Articles
77 Documents
Pengetahuan dan Sikap Bidan tentang Pencegahan Infeksi dalam Pertolongan Persalinan
Sundari, Sri Wahyuni;
Novayanti, Noorhayati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS Vol 1 No 1 (2017): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prevalensi kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Barat terus meningkat, data dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada bulan Maret 2013, kasus HIV/AIDS lebih banyak diderita perempuan (57,8%) dibandingkan laki-laki (42,2%). Sebagian besar (90%) kasus HIV/AIDS tersebut terjadi dalam rentang usia produktif. Tenaga medis merupakan profesi yang berisiko terinfeksi virus dari pasien. Angka kejadian tenaga kesehatan yang tertular HIV/AIDS cenderung tinggi. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan profesional yang terlibat langsung dalam pertolongan persalinan. Untuk mencegah risiko infeksi pada saat pertolongan persalinan, sebaiknya semua tenaga kesehatan khususnya bidan harus melaksanakan tindakan pencegahan terhadap infeksi saat kontak dengan darah atau cairan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk adalah menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap bidan tentang pencegahan infeksi. Desain penelitian menggunakan cross sectional, Populasi penelitian ini bidan yang berada di wilayah Kabupaten Tasimalaya sebanyak 38 orang. Pengolahan data dengan menggunakan analisis uji chi square Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian bear bidan berusia 36-45 tahun (44,7%), dan sebagian besar mempunyai masa kerja diatas 10 tahun (52,6%). Hasil analisis menggunakan uji Chi Square menunjukan terdapat tidak terdapat hubungan antara pengetahuan bidan dengan sikap bidan tentang pencegahan infeksi dalam pertolongan persalinan (p=0,093).
PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN
Sri Wahyuni Sundari;
Noorhayati Novayanti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v1i1.497
Prevalensi kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Barat terus meningkat, data dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada bulan Maret 2013, kasus HIV/AIDS lebih banyak diderita perempuan (57,8%) dibandingkan laki-laki (42,2%). Sebagian besar (90%) kasus HIV/AIDS tersebut terjadi dalam rentang usia produktif. Tenaga medis merupakan profesi yang berisiko terinfeksi virus dari pasien. Angka kejadian tenaga kesehatan yang tertular HIV/AIDS cenderung tinggi. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan profesional yang terlibat langsung dalam pertolongan persalinan. Untuk mencegah risiko infeksi pada saat pertolongan persalinan, sebaiknya semua tenaga kesehatan khususnya bidan harus melaksanakan tindakan pencegahan terhadap infeksi saat kontak dengan darah atau cairan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk adalah menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap bidan tentang pencegahan infeksi. Desain penelitian menggunakan cross sectional, Populasi penelitian ini bidan yang berada di wilayah Kabupaten Tasimalaya sebanyak 38 orang. Pengolahan data dengan menggunakan analisis uji chi square Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian bear bidan berusia 36-45 tahun (44,7%), dan sebagian besar mempunyai masa kerja diatas 10 tahun (52,6%). Hasil analisis menggunakan uji Chi Square menunjukan terdapat tidak terdapat hubungan antara pengetahuan bidan dengan sikap bidan tentang pencegahan infeksi dalam pertolongan persalinan (p=0,093).
Gambaran Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primigravida Dengan Posisi Merangkak di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya
Dede Gantini;
Lilik Herawati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v3i2.686
Posisi merangkak dapat membantu meringankan rasa sakit, posisi ini juga dapat membantu memutar janin dari posisi oksiput posterior untuk berputar menjadi posisi oksiput anterior. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran lama persalinan kala I fase aktif pada primigravida dengan posisi merangkak di wilayah Kerja Puskesmas Tamansari. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil primigravida di wilayah Kerja Puskesmas Tamansari, dengan taksiran persalinan bulan Oktober sampai November 2017 berjumlah 18 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata rata lama persalinan kala 1 fase aktif pada primigravida dengan posisi merangkak adalah 251 menit (4.11) jam, sebanyak 10 orang (55.56%) melalui kala I fase aktif dalam waktu >251 menit, dan sebanyak 8 orang (44.44%) melalui kala I fase aktif selama <251 menit. Saran untuk tenaga kesehatan atau penolong persalinan dapat menerapkan teknik posisi merangkak saat memberikan asuhan kebidanan pada ibu bersalin kala I fase aktif sehingga akan mempercepat proses persalinan.
Pengaruh Lotus Birth Dalam Meningkatkan Kadar Hematokrit Dan Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Sebagai Strategi Pencegahan Anemia
Febriana Sari;
Marliani;
Dewi S Hutabarat
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v3i2.687
Metode Lotus birth adalah metode persalinan yang membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa menjepit ataupun memotongnya, sehingga tidak memberikan peluang kuman untuk masuk ke dalam tubuh bayi melalui tali pusat. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi sehingga memberikan waktu bagi tali pusat untuk terpisah dari bayi secara alamiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Metode Lotus birth setelah bayi lahir terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit bayi baru lahir, sebagai strategi pencegahan Anemia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperiment. Desain yang digunakan adalah desain penelitian pre test post test with control group design. Sampel penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan secara spontan, pengambilan darah bayi dilakukan oleh petugas laboratorium pada hari ke 1 dan setelah tali pusat lepas. penelitian ini dilaksanakan dari bulan mei sampai bulan desember. Subjek penelitian ini adalah bayi baru lahir di praktik mandiri Bidan Eka yang bersedia menjadi responden. Jumlah responden yaitu 30 bayi baru lahir kemudian dijadikan dua kelompok (perlakuan dan control). Masing-masing kelompok berjumlah 15 orang bayi baru lahir. Kelompok metode lotus birth lebih tinggi daripada kelompok tanpa metode lotus birth dengan nilai p = 0,004. Dan kadar hematokrit dengan nilai p = 0,001. Hasil tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara metode lotus birth dengan tanpa metode lotus birth.
Perbandingan Hypnobreastfeeding Dengan Self Hypnosis Pada Ibu Hamil Trimester III Terhadap Kecukupan ASI Pada Bayi Di Wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya
Yulia Herliani;
Wiwin Mintarsih Purnamasari
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v4i1.970
Latar Belakang : Permasalahan yang sering ditemukan ibu pada saat memberikan ASI, Ibu sering merasa kesulitan diawal menyusui salahsatunya adalah stress yang berhubungan dengan peran baru. (Ambarwati, 2009) Upaya dapat dilakukan untuk ibu mengurangi stress laktasi ini bisa dilakukan oleh ibu yaitu dengan melakukan self hypnosis, selain itu juga bisa dilakukan oleh petugas kesehatan dengan hypnobreastfeeding. (Andriana, 2007) Tujuan : Mengetahui perbandingan Hypnobreastfeeding dengan selfhypnosis terhadap kecukupan ASI pada bayi Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan Posttest true group design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2018. Tempat penelitian akan dilaksanakan di Wilayah Kota Tasikmalaya. Analisis yang digunakan adalah Uji paired test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III di Wilayah Kota Tasikmalaya sebanyak 1289 orang. Sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian : Kecukupan ASI pada bayi yang diberikan Hypnobreastfeeding sebanyak 17 orang memiliki tingkat kecukupan ASI dengan kategori cukup (100%), Kecukupan ASI pada bayi yang diberikan selfhypnosis sebanyak 12 orang memiliki tingkat kecukupan ASI dengan kategori cukup (66,7%), dan dengan kategori kurang 6 orang (33, 3%). Teknik Hypnobreastfeeding lebih berpengaruh dibandingkan selfhypnosis terhadap kecukupan ASI pada bayi di Wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya Tahun 2018.
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Manfaat ASI Dan Risiko Pemberian MP-ASI Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Cipacing
Putri Meylin Redia;
Merry Wijaya;
Ari Indra Susanti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v4i1.1026
Pendahuluan: Masa perkembangan dan pertumbuhan anak adalah masa emas sekaligus masa yang penting. Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal, maka bayi perlu diberikan ASI saja saat bayi berusia 0-6 bulan. ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi sehingga tidak ada yang dapat menandingi kualitas pemberian ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Namun pada kenyataannya, masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang manfaat ASI dan risiko pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan. Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki bayi. Sampel dalam penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan sebanyak 53 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data primer yang langsung diberikan kepada responden menggunakan kuesioner. Analisis data univariat. Hasil penelitian masih terdapat ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan mulai memberikan MP-ASI sebanyak 18.9%, pengetahuan ibu tentang manfaat ASI dan risiko pemberian ASI sebanyak 43.4% dengan kategori cukup, serta sikap ibu menunjukkan negatif terhadap pemberian MP-ASI sebesar 50.9%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu cukup, tetapi sikap belum baik sehingga bayi usia 0-6 bulan masih diberikan MP-ASI.
Pengaruh Pola Asuh Terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia 0-60 Bulan Di Dusun Sambong Tengah Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya
Eneng Daryanti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v3i2.1027
Gangguan perkembangan motorik pada balita merupakan masalah yang banyak dijumpai di masyarakat. Kebanyakan orang tua mengeluh berupa kekhawatiran terhadap perkembangan anak yang dapat mengarah pada kecurigaan adanya gangguan tumbuh kembang. Orangtua memiliki peran dalam optimalisasi perkembangan seorang anak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi mengetahui adanya pengaruh pola asuh terhadap perkembangan pada anak usia 0-60 bulan di Dusun Sambong Tengah Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 0-60 bulan sejumlah 54 orang di Dusun Sambong Tengah. Teknik sampling menggunakan total sampel. Analisa data dengan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh orang tua ada pada kategori Demoktratif yaitu sebesar 81,5 %, perkembangan motorik usia 0-60 bulan ada pada kategori sesuai yaitu sebesar 83,3%. Tidak ada pengaruh pola asuh terhadap perkembangan motorik usia 0-60 bulan di Dusun Sambong Tengah Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Agar lebih mengetahui tentang perkembangan motorik pada anak balita, sehingga jika mengalami kesenjangan pada anak segera membawanya ke bidan atau tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan.
Pemanfaatan Home Care Dengan Teknik Akupuntur Dan Perawatan Nifas Terstandar Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Post Partum Pasca Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Mitra Sejati Kota Medan
Siska Suci Triana Ginting;
Lisa Putri Damanik
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v3i2.1028
Angka kematian pada operasi sesar adalah 40-80 tiap 100.000 kelahiran hidup.Angka ini menunjukan resiko 25x lebih besar dibandingkan dengan persalinan melalui pervaginaan. Pelayanan One Day Care menghindarkan pasien dari terjadinya infeksi nosokomial karena pasien tidak perlu dirawat lama di rumah sakit sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan oleh pasien. Tujuan Penelitian untuk mendapatkan pengetahuan lebih dan memahami mengenai pelayanan kesehatan di rumah (home care) dengan teknik akupuntur dan perawatan nifas terstandar untuk menurunkan intensitas nyeri post sectio caesarea. Metode penelitian pre dan posttest. Teknik pengukuran penurunan intensitas nyeri dalam penelitian ini adalah peneliti mendatangi ibu post operasi Sectio Caesarea hari pertama dan melakukan intervensi terhadap nyeri post operasi dan pengukuran nyeri, kemudian peneliti melakukan Akupuntur. Hasil penelitian ada pengaruh pemanfaatan terapi akupuntur terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu post partum SC.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-Hari Di Wilayah Kerja Puskesmas Leuwigoong Kabupaten Garut
Eneng Daryanti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v4i1.1029
Keberadaan lanjut usia ditandai dengan umur harapan hidup yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai perubahan yang terjadi pada lansia antara lain perubahan fisik, sosial, dan psikologis. Data yang diperoleh di Puskesmas Leuwigoong Kabupaten Garut didapatkan jumlah penduduk sebanyak 4.338 jiwa, dari data tersebut terdapat jumlah lansia sebanyak 501 jiwa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 501 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 83 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga pada lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari ada pada kategori mendukung sebesar 54,2%. Kemandirian pada lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari ada pada kategori mandiri sebesar 44,6%. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari dengan nilai p sebesar 0,000. Hendaknya pihak keluarga dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai masalah-masalah kesehatan terutama mengenai kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari, sehingga keluarga dapat menjalankan tugas kesehatan keluarga dengan sebaik-baiknya.
Efektivitas Pijat Oksitosin Untuk Mempercepat Proses Involusi Uterus
Asti Mukarromah;
Ade Kurniawati;
Rissa Nuryuniarti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v4i1.1031
Pendahuluan: Perdarahan yang tidak terkontrol menyumbang sekitar 20-25 % kematian ibu. Pada masa post partum pengkajian tonus uterus yang cermat dan upaya mempertahankan kontraksi uterus merupakan bagian terpenting. Oksitosin merupakan suatu hormon yang dapat merangsang kontraksi uterus, mengompresi pembuluh darah dan membantu hemostasis ibu, sehingga proses involusi menjadi lebih bagus. Pijat oksitosin dapat dilakukan sebagai stimulasi untuk merangsang pengeluaran oksitosin. Dampak apabila involusi terhambat adalah terjadinya subinvolusi yang pada peristiwa ini lochea bertambah banyak dan tidak jarang terdapat pula perdarahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap proses involusi uterus. Metode: Pencarian artikel jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: Garuda Ristekbrin, Science Research Publishing dan Science and Technology Index (SINTA), sehingga didapatkan 13 artikel untuk di review. Hasil: Intervensi berupa pemberian pijat oksitosin pada ibu postpartum memberikan pengaruh dan efektif untuk mempercepat proses involusi uterus. Pembahasan: Penggunaan teknik pijat oksitosin dengan pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke scapula akan mempercepat kerja parasimpatis dalam merangsang hipofisis posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Kesimpulan: Pijat oksitosin efektif untuk mempercepat proses involusi uterus.