cover
Contact Name
M. Azizzullah Ilyas
Contact Email
-
Phone
+6282377478939
Journal Mail Official
manhaj@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 16392196     EISSN : 26206463     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mjppm
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of islamic research and community services.
Articles 156 Documents
Pendampingan Literasi Media dan Diseminasi Berita Layak Islami terhadap Mahasiswa di Bengkulu Musyaffa Musyaffa
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v11i2.8389

Abstract

Masifnya informasi atau berita di media maya seperti dua sisi mata uang berbeda. Satu sisi, mahasiswa di Bengkulu mudah memperoleh informasi atau berita. Namun, disisi lain, mereka dapat terjebak pada sistem berita tidak layak. Berita tidak layak tidak hanya muncul dari media sosial, tetapi juga media arus utama. Terlebih, saat ini telah memasuki tahun politik. Bias informasi dari sebagian berita berpeluang terjadi. Maka, perlu kader atau duta literasi media yang berkomitmen memberikan pendidikan media kepada masing-masing komunitas atau kelompok di berbagai elemen masyarakat di Bengkulu. Jenis penelitian ini ialah CBR (Community Based Research) dengan metode ABCD (Asset Based Community-driven Development). Melalui metode ini, penulis berupaya menggali potensi terbaik dari perwakilan representatif, kredibel, dan relevan dengan literasi media dan diseminasi berita layak Islami. Mahasiswa representatif dihimpun dari orang terpilih di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di tiga kampus, yakni: UIN FAS Bengkulu, IAIN Curup, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Mahasiswa memperdalam pemahamannya tentang perbedaan kerja jurnalistik dengan produk diluar kerja jurnalistik, media berita dan jurnalisme warga, perbedaan misinformasi-disinformasi-berita palsu, konsep dasar jurnalistik Islami berdasarkan prinsip fikih jurnalistik dan etika komunikasi Islam.
Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Melalui Pembentukan Kader Santri Siaga Gempa Bumi (SSGB) di Kabupaten Ponorogo Risma Dwi Arisona; Nastiti Mufidah; Amiruddin Amiruddin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v11i2.6294

Abstract

The phenomenon of earthquakes has occurred several times in Ponorogo Regency, although with small strengths. This indicates that there is an active fault in the area surrounding Ponorogo Regency. The results of a survey conducted by researchers show that of the 93 Islamic boarding schools in Ponorogo Regency, none of them have conducted disaster education, especially earthquakes. Based on this, the researchers have the idea to carry out training for Islamic boarding school students in Ponorogo Regency whose members are called the SSGB Cadre (Earthquake Disaster Preparedness Santri). The purpose of this service is to determine the level of knowledge of students in earthquake disaster mitigation, implementation of earthquake disaster mitigation training, and the process of mentoring students for earthquake disaster preparedness (SSGB) in Ponorogo Regency. This community service research method uses Participatory Rural Appraisal (PRA) combined with Participatory Action Research (PAR). In the implementation of this service, there are three expected achievement goals, namely increasing students' knowledge regarding earthquake disasters, implementing disaster mitigation training, and providing assistance to SSGB Cadres. The final conclusion is to increase the knowledge of SSGB cadres by 79%. The satisfaction level of disaster mitigation training is 92%. And the level of achievement of SSGB cadre assistance carried out online by the service team and offline by cadres showed 94%, which means that most of the cadres had carried out follow-up activities related to disaster mitigation training in their respective islamic boarding schools.
Penguatan Pemahaman Matematika Siswa Melalui Bimbingan Belajar di Rumah Belajar “Rumbel Pena” Kurratul Aini
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v11i2.6280

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dikhususkan untuk anak usia Sekolah Dasar. Tujuannya adalah memberikan pendampingan terhadap anak Sekolah Dasar melalui “Rumbel Pena (Rumah Belajar Pintar, Efektif, Nyaman, dan Aktif). Kegiatan pendampingan ini difokuskan pada mata pelajaran matematika yang selama pandemic diterima siswa melalui pembelajaran daring. Kegiatan Pendampingan Belajar merupakan salah satu solusi pada masa pandemi covid-19. Pendampingan belajar ini membantu siswa di tingkat Sekolah Dasar untuk memahami mata pelajaran matematika dengan baik. Pada prosesnya, pendampingan belajar ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, khususnya orang tua siswa, mengingat pendampingan belajar ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan di Desa Sentol Laok. Siswa juga terlihat antusias mengikuti pendampingan belajar, lebih termotivasi untuk belajar, dan lebih bersemanagat memahami materi, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap prestasi belajar siswa. 
Pendampingan Penerapan Literasi Budaya dan Kewargaan Berbasis GLS untuk Mengembangkan Civic Engagement Siswa di SDN 88 Kota Bengkulu Atika Susanti; Dalifa Dalifa
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v11i2.7952

Abstract

Abstract. The school that is partnered with this Community Service activity is SDN 88 Kota Bengkulu. The priority problem to be solved through this PPM activity is that the implementation of the Gerakan Literasi Sekolah (GLS) activity has not yet implemented cultural and civic literacy, and students’ Civic Engagement which has not been trained optimally. The purpose of this Community Service activity is to train and assist fourth grade teachers at SDN 88 Kota Bengkulu in implementing GLS-based cultural and civic literacy to improve literacy activities in the classroom. In addition, it is also to develop fourth grade students’ civic engagement. The target audience in this activity are teachers and fourth grade students at SDN 88 Kota Bengkulu. The method used is training and mentoring. The evaluation instrument for this activity is a self-assessment questionnaire. This activity has been carried out up to training and mentoring for teachers in creating and implementing GLS-based cultural and civic literacy activities in grade 4 SDN 88 Kota Bengkulu.Abstrak. SDN 88 Kota Bengkulu merupakan mitra sasaran dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan yang menjadi prioritas untuk diselesaikan melalui kegiatan PPM ini adalah pada pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) belum secara melaksanakan literasi budaya dan kewargaan dan Civic Engagement siswa yang belum dilatih secara maksimal. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah melatih dan mendampingi guru kelas IV SDN 88 Kota Bengkulu dalam menerapkan literasi budaya dan kewargaan berbasis GLS untuk memperbaiki permasalahan kegiatan literasi di kelas. Selain itu, juga untuk mengembangkan Civic Engagement siswa kelas IV. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 88 kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Istrumen evaluasi kegiatan ini anget penilaian diri. Kegiatan ini telah terlaksana sampai dengan pelatihan dan pendampingan kepada guru dalam membuat dan melaksanakan kegiatan literasi budaya dan kewargaan berbasis GLS pada kelas IV SDN 88 Kota Bengkulu.
Kolaborasi Dosen-Mahasiswa dalam Pemanfaatan KKN Tematik Untuk Pengabdian Berbasis Masjid Pada Masa Pandemi Covid- 19 Suhirman Suhirman; Khozin Zaki
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v12i1.9803

Abstract

Abstrak. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dominan pada aspek pengabdian masyarakat. Dalam kegiatan ini ada banyak konsep yang bisa dikembangkan sebagai bagian dari media pembelajaran untuk mahasiswa. Salah satunya adalah KKN tematik berbasis masjid yang pelaksanaannya juga dilakukan selama masa Pandemi COVID-19 di Masjid Darussalam, Desa Marga Mulya Sakti Kecamatan Penarik Muko Muko. Metode pengambilan data melalui observasi, dan interview. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Kegiatan KKN pemberdayaan berbasis masjid terdiri dari tahap persiapan dan tahap pendampingan berbasis masjid. Kesimpulan yang dapat diambil Setelah dilaksanakannya kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) selama kurang lebih 40 hari adalah bahwa semua program kerja yang di programkan berjalan lancar baik program unggulan, pokok maupun penunjang.  
Persepsi Masyarakat Tentang Sistem Kewarisan Islam dan Aplikasinya di Dalam Keluarga Yusmita Yusmita
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2013): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v1i1.10100

Abstract

Ayat Alquran sedikit sekali menjelaskan suatu hukum secara detail dan rinci, kecuali hukum waris. Fenomena di kalangan masyarakat suku Lembak Kota Bengkulu, ada kecenderungan pembagian harta warisan tidak dilakukan seperti ketentuan yang telah ditetapkan dalam hukum kewarisan Islam. Kadang harta dibagi rata antara ahli waris, baik laki-laki maupun perempuan lewat hibah atau wasiat. Apakah ini terjadi karena mereka beranggapan bahwa sistem kewarisan Islam kurang mencerminkan rasa keadilan, atau karena ketidaktahuan mereka tentang sistem kewarisan Islam atau ini merupakan kearifan lokal yang sudah turun temurun berlaku di kalangan keluarga dan sulit keluar dari sistem ini. Karena itu perlu diteliti bagaimana persepsi masyarakat di Suku Lembak tentang sistem kewarisan Islam dan bagaimana sistem pembagian waris di dalam keluarga masyarakat suku Lembak Kota Bengkulu?Pada umumnya masyarakat suku Lembak mengetahui tentang waris Islam tetapi pengetahuan mereka hanya secara global, tidak secara rinci. Mereka beranggapan ketentuan hukum waris Islam perlu dipertahankan terutama untuk menyelesaikan konflik yang tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan di antara ahli waris. Pada tatanan aplikasi mereka lebih memilih pembagian harta waris berdasarkan adat, yaitu dengan cara hibah, atau wasiat kepada ahli waris. Pembagian waris dilakukan hanya pada kondisi orang yang meninggal belum sempat membagi hartanya lewat hibah atau wasiat. Ada beberapa alasan yang dikemukakan yang mendasari masyarakat suku Lembak membagi harta dengan cara adat, diantaranya bahwa tata cara yang mereka tetapkan selama ini yaitu dengan membagi harta pada anak-anak sebelum orang tua meninggal dunia tidak bertentangan dengan syariat Islam, terutama hibah. Alasan lain untuk menghindari konflik di antara ahli waris, dan cara itu dapat mempererat dan memperkokoh hubungan kekeluargaan.Pengalihan hak milik harta pada masyarakat suku Lembak terkonsentrasi pada keturunan garis ke bawah, yaitu anak dan cucu, sementara ahli waris yang lain, seperti kakek, nenek, saudara-saudara,  paman dan anak paman tidak mewarisi dalam masyarakat suku Lembak. Orang tua pada dasarnya juga tidak mewarisi dalam suku Lembak, mereka hanya diberikan hak mewarisi ketika orang yang meninggal dunia tidak memiliki keturunan. Pembagian waris pada orang tua ini juga tidak berdasarkan ketentuan waris Islam. Kewarisan suami atau istri juga tidak diatur secara khusus dalam masyarakat suku Lembak. Maka ketika si mayit meninggalkan suami atau istri, maka pasangan yang masih hidup ini langsung menguasai seluruh harta yang di yang akhirnya nanti akan dihibahkan kepada anak-anak mereka. Karena itu ketentuan tentang tata cara pembagian waris Islam dalam masyarakat suku Lembak sangat sedikit di aplikasikan
PERGESERAN CERAI GUGAT OLEH ISTRI 10 TAHUN TERAKHIR DI PENGADILAN AGAMA KOTA BENGKULU Yusmita Yusmita
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2012: Old Manhaj 2012 Vol 1 No 1
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v0i0.10103

Abstract

Fokus masalah penelitian ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab Istri mengajukan cerai gugat ke pengadilan agama kelas 1A Bengkulu. Hasil penelitian menyebutkan selama sepuluh tahun terakhir (dari tahun 2000 sampai 2010), terjadi kenaikan jumlah cerai gugat di Pengadilan Agama Kelas 1A Bengkulu. Dari tahun 2000 sampai tahun 2005 kenaikan jumlah cerai gugat pertahunnya rata-rata 26 kasus. Pada periode lima tahun terakhir yaitu tahun 2006 sampai tahun 2010 jumlah rata-rata per bulannya naik sekitar 3 sampai 5 kasus atau pertahunnya naik sekitar 50 kasus. Dengan demikian terjadi pergeseran kenaikan jumlah cerai gugat oleh istri selama 10 tahun terakhir di Pengadilan Agama Kelas 1A Bengkulu. Sementara persentase jumlah cerai gugat cenderung stabil yaitu sekitar 66,6% dari jumlah perceraian per tahun hampir setiap tahun. Dari tahun 2000 sampai 2010 jumlah cerai gugat dua kali lebih tinggi dari perkara cerai talak, kadang-kadang hampir 3 kali lipat. Ada 4 faktor penyebab tingginya cerai gugat oleh istri, pertama; faktor ekonomi, suami tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, akibatnya terjadi perselisihan dan ketidak harmonisan keluarga. Karena hal itu terjadi terus-menerus dan istri tidak sabar, maka akhirnya istri mengajukan gugatan cerai atas suaminya. Kedua; faktor penyebab kedua , suami tidak tanggung jawab terhadap istri dan anak-anaknya, yaitu dengan meninggalkan atau menelantarkan keluarganya. Ketiga; faktor yang disebabkan oleh adanya pihak ketiga yang mengganggu keutuhan keluarga, suami memiliki berlingkuh atau memiliki istri lain yang dinikahi secara siri. Gangguan pihak ketiga ini termasuk juga gangguan dari orang tua dan keluarga suami atau istri yang berselisih. Keempat; faktor krisis akhlak dan terus-menerus berselisih suami sering minum minuman keras, mabuk-mabukan dan berjudi sehingga terjadi pertengkaran.Kata Kunci : Keluarga Harmonis, Cerai Gugat
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KOMPTENSI MENGAJAR DOSEN DI IAIN BENGKULU Maryam Maryam
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2015): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v3i2.10114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa IAIN Bengkulu terhadap kompetensi dalam mengajar yang meliputi kompetensi pedagogik, professional, kepribadian, dan sosial. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa IAIN Bengkulu yang aktif kuliah pada tahun akademik 2012-2013. Semua populasi ini sedang kuliah pada semester IV, VI  dan VIII dari semua Fakultas yang ada di lingkungan IAIN Bengkulu, yaitu Fakultas Syari'ah, Tarbiyah dan Tadris, dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD). Teknik pengambilan sampel digunakan teknik Stratified Random Sampling dimana sampel yang diambil jumlahnya berbeda antar fakultas dimana jumlah mahasiswa yang berasal dari Fakultas yang jumlah mahasiswanya besar diambil sampel lebih sdikit dari jumlah mahasiswa dari Fakultas yang jumlah mahasiswanya lebih sedikit sehingga jumlah semua sampel dari setiap Fakultas proporsional. Instrumen penelitian digunakan angket yang disebarkan kepada seluruh responden. Angket atau kuesioner tersebut terdiri dari 40 butir pernyataan yang terbagi pada butir pernyataan tentang kompiensi pedagogik. professional, kepribadian, dan sosial. Instrumen tersebut terlebih dahulu diuiji validitas dan reliabilitasnya dan dari hasil uji validitas dan reliabiltas menunjukkan bahwa semua item valid dan reliabel. Teknik analisa data digunakan dengan bantuan program SPSS versi 17. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa kompetensi dosen IAIN Bengkulu dalam mengajar tergolong pada kategori baik, namun masih ada kompetensi-kompetensi tertentu yang masih berada padas kategori tidak baik.
REVITALISASI BADAN PENASEHATAN PEMBINAAN DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) DALAM MENCEGAH PERCERAIAN DI KOTA BENGKULU Fatimah Yunus
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2015): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v4i1.10365

Abstract

Badan penasehatan pembinaan dan pelestarian perkawinan (BP4) adalah organisasi yang didirikan untuk melakukan pembinaan rumah tangga agar tetap langgeng dan mencapai tujuan pernikahan. Persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana posisi institusi (BP4) di KUA di Kota Bengkulu, Bagaimana upaya pihak KUA dalam mencegah perceraian, dan bagaimana revitalisasi (BP4). Penelitian ini dapat mengungkap keberadaan (BP4) di KUA di Kota Bengkulu, dan upaya KUA dalam memberi penasehatan dan mencegah perceraian. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang berkenaan dengan (BP4) di KUA di Kota Bengkulu. Untuk menjawab permasalahan yang diteliti, maka dilakukan observasi, wawancara dengan pihak KUA di Kota Bengkulu, kemudian dikaji Dan dianalisa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa; (BP4) di KUA di Kota Bengkulu secara institusi atau kelembagaan tidak ada lagi, tetapi jika masyarakat membutuhkan penasehatan khususnya bagi keluarga yang bermasalah kepada KUA atau yang ditunjuk oleh kepala KUA tetap memberikan penasehatan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan keberadaan institusi (BP4). Dengan demikian berarti perlu dilaksanakan kerjasama pada pihak Kementerian Agama Kota, Provinsi dan Pusat serta berbagai pihak agar adanya revitalisasi (BP4) di KUA pada umumnya dan khususnya di Kota Bengkulu.
Pengembangan Perpustakaan Desa Dalam Peningkatan Budaya Literasi Masyarakat Desa Penembang Kabupaten Bengkulu Tengah Lailatus Sa'diyah; Fransiska Timoria Samosir; Diyas Widiyarti
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v12i1.9509

Abstract

The low condition of community literacy is characterized by the lack of book reading activities compared to other activities, the inadequate allocation of time to reading books, the small number of book collections, the lack of allocation of funds to buy books, and low visits to libraries and bookstores. The role of village libraries is necessary for supporting the improvement of community literacy culture, especially in areas with limited access to information sources. Village libraries also have an essential role in efforts to alleviate illiteracy, especially in rural communities. This service activity aims to optimize village libraries' management in Penembang Village, Bengkulu Tengah, and provide training to village library managers on effective village library management according to village library management standards. The method of implementing this activity includes procuring library material collections, providing reading facilities, and conducting training on village library management. The result of this activity is the availability of library collections, room design, and library management training. In improving village library services, the service team participated in adding a collection of books.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 11, No 1 (2022): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 2 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2019): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2015): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2015): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2014): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2013): Manhaj : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2012: Old Manhaj 2012 Vol 1 No 1 More Issue