cover
Contact Name
Selvi Qomariah
Contact Email
selviadp09@gmail.com
Phone
+6282231230066
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan
ISSN : 19793340     EISSN : 26857987     DOI : https://doi.org/10.36089/job
Core Subject : Health, Science,
JURNAL ILMIAH OBSGIN is a national midwifery journal which publishes scientific works for midwives, academic people and practitioners. Welcomes and invites original research article in midwifery, including : Birth | Pregnancy | Newborn | Adolescence | Family Planning | Climacterium | Midwifery Community | Education in midwifery | complementary therapy in midwifery
Articles 942 Documents
PERBANDINGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DAN NON EKSKLUSIIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM Rizka Sititah Rambe; Ricca Nophia Amra; Fitriani Bancin
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1500

Abstract

ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI sejak umur 0-6 bulan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan (MP-ASI) yang sesuai. Namun terkadang ibu sudah memberikan MP-ASI pada bayinya sebelum berusia 6 bulan. Berdasarkan studi awal di wilayah kerja Puskesmas Penanggalan terdapat 230 bayi usia 6-12 bulan, dimana 83 bayi mendapatkan ASI eksklusif dan 147 bayi diberikan ASI non eksklusif. Rendahnya pencapaian ASI eksklusif disebabkan para ibu menganggap bayi yang diberi MP-ASI akan lebih sehat karena berat badan yang lebih gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan kenaikan berat badan bayi usia 6-12 bulan yang diberikan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan Retrospektif. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berusia 6-12 bulan yang diberikan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif, dengan menggunakan rumus Slovin maka ditetapkan 70 bayi yang diberikan ASI eksklusif dan 70 bayi yang diberikan ASI non eksklusif. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 April s/d 22 Mei 2023. Analisa data menggunakan Uji T Independent. Berat badan bayi 6-12 bulan yang diberi ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam mengalami peningkatan sebanyak 46 bayi (65,7%), sedangkan berat badan bayi yang diberi ASI non eksklusif tidak mengalami kenaikan berat badan sebanyak 38 bayi (54,3%). Ada perbedaan kenaikan berat badan bayi 6-12 bulan yang diberi ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan Kota Subulussalam dengan nilai p-value = 0,017 (p < 0,05).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko Terjadinya Stunting pada Balita Yayuk Liliana Ernawati; Yessy Nur Endah Sari; Agustina Widayati
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1503

Abstract

Latar belakang: Stunting pada anak-anak merupakan masalah yang cukup serius berkaitan dengan risiko angka kesakitan dan kematian serta pertumbuhan dan perkembangan anak, dan penyakit penyerta lainnya. Tujuan: menganalisis faktor -faktor yang mempengaruhi risiko terjadinya stunting pada balita di Puskesmas Mumbulsari Kabupaten Jember. Metode: desain penelitian ini adalah penelitian korelatif dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita pada bulan Juni 2022 sebanyak 43 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebesar 43 orang yang diambil secara jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kemudian data diolah menggunakan SPSS dengan menggunakan analisis univariat bivariat dan multivariat. Hasil: ketahui bahwa sebagian besar balita bukan lahir dengan berat rendah sebanyak 35 orang (81,4%), tidak ASI eksklusif sebanyak 27 orang (62,8%), pendidikan menengah sebanyak 30 orang (69,8%), jenis kelamin perempuan sebanyak 34 orang (79,1%) kategori ibu tinggi sebanyak 27 orang (62,8%), status ekonomi ibu adalah di bawah UMR sebanyak 26 orang (60,5%) dan tidak mengalami stunting sebanyak 32 orang (74,4%).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI IBU TERHADAP PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU DI DESA LAMBITRA KABUPATEN ACEH BESAR Husna, Nurul; Zulisa, Eva; Handiana, Cut Mainy; Afriana, Afriana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i2.1515

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh posyandu yang bertujuan untuk memantau tumbuh kembang anak adalah kegiatan penimbangan. Ditinjau dari aspek kualitas, masih ditemukan persentase pemanfaatan pelayanan posyandu oleh masyarakat masih belum berjalan secara optimal sehingga kasus malnutrisi sulit dideteksi. Hal tersebut dapat dilihat dari partisipasi orang tua khususnya ibu untuk membawa anaknya ke posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi ibu terhadap penimbangan balita ke posyandu di Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional study. Populasi adalah seluruh ibu yang datang melakukan kunjungan posyandu untuk penimbangan balita di Posyandu Mekar Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar berjumlah 98 orang dan dilakukan teknik pengambilan sampel secara Simple random sampling diperoleh responden sejumlah 80 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Ada hubungan antara faktor pekerjaan, pengetahuan, sikap, jarak posyandu dan dukungan keluarga terhadap partisipasi ibu dalam penimbangan balita ke posyandu di Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar, dengan nilai p-value < 0,05. Tidak ada hubungan antara faktor umur dan tingkat pendidikan ibu terhadap partisipasi ibu dalam penimbangan balita ke posyandu di Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar, dengan nilai p-value ≥ 0,05. Diharapkan bidan dapat melakukan pendekatan secara komprehensif dalam meningkatkan kunjungan ibu balita untuk datang ke posyandu dan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan informasi bagi Puskesmas Darussalam dalam menyusun strategi promosi kesehatan terutama yang berhubungan dengan peningkatan cakupan partisipasi kunjungan posyandu.
PENGARUH DAUN MINT TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Rahma Dalila Fitri; Jihan Bahira
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1518

Abstract

Penanganan yang tidak baik pada ibu hamil Emisis gravidarum akan menjadi hiperemesis gravidarum (mual dan muntah berlebihan) yang akan menyebabkan ibu mengalami penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan gizi kurang dan defisiensi zat besi sehingga dapat berisiko terjadinya perdarahan saat persalinan. Dampak yang dapat terjadi pada janin, BBLR (62,6%), IUGR (50,1%) prematur dan abortus (24,7%). Salah satu pengobatan non farmakologi pada ibu hamil emesis gravidarum dengan aromaterapi daun mint. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian daun mint terhadap penurunan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum Jenis penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan desain one group pretest-postest. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian daun mint terhadap frekuensi mual muntah dengan p value 0,003, dimana nilai p < 0,005. Di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar
Pengaruh Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene Dengan Keluhan Penyakit Kulit di Wilayah Kerja Puskesmas Kulisusu Kabupaten Buton Utara Tahun 2023 Ahmad Noor; Wa Ode Syuhada; Mumain Mumain
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1525

Abstract

Data Word Health Organization (WHO) penyakit kulit menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit lain dan ditemukan sebanyak 900 juta orang di dunia. Lima kondisi umum menyumbang lebih dari 80% dari semua penyakit kulit` (WHO, 2018). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sanitasi lingkungan dan personal hygiene dengan keluhan penyakit kulit di Wilayah Kerja Puskesmas Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian ini menggunakan studi analitik dengan menggunakan desain cross sectional study dimana variabel independen dan variabel dependen diidentifikasi dalam waktu bersamaan pada saat itu (point time approach). Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 129 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh sanitasi lingkungan dengan keluhan penyakit kulit (nilai ρ = 0,000 < α = 0,05), dan Ada pengaruh personal hygiene dengan keluhan penyakit kulit dengan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05 di Wilayah Kerja Puskesmas Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Saran yaitu bagi Puskesmas, agar terus memberikan edukasi kesehatan terutama mengenai penyakit kulit secara rutin, sehingga angka kasus dapat diturunkan dan bagi responden, agar dapat melakukan upaya pencegahan penyakit kulit dengan terus menjaga sanitasi lingkungan dan personal hygiene sehingga dapat terhindar dari penyakit khususnya penyakit kulit. .
Hubungan Persepsi Sakit, Dukungan Keluarga, dan Peran Kader terhadap Pemilihan Pengobatan Penyakit ISPA oleh Ibu Balita di Watumelomba Wilayah Kerja Puskesmas Tontonunu Kabupaten Bombana Amrun Amrun; Rismanto Rismanto
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1526

Abstract

Upaya penanganan ISPA pada balita tidak terlepas dari keputusan ibu dalam melakukan pemilihan pengobatan. Pemilihan pengobatan dapat menentukan tingkat kesembuhan balita yang menderita ISPA. Pemilihan pengobatan dipengaruhi banyak faktor yaitu persepsi sakit, dukungan keluarga, peran kader. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi sakit, dukungan keluarga, peran kader terhadap pemilihan pengobatan penyakit ISPA oleh ibu balita di Desa Watumelomba wilayah kerja Puskesmas Tontonunu Kabupaten Bombana Jenis penelitian ini bersifat survei analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional study dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan di Desa Watumelomba wilayah kerja Puskesmas Tontonunu. Jumlah sampel adalah 57 responden. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian yaitu ada hubungan persepsi sakit (p = 0.048), ada hubungan dukungan keluarga (p = 0.006), ada hubungan peran kader (p = 0.039). dengan pemilihan pengobatan. Saran yaitu perlu adanya kegiatan sosialisasi, dukungan keluarga dan peran kader secara berkesinambungan tentang upaya penanganan dasar penyakit ISPA pada balita sehingga ibu memutuskan dengan baik dalam memilih tindakan pengobatan.
Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Kanapa-Napa Kabupaten Buton Tengah Tahun 2023 Muhamad Iksan; Israyana Israyana; Jamuddin Jamuddin; Aulia May
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1527

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kelainan yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Sebagian besar manajemen Diabetes Mellitus di rumah sakit masih terkonsentrasi pada pengobatan dan diet, aktivitas fisik akan membuat metabolisme tubuh bekerja lebih optimal yang mengakibatkan kadar glukosa darah akan terkontrol sehingga penanganan holistik diperlukan, salah satu aktivitas fisik yang dapat diterapkan yaitu relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus tipe II. Jenis penelitian ini pre eksperimental dengan pendekatan one group pre test – post test design yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan satu kelompok yang diberikan perlakuan tertentu, kemudian diobservasi sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh teknik Relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di UPTD Puskesmas Kanapa- Napa tahun 2023 dengan nilai Sig 2 tailed < 0,05. Penelitian ini merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya agar sebaiknya menambah variabel penelitian, menambah jumlah sampel atau mengkombinasikan terapi relaksasi otot progresif dengan terapi komplementer lainnya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sisa Makanan Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah Nikmah Saro; Lili Jumiati
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1530

Abstract

Pelayanan gizi rumah sakit berupa pemberian makanan bagi pasien bertujuan untuk proses pemenuhan gizi selama perawatan sehingga dapat mendukung proses penyembuhan sakit yang dialaminya. Makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan jumlah kalori dan oleh karena itu harus dihabiskan guna memenuhi kecukupan gizi. Akan tetapi masih banyak pasien yang tidak menghabiskan makanan tersebut sebagaimana standar dari Kemenkes yaitu sisa makanan <20%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan adanya sisa makanan pada pasien rawat inap. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional study serta menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan kedua variabel penelitian. Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sehingga jumlah sampel yaitu 37 responden. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan kebiasaan makan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,024, ada hubungan kebosanan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,004, ada hubungan cita rasa makanan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,003, dan variable yang memiliki korelasi kuat dengan kejadian sisa makanan adalah cita rasa, correlation 0,488. Kesimpulan yaitu dapat diberikan saran secara umum yaitu agar pihak rumah sakit khususnya pada pelayanan gizi senantiasa melakukan upaya peningkatan cita rasa makanan, variasi makanan, serta edukasi gizi kepada pasien agar senantiasa menghabiskan makanan yang telah disajikan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Flebitis Pada Pasien di Ruang Rawat Inap BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau La Ode Asrianto
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1531

Abstract

Flebitis merupakan salah satu infeksi nosokomial yang menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Presentasi plebitis di rumah sakit dunia mencapai 9% (variasi 3 – 2 %) atau lebih 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit seluruh dunia mendapatkan infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis faktor risiko kejadian flebitis pada pasien di Ruang Rawat Inap BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau. Jenis penelitian yaitu Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan pendekatan “case control” yaitu penelitian tentang bagaimana mempelajari faktor-faktor risiko dengan menggunakan pendekatan retrospektif, setelah suatu peristiwa terjadi kemudian melihat kembali apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut. Teknik Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel diambil dengan menggunakan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Jumlah sampel yaitu 40 orang. Hasil penelitian diperoleh variabel jenis cairan infus merupakan faktor risiko kejadian flebitis pada pasien dengan nilai OR = 4,500 (95% CI = 1,166 - 17,373, variabel Lokasi pemasangan infus merupakan faktor risiko kejadian flebitis pada pasien dengan nilai OR = 5,571 (95% CI = 1,420 - 21,860) dan Lama pemasangan infus merupakan faktor risiko kejadian flebitis pada pasien dengan nilai OR = 4,889 (95% CI = 1,199 - 19,942). Berdasarkan analisis multivariate variabel paling dominan merupakan faktor risiko kejadian flebitis adalah variabel lokasi pemasangan infus dengan nilai Exp(B) atau OR yaitu sebesar 15.292. Kesimpulan penelitian ini semua variabel yang diteliti dalam penelitian ini merupakan faktor risiko kejadian flebitis pada pasien. Diharapkan kepada responden, agar dapat menjaga kondisi lokasi pemasangan infus tetap bersih serta tidak banyak melakukan gerak sehingga dapat menekan terjadinya flebitis.
Upaya Pencegahan Stunting Balita Melalui Program OTA2S pada Kader Posyandu di Kelurahan Liliba Kota Kupang Odi L. Namangdjabar; Agustina A. Seran; Hasri Yulianti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1543

Abstract

Stunting merupakan Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Indonesia termasuk dalam urutan tertinggi kasus stunting dengan prevalensi 37,2%. Pemerintah Kota Kupang berupaya menekan angka prevalensi Stunting di bawah 10% tahun 2024. Program orang tua asuh merupakan salah satu bentuk kepedulian dan upaya yang dilakukan dengan melibatkan semua sektor dalam percepatan pencegahan dan penanganan balita stunting. Tujuan ikut berperan dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui Program Orang Tua Asuh Anak Stunting (OTA2S) dengan memberikan makanan tambahan dan juga disertai dengan edukasi gizi bayi/balita kepada kader dan masyarakat melalui pendekatan keluarga. Dalam pengabmas ini dilakukan pemberian makan selama 3 bulan kepada 2 Balita dengan berbagai macam menu sesuai standar gizi, dengan penimbangan awal anak pertama BB: 6,23 kg, PB :.65,9 cm, Lila 12 cm, dan anak kedua BB : 6,22 kg,PB 68,2 cm, Lila 12,2 cm. setelah dilakukan intervensi selama 3 bulan hasil akhirnya Anak pertama BB: 6,80 kg, PB 70,1 cm, Lila 13 cm dan anak kedua BB : 7,1 Kg, PB 70,8 cm, Lila 13 cm. Kesimpulan terdapat kenaikan berat badan, panjang badan dan Lila balita selama 3 bulan setelah diberikan makanan tambahan setiap harinya dengan makanan yang sesuai standar gizi anak balita.