cover
Contact Name
Suniya Dewi
Contact Email
suniyadewi0285@gmail.com
Phone
+6281804125177
Journal Mail Official
info@balimedikajurnal.com
Editorial Address
Jl Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali, Indonesia 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali Medika Jurnal
ISSN : 26157047     EISSN : 26146517     DOI : https://doi.org/10.36376/bmj
Core Subject : Health,
BMJ bertujuan memprakarsai dan merangsang penelitian berdampak tinggi dan inovatif yang relevan bagi akademisi dan praktisi di industri kesehatan. Audiensi publikasi ini utamanya terdiri dari akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi dan semua yang tertarik pada bidang penelitian kesehatan. Jurnal ini menerima artikel dari para praktisi dan akademisi serta penelitian kualitatif dan kuantitatif. Setiap makalah akan dinilai berdasarkan standar nasional, orisinalitas / inovasi kertas, kontribusi terhadap pengetahuan, relevansinya dengan subjek dan kualitas penyajiannya. Makalah-makalah tersebut akan direview oleh mitra bestari yang kredibel dan dapat dipercaya.
Articles 225 Documents
Pengaruh pendidikan kesehatan metode storytelling tentang pencegahan covid-19 terhadap pengetahuan anak : The influence of health education method storytelling on prevention of covid-19 on children’s knowledge Cunha, Theresia Syrilla Da; Nababan, Sudarwati; Wida, Agustina Sisilia Wati Dua
Bali Medika Jurnal Vol 9 No 3 (2022): Bali Medika Jurnal Vol 9 No 3 Desember 2022
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v9i3.313

Abstract

Data Dinas Kesehatan tercatat 2.503 kasus positif covid-19 di Kabupaten Sikka hingga Juli 2021. Infeksi virus covid-19 dapat menyerang sistem pernapasan anak dan berpotensi menularkan pada teman-temannya saat bermain. Oleh sebab itu anak-anak perlu diajarkan cara pencegahan covid-19. Puskesmas Kewapante belum pernah memberikan edukasi tentang pencegahan covid-19 pada anak di Desa Umagera. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan pengetahuan anak tentang pencegahan covid-19 sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan metode storytelling. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen one group pretest posttest design. Sampel penelitian 20 anak usia 3-5 tahun terdaftar di Polindes Habilopong, diambil dengan tehnik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner panduan pertanyaan. Anak usia 3-5 tahun diberikan pendidikan kesehatan metode storytelling dilanjutkan demonstrasi cara menggunakan masker. Pendidikan kesehatan diberikan 6 pertemuan masing-masing pertemuan selama 15 menit. Buku cerita yang digunakan adalah 3 buku cerita seri edukasi korona. Analisis data menggunakan uji ranking bertanda wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian ada perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan, nilai z -3934 dengan p value 0,000 lebih kecil dari 0,05. Pendidikan kesehatan menggunakan metode storytelling dikombinasikan dengan demonstrasi sebagai salah satu alternatif metode yang sesuai dengan sasaran anak usia 3-5 tahun.     Recorded by the health public department 2,165 positive cases of Covid-19 in Sikka Regency as of July 2021. Infection with the covid-19 virus can attack a child's respiratory system and has the potential to infect his friends while playing. Therefore, children need to be taught how to prevent Covid-19. Paramedics at the Kewapante Health Center have never provided education about preventing the transmission of covid-19 to children aged 3-5 years in Umagera Village. The results of community service previously found that storytelling is a creative educational strategy and has been proven to increase children's understanding. The purpose of this study was to analyze differences in children's knowledge about preventing transmission of Covid-19 before and after health education using the storytelling method at the Habilopong Polindes. This research is a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The research sample was 20 children aged 3-5 years who were registered at the Habilopong Polindes, who were taken using the total sampling technique. Data collection using a question guide questionnaire. Children aged 3-5 years are given health education using the storytelling method, and storybook media about preventing Covid-19, followed by demonstrations on how to put on and take off masks. Health education is given 6 times with 15 minutes for each meeting. The storybooks used are 3 story books of the corona education series, each book is told in 2 meetings. Data analysis used the Wilcoxon signed ranking test because of the results of the Shapiro Wilk sig test. 0.004 data is not normally distributed. The results of the study showed that there was a significant difference between knowledge before and after health education, the z -3934 with a p-value of 0.000 which was less than 0.05 Health education uses the storytelling method combined with demonstrations as an alternative method that is suitable for children aged 3-5 years.
Analisis Alur Pelayanan Pasien Rawat Jalan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Mata Bali Mandara Khotima, Fitriya Lailatul; Nugraha, I Nyoman Adikarya; Wardhana, Zainal Firdaus
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.278

Abstract

Capaian jumlah pelayanan kesehatan Rumah Sakit Mata Bali Mandara tahun 2020 melampaui target yang telah ditentukan. Adanya potensi pelanggan yang besar harus mampu dijawab melalui alur pelayanan pasien yang baik dan memuaskan. Tujuan penelitian untuk menganalisis alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Mata Bali Mandara. Metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dan pendekatan cross sectional. Partisipan diambil dengan teknik purposive sampling, dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Tahapan analisis data: persiapan analisis data, menghayati data, interpretasi data, verifikasi data, representasi data. Hasil penelitian menunjukkan manajemen alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS kesehatan RSMBM, antara lain: (1) Dalam proses perencanaan (planning) sudah dilakukan sosialisasi dan penerapan alur pelayanan rawat jalan; (2) Dalam proses pengorganisasian (organizing) terdapat faktor yang menjadi penghambat yaitu jumlah SDM yang tidak sesuai kebutuhan; (3) Dalam proses pelaksanaan (actuating) diketahui bahwa waktu tunggu di loket pendaftaran masih menjadi sebuah permasalahan yang harus diselesaikan. Berkas administrasi pasien kurang lengkap, aturan BPJS menggunakan fingerprint, mesin Kios K menjadi faktor penghambat; (4) Dalam proses pengawasan (controlling) meliputi pengawasan dari atasan, rapat rutin, dan survei kepuasan. Simpulan penelitian adalah Rumah Sakit Mata Bali Mandara telah memiliki alur pelayanan rawat jalan namun dalam penerapannya belum optimal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi penyelenggara kesehatan di Rumah Sakit untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang alur pelayanan pasien poliklinik rawat jalan BPJS Kesehatan sebagai wujud pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan dapat memberikan sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan bila diadakan penelitian lebih lanjut terutama dalam bidang alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan.   The achievement of the number of health services at the Bali Mandara Eye Hospital in 2020 exceeded the set target. The existence of large potential customers must be answered through a good and satisfactory patient service flow. The purpose of this research was to analyze the flow of BPJS Health outpatient services at the Bali Mandara Eye Hospital. Qualitative research method with case study design and cross-sectional approach using purposive sampling. Data collection using observation techniques, in-depth interviews, and documentation. Data analysis technique with stages: data analysis preparation, observing data, interpreting data, verifying data, and representing data. The results of the study indicate that the management of the outpatient service flow of BPJS Health RSMBM includes: (1) In the planning process, socialization and implementation of the outpatient service flow has been carried out; (2) In the process of organizing there are inhibiting factor is the number of human resources that are not in accordance with the needs; (3) in the actuating process, it is known that waiting time at the registration counter is still a problem that must be resolved. Patient administration files are incomplete, BPJS rules use fingerprints, Kiosk K machines are inhibiting factors; (4) The control process includes supervision from superiors, regular meetings, and satisfaction surveys. The conclusion from the research of the Bali Mandara Eye Hospital already has an outpatient service flow but its implementation is not optimal. The results of this study are expected to be used as a reference for health providers in hospitals to improve services flow of BPJS Health outpatient, health services to the community and can contribute to the development of science if further research is carried out, especially in the field of BPJS Health outpatient service flow.
Forecasting Jumlah Pasien DBD di BRSUD Kabupaten Tabanan Menggunakan Metode Regresi Linier Made Wahyu Aditya; Sukajaya, I N; Gunadi, I Gede Aris
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kasus DBD dengan pengaruh faktor iklim terhadap penyakit DBD di BRSUD Kabupaten Tabanan. Analisis prediksi dalam penelitian ini menggunakan metode Regresi Linier. Forecasting merupakan pengetahuan tentang memprediksi kejadian dimasa depan dengan menggunakan data lampau. DBD merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh nyamuk pembawa virus Dengue, Berdasarkan data Kemenkes tahun 2020 terdapat 95.893 kasus dengan 661 kasus diantaranya meninggal dunia.. Evaluasi akurasi peramalan menggunakan MAPE dan RMSE . Penelitian ini menghasilkan model Regresi Linier VDBD = 0.492 - 0.124VCH + 0.032 VSU + 0.254 VKU Hasil uji data training dari model yang digunakan untuk memprediksi dengan hasil MAPE 19% dengan katagori Baik, nilai RMSE sebesar 0.156 dan hasil uji data test dari model yang digunakan untuk memprediksi dengan hasil MAPE 35% dengan katagori Wajar, dan nilai RMSE sebesar 0.252. dengan adanya hasil prediksi yang akurat diharapkan manajemen BRSUD Kabupaten Tabanan dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.   This study aims to determine the prediction of DHF cases with the influence of climate factors on DHF at the Tabanan District Public Hospital. Prediction analysis in this study using the Linear regression method. Forecasting is the knowledge of predicting future events using past data. DHF is an infectious disease caused by mosquitoes carrying the Dengue virus. Based on data from the Ministry of Health in 2020 there were 95,893 cases with 661 cases of them dying.. Evaluation of forecasting accuracy using MAPE and RMSE. This study produced a linear regression model VDBD = 0.492 - 0.124VCH + 0.032 VSU + 0.254 VKU. The results of the training data test from the model used to predict with MAPE results of 19% in the Good category, RMSE value of 0.156 and test data results from the model used to predict with a 35% MAPE result with a Fair category, and an RMSE value of 0.252. with accurate prediction results, it is hoped that the management of the Tabanan Regency BRSUD can improve the quality of hospital services.
Pengembangan mHealth: PAD (Public Accsess Defibrillator) Untuk Mengurangi Waktu Tunggu Defibrilasi Pada Pasien Henti Jantung di Luar Rumah Sakit Bawa, Ngakan Nyoman Rai; Herawati, Tuti
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.300

Abstract

Melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dan penggunaan AED (Automated External Defibrilator) dengan tepat adalah dua prioritas resusitasi tertinggi dalam rantai kelangsungan hidup untuk korban henti jantung di luar Rumah Sakit. Praktik kesiapsiagaan darurat yang berkualitas termasuk penggunaan dan penempatan AED di tempat umum masih kurang optimal. Mengingat kelangkaan sumber daya, komunikasi perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami pentingnya memiliki AED di tempat umum. Akses online AED umum dapat diterapkan untuk mengurangi waktu tunggu defibrilasi dan meningkatkan kelangsungan hidup. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan akses online AED umum terhadap waktu tunggu defibrilasi diluar rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan strategi pencarian Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analitic (PRISMA). Penggunaan layanan online akses AED umum berpotensi meningkatkan Tindakan defibrilasi pada pasien yang mengalami henti jantung di luar Rumah Sakit. Berdasarkan hasil telah jurnal didapatkan bahwa ada 11 literatur yang terpilih, 6 jurnal membahas bahwa akses online AED sangat efektif dan kedatangan warga yang dikirimkan oleh aplikasi pesan smartphone sebelum petugas EMS datang, sehingga memberikan peluang untuk penanganan segera korban henti jantung di luar rumah sakit dengan memulai CPR dan defibrilasi menggunakan AED untuk penyelamatan kehidupan. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya pengembangan aplikasi akses online AED umum untuk mengurangi waktu tunggu defibrilasi diluar rumah sakit khususnya di Indonesia.   Performing CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) and using AED (Automated External Defibrillator) properly are the two highest resuscitation priorities in the survival chain for cardiac arrest victims outside the hospital. Quality emergency preparedness practices including the use and placement of AEDs in public places are still suboptimal. Given the scarcity of resources, communication needs to be improved so that people understand the importance of having AEDs in public places. Public AED online access can be implemented to reduce defibrillation wait times and improve survival. The purpose of this paper is to determine the effectiveness of using public AED online access to waiting time for defibrillation outside the hospital. The method used in this study was a literature review with a literature review used in this study using the Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analytic (PRISMA) search strategy. The use of public AED access online services has the potential to increase defibrillation actions in patients who experience cardiac arrest outside the hospital. Based on the results of the journals, it was found 11 selected literatures, 6 of them discussed about AED online access was very effective and the arrival of bystander sent by smartphone message applications before EMS officers arrived, provided an opportunity for immediate treatment of cardiac arrest victims out of hospital by starting CPR and defibrillation using a life-saving AED. Recommendations of this study is the need of developing general AED online access applications to reduce waiting time for defibrillation outside the hospital, especially in Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Rachmawati, Dewi; Putri, Kiki Widyatama; Sepdianto, Tri Cahyo
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.316

Abstract

Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang harus diperhatikan pada pasien diabetes melitus tipe 2 karena menjadi suatu penyebab kematian terutama pada usia lansia sehingga harus diketahui faktor yang memengaruhi hipoglikemia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tentang faktor-faktor yang memengaruhi hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode Literatur Review dengan desain Tradisional Review yang pencariannya melalui database Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct yang ditemukan 6 artikel dengan kriteria inklusi artikel terbitan 6 tahun terakhir (2015-2021), fulltext, menggunakan kata kunci Faktor Risiko or Risk Factor, Hipoglikemia or Hypoglycemia, Diabetes Melitus Tipe 2 or Type 2 Diabetes. Penelususan literatur menggunakan PEOS (P= pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipoglikemia, E= tidak ada, O= faktor-faktor yang memengaruhi hipoglikemia, S= Cross Sectional, Case-Control, dan Cohort). Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memengaruhi hipoglikemia meliputi, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, usia, sikap, pengetahuan, BMI yang rendah, terapi insulin+sulfonylurea+anti hiperglikemik agen, monitoring gula darah mandiri, HDL-C, LDL-C, TG, durasi lamanya diabetes, adanya infeksi dan komorbid, olahraga yang berlebih, HbA1c, dan pola makan. Kesimpulannya, faktor sikap paling dominan karena ketika seseorang menerima hal baru maka ia akan menyikapinya dengan positif atau pun negatif sehingga akan menimbulkan terjadinya suatu perilaku tertentu. Saran bagi penderita hipoglikemia agar menjaga kesehatan, rutin kontrol, dan kebugaran diri serta pada fasilitas kesehatan perlu diadakan edukasi untuk mencegah risiko dan tanda gejala penyakit hipoglikemia.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA TENTANG MANAJEMEN NYERI HAID/DISMINORE DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK AKUPRESUR DAN MINUMAN JAHE PADA SISWA SMK KESEHATAN PGRI DENPASAR Komang Rosa Tri Anggaraeni; Harditya, Kadek Buja; Wahyuningsih, NLG Nita Sri
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.322

Abstract

Latar Belakang : Nyeri haid atau dismenore merupakan kondisi yang mengganggu sebagian besar wanita saat menstruasi tanpa memandang usia dengan presentase terbanyak diusia remaja awal yang baru mengalami menarche. Dismenore dapat diatasi dengan dua cara yaitu terapi dengan menggunakan obat dan tanpa menggunakan obat. Terapi yang dapat dilakukan tanpa menggunakan obat adalah terapi akupresur dan pemberian minuman jahe Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar tentang manajemen nyeri haid dengan tekhnik akupresur dan minuman herbal jahe. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 40 orang orang siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Program SPSS for Windows 20,0 version. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswi dalam melakukan manajemen nyeri haid dengan menggunakan tekhnik akupresur dan minuman herbal jahe yaitu pada pre test di dapatkan hasil bahwa siswi dengan kategori pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (35 %) dan kategori pengetahuan baik sebanyak 26 orang (65 %) sementara hasil post test seluruh siswi yang berjumlah 40 orang berubah ke kategori baik Kesimpulan : Pemberian edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar
Pengaruh Senam Ibu Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil Trimester III Ani, Ni Wayan Misi; Nurtini , Ni Made; Dewi , Ni Wayan Erviana Puspita
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.323

Abstract

Nyeri pinggang adalah salah satu rasa tidak nyaman yang paling umum selama kehamilan. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, postur wanita berubah untuk mengkompensasi berat uterus yang sedang tumbuh, bahu akan tertarik kebelakang sebagai akibat pembesaran abdomen yang menonjol. Salah satu intervensi non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri pinggang adalah senam hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil dengan penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Jenis penelitian ini pre-eksperimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Sukawati I berjumlah 60 orang. Sampel sebanyak 20 orang dengan teknik purposive sampling yang dilakukan dari tanggal 1 September 2022 sampai 1 Oktober 2022.Teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon. Analisis univariat menunjukkan didapatkan ibu hamil trimester III mengalami nyeri pinggang skala nyeri ringan dengan jumlah 13 responden (65,0%) sebelum melakukan senam hamil sedangkan setelah melakukan senam hamil sebagian besar ibu hamil tidak ada nyeri dengan jumlah 12 responden (60,0%). Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dengan hasil bahwa ρ value <0,001. Hal ini berarti propabilitas < level of significance (α=0,05), dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Ada pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Ibu hamil trimester III diharapkan terus aktif mengikuti senam hamil.   Low back pain is the most common discomfort during pregnancy. As the gestational age increases, a woman's posture changes to compensate for the growing weight of the uterus. The shoulders will be pulled back as a result of the protruding enlarged abdomen. One of the non-pharmacological interventions to reduce the intensity of low back pain is pregnancy exercise.To identify the influence of pregnancy exercise toward law back pain reduction in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center.This study employed pre-experimental with One-Group Pretest-Posttest Design. The population of this study were 60 pregnant women in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center. There were 20 respondents recruited as sample of the study which were selected by using purposive sampling which carried out from September 1st 2022 to October 1st 2022. The data were analyzed by using Wilcoxon test. Univariate analysis showed that there were 13 respondents (65.0%) of third trimester pregnant women experienced mild low back pain before doing pregnancy exercise and there were 12 respondents (60.0%) of pregnant women did not experience low back pain after doing pregnancy. Bivariate analysis used the Wilcoxon test with the result that ρ value <0.001. This meant that the probability < level of significance (α = 0.05), thus H0 was rejected and H1 was accepted.There is an effect of pregnancy exercise toward law back pain reduction in third trimester of pregnant women at Sukawati I Public Health Center.
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Rahayuni, Ni Wayan Sri; Sagitha, I Gede Edy; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.326

Abstract

Faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak penting diketahui untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu lingkungan Kelurahan Panjer, pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Sampel penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun yang datang ke posyandu di Kelurahan Panjer dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasilnya, Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dan jumlah saudara dengan status perkembangan usia 1-3 tahun dengan nilai p-value > 0,05. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan p-value < 0,05. Status gizi merupakan faktor yang paling signifikan terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Faktor status gizi adalah yang paling signifikan.   Factors that can affect children's growth and development are important to know to achieve optimal growth and development. This study aims to determine the factors associated with the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The study used a cross sectional design. The research was conducted at the Posyandu in the Panjer Village neighborhood, from August to October 2022. The sample of this study were all parents who had toddlers aged 1-3 years who came to the posyandu in Panjer Village by meeting the inclusion and exclusion criteria. As results, there is no significant relationship between birth weight and the number of siblings with the developmental status of 1-3 years old with a p-value> 0.05. There is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education with the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value <0.05. Nutritional status is the most significant factor in the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value of 0.001.In Conclusion, there is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education on the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The nutritional status factor is the most significant.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Nurtini, Ni Made; Dewi, Komang Ayu Purnama; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.327

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.   Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome.
GAMBARAN SKRINING HASIL PEMERIKSAAN HBsAg PADA PASIEN PRE-HEMODIALISIS DI RSUD WANGAYA TAHUN 2021 Antika, Novia Putri; Prasetya, Didik; Wirawati, Ida Ayu Putri
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.330

Abstract

Perhimpunan Nefrologi Indonesia telah mensyaratkan tentang keharusan pemeriksaan yang dilakukan sebelum melakukan hemodialisis salah satunya yaitu pemeriksaan HBsAg. Pasien hemodialisis berisiko tinggi untuk terinfeksi virus hepatitis B karena memiliki daya tahan tubuh yang turun dan infeksi virus yang ditularkan melalui darah. Hemodialisis menjadi tindakan yang sangat membantu pasien PGK untuk memperpanjang usia pasien. Tes HBsAg diperlukan untuk memastikan keberadaan virus hepatitis B di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran hasil skrining pemeriksaan HBsAg pada pasien pre-hemodialisis di RSUD Wangaya tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data sekunder. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 63 pasien yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian berdasarkan usia menunjukkan proporsi terbanyak pada pasien dengan usia 20-60 tahun sebanyak 39 (61,9%) dan pasien >60 tahun sebanyak 24 (38,1%). Berdasarkan jenis kelamin menunjukan proporsi laki-laki lebih banyak yaitu sebanyak 38 (60,3%) dan perempuan sebanyak 25 (39,7%). Hasil dari pemeriksaan skrining HBsAg didapatkan pasien negatif HBsAg sebanyak 62 pasien (98,4%) dan positif sebanyak 1 pasien (1,6%). Hasil dari pengelompokan berdasarkan diagnosa yaitu diagnosa terbanyak adalah hipertensi sebanyak 14 pasien (22,2%) dan diagnosa Diabetes melitus sebanyak 13 pasien (20,6%). Skrining hepatitis B perlu dilakukan saat pertama kali hemodialisis agar dapat menjaga keselamatan kerja petugas kesehatan dan mencegah penularan terhadap pasien lainnya. Kata Kunci: Hepatitis B, Hemodialisis, Gagal ginjal kronik