cover
Contact Name
Suniya Dewi
Contact Email
suniyadewi0285@gmail.com
Phone
+6281804125177
Journal Mail Official
info@balimedikajurnal.com
Editorial Address
Jl Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali, Indonesia 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali Medika Jurnal
ISSN : 26157047     EISSN : 26146517     DOI : https://doi.org/10.36376/bmj
Core Subject : Health,
BMJ bertujuan memprakarsai dan merangsang penelitian berdampak tinggi dan inovatif yang relevan bagi akademisi dan praktisi di industri kesehatan. Audiensi publikasi ini utamanya terdiri dari akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi dan semua yang tertarik pada bidang penelitian kesehatan. Jurnal ini menerima artikel dari para praktisi dan akademisi serta penelitian kualitatif dan kuantitatif. Setiap makalah akan dinilai berdasarkan standar nasional, orisinalitas / inovasi kertas, kontribusi terhadap pengetahuan, relevansinya dengan subjek dan kualitas penyajiannya. Makalah-makalah tersebut akan direview oleh mitra bestari yang kredibel dan dapat dipercaya.
Articles 225 Documents
Gambaran Hasil Pemeriksaan HBsAg pada Cleaning Service Rumah Sakit Sayekti, Sri; Kusumawardhani , Emi; Impron , Ali
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.355

Abstract

Hepatitis merupakan penyakit yang sering menyebabkan inflamasi pada hati. Cleaning service bertanggung jawab menjaga kebersihan rumah sakit karena lingkungan rumah sakit yang kotor meningkatkan risiko penularan penyakit. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar pegawai cleaning service di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombangsudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar contohnya penggunaan handscoon, masker, dan pelindung kaki (sepatu). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) pada Cleaning Service Rumah Sakit di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh petugas cleaning service RS NU Jombangyang berjumlah 15 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling. Variabel penelitian adalah pemeriksaan HBsAg pada cleaning service. Pengambilan data HbSAg. dengan Immunochromatography. Data diolah menggunakan Editing, coding, tabulating. Analisa data Hasil pemeriksaan HBsAg pada cleaning service, diperoleh seluruh responden negatif (-) berjumlah 15 orang (100 %). Kesimpulan penelitian ini adalah seluruh petugas cleaning service tidak terinfeksi virus Hepatitis. Saran bagi Rumah Sakit diharapkan dapat mempertahankan peraturan penggunaan alat pelindung diri serta dilakukan pengawasan pada saat petugas cleaning service sedang bertugas.   Hepatitis is a disease that often causes inflammation of the liver. Cleaning services are responsible for maintaining hospital cleanliness because a dirty hospital environment increases the risk of disease transmission. Preliminary studies show that most cleaning service employees at Nahdlatul Ulama Hospital Jombang Regency already wear Personal Protective Equipment (PPE) correctly, for example the use of handscoons, masks, and foot protectors (shoes). The purpose of this study is to Know the Description of HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) in hospital’s cleaning service. This study used a descriptive method. The population in this study were all of hospital’s cleaning servive which amounted to 15 people. Total sampling was used in this study. The results of HBsAg examination on cleaning services were used as research variables. Immunochromatography Method Data were processed using Editing, coding, tabulating. Data analysis used univariate analysis The results of HBsAg examination at cleaning services, obtained all negative respondents (-) totaling 15 people (100%) and positive test results (+) were not found. The conclusion in this study is that all cleaning service workers are not infected with the hepatitis virus. Advice for hospitals was expected to maintain regulations on the use of personal protective equipment and supervision when cleaning service personnel are on duty.
Perbedaan Posisi Elevasi Kaki dan Posisi Trendelenburg terhadap Kestabilan Tekanan Darah Pasca Induksi Spinal Anestesi Febrianor , M; Suandika , Made; Yudono , Danang Tri
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.356

Abstract

Salah satu komplikasi akut yang terjadi pada spinal anestesi ialah penurunan tekanan darah pasca induksi. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah hat tersebut adalah elevasi kaki atau posisi Trendelenburg dan terbukti dapat mempertahan kan kestabilan tekanan darah pada pasien spinal anestesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tekanan darah pasca induksi, pasca intervensi Elevasi Kaki 45º dan posisi 10º Trendelenburg. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif, desain two group pretest posttest. Sampel penelitian 54 responden pasca anestesi dengan teknik sample purposive sampling, uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk serta analisis data yang digunakan adalah uji paired t-test dan independent t-test. Hasil independent t test diperoleh kelompok TDS setelah intervensi yaitu nilai p = 0.000 < 0.05, lalu TDD setelah intervensi dengan nilai p = 0.036 < 0.05 maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara TDS dan TDD pada masing masing kelompok intervensi, nilai rata-rata menunjukkan posisi 10º T memiliki pengaruh dalam menstabilkan tekanan darah dari pada posisi EK 45º, dilihat dari rata-rata nilai pada 10º T ialah 136.96 (TDS) 75.30 (TDD), lalu pada EK 45º ialah 120.11 (TDS) dan 72.52 (TDD). Kesimpulannya, hasil penelitian pada kelompok 10º T dapat memberikan kestabilan tekanan darah dibandingkan posisi EK 45º.   One of the acute complications that occurs in spinal anesthesia is a decrease in blood pressure after induction. One of the actions that can be taken to prevent hat is leg elevation or Trendelenburg position and has been proven to maintain blood pressure stability in spinal anesthesia patients. The Objective is to identify post-induction blood pressure, post-intervention 45º leg elevation and 10º Trendelenburg position. This study uses quantitative, two group pretest posttest design. The research sample was 54 respondents after anesthesia with purposive sampling technique, normality test with Shapiro-Wilk test and data analysis used was paired t-test and independent t-test. The results of the independent t test obtained by the TDS group after the intervention are p value = 0.000 <0.05, then TDD after the intervention with a p value = 0.036 <0.05, it is concluded that there is a significant difference between TDS and TDD in each intervention group, the average value shows that the 10º T position has an influence in stabilizing blood pressure than the 45º EK position, this can be seen from the mean value at 10º T is 136.96 (TDS) 75.30 (TDD), then at 45º EK is 120.11 (TDS) and 72.52 (TDD). In Conclusion, the results of the study in the 10º T group can provide blood pressure stability compared to the 45º EK position.
Efektivitas Aromaterapi Jahe terhadap Penurunan Mual Muntah Ibu Hamil: Studi Kuasi-Eksperimental Putri, Gusti Arya Agung Ayu Davina Hindira; Nurtini, Ni Made; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.359

Abstract

Mual muntah kehamilan yang tidak tertangani secara cepat dan tepat dapat mengakibatkan kekurangan energi kronik (KEK), anemia, hingga peningkatan angka kematian pada ibu dan bayi. Mengatasi mual muntah kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan aromaterapi jahe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aromaterapi jahe terhadap penurunan mual muntah ibu hamil trimester I di Puskesmas Penebel II. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperiment yang menggunakan pendekatan pretest- posttest desain without control terhadap 8 orang responden dengan teknik pengambilan sample adalah purposive sampling. Kuisioner penelitian adalah instrumen baku, yaitu PUQE-24 yang digunakan untuk menentukan derajat mual muntah responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis bivariat, diperoleh nilai median posttest sebesar 3,5 dan pretest sebesar 7,5 dengan p-value sebesar 0,010 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara penurunan mual muntah ibu hamil trimester I di Puskesmas Penebel II dengan pemberian aromaterapi jahe. Diharapkan penggunaan aromaterapi jahe dapat ditingkatkan karena terbukti efektif untuk mengatasi mual muntah selama kehamilan.   The nausea and vomiting of pregnancy can result in chronic energy deficiency (CED), anemia, and increased mortality rates in mothers and babies if they are not treated quickly and appropriately. Treating pregnancy nausea and vomiting can be done in various ways, such as using ginger aromatherapy. This study aimed to find out the effectiveness of ginger aromatherapy on reducing nausea and vomiting of first trimester pregnant women at Penebel II Public Health Center. This study employed quantitative study with a quasi-experiment design that uses a pretest-posttest approach without control design on 8 respondents which were selected through purposive sampling technique. The research questionnaire used was a standardized instrument - the PUQE-24. The questionnaire was used to find out the degree of nausea and vomiting of respondents. The collected data were analyzed using the Wilcoxon test. Based on the results of bivariate analysis, the median value of posttest was 3.5 and pretest was 7.5 with a p-value of 0.010 (p <0.05). In conclusion, there was a correlation between the decrease of nausea and vomiting of first trimester pregnant women at Penebel II Health Center and the provision of ginger aromatherapy. It is expected that there will be an increase in the use of ginger aromatherapy since it has been proven effective to overcome nausea and vomiting during pregnancy.
Penurunan Kadar Glucosa Darah pada Anak-Anak yang Terinfeksi Cacing Ascaris Lumbricoides darmadi, darmadi; Mawaddah , Nurul; Zafrida , Siska
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.362

Abstract

Soil transmitted helminths (STH) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing nematoda usus yang mana proses penularan cacing tersebut melalui siklus tanah. penyakit ini pada umumnya banyak terjadi pada anak-anak terutama pada anak sekolah dasar (SD), penularan oleh cacing ini terjadi akibat perilaku anak-anak yang tidak sesuai dengan standar Kesehatan, diantaranya tidak mencuci tangan sebelum makan dan tidak menggunakan alas kaki pada saat kontak dengan tanah. Anak-anak mendapatkan infeksi karena termakan makanan ataupun minuman yang terkontaminasi dari kotoran yang mengandung telur infektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glucosa darah anak-anak yang terinfeksi oleh cacing Ascaris lumbricoides. Metode penelitian ini adalah Cross Sectional. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 5 orang anak yang mengalami infeksi cacing Ascaris lumbricoides diperoleh kadar glucose darah diantaranya respoden 1 yaitu 78 mg/dl, responden 2 yaitu 68 mg/dl, responden 3 yaitu 67 mg/dl, responden 4 yaitu 66 mg/dl dan responden 5 66 mg/dl. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa anak-anak yang terinfeksi oleh cacing Ascaris lumbricoides mengalami penurunan kadar gula darah.   Soil transmitted helminths (STH) is a disease caused by parasitic intestinal nematode worms where the process of transmission of these worms is through the soil cycle. This disease generally occurs in many children, especially elementary school children, transmission by this worm occurs due to children's behavior that is not in accordance with health standards, including not washing their hands before eating and not wearing footwear when in contact. with land. Children get infections because they eat food or drink contaminated with feces containing infective eggs. This study aims to determine the blood glucose levels of children infected with the Ascaris lumbricoides worm. This research method is Cross Sectional. Based on the results of research conducted on 5 children who had Ascaris lumbricoides worm infections, blood glucose levels were obtained, including respondent 1, namely 78 mg/dl, respondent 2, namely 68 mg/dl, respondent 3, namely 67 mg/dl, respondent 4, namely 66 mg. /dl and respondent 5 66 mg/dl. The conclusion from research that has been conducted is that children infected with the worm Ascaris lumbricoides experience a decrease in blood glucose levels.
Pengaruh Program Law of Attraction Terhadap Tingkat Stres Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus Supadmi, Ni Luh Putu Arista; Meliana , Kadek Wanda; Adwinayanti , Ni Gusti Ayu Made Aprillia; Agestina , Ni Putu Aggri Sugi; Widiastuti, Ni Wayan Regitha; Utami , Putu Ayu Sani
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.364

Abstract

Orang tua dengan anak berkebutuhan khusus mengalami stres akibat stigma negatif dari masyarakat, rasa khawatir akan masa depan anak, dan kurangnya sistem pendukung sehingga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Perlu adanya program yang mampu mengatasi masalah stres orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh program Law of Attraction terhadap tingkat stres orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Program Law of Attarction menggunakan pendekatan Self Help Group (SHG) dimodifikasi dengan penerapan metode scripting, affirmation, visualization, yoga savasana, dan therapeutic touch dilakukan selama 8 kali pertemuan. Sample melibatkan 14 orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Yayasan Widya Guna Bali. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Data dianalisis dengan Paired T-Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil diperoleh bahwa program Law of Attraction berpengaruh terhadap stres orang tua dengan p-value sebesar 0,005. Program Law of Attraction dapat dijadikan upaya untuk mengatasi stres orang tua dalam pengasuhan anak dengan kebutuhan khusus.   Parents with children with special needs experience stress due to negative stigma from the community, worry about the child's future, and lack of support systems, which affects the child's growth and development. There is a need for a program that can overcome the stress problems of parents with children with special needs. The purpose of this study was to determine the effect of the Law of Attraction program on the stress level of parents with children with special needs. The Law of Attraction program uses a modified Self Help Group (SHG) approach with the application of scripting, affirmation, visualization, yoga savasana, and therapeutic touch methods conducted for 8 meetings. The sample involved 14 parents who had children with special needs at Yayasan Widya Guna Bali. The sampling technique used was total sampling. Data were analyzed by Paired T-Test with a significance level of 95%. The results obtained that the Law of Attraction program affects parental stress with a p-value of 0.005. The Law of Attraction program can be used as an effort to overcome parental stress in caring for children with special needs.
Model Drowning Chain Survival dalam Upaya Mitigasi Life Saving Korban Tenggelam Di Wilayah Pesisir Pantai Yundari, Anak Agung Istri Dalem Hana; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna; Wati , Ni Made Nopita
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.366

Abstract

Penyebab tingginya angka kematian akibat tenggelam salah satunya adalah sistem pertolongan dan pengetahuan penanganan korban yang tidak tepat dan prinsip pertolongan awal yang tidak sesuai. Masyarakat diharapkan mempunyai pengetahuan dasar bagaimana cara memberikan pertolongan pertama yang tepat dan cepat untuk menolong korban tenggelam dan juga memiliki pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama pada tenggelam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi drowning chain survival dalam upaya mitigasi life saving korban tenggelam. Design penelitian ini Pre Experiment dengan One Group Pretest And Posttest Design 40 orang sampel . Analisis data menggunakan analisis Wilcoxon Sign-Rank test dan Mann Whitney Sign Test. Instrumen yang digunakan adalah Materi/modul Model Drowning Chain Survival dan kuesioner pengetahuan tentang penanganan awal korban tenggelam. Hasil peneletian ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan edukasi p=0,000 (p<0,001) , pada kelompok kontrol tidak ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan edukasi p=0,083 (p>0,001). Pengetahuan diperoleh berdasarkan pengalaman dan juga bisa didapatkan melalui informasi yang disampaikan oleh guru, orang tua, buku dan media digital. Diharapkan pemerintah dapat secara rutin mengadakan kegiatan pemberian edukasi Model Drowning Chain survival kepada Masyarakat awam untuk meningkatkan pengetahuan dan skill Masyarakat dalam melakukan pertolongan awal korban tenggelam sehingga dapat mengurangi angka mortalitas dan morbiditas.   One of the causes of the high death rate due to drowning is the inappropriate aid system and knowledge of handling victims and inappropriate principles of initial aid. The public is expected to have basic knowledge on how to provide appropriate and quick first aid to help drowning victims and also have basic knowledge about first aid for drowning. The aim of this research is to determine the effect of providing drowning chain survival education in efforts to mitigate the life saving of drowning victims. This research design is Pre Experiment with One Group Pretest and Posttest Design with 40 samples. Data analysis used the Wilcoxon Sign-Rank test and the Mann Whitney Sign Test. The instruments used were the Drowning Chain Survival Model material/module and a knowledge questionnaire about the initial treatment of drowning victims. The research results showed that there was an effect before and after being given education, p=0.000 (p<0.001), in the control group there was no effect before and after being given education, p=0.083 (p>0.001). Knowledge is obtained based on experience and can also be obtained through information conveyed by teachers, parents, books and digital media. It is hoped that the government can routinely hold educational activities on the Drowning Chain survival model to the lay public to increase the public's knowledge and skills in providing initial aid to drowning victims so as to reduce mortality and morbidity rates.
Efektivitas Video Sleep Training Terhadap Pengetahuan dan Sikap Orang Tua dalam Penerapan Sleep Training pada Bayi Novianti , Ni Putu Debby Pramestya; Noriani , Ni Ketut; Indriani , Ni Putu Riza Kurnia
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.371

Abstract

Sleep training merupakan metode pelatihan tidur pada bayi sejak dini. Video sleep training ini diharapkan dapat membantu orangtua mengetahui dan membantu dalam penerapan sleep training yang bermanfaat untuk melatih kemandirian anak sejak dini dan untuk mengurangi resiko SIDS pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas video sleep training terhadap pengetahuan dan sikap orang tua dalam penerapan sleep training pada bayi 4-6 bulan di Desa Darmasaba. Desain penelitian ini menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design, dilakukan di Desa Darmasaba dari Agustus-September 2023 dengan jumlah sampel 25 orangtua, menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil analisis tingkat pengetahuan dan sikap menggunakan uji Wilcoxon Rank Test diperoleh nilai p < 0,05 maka Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa video sleep training efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua dalam penerapan sleep training pada bayi 4-6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan video sleep training efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap orangtua dalam penerapan sleep training pada bayi 4-6 bulan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap terkait sleep training pada orangtua setelah pemberian video sleep training namun orangtua cenderung belum bersedia menerapkan sleep training dikarenakan merasa khawatir kar ena umur yang terlalu dini untuk dilakukan sleep training pada bayi.   Video is a type of audiovisual media that is effectively used for mass, individual and group learning processes. It is hoped that this sleep training video can help parents understand and assist in implementing sleep training which is useful for training children's independence from an early age and reducing the risk of SIDS in infants. To determine the effectiveness of sleep training videos on parents' knowledge and attitude in implementing sleep training for infants 4-6 months in Darmasaba Village.This study employed pre-experimental study with one group pre-test and post-test design. It was conducted in Darmasaba Village from August-September 2023 and there were 25 parents recruited as the sample through total sampling technique. The results of the analysis level of knowledge and attitude using the Wilcoxon Rank Test showed that the P value was <0.05; thus, Ha was accepted. It can be concluded that the sleep training video is effective in increasing parents' knowledge and attitude in implementing sleep training for infants 4-6 months in Darmasaba Village.The results of the study show that sleep training videos are effective in increasing parents' knowledge and attitude in implementing sleep training for infants 4-6 months. There was an increase in knowledge and attitude regarding sleep training among parents after providing sleep training videos. However, parents tended to not be willing to implement sleep training because they were worried of the age was too early to carry out sleep training on infants.
Transformasi Efisiensi Pelayanan Rawat Inap: Analisis Multi-Dimensi Menggunakan Indikator Barber Johnson Pradnyantara, I Gusti Agung Ngurah Putra; Januansyah , Revan; Seha , Harinto Nur; Faidah, Nurul
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.390

Abstract

Dalam statistik rumah sakit terdapat beberapa indikator pelayanan rawat inap, yaitu BOR, AvLOS, TOI, BTO, GDR dan NDR. Pemanfaatan data pelaporan berhubungan dengan mekanisme alur prosedur pelayanan untuk kepentingan internal dan eksternal rumah sakit. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Dkt Dr. Soetarto Yogyakarta, data 3 tahun terakhir terdapat peningkatan indikator pelayanan rawat inap tetapi masih belum masuk kategori efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren indikator pelayanan rawat inap selama 3 tahun terakhir di RS DKT Dr. Soetarto Yogyakarta dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pelayanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan analisis longitudinal yang dikombinasikan dengan wawancara mendalam untuk memahami konteks dan upaya perbaikan yang dilakukan rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan jenis data sekunder yaitu rekapitulasi SHRI pertahun dalam kurung waktu 3 tahun terakhir serta wawancara kepada petugas pelaporan, dari hasil analisis perbandingan indikator pelayanan rawat inap selama 3 tahun terakhir diketahui hanya nilai LOS yang memenuhi standar efisiensi, untuk indikator BOR, TOI, dan BTO belum memenuhi standar barber johnson karena jumlah kunjungan dirumah sakit khususnya rawat inap masih rendah.   In hospital statistics there are several indicators of inpatient services, namely BOR, AvLOS, TOI, BTO, GDR and NDR. The use of reporting data is related to the mechanism for the flow of service procedures for internal and external purposes of the hospital. Based on a preliminary study at Dr. DKT Hospital. Soetarto Yogyakarta, data for the last 3 years shows an increase in inpatient service indicators but it is still not in the efficient category. The aim of this research is to analyze the benefits of inpatient service indicators over the last 3 years. This type of research is descriptive with a qualitative approach with secondary data, namely recapitulation of SHRI per year within the last 3 years as well as interviews with reporting officers. From the results of the comparative analysis of inpatient service indicators over the last 3 years, it is known that only the LOS value meets efficiency standards, for BOR, TOI and BTO indicators do not meet Barber Johnson standards because the number of hospital visits, especially inpatient stays, is still low.
Spiritual Leadership and Caring Behavior: Insights from Indonesian Nursing Practice Sriani, Ni Kadek Ayu; Subhaktiyasa, Putu Gede; Dharma, I Dewa Gede Candra
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.414

Abstract

Inadequate implementation of caring behaviors can negatively impact the quality of nursing care. Several factors, including spiritual leadership, can affect this. However, empirical evidence supporting this relationship is limited. Therefore, this study aimed to explore the relationship between spiritual leadership and nurses' caring behavior. The study used a quantitative design with a sample of 114 nurses through a total sampling technique. The instruments were spiritual leadership and caring behavior questionnaires with a five-point Likert scale that was analyzed using Spearman's Rho correlation test. The findings showed that nurses' understanding of spiritual leadership and caring behavior was in a good category. There was a positive relationship between spiritual leadership and nurses' caring behavior, but the strength of the relationship was relatively weak. Nonetheless, the results indicate the importance of spiritual leadership in nurses' caring behavior in hospital services.   Penerapan perilaku caring yang tidak memadai dapat berdampak negatif terhadap kualitas asuhan keperawatan. Beberapa faktor, termasuk kepemimpinan spiritual, dapat mempengaruhi hal ini. Namun, bukti empiris yang mendukung hubungan ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kepemimpinan spiritual dan perilaku caring perawat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan sampel sebanyak 114 perawat melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepemimpinan spiritual dan kuesioner perilaku caring dengan skala Likert lima poin yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kepemimpinan spiritual dan perilaku caring perawat berada pada kategori baik. Terdapat hubungan positif antara kepemimpinan spiritual dan perilaku caring perawat, namun kekuatan hubungan tersebut relatif lemah. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan kepemimpinan spiritual dalam perilaku caring perawat dalam pelayanan di rumah sakit.
The Inovasi Pendidikan Kesehatan Gigi: Implementasi Video Animasi pada Siswa Sekolah Dasar Wardani, Ni Kadek Devina; Wulandari, Sarah Kartika; Sastamidhyani, Ni Putu Ayu J.
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 Desember 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i2.350

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada anak-anak usia sekolah. Meskipun telah ada upaya pencegahan, efektivitas pendidikan kesehatan gigi menggunakan media inovatif seperti video animasi masih perlu dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan melalui video animasi terhadap tingkat pengetahuan pencegahan karies gigi pada siswa kelas 2 dan 3 di SDN 1 Tamanbali, Bangli. Penelitian desain pre experimental design dengan one group pretest posttest design melibatkan 38 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Intervensi berupa video animasi edukasi berdurasi 10 menit diberikan dalam tiga sesi selama dua minggu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswa tentang pencegahan karies gigi setelah intervensi (p<0,001). Proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 36,8% menjadi 89,5%. Pendidikan kesehatan melalui tayangan video animasi dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan karies gigi pada siswa kelas 2 dan 3 di sekolah dasar. Metode ini berpotensi untuk diintegrasikan ke dalam program kesehatan gigi sekolah untuk meningkatkan literasi kesehatan oral anak-anak.   Dental caries is a significant health problem in school-age children. Although prevention efforts have been made, the effectiveness of dental health education using innovative media such as animated videos still needs to be explored further. This study aims to evaluate the effect of health education through animated videos on the level of knowledge of dental caries prevention in grades 2 and 3 at SDN 1 Tamanbali, Bangli. The study used a pre-experimental design with one group pretest posttest design involving 38 respondents selected using simple random sampling. The intervention in the form of a 10-minute educational animated video was given in three sessions over two weeks. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test. The analysis showed a significant increase in students' knowledge of dental caries prevention after the intervention (p<0.001). The proportion of students with a good level of knowledge increased from 36.8% to 89.5%. Health education through animated videos can improve knowledge of dental caries prevention in grades 2 and 3 in elementary schools. This method has the potential to be integrated into school dental health programs to improve children's oral health literacy.