cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
(0351) 463208
Journal Mail Official
jpak.wina@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soegijopranoto Tromol Pos 13 Madiun
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik
ISSN : 20850743     EISSN : 26557665     DOI : https://doi.org/10.34150/jpak
Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is a scientific communication media intended to accommodate the results of research, study results, or scientific studies related to Catholic Religious Education as a form of contribution to STKIP Widya Yuwana for the development of Catholic Religious Education in general. Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is published by the STKIP Research Institute Widya Yuwana. Publish twice a year (April and October).
Articles 310 Documents
GURU AGAMA KATOLIK DAN PEMBINAAN IMAN REMAJA KATOLIK Jacobus Nurhadi Pujoko
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34150/jpak.v6i3.152

Abstract

Guru Agama Katolik merupakan agen pembaharuan proses pembelajaran Agama Katolik. Sebagai "dokter" pembelajaran Agama Katolik, Guru Agama Katolik diharapkan mampu mendiagnosa dan mengembangkan pembelajaran Agama Katolik. Sebagai tenaga profesional Guru Agama Katolik dituntut untuk menciptakan atmosfir akademik di bidangnya dengan membuat: Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menulis jurnal yang diterbitkan di Jurnal Ilmiah terakreditasi, dll. Guru Agama Katolik yang profesional ini diharapkan menjadi pendamping Remaja Katolik. Profesinya hendaknya dipahami sebagai panggilan dan perutusan Yesus sendiri. Dengan demikian pembelajaran Agama Katolik merupakan sharing pengalaman iman akan Tuhan Yesus. Kesatuan imannya dengan iman remaja akan mengalirkan kesuburan iman akan Yesus Kristus, pusat iman Katolik. Disini Guru Agama Katolik bagaikan bintang kejora yang menerangi dan menuntun remaja Katolik menghampiri tahta Sang Juru Selamat.
MEMPROMOSIKAN AMSAL DALAM KATEKESE KELUARGA Agustinus Wisnu Dewantara
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1797.387 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v6i3.153

Abstract

The Book of Proverbs is a book in both the Tanakh (Judaism), and the Old Testament (Christianity). The book contains some of the most important teaching and instructions in each of their respective Religions. Most scholars believe that Solomon was the writer of at least part of the book Other authors are mentioned as well, but these references are missing in the Greek Septuagint. The Septuagint sees King Solomon as the author of the whole Book of Proverbs This paper will punctuate the option for Christian family to apply Proverbs in family catechesis. Christian family must be helped in according to preach the value of faith. Teaching with Proverbs that influenced by any parents may be the effective evangelization.
MENGAKARKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MELALUI FKUB REMAJA Rosarius Anton Trinendyantoro
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1631.989 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v6i3.154

Abstract

Kemajemukan agama di Indonesia merupakan anugerah Sang Khalik. Oleh karena itu kemajemukan keberagamaan sifatnya kodrati. Namun apabila tidak dikelola dengan baik dan benar akan menjadi sumber mala petaka. Pengelolaan kemajemukan seharusnya dimulai dengan mengakarkan kerukunan di kalangan orang muda (remaja). FKUB remaja merupakan media untuk mengakarkan, menumbuhkan, mengembangkan, dan memelihara kerukunan antar pemeluk agama.
REMAJA: SUMBER DAYA INSANI MENYONGSONG KEMANDIRIAN BANGSA INDONESIA Jacobus Salesius Wibawa Singgih
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.74 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.155

Abstract

Enam puluh lima juta remaja di Indonesia dewasa ini merupakan “sumber daya insani”, penentu kemajuan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang. Persoalannya adalah bagaimana membuat para remaja itu memahami bahwa mereka adalah agen perubahan dan ditangan merekalah bangsa ini akan diwariskan? Satu-satunya jalan ialah menyadarkan para remaja bahwa mereka memiliki tanggung-jawab yang besar dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat atau ber”maksiat”. Penyadaran dilakukan melalui aktivitas-aktivitas ilmiah yang sangat penting bagi remaja untuk memperluas wawasan dan pengetahuanya yang sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa. Dengan terciptanya budaya ilmiah di kalangan remaja merupakan titik tolak terciptanya generasi bangsa yang cerdas dan berilmu pengetahuan.
REMAJA DAN PENGHAYATAN EKARISTI: SUATU HABITUS BARU Ola Rongan Wilhelmus
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.942 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.156

Abstract

Pembaharuan liturgi akan memberi pengaruh yang bertahan lama kepada remaja dalam mengikuti perayaan Ekaristi jikalau para pemimpin Gereja dan petugas pastoral serta umat beriman itu sendiri secara terus menerus membawa remaja kepada Yesus dan InjilNya lewat pembinaan iman dan cara hidup komunitas Ekaristi yang berorientasi kepada Injil dan berakar dalam Yesus. Pembinaan iman dan cara hidup yang berakar pada Yesus dan berorientasi kepada Injil ini dapat melahirkan habitus baru dalam diri remaja yaitu perilaku hidup dimana kehidupan seorang remaja tidak lagi dituntun oleh keinginan atau kemauan sendiri melainkan oleh Yesus dan Injil. Hidup seperti ini pada gilirannya akan melahirkan sikap hidup remaja yang penuh kasih dan kebaikan, dan bukannya menjadi pokok persoalan dan kebencian.
REMAJA KATOLIK, GEREJA DAN EKARISTI Agustinus Supriyadi
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1688.187 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.157

Abstract

Di dalam Gereja, setiap anggota memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan tugas dan fungsi tersebut merupakan kekayaan dan nilai terdalam darimisteri Gereja sebagai umat Allah. Remaja dengan segenap kekhasannya juga harus dilihat sebagai kekayaan dan bagian tak terpisahkan dari misteri komunio yang turut memperkaya kehidupan Gereja. Maka, Gereja selain harus memberi tempat kepada remaja dalam keseluruhan karya pastoralnya, berkewajiban pula untuk memberikan kekuatan dan kesegaran kepada remaja dengan memperkuat pondasi iman dan menyegarkannya dengan berbagai pelayanan sakramen, terutama Sakramen Ekaristi. Penghayatan Ekaristi yang benar menjadi dasar bagi penghayatan hidup menggereja sehingga setiap remaja yang merayakan Ekaristi semakin ekaristis dan eklesiologis.
PERAYAAN EKARISTI HARI MINGGU DI PAROKI DAN PERKEMBANGAN HIDUP ROHANI KAUM REMAJA: SEBUAH PELUANG Don Bosco Karnan Ardijanto
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.994 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.158

Abstract

Perayaan Ekaristi hari Minggu di paroki sering dipandang sebagai kegiatan yang bersifat rutinitas belaka. Maka Perayaan Ekaristi masih kui'ang mendapatkan perhatianyang seharusnya. Namun fakta menunjukkan bahwa umat masih tetap datang dan berkumpul menghadiri Perayaan Ekaristi hari Minggu. Ini membuktikan bahwa Perayaan Ekaristi hari Minggu masih mendapat tempat yang istimewa di hati umat beriman, termasuk remaja. Untuk itu para petugas pastoral, khususnya para imam, hendaknya memanfaatkan dengan baik berbagai peluang perayaan Ekaristi hari Minggu untuk membantu mengembangkan hidup rohani umat maupun hidup rohani remaja. Melakukan persiapan yang serius, mengembangkan kreatifitas, serta memanfaatkan berbagai kemungkinan penyesuaian yang dapat dilakukan dalam perayaan Ekaristi membantu terwujudnya pengembangan hidup rohani umat, terutamahidup rohani remaja.
STRATEGI MENJADIKAN REMAJA MUSIM SEMI BAGI MASYARAKAT, BANGSA DAN GEREJA Antonius Tse
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.086 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.159

Abstract

Dalam beberapa kasus, misalnya; pencurian, pembunuhan, perampokan, penyebaran, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dsb, remaja tidak hanya menjadi korban melainkan telah berperan sebagai aktor intelektual. Menyikapi kondisi ini dibutuhkan strategi yang bermutu berupa upaya-upaya prefentif yang bersifat praktis di antaranya: menata pola pikir, membangun citra diri yang positif, memupuk kepercayaan diri, memekarkan semangat orang kudus, merancang visi hidup, membangun sinergi, dan dilandasi semangat kasih Kristus. Dengan strategi ini diharapkan remaja sebagai "musim semi" bagi masyarakat, bangsa dan Gereja dapat diselamatkan. Ekaristi kudus merupakan sumber kekuatan supranatural bagi Gereja untuk melakukan apapun yang baik dan berguna bagi remaja.
PROBLEM REMAJA DAN ABORSI DITINJAU DARI MORAL KATOLIK SERTA USAHA MEMAKNAI LITURGI UNTUK MENGURANGI PRAKTEK ABORSI DI TENGAH REMAJA KATOLIK Antonius Virdei Eresto Gaudiawan
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.714 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.160

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara di mana aborsi banyak terjadi. Dari 2,3 juta aborsi yang terjadi di Indonesia, 30 persennya dilakukan oleh remaja. Aborsi dikalangan remaja umumnya disebabkan oleh kehamilan yang tidak diingink:an, rendahnya pendidikan seksualitas dan moral seksual bagi remaja, tiadanya pendidikan dan konsientitasi tentang aborsi, dan budaya patriarkal yang masih kuat. Gereja Katolik dipanggil untuk bersama dengan berbagai pihak bekerja keras menekan lajunyapertumbuhan aborsi di kalangan remaja dengan mengembangkan pola pendidikan seksualitas dan moral seksual yang tepat, konsientisasi tentang aborsi dan prosesaborsi, usaha konsientisasi untuk masyarakat umum terhadap realitas kehamilan tak diinginkan, mengembangkan serta mempromosikan berbagai tempat yang bisa menampung para wanita yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.
DOSA DAN RAHMAT SAKRAMEN PENGAKUAN -- DOSA BAGI REMAJA Robertus Joko Sulistyo
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.938 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.163

Abstract

Rahmat sakramen tobat berdayaguna untuk memulihkan kembali hidup remaja dan membuatnya menjadi anak Allah lagi setelah jatuh dalam dosa. Namun minimnya pemahaman remaja tentang hakikat sakramen tobat, kekayaan rahmat yang terkandung di dalamnya, maupun tata cara penerimaannya menyebabkan remaja enggan untuk menerima sakramen to bat. Di sini Gereja, terutama para petugas pastoral dipanggil untuk memberikan gambaran yang terang tentang kekayaan rahmat Allah dalam sakramen tobat sehingga remaja sadar dan giat untuk menimba rahmat Allah yang melimpah dalam sakramen tobat.

Page 10 of 31 | Total Record : 310