cover
Contact Name
Eska Perdana Prasetya
Contact Email
-
Phone
+6281382526961
Journal Mail Official
abdidosen@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Sholeh Iskandar KM.2 Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 26146509     EISSN : 26205165     DOI : https://doi.org/10.32832/abdidos
Fokus: penelitian hasil dari pengabdian masyarakat Skup: masalah-masalah sosial, lingkungan, budaya dan pembangunan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 990 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENGENAI BUDIDAYA TANAMAN CABAI YANG UNGGUL PADA POT DI DESA DALUNG Kadek Rara Cahyani; I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.459 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i2.860

Abstract

Desa dalung merupakan desa yang menjalankan program Wajib Tanam Cabai (WATANABE) yang diadakan oleh Pemerintah karena Desa Dalung karena memiliki letaknya yang strategis. Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman tentang budidaya tanaman cabai dan kurangnya lahan yang dianggap oleh masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman cabai. Salah satu yang hal yang bisa dilakukan adalah dengan pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam pada pot/polybag. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyampaian materi dan dilanjutkan dengan praktek penanaman. Kegiatan yang dilakukan berupa : 1) Penyuluhan, 2) Pelatihan, dan 3) Demonstrasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah : 1) meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai budidaya tanaman cabai yang unggul pada pot , 2) Masyarakat memahami bahwa pekarangan rumah dapat dijadikan tempat budidaya tanaman cabai dengan menggunakan media tanam pot ataupun polybag. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang budidaya tanaman cabai pada pot.
Penguatan Sanggar Tari untuk Memperkuat Kebudayaan Lokal Kota Medan di Kecamatan Medan Amplas Budi Agustono; Heristina Dewi; Mhd. Pujiono
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.595 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i2.873

Abstract

The majority of the younger generation ignore national culture, such as traditional dances, and prefer modern dances. This makes the importance of strengthening traditional dance groups & place (sanggar tari) as a forum for developing creativity in traditional culture in Medan. Therefore, in this community service, efforts to strengthen the sanggar tari to strengthen Medan's local culture were carried out. This activity consisted of a Focus Group Discussion (FGD) and dance training for 30 young men and women members of the Medan Amplas sub-district sanggar tari held for two months. Besides providing training, the community service team facilitates supporting equipment in traditional dance performance activities for members, such as clothing, accessories, and other training media. The lecture, Q&A, demonstration, and drill methods are used in its implementation. This community service has resulted in the form of services to raise public awareness of the local dance culture of North Sumatera, especially in Medan, with training assistance to increase creativity, innovation, and the ability of the sanggar members in the field of traditional dance and culture.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SOAL EVALUASI DAN TUGAS ADMINISTRATIF GURU DENGAN MEMANFAATKAN GOOGLE FORM jayanti putri purwaningrum; Latifah Nur Ahyani
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.764 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i1.836

Abstract

Pembuatan soal evaluasi masih sering menjadi bagian dalam kegiatan belajar mengajar yang dirasa melelahkan, mulai dari pembuatan soal evaluasi sampai tahap mengoreksi jawaban siswa serta memberikan nilai akhir. Hal ini dirasakan oleh guru-guru di SD 2 Puyoh. Selain hal tersebut, guru-guru di SD 2 Puyoh masih dibebankan untuk membuat tugas administratif yang juga sangat menyita waktu dan tidak mudah dilakukan. Dengan adanya pengabdian ini, diharapkan dapat sangat menunjang guru-guru di SD 2 Puyoh dalam memanfaatkan aplikasi google form. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian yaitu mengadakan pengabdian tentang pendampingan pembuatan soal evaluasi dan tugas administratif guru dengan memanfaatkan google form . Dengan demikian, produk yang dihasilkan berupa soal evaluasi yang dapat diakses secara daring melalui google form dan tugas administrative menjadi lebih sistematsis. Pelaksanaan pengabdian dibagi dalam beberapa tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, follow-up dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu guru-guru di Kabupaten Kudus dapat: 1) menggunakan google form untuk membuat soal evaluasi siswa; 2) mempermudah pengelolaan tugas administrasi guru; 3) memperoleh informasi dan pengetahuan tentang pemilihan strategi evaluasi dalam proses pembelajaran selama pandemic covid-19; dan 4) memperoleh tambahan pengalaman dalam menerapkan inovasi pembelajaran. Hasil dari kegiatan pengabdian dapat digunakan sebagai tambahan referensi dalam memilih strategi yang efektif
PENINGKATAN PRODUKTIFITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA MASYARAKAT ., Yono; Ratnawaty, Latifah; Muslim, Abdulloh; Ocktavia, Listia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cintamanik merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa yang terdiri dari persawahan dan perkebunan sawit. Pada tanggal 6 Agustus s.d. 6 September 2019 kami telah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cintamanik ini. Tujuan dari pelaksanaan program ini yaitu diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar melalui keterlibatan dalam masyakarat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan yang berada di lapangan. Program-program tersebut meliputi kegiatan belajar mengajar di sekolah, penyuluhan PHBS, penyuluhan bahaya rokok, menabung, pelayanan posyandu, senam sore, pengajian ibu-ibu dan remaja putri Desa Cintamanik, pelaksanaan lomba 17 Agustus, dan lain sebagainya sampai acara perpisahan desa. Selama kurang lebih 1 bulan, program-program tersebut dapat terlaksana dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat. Mahasiswa KKN berupaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong dalam satu wadah yang ada di masyarakat, sehingga anggota masyarakat dapat berpartisipasi dan saling membantu masalah yang dialami warga, terutama dibidang Pendidikan, Keagamaan, Kesehatan, Hukum, Teknik dan Ekonomi yang menjadi program unggulan dari para mahasiswa. Dari hal tersebut mahasiswa dapat meningkatkan wawasan serta pengalaman bahwa keberhasilan dan kesuksesan suatu pelaksanaan program kerja sangat ditentukan oleh kerjasama yang baik antara sesama anggota kelompok, dosen pembimbing maupun masyarakat setempat.
EDUKASI GENERASI Z (DIGITAL) DAN POLA KEHIDUPAN BARU MENGHADAPI MASA NEW NORMAL Intan Kumalasari; Maliha Amin; Herawati Jaya; Ratna Ningsih
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.529 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i1.823

Abstract

The government's decision to reopen schools and campuses after the Covid-19 pandemic requires readiness, especially for adolescents, who are mostly students. On the one hand, adolescents feel happy with the reopening of offline learning activities, but on the other hand there are fears and worries about their personal safety. Based on the analysis of the situation in the field of indecision faced by adolescents due to the lack of studies on the impact of the new normal if applied in Indonesia. In addition, the lack of outreach from the government on the policies that have been stipulated makes the public confused, so that their implementation is not appropriate. The purpose of this activity is to provide an understanding to adolescents about the new normal and preparations for the new normal. The method used in this activity is health education through online seminars. The results of this activity indicate that most of the adolescents are ready to face the new normal period and are ready to become agents of change for their peers. The results of this activity can also provide input for schools, campuses and managers to work hand in hand to prepare schools and campuses ready for the new normal by providing repeated understanding of new habits that must be adopted in the new normal period regularly so that schools and new campuses are normal. can be realized.
PENINGKATAN SOFT SKILL MASYARAKAT DESA LEUWIMEKAR MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI, HIDROPONIK DAN DESIMINASI EKONOMI KREATIF BERBASIS DAUR ULANG SAMPAH Kusumah, Fitrah Satrya Fajar; Asmahasanah, Salati; Sofwah, Nadia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.532 KB)

Abstract

KKN Tematik Terintegrasi merupakan KKN yang orientasi program terfokus pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan yang ada. KKN memiliki tujuan memahami kondisi masyarakat. Tujuan diadakannya KKN yaitu untuk memajukan desa tersebut baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan lainnya. Mahasiswa KKN UIKA yang tergabung dari beberapa jurusan bisa membantu masyarakat dengan kemampuannya masing-masing. Pelaksanaan KKN dimulai dari tanggal 6 Agustus 2019 sampai dengan 5 September 2019 di Desa Leuwimekar Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Program KKN kelompok 03 & 04 di Desa Leuwimekar merupakan program yang lebih menekankan kepada kualitas sumber daya manusia. Beberapa Kegiatan yang menunjang peningkatan softskill masyarakat yaitu seperti pelatihan mengetik cepat, workshop media pembelajaran berbasis teknologi, pelatihan teknologi informasi, pemanfaatan barang-barang bekas, penyuluhan hidroponik, dan seminar investasi pasar modal syariah.
BERSAMA MEMBANGUN DESA Marlina, Asti; Hanifan, M. Zakie; Krisna Chandra, Vindi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.836 KB)

Abstract

KKN Tematik Terintergrasi merupakan KKN yang orientasi program terfokus pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah pada wilayah tertentu (Kabupaten/Kota). KKN memiliki tujuan untuk mencapai exselerasi dan afektivitas program pembangunan yang ditandai dengan semakin baiknya kualitas kehidupan masyarakat, partisipasi dan eksistensi masyarakat dalam program-program pembangunan. Kegiatan KKN dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu survey dan observasi ke Desa sasaran, workshop, pendekatan sasaran program, realisasi program, monitoring dan evaluasi kegiatan, dan loka karya hasil KKN. Pelaksanaan KKN dimulai dari tanggal 7 Agustus 2019 sampai dengan 5 September 2019 di Desa Sukamaju Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Program KKN kelompok 51 dan 52 di Desa Sukamaju merupakan program yang lebih menekankan kepada peningkatan kualitas sumber daya masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Program kerja fisik kelompok 51 dan 52 yaitu penyediaan tempat sampah, penyediaan media poster kesehatan, dekorasi perpustakaan sekolah, penyediaan sarana air bersih dan renovasi MCK. Dan program kerja non-fisik yaitu penyuluhan penyakit menular, penyuluhan cuci tangan, penyuluhan bahaya sampah, penyuluhan kesehatan reproduksi, pendidikan dan pelatihan membuat poster kesehatan, penyuluhan menabung sejak dini, penyuluhan edukasi dasar ekonomi, lomba 17 Agustus, seminar hukum tantang perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, lomba menghias celengan, bimbingan belajar, dan acara perpisahan KKN.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGRAJIN REMITAN MELALUI PENGEMBANGAN PEWARNA RAMAH ANAK jayanti putri purwaningrum; Imaniar Purbasari; Gilang Puspita Rini
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.382 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i2.880

Abstract

Kabupaten Jepara adalah salah satu daerah penghasil gerabah. Salah satu jenis gerabah yang dihasilkan adalah remitan yang diproduksi di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong. Remitan adalah mainan anak-anak tradisional yang berupa miniatur alat dapur seperti wajan, cobek, muntu, tungku, dan lain-lain. Namun demikian, masalah yang dialami pengrajin adalah mereka belum bisa mengembangkan produk remitan dengan pewarna yang aman bagi anak. Hal ini tidak sejalan dengan kegunaan remitan sebagai mainan tradisional yang sejatinya sering dimainkan oleh anak-anak. Solusi yang ditawarkan adalah dengan mengadakan pemberdayaan kepada pengrajin remitan melalui pelatihan membuat remitan dengan menggunakan pewarna yang ramah anak. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan cara sosialisasi dan praktek produksi remitan dengan menggunakan pewarna yang ramah anak. Hasil yang telah dicapai dalam program ini adalah seluruh mitra yang mengikuti kegiatan pelatihan dapat memiliki pengetahuan dan kompetensi membuat produk remitan dengan teknik pewarna yang ramah anak. S
Developing Seketi Village during COVID-19 Pandemic as Tourism Village in Sidoarjo Siti Ngaisah; Nur Flora Nita T.B.S
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.674 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i2.845

Abstract

Desa Seketi terletak di Kecamatan Balong Bendo Kabupaten Sidoarjo. Desa ini memiliki penduduk yang sebagian besar adalah petani. Sejak dulu desa ini dikenal memiliki keterampilan mengolah anyaman bambu berupa “tempe / tempayan”. Kemampuan ini menjadi sumber dari potensi wisata Desa Seketi. Pok Darwis, yaitu kelompok masyarakat Desa Seketi, memiliki peran dalam mengembangkan potensi wisata tersebut. Namun, dengan adanya pandemi COVID 19 ini, membuat Desa Seketi mengalami penurunan dan menghadapi beberapa masalah dalam pengembangan potensi wisata. Maka perlu mencari solusi seperti, meningkatkan kesadaran Pemuda Desa untuk mengembangkan potensi kerajinan bambu, pemahaman terhadap legalitas desa pariwisata , dan pemahaman tentang era “New Normal” dalam mengembangkan desa wisata. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa, perlu ada kegiatan yang dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada, dalam bentuk sosialisasi, penanaman bambu, pemasangan penunjuk jalan di Desa Seketi.
PEER GROUP SUPPORT DAN PEMANFAATAN HASIL PERTANIAN UNTUK PENCEGAHAN PENULARAN TUBERCULOSIS PARU PADA KELOMPOK BERESIKO Tri Afandi, Alfid; Ardiana, Anisah; Dwi Masahid, Ardiyan
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.473 KB)

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a problem that is relatively high in Indonesia. Pulmonary tuberculosis at the end of 2019 has increased significantly. East Java is one of the provinces with the highest number of pulmonary tuberculosis patients, and Jember Regency is in second place after Surabaya for the number of sufferers. Objective: Increase knowledge of groups at risk of contracting pulmonary tuberculosis with peer group support method and provide information about agricultural materials to increase body immunity not to be susceptible to contracting pulmonary tuberculosis. Methods: Empowering health cadres and giving health education using leaflets and interactive discussions. Results: The implementation of this activity includes the formation of cadres to care for Pulmonary Tuberculosis, mentoring health cadres to conduct health education using a peer group support approach, conducting health education about agricultural materials to increase body immunity. Conclusion: After carrying out these community service activities, it is hoped that the health cadres that have been formed can continue to assist in increasing the knowledge of the surrounding community so that they are not easily infected with pulmonary tuberculosis.