cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
(0351) 463208
Journal Mail Official
jpak.wina@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soegijopranoto Tromol Pos 13 Madiun
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik
ISSN : 20850743     EISSN : 26557665     DOI : https://doi.org/10.34150/jpak
Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is a scientific communication media intended to accommodate the results of research, study results, or scientific studies related to Catholic Religious Education as a form of contribution to STKIP Widya Yuwana for the development of Catholic Religious Education in general. Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is published by the STKIP Research Institute Widya Yuwana. Publish twice a year (April and October).
Articles 310 Documents
REMAJA DAN MASA DEPANNYA: SEBUAH UPAYA PASTORAL BAGI REMAJA Albert I Ketut Deni Wijaya
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.095 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.164

Abstract

Ketidakpastian tentang masa depannya menyebabkan remaja sering gelisah. Secara positifkegelisahan ini wajar karena remaja tidak memahami akan seperti apa masa depannya sehingga terdorong untuk menyiapkan diri sebaik mungkin. Namun apabila keadaan ini tidak disikapi secara tepat justru akan menyebabkan remaja putus asa dan jatuh terpuruk, bahkan teralienasi dari Gereja, lingkungan sekitar dan Tuhan. Gereja dipanggil untuk membantu remaja mempersiapkan masa depannya melalui pendampingan pastoral dengan tujuan memberi kemampuan dan kepercayaan diri pada remaja agar mampu mengatasi sendiri berbagai persoalan dan konflik yang dihadapi serta mempersiapkan masa depan remaja dan Gereja itu sendiri. Bentuk pendampingan yang paling riil adalah pendampingan melalui sakramen rekonsiliasi dan reksa pastoral remaja.
BELAJAR SEBAGAI AKTIVITAS REMAJA MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN Agustinus Wisnu Dewantara
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.401 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.165

Abstract

Masa depan, cepat atau lambat niscaya akan menghampiri remaja. Karena itu remaja harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong masa depan. Belajar mempakan salah satu aktivitas yang perlu dikembangkan sejak dini oleh remaja sebagai bekal menghadapi masa depan. Selain sebagai bekal menghadapi masa depan, dengan belajar remaja semakin mengenal, mengimani dan hidup sesuai dengan kehendak Allah. Sebab, aktivitas belajar pada hakekatnya merupakan aktivitas pencarian kebenaran, hingga sampai kepada Kebenaran Tertinggi, yakni Allah sendiri. Melalui Ekaristi remaja benar-benarbersatu dengan Sang Kebenaran dan belajar memaknai peristiwa kekinian untuk meraih masa depan yang gemilang dalam terang iman.
PROBLEM REMAJA DAN PENILAIAN MORAL KATOLIK TENTANG SEX DI LUAR NIKAH Andreas Suparto
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.287 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.167

Abstract

Pengaruh perkembangan zaman sering menempatkan remaja pada posisi dilematis di mana di satu sisi mereka diharapkan menjadi generasi penerus, tetapi pada sisi lain mereka dihadapkan pada masalah rawannya pergaulan akibat arus perkembangan zaman tersebut. Minimnya pengetahuan tentang sex dan kurangnya keteladanan serta lemahnya pendampingan dari orang dewasa semakin memperparah situasi ini. Oleh karena itu peran serta berbagai pihak khususnya pihak Gereja Katolik sangat diperlukan dalam proses pendampingan dan pembentukan pribadi remaja yang bertanggungjawab dan bermoral baik. Melalui pendampingan yang baik diharapkan remaja senantiasa bertindak benar, termasuk dalam prilaku seksual.
ANIMASI PERAYAAN TOBAT YANG TEPAT BAGI REMAJA Aloysius Suhardi
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.158 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.168

Abstract

Salah satu masalah yang menonjol berkaitan dengan penerimaan Sakramen Tobat di kalangan remaja adalah kurangnya antusiasme untuk menerima Sakramen Tobat. Indikasinya ialah remaja jarang mengaku dosa, yang sebenarnya menunjukkan bahwa remaja kurang menghargai Sakramen Tobat. Ada tiga alasan yang menyebabkan remaja kurang menghargai Sakramen Tobat, yaitu: a) remaja tidak mengerti konsep dosa, b) hilangnya kesadaran sebagai orang berdosa, dan c) tidak adanya penyembuhan pasca pengakuan dosa. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi terhadap perilaku remaja dalam konteks kebudayaan modern yang mempengaruhi cara pandang remaja tentang dosa; merekontruksi kembali liturgi tobat agar sesuai dengan kebutuhan remaja saat ini; dan menemukan format pelayanan liturgi tobat yang sesuai dengan cita-rasa kaum remaja zaman ini. Dengan demikian kita berharap remaja semakin tertarik untuk menerima Sakramen Tobat.
KAUM MUDA KATOLIK, EVANGELISASI DAN KITAB SUCI Agustinus Supriyadi
Bahasa Indonesia Vol 8 No 4 (2012): Oktober 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.566 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v8i4.169

Abstract

Tugas mewartakan Injil Kerajaan Allah merupakan tugas semua anggota Gereja, termasuk di dalamnya adalah Kaum Muda Katolik. Subyek perutusan adalah Gereja, yaitu umat beriman itu sendiri. Iman yang diajarkan oleh Gereja dihidupi oleh Gereja itu sendiri. Kitab Suci dan kegiatan mewartakan lnjil Kerajaan Allah sangat erat berkaitan, karena isi pewartaan bersumber terutama dari Kitab Suci dalam kesatuan dengan Tradisi. Kitab Suci menjadi pendamping utama bagi kaum muda dalam rangka ikut serta melaksanakan tugas perutusan mewartakan Injil Kerajaan Allah.
PELUANG PASTORAL KERASULAN KITAB SUCI BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI ERA DIGITAL Aloysius Suhardi
Bahasa Indonesia Vol 8 No 4 (2012): Oktober 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1973.289 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v8i4.170

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapat gambaran umum tentang minat orang muda Katolik terhadap pendalaman Kitab Suci dan mutu pengetahuannyaakan Kitab Suci. Berdasarkan "jajak pendapat" melalui angket kepada 104 Orang Muda Katolik di Madiun ditemukan gambaran bahwa dari aspek minat, hampir semua responden menyatak:an berminat memperdalam Kitab Suci (96 atau 92.3%). 92 atau 88,5% responden berminat mendalami Kitab Suci dalam Kelompok. Namun, dari tingkat pengetahuan responden akan Kitab Suci berada pada level memprihatinkan. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya Pastoral Kerasulan Kitab Suci yang lebih menarik bagi Orang Muda Katolik. Upaya-upaya yang dimaksud dapat disimak pada bagian saran tulisan ini.
PEMAHAMAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK TENTANG TUGAS MISIONER GEREJA DAN PELAKSANAANNYA DI SLTA KATOLIK KOTA MADIUN Aloysius Iryanto; Don Bosco Karnan Ardijanto
Bahasa Indonesia Vol 19 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.649 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v19i1.171

Abstract

The Sacrament of Baptism and of Confirmation urge the faithful to participate in the mission of the Church. One of various realizations of the Church’s mission is running the Catholic Schools. In other words, all members of a Catholic school: teachers, employees, students, foundations or parents, are called and sent to be involved in the mission of the Church. One of the fruits of carrying out Church missionary duties in Catholic schools is baptism. In 2012-2016 the number of baptisms in the Catholic High Schools in the city of Madiun was 15 people. Starting from the above, several questions can be asked as the starting point of this research: 1) What is the Church’s mission? 2) What is the Church’s mission according to the Catholoc religious educators? 3) How do the Catholic religious educators implement the Church’s mission in the Catholic Senior High Schools in Madiun city? This study aims: describing the understanding of the Church’s mission, to analyze the understanding of Religious Educators on the Church’s mission and to analyze how the religious educators to realize the Church’s mission in the Catholic Senior High Schools in the Madiun city. To achieve these objectives, researcher used qualitative research methods with interview techniques. The respondents of this study were religious educators in four Catholic Senior High Schools in Madiun. The results of the study show that: 1) The Religious Educators know the understanding of the Church’s mission. 2) All faithful are responsible to participate in the Church’s mission. 3) The Religious Educators had to be responsible and to involve in the Church’s mission in Catholic Senior High Schools. 4) The Religious Educators had already done and implemented the Church’s mission in their schools. In fact, there were some difficulties come from extern or intern of the schools.
PEMAHAMAN ORANG MUDA KATOLIK MENGENAI SIKAP/PANDANGAN GEREJA TERHADAP ORANG MISKIN DAN MASALAH KEMISKINAN (STUDI TERHADAP KELOMPOK ORANG MUDA KATOLIK DI KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA) Liria Tjahaja
Bahasa Indonesia Vol 8 No 4 (2012): Oktober 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15890.916 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v8i4.172

Abstract

Dalam kenyataan hidup sehari-hari, pengetahuan dan penghayatan iman yang dimiliki seseorang menjadi dasar ia bersikap dan bertindak. Bila hanya menguasai pengetahuan iman belum cukup bagi seseorang untuk bertindak. Sebaliknya, seorang yang beriman tanpa dasar pengetahuan iman yang cukup dapat jatuh pada penghayatan iman yang "buta". Dalam konteks membangun dan mewujudkan sikap kepedulian orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) terhadap masalah kemiskinan dilalokan penelitian yang bertujuan menemukan sejauhmana OMK-KAJ telah memiliki pengetahuan iman yang memadai berkaitan dengan ajaran solidaritas Gereja terhadap orang miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pengetahuan iman OMK berkaitan dengan sikap dan pandangan Gereja terhadap orang miskin umurnya masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini kiranya sejalan dengan hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI), yang menyatakan bahwa "pengetahuan dan iman Katolik kaum muda sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan-tantangan masa kini sehingga pertu dipikirkan alternatif-altematif baru untuk membantu mereka agar lebih siap menghadapinya" (SAGKI, 2005:339). Penelitian ini juga menawarkan beberapa pemikiran yang kiranya dapat diupayakan untuk pendampingan dan pembinaan orang muda Katolik, bertolak dari gambaran mengenai tingkat pengetahuan iman yang dimiliki OMK-KAJ khususnya yang berkaitan dengan ajaran sosial Gereja.
PROFESIONALISME MAHASISWA SEBAGAI PELAYAN LITURGI EKARISTI (SEBUAH SURVEY DI STKIP ST. PAULUS RUTENG) Hendrikus Midun; Valentinus Beo; Marietha Hunyaang
Bahasa Indonesia Vol 8 No 4 (2012): Oktober 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7622.784 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v8i4.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profesionalisme mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Teologi sebagai pelayan liturgi dalam perayaan Ekaristi. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa/i prodi teologi berjumlah 638 dengan sampel 227 orang. Data diperoleh dengan menyebarkan tes kepada 227 responden dan angket kepada 3 pemerhati kegiatan rohani kampus. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: (1) responden dengan perolehan nilai < 60 sebanyak 158 (69 orang). Dilihat dari kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan Program Studi Pendidikan Teologi maka dai 227 responden (mahasiswa) yang lulus tes sebanyak 69 orang (30,4%). (2) Nilai rata-rata ujian tes mahasiswa/i prodi teologi adalah 49,04. Jika diukur dari kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Teologi tidak profesional sebagai pelayan liturgi dalam Perayaan Ekaristi. Untuk itu, perlu diupayakan peningkatan profesionalisme dalam perayaan Ekaristi dengan kuriositas yang tinggi pada praktik liturgi dan latihan atau persiapan sebelum melaksanakan tugas, pengefektifan mata kuliah praktik liturgi yang berorientasi pengalaman nyata, adanya kerjasama dan monitoring dalam liturgi kampus, pelatihan atau tes uji kompetensi liturgi praktis sebelum mahasiswa/i menjalankan PPL Paroki.
MEDIA SACERAH, UPAYA MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN INOVATIF PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK (PAKat) Agnes Ike Wicaksari; Nurhadi Pujoko
Bahasa Indonesia Vol 8 No 4 (2012): Oktober 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6612.765 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v8i4.174

Abstract

Media "SACERAH" adalah akronim dari Student Agreement of Care and Educate them selves of using Rubbis as Handicraft. Artinya media ini terbuat atas persetujuan siswa untuk peduli dan belajar bersama dengan menggunakan sampah sebagai kerajinan tangan. Berdasarkan hasil uji coba dan evaluasi yang dilakukan, disimpulkan bahwa media SACERAH dapat dijadikan sebagai media pembelajaran inovatif bagi mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Sebab siswa menikmati proses pembelajaran dan daya kreasi mereka muncul lewat karya yang berhasil dibuatnya.

Page 11 of 31 | Total Record : 310