cover
Contact Name
Taufan harisam
Contact Email
taufan.ltd@gmail.com
Phone
+6285726091301
Journal Mail Official
dinamika.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Suparno Karang Wangkal, Purwokerto, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26862158     DOI : -
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2019)" : 12 Documents clear
PENGEMBANGAN KAPASITAS PENYULUHAN BERBASIS MASYARAKAT BERPERSPEKTIF GENDER DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA DI KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS Dyah Retna Puspita; Wahyuningrat Wahyuningrat; Pawrtha Dharma; Alizar Isna
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.931

Abstract

Banyaknya kasus perceraian dan keluarga “rawan cerai” di Kecamatan Sumbang menuntut peranserta yang lebih besar dari organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kecamatan ini untuk mencegahnya, antara lain melalui kegiatan penyuluhan. Dalam kenyataannya, tingkat kemampuan para pengurus organisasinya baik di tingkat kecamatan maupun desa untuk melakukan penyuluhan yang sesuai dengan permasalahan kebutuhan komunitas setempat masih rendah. Untuk itu dilakukan upaya peningkatan kapasitas kepada mereka melalui kegiatan pelatihan sehari. Sasarannya adalah 24 orang yang terdiri dari Pengurus PKK Kecamatan Pokja I dan Ketua PKK Desa di semua desa. Metodenya adalah pemberian empat materi yang dibutuhkan yakni: (1) Peran strategis PKK dalam Pemberdayaan Keluarga dan Peningkatan Ketahanan Keluarga, (2) Pembangunan Keluarga dan Ketahanan Keluarga, (3) Fenomena Perceraian di Kecamatan Sumbang, serta (4) Penyuluhan Berbasis Komunitas Berperspektif Gender. Pemberian materi dilakukan secara interaktif melalui teknik ceramah dan diskusi yang diakhiri dengan pendampingan pembuatan Rencana Tindak lanjut (RTL). Evaluasi diberikan dengan memberikan sejumlah pertanyaan/pernyataan untuk masing-masing materi melalui teknik pre-test dan post-test yakni pengisian sebelum dan setelah pemnberian materi. Dengan teknik ini diketahui adanya peningkatan pengetahuan yang diterima setelah pemberian materi dari ke-4 materi tersebut. Diketahui pula adanya peningkatan sensitivitas gender melalui RTL yang dibuat yang tidak hanya menyertakan kelompok perempuan/istri sebagai sasaran penyuluhan ketahanan keluargannya, melainkan juga kelompok laki-laki melalui forum RT/RW dan Karang Taruna.Kata kunci: penyuluhan ketahanan keluarga berbasis komunitas berperspektif gender, ketahanan keluarga, keluarga rawan cerai, Kecamatan Sumbang.
PENGUATAN USAHA BUDIDAYA IKAN DENGAN PRODUKSI PAKAN BUATAN SECARA MANDIRI Dian Bhagawati; Siti Rukayah; Agus Nuryanto; Sukirno Sukirno
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.911

Abstract

Abstract Tilapia fish farmers in Kober Village, West Purwokerto Subdistrict have been able to produce single-sex male seeds due to a training that has been conducted by a team from the Biology Faculty of Unsoed. However another problem arose after the success is the increasing need for feed, so they must provide enough costs for feed. Eventually the target audience feels very burdened and wants to make their own feed by utilizing locally available materials. At the request of the young fish famer group, locally called as pokdakan, training has been made in the manufacture of artificial feed made from local raw materials. The aim is to develop appropriate technology that fulfill the needs of the community through training to educate the group members of pokdakan in Kober Village in planning, preparing feed composition, preparing tools and ingredients, mixing feed ingredients, striking and drying feed. The method applied was participatory, with stages of activities in the form of preparation, implementation of training, mentoring, and evaluation. The training activities were run smoothly and obtained a positive response from the target audience. The training participants have been able to produce pellets for fish feed with local raw materials, such as water hyacinth flour and tofu dregs. The pellets have no solid texture and can dry completely by sun-dried for two days, starting at 10:00 to 17:00. The success of making the pellet has increased the confidence of the members of the pokdakan, so as to be able to transmit knowledge that has been obtained to farmers in other villages. In addition, by being able to produce artificial feed independently, it can strengthen the cultivation of tilapia fish occupied so far, and reduce the cost of purchasing feed.
PENGAWASAN BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN BEKICOT PT. KEONG NUSANTARA ABADI (WONG COCO) SERTA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DESA MOJOAYU KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI Yogi Putranto; Achmad Wais; Harwi Fia Maraputra; Bayu Indra Patria
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.921

Abstract

Bekicot (Achantina fulica) merupakan salah satu bahan baku utama dari produk ekspor “bekicot dalam olahan garam” Industri PT. Keong Nusantara Abadi berada di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Keberadaan stock bahan baku bekicot tersebut menjadi penentu industry tersebut. Walaupun PT. Keong Nusantara Abadi juga melakukan diversifikasi usaha berupa nata de coco dengan bahan baku lidah buaya. Selain itu, industri tersebut juga melibatkan kaum perempuan dalam proses pengolahan. Hingga saat ini belum ada penelitian terhadap analisis stock bahan baku serta produksi bekicot untuk kebutuhan industri PT PT. Keong Nusantara Abadi dan peningkatan pendapatan perempuan Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan metode wawancara. Penelitian dilakukan di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Responden dalam penelitian ini antara lain yaitu kepala bidang produksi, kepala bidang quality control dan bagian administrasi PT. Keong Nusantara Abadi (Wong Coco). Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebutuhan bahan baku bekicot selama periode produksi adalah 450 ton/tahun. Kesediaan bahan baku bekicot ini sangat bergantung pada musim penghujan. Keberadaan industri pengolahan bekocot ini menjadi salah satu faktor yang memberikan perubahan pendapatan kaum perempuan di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Kata Kunci: bahan baku, Achantina fulica, pemberdayaan perempuan 
UPAYA PEMBINAAN KETAHANAN SOSIO-BUDAYA REMAJA MELALUI MODEL MONOLINGUISTIK PRANCIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ASING DI SMA NEGERI 4 PURWOKERTO Tri Asiati; Monika Herliana; Rizki Utami
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.938

Abstract

This program generally aims to apply the result of research while the specific objectives are : (1) directing the attitudes and behaviour of teenagers in accordance  with values of local wisdom, (2) instilling a sense of love for national language and culture, (3) instilling a sense of love for regional languages and cultures, (4) inculcating the respect and the tolerance for other languages and other cultures, (5) instilling the universality and the unity of national languages, and (6) fostering the language creativity as a form of teenagers socio-cultural resilience where located at SMA Negeri 4 Purwokerto as a form of applying research results with the title "Adaptasi Model Monolinguistik Prancis dan Eksistensi Lembaga Budaya dalam Meningkatkan Ketahanan Lingua Franka” In this case, the methods used are: presentation, discussion, and practice. Finally, the indicators of success are measured through evaluations with pre-test and post-test in order to determine the effectiveness of the French monolinguistic.
PENYEDIAAN PRASARANA AIR BERSIH DI DESA BINANGUN KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA Gandjar Pamudji; Yanuar Haryanto; Arnie Widyaningrum; Nor Intang Setyo Hermanto; Agus Maryoto
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.939

Abstract

Khalayak mitra dalam Pengabdian Kepada Masyarakat skim KKN Tematik adalah Desa Binangun, Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Permasalahan yang harus diselesaikan adalah kesulitan/kekuerangan ketersediaan air bersih pada saat musim kemarau. Penyelsaian masalah ini dilakukan menjadi dua tahap yaitu tahap pertama melakukan pencarian sumber mata air dengan metode penyeldikan mata air dengan menggunakan geolistrik dan penelusuran sumber mata air di pegunungan Slamet serta membuat penampungan air bersih disekitar lokasi sumber mata air. Tahap kedua adalah menyalurkan air dari penampungan air bersih disekitar lokasi sumber mata air ke pamsimas dusun IV desa Binangun Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Melalui kegiatan KKN Tematik-1 tahun 2018 dan KKN Tematik-2 tahun 2019 serta bantuan dana dari pemerintah setempat maka pendistribusian air dari sumber mata air pegunungan telah dapat dialiri hingga penampungan pamsimas dusun IV desa Binangun.
PENINGKATAN KEMAMPUAN REMAJA SEBAGAI DUTA KESEHATAN DALAM UPAYA PERBAIKAN GIZI DI SMP NEGERI 1 KEMBARAN Hiya Alfi Rahmah; Setiyowati Rahardjo
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.948

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang berisiko menderita anemia dan mulai memperhatikan bentuk tubuh serta membatasi konsumsi makanan dan banyak pantangan terhadap makanan. Remaja merasa lebih nyaman untuk menyampaikan permasalahannya kepada teman sebaya. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan remaja putri terkait pengetahuan tentang anemia remaja, penyebab anemia, mengatasi body image dan perawatan kesehatan remaja. Peningkatan kemampuan remaja putri dapat dijadikan bekal remaja putri dalam memberikan pendampingan pada remaja lain dan penyuluhan di UKS maupun kegiatan lain seperti PMR dan Pramuka. Kegiatan yang dilakukan juga mendukung penyediaan prasarana berupa pojok baca UKS. Metode yang digunakan partisipatif dengan melibatkan mitra sebagai narasumber dan fasilitator. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan anemia diukur berdasarkan perubahan skor pretest dan posttest dengan uji statistik uji T dependen. Dari hasil pre post test pengetahuan 34 siswi, rata-rata pengetahuan pada saat pretest sebesar 61,18 ± 9,7 dan mengalami peningkatan pada saat posttest menjadi 71,57± 9,6. Setelah dilakukan edukasi gizi terdapat peningkatan rata- rata pengetahuan responden sebesar 16,98%. Terdapat perbedaan pengetahuan saat pretest dan post test yang signifikan (p<0,05).  Terpilih 12 siswi dengan peningkatan nilai tertinggi untuk dapat mengikuti pelatihan pengukuran status gizi  dengan tujuan utama memilih 3 siswi sebagai Duta Gizi Kesehatan SMPN 1 Kembaran. Duta kesehatan diharapkan mempunyai tugas sebagai penghubung antara siswa dengan pembina UKS dan tenaga puskesmas karena nantinya duta kesehatan akan selalu berada di tengah-tengah siswa, serta diharapkan dapat menjadi media transfer informasi yang tepat untuk mempercepat proses pendidikan gizi dan kesehatan kepada remaja.
PENINGKATAN KOMPETENSI KADER DAN MONITORING TERHADAP FAKTOR RISIKO PTM (PENYAKIT TIDAK MENULAR) DESA KARANGGINTUNG, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS Gumintang Ratna Ramadhan; Dika Betaditya; Yovita Puri Subardjo; Friska Citra Agustia
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.912

Abstract

Currently there has been a change in causes from infectious diseases to non-communicable diseases (NCD). Posbindu NCD aims to increase community participation in early detection, monitoring and follow-up of NCD risk factors. To be able to achieve these objectives, a large role for cadres is needed. This activity increases the competence of posbindu cadres about the knowledge and skills of posbindu cadres in monitoring risk factors for non-communicable diseases in Karanggintung Village, Sumbang District. The method used in this activity is a participatory method that refers to activities that involve the intended audience for active activities with the aim that an increase in knowledge and special skills in post cadres. Based on the results of evaluations and evaluations that occur skill enhancement is that most cadres are correct in assessing, filling in the monitoring book and having conducted a consultation session. One of the cadres was also quite confident in conducting an assessment using the autocheck tool. Thus, the implementation training in Posbindu Sehat Mulia III Karanggintung Village, Sumbang District, Banyumas Regency, which can improve competence as seen from the cadres knowledge and skills so that it will be improved in optimizing early non-communicable risk factor monitoring.Keywords: cadres, posbindu, non-communicable disease, knowledge, skills
PROSES PEMBUATAN GENTENG SOKKA KEBUMEN Jamrud Aminuddin; Aris Haryadi; Sunardi Sunardi
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.932

Abstract

Proses pembuatan genteng secara keseluruhan dilakukan dalam 4 tahapan utama. Proses tersebut dimulai dari pemilihan bahan baku genteng yang terdiri dari tanah liat dan pasir laut dengan perbandingan 4:1. Kedua bahan baku tersebut dicampur dengan air menggunakan mesin penggiling selama 1 hari. Setelah tercampur secara merata, campuran tersebut dikeringkan dengan angin kembali selama 1 hari sampai kental. Campuran tersebut dihaluskan kembali dengan mesin penggiling selama 1 hari, kemudian dianginkan selama 1 hari. Dari proses pencampuran terakhir, campuran tersebut dicetak dengan mesin press. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 4 hari.  Proses selanjutnya, genteng mentah yang sudah dicetak dikeringkan kembali dengan angin selama 10 hari. Setelah itu, dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4 hari. Genteng kering tersebut disusun dalam tungku pembakaran kemudian dibakar dengan api kecil untuk menghilangkan uap air sekaligus pada bagian ini merupakan proses adaptasi panas pada material genteng. Proses ini dilakukan selama kurang lebih 4 hari. Proses terakhir adalah pembakaran dengan api besar untuk menghasilkan genteng matang. Proses terakhir ini berlangsung selama 2 hari diikuti proses pendinginan selama 2 hari. Jadi secara keseluruhan proses pembuatan genteng Sokka Kebumen biasanya dilakukan selama kurang lebih 30 hari.
PEMBERDAYAAN WIRAISTRI DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRY SABUN HERBAL RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS KELAPA SAWIT (Elais ginesiss Jacq) Sri Dewi Wahyundaru; Rina Wijayanti
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.885

Abstract

Jasa laundry di sekitar Kelurahan Plombokan Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah saat ini terus meningkat dikarenakan adanya potensi usaha dari laundry di dalam perkembangan aktivitas masyarakat, mengingat letak Kelurahan Plombokan sangat strategis yang berada di dekat Pusat Pemerintahan Kota Semarang dan beberapa sekolah. Pengembangan produk sabun herbal yang ramah lingkungan perlu daya dukung baik sarana, prasarana, organisasi, Sumber Daya Manusia maupun pemasaran sebagai strategi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan wiraistri (wirausaha istri) dalam pembuatan, pembukuan, serta pemasaran sabun herbal ramah lingkungan berbahan kelapa sawit (Elais ginesiss Jacq). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi aktivitas berbasis kelompok yang dilakukan secara menyeluruh sehingga mampu mengakomodir seluruh aspek usaha dari peningkatan mindset wirausaha, tersedianya sarana dan prasarana guna menjalankan usaha dari pengembangan manajemen pemasaran melalui pelatihan dan pendampingan produk sabun herbal. Hasil evaluasi pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan wiraistri dalam pembuatan sabun herbal ramah lingkungan.
Peningkatan Pendapatan Melalui Pembuatan Nata de Coco di Kelurahan Bancarkembar Purwokerto Utara Senny Widyaningsih; Zusfahair Zusfahair; Purwati Purwati
Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dj.2019.1.4.895

Abstract

Peningkatan pendapatan melalui pembuatan nata de coco telah dilakukan di Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Sasaran kegiatan ini adalah para pedagang jajanan sekolah. Para pedagang cenderung menggunakan bahan yang murah namun berbahaya sebagai bahan utama jualannya. Hal ini dikarenakan para penjual kebanyakan merupakan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Upaya peningkatan pendapatan sangat diperlukan oleh mereka. Salah satu solusinya adalah dengan membina dan melatih mereka membuat makanan sehat yang dibuat dari bahan yang murah. Nata adalah salah satu makanan yang sehat yang dibuat dari bahan yang murah. Produk nata yang paling mudah pembuatannya adalah nata de coco yang dibuat dari air kelapa dengan metode fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Kegiatan ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah memberikan informasi melalui penyuluhan dan peragaan. Tahap kedua adalah mempraktekkan cara pembuatan nata de coco. Teknologi pembuatan nata ini dapat diterapkan pada para penjual makanan di lingkungan sekolah dasar di Kelurahan Bancarkembar Kabupaten Banyumas.

Page 1 of 2 | Total Record : 12