirumah sambal memberikan dampak positif pada remaja.   Reproductive health problems in adolescents such as out-of-wedlock pregnancies and pregnancies at too early an age can arise due to a lack of knowledge about reproductive health and prevention of teenage pregnancy. This research aims to determine the effectiveness of online health education on knowledge about adolescent reproductive health among PGRI Blahbatuh Vocational School students. This Pre Experimental Design research uses a One Group Pretest Posttest Design approach. The sample was 118 respondents who met the inclusion criteria using the Proportionate Simple Random Sampling sampling technique. Data were collected using a reproductive health knowledge questionnaire that had been tested for face validity. Data were analyzed using the Willcoxon test. Based on the Willcoxon test, the results show that providing online education has been proven to be effective in increasing the knowledge of PGRI Blahbatuh Vocational School students (p-value 0.000). Health workers are expected to consistently apply online methods in providing health education because they can still play a real role without having to leave the workplace and can even do it at home while having a positive impact on teenagers.
Status Perokok dan Nilai Saturasi Oksigen Pasca Anestesi Umum Sumarno , Altharikh Syah Alam; Suryani, Roro Lintang; Suandika, Made
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.353

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2017 menyatakan bahwa di asia memiliki prevalensi perokok yang tinggi. Perilaku merokok dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang dampaknya memengaruhi organ paru-paru, kadar saturasi oksigen dan merupakan kebiasaan yang tidak bermanfaat bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status perokok dengan nilai saturasi oksigen (SPO2) pasca anestesi umum. Penelitian ini menggunakan deskritif analitik dangan pendekatan cross secstional. Pengambilan sampel menggunakan Cross Sectional yaitu dimana peneliti mendapatkan responden yang tersedia sesuai dengan kriteria penelitian. Analisis data menggunakan uji koefiensi kontingensi C. Hasil Penelitian ini menunjukan ada hubungan atara status perokok dengan nilai saturasi SPO2 dengan nilai chi-square dengan nilai probabilitas 0,000 ˂ 0,05. Hal ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara status perokok dengan nilai saturasi SPO2 pasca anestesi umum di RSUD. Saran pada penelitian ini betapa bahayanya rokok itu sendiri dikarenakan dalam kandungan rokok itu memiliki 4000 zat kimia yang sangat bahaya yang dapat menyebabkan peurunan saturasi.   The World Health Organization (WHO) in 2017 stated that asia have a high prevalence of smokers. Smoking behavior can pose various health risks that affect the lungs, oxygen saturation levels and is a habit that is not beneficial to human health. This study aims to determine the relationship between smoking status and post-general anesthesia oxygen saturation values (SPO2). This study uses descriptive analytic with a cross-sectional approach. Sampling using Cross Sectional, namely where researchers get available respondents according to the research criteria. Data analysis used the contingency coefficient test C. The results of this study showed that there was a relationship between smoking status and SPO2 saturation value with a chi-square value with a probability value of 0.000 ˂ 0.05. This shows that there is a relationship between smoking status and post-general anesthesia SPO2 saturation values in hospitals. Suggestions in this study how dangerous cigarettes themselves are because cigarettes contain 4,000 very dangerous chemicals that can cause a decrease in saturation..