cover
Contact Name
Reinardus Liborius Cabuy
Contact Email
reinnardcabuy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kehutanan.papuasia@unipa.ac.id
Editorial Address
Faculty of Forestry, Papua University. Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Kehutanan Papuasia (Journal of Papuasia Forestry)
Published by Universitas Papua
ISSN : 25416901     EISSN : 27226212     DOI : https://doi.org/10.46703/jkp.unipa
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Kehutanan Papuasia adalah peer reviewed jurnal tentang ilmu silvikultur, ekologi hutan, konservasi dan biodiversitas sumber daya hutan, teknologi hasil hutan, dan manajemen hutan. jurnal Kehutanan Papuasia (JKP) diterbitkan secara berkala oleh Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Univesitas Papua. satu volume dicetak dalam satu tahun dan dibagi dalam dua nomor yaitu edisi Januari-Juni dan Juli- Desember.
Articles 201 Documents
Analisis Kelayakan dan Strategi Pengembangan Potensi Ekowisata Hutan Wisata Nostalgia di Buiko, Nusa Tenggara Timur Noviani Sarah Agusthina Duka; Maria Bano; Fadlan Pramatana; Maria M.E. Purnama
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan menyusun strategi untuk pengembangan Hutan Wisata Nostalgia. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan yaitu pada bulan Juni 2022 di Buiko, Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Responden berjumlah 67 orang terdiri dari 4 orang pihak pengelola dan 43 orang masyarakat setempat yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling dan rumus slovin, sedangkan 20 orang pengunjung yang diperolah menggunakan metode random sampling (sempel acak), dan dianalisis menggunakan metode analisis ADOODTWA dan analisis SWOT. Hasil penelitian yang didapat (1) nilai total kelayakan dari 7 variabel penilaian adalah 78,61% jadi dapat disimpulkan bahwa Hutan Wisata Nostalgia layak untuk dikembangkan menjadi ekowisata. (2) Strategi pengembangan yaitu dengan mempromosikan lokasi wisata, mengoptimalkan sistem pengeloaannya, membangun kerjasama dengan pemerintah daerah, masyarakat lokal.
Physical Behaviour of Wood Plastice Composite Made of Recycled High-Density Polyethylene (HDPE) Rahayu, Yuyu; Setiawan, Wahyu; Endra Gunawan; Susilo Budi Husodo
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.313

Abstract

This paper investigated the physical characteristics of wood–plastic composites, which were made using recycled high-density polyethylene (HDPE) and using wood flour from Pometia sp (Matoa), Intsia sp (Merbau) and Alstonia sp (Pulai) as filler. The sawdust was taken from local furniture industry and the HDPE was collected from recycled plastic bottles of mineral water. Composite panels were made from recycled HDPE through hot-press moulding produced excellent stability based on JIS and SNI Standard, especially for moisture content and swelling characteristics. The water absorption and targeted density were also measured. In this study we found that the water absorption and the density of the composite exceeded our expectation. The composites showed high variation average for water absorption. For the swelling behavior, the value is varied from 5.74% to 25.57% after 2 hours soaking and varied between 7.56% to 28.53% after 24 hours soaking. This study has shown the composites had a high possibility to be used for interior and non-structural purposes.
PENGARUH PEMBERIAN KOLKISIN DENGAN DROP METHOD TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JABON (Anthocephalus cadamba) Anwar, Arniani; Evelin Anggelina Tanur; Worabai, Descarlo; Laswi Irmayanti; Reyna Ashari; Ahmad Baiquni Rangkuti
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.409

Abstract

Jabon merupakan salah satu jenis tanaman yang sedang populer dibudidayakan oleh masyarakat dan industri pemasok kayu. Kolkisin merupakan senyawa alkaloid yang memiliki kemampuan membentuk tanaman yang poliploid. Sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas Jabon maka diperlukan adanya terobosan baru. Salah satunya dengan pemberian colchicine pada bibit jabon. Perlakuan kolkisin pada penelitian ini sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas jabon maka diperlukan adanya terobosan baru. Salah satunya dengan pemberian kolkisin pada bibit Jabon. Jumlah perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perlakuan dengan 45 kali jumlah ulangan pada setiap perlakuannya. Untuk 4 perlakuan diberi kosentrasi colchicine dengan kosentrasi yang berbeda-beda (0,5 mg/l, 1,0 mg/l, 1,5 mg/l, dan 2,0 mg/l) dan 1 perlakuan berfungsi sebagai kontrol di mana tanaman kontrol ini tidak diberi colchicine. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Pemberian colchicine dalam penelitian ini memberikan pengaruh yang nyata pada pertumbuhan bibit jabon. Pengaruh pertumbuhan tersebut terjadi pada semua variabel yang diamati, baik pertambahan jumlah daun, pertumbuhan tinggi tunas maupun diameter. Empat konsentrasi colchicine yang diberikan, perlakuan E dengan konsentrasi 2,0 mg/l merupakan konsentrasi yang memberikan pengaruh pertumbuhan terbaik terhadap bibit Jabon.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESERTA PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL SKEMA IPHPS DI HUTAN LINDUNG GUNUNG RAKUTAK, KPH BANDUNG SELATAN, PERUM PERHUTANI DIVRE JAWA BARAT DAN BANTEN Pujo; Mulyaningrum; Trisna Nurhayati
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.450

Abstract

Selama beberapa dekade, pengelolaan hutan belum mampu mengatasi persoalan-persoalan terkait kerusakan hutan dan kemiskinan masyarakat di dalam dan sekitar hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi peserta program perhutanan sosial dengan skema Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di kawasan Hutan Lindung Gunung Rakutak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap responden terpilih. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik sosial ekonomi peserta IPHPS di Kawasan Hutan Lindung Gunung Rakutak dari aspek pendapatan termasuk kategori rendah, yaitu Rp 24.714.529/tahun. Pendapatan tersebut 36,47% lebih rendah dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Bandung tahun 2021. Sebagian besar kontribusi pendapatan IPHPS didominasi pada persentase 0-20% dengan nilai Rp 0–2.500.000/tahun. Meskipun kontribusi pendapatan dari program IPHPS masih minim, namun tetap memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar hutan dilihat dari hasil analisis B/C rasio yang menunjukan nilai lebih dari 1. Hasil análisis indeks Gini, Skema IPHPS belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan ketimpangan pendapatan, namun masyarakat menyatakan cukup mendapatkan kesejahateraan dengan adanya program IPHPS. 
KARAKTERISTIK SARANG KAKATUA MALUKU (Cacatua moluccensis) DI HUTAN NEGERI MANUSELA Remon Lilihata; Lesty Latupapua; Andri Tuhumury
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) di Negeri Manusela. Metode yang digunakan adalah metode survei yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan data secara langsung pada lokasi penelitian. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah parameter pohon sarang dan lubang sarang.  Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis pohon yang digunakan untuk sarang burung kakatua maluku (C. moluccensis) pada hutan Negeri Manusela adalah jenis Pulaka (Octomeles sumatrana) dan Damar (Agathis alba) dengan rata-rata diameter pohon sarang ± 39,3 cm. Pada jenis damar sarang Kakatua Maluku (C. moluccensis) berada pada ketinggian 22 m sedangkan pada jenis pulaka sarang Kakatua Maluku berada lebih rendah yang berkisar antara 10-19 m. Posisi sarang pada batang utama dan posisi sarang berada pada pangkal percabangan pohon. Jenis vegetasi disekitar pohon sarang Kakatua Maluku lebih didominasi oleh jenis Damar dan jenis rotan. Sarang kakatua Maluku berbentuk bulat dan lonjong.
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN HUTAN REBOISASI DI BUKIT GOLO LUSANG KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) RUTENG Edon, Servasius Gratia; Seran, Wilhelmina; Sinaga, Pamona Silvia
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.456

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan hutan reboisasi Golo Lusang dengan mengamati paramater dalam setiap indikator metode FHM seperti indikator vitalitas dengan parameter kerusakan pohon, produktivitas dengan parameter diameter pohon, biodiversitas dengan parameter keanekaragaman dan kekayaan, dan kualitas tapak dengan parameter keasaman tanah. Penelitian dilakukan pada 2 klaster plot pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan tingkat klaster plot sebesar 0,5875 klaster plot 1, dan sebesar 0,9975 klaster plot 2 yang berarti tingkat kesehatan hutan reboisasi Golo Lusang dinilai dari indikator vitalitas parameter kerusakan pohon berkategori sehat. Hasil pengukuran produktivitas yaitu 0,021 m2 rata-rata LBDS klaster plot 1 dan 0,016 m2 rata-rata LBDS klaster plot 2. Sedangkan nilai volume sebesar 0,17 m3 rata-rata volume klaster plot 1 dan 0,14 m3 rata-rata volume klaster plot 2. Penilaian biodiversitas dengan parameter kekayaan jenis menunjukkan angka 1,0325  klaster plot 1 (rendah) dan 2,9425 klaster plot 2 (sedang) serta parameter keanekaragaman jenis menunjukkan angka 1,0475 klaster plot 1 (sedang) dan 2,1925 klaster plot 2 (sedang). Penilaian kualitas tapak klaster plot 1 sebesar 6,67 dan klaster plot 2 sebesar 6,83 menunjukkan kualitas tapak pada area reboisasi Golo Lusang berkategori baik.
POTENSI EKOLOGIS HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) JENIS TUMBUHAN PEWARNA ALAMI DI DESA ADAT BOTI KECAMATAN KIE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Lalur, Francisca Vainalia; Riwu Kaho, Ludji Michael; Seran, Wilhelmina
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.458

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekologis hasil hutan bukan kayu jenis tumbuhan pewarna alami serta upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Adat Boti. Penelitian ini menggunakan metode analisis vegetasi (purposive sampling) dan wawancara (snowball sampling). Berdasarkan hasil penelitian di sekitar kawasan hutan di Desa Adat Boti, terdapat 5 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pewarna alami tenun ikat yaitu Mengkudu (Morinda citrifolia) 182,49%, Loba (Symplocos sp.) 147,56% memiliki potensi banyak sehingga harus dipertahankan terus. Sedangkan jenis Tarum (Indigofera tinctoria) 51,77%, Arbila (Phaseolus lunatus L.) 34,57% dan Kunyit (Curcuma longa) 20,30% sesuai dengan syarat tumbuh. Namun dilihat dari pertumbuhannya sampai tingkat semai sehingga potensinya semakin berkurang maka harus di budidayakan kembali. Tumbuhan pewarna di Desa Adat Boti paling banyak ditemukan pada tingkat  kemiringan lereng 0-45% dan tingkat ketinggian 200 sampai > 500 mdpl . Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi tingkat kepunahan spesies tersebut yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya membudidayakan tumbuhan sehingga dapat dimanfaatkan jangka panjang dan ketersediaan bahan baku pewarna alami dan habitat hidup tumbuhan lainnya akan tetap lestari.
KUALITAS DAYA LEKAT, NILAI KILAP, FLEKSIBILITAS DAN KEKERASAN BEBERAPA JENIS BAHAN FINISHING YANG DIAPLIKASIKAN PADA KAYU MAHONI WIJAYANTO, Arip
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.459

Abstract

Kayu mahoni banyak digunakan sebagai bahan furnitur. Jenis bahan finishing yang digunakan berpengaruh terhadap kualitas akhir finishing yang dihasilkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakter lapisan finishing water based dan solvent based (Poliuretan/ PU dan Nitroselulosa/ NC) yang diaplikasikan pada kayu mahoni. Kayu mahoni disiapkan permukaannya kemudian diberi perlakuan bahan finishing. Pengujian yang dilakukan adalah daya lekat (cross cut), nilai kilap (glossy test), fleksibilitas (coin test), dan kekerasan (pencil hardness). Hasil pengujian daya lekat menunjukkan bahwa finishing WB dan PU termasuk kelas 5 (kualitas tertinggi) sedangkan lapisan finishing NC kelas 3. Lapisan finishing PU juga memiliki nilai kilap kelas high gloss, sedangkan lapisan finishing NC dan WB termasuk gloss dan semi gloss. Ditinjau dari pengujian fleksibilitas maka lapisan finishing WB, NC dan PU termasuk kelas 5 (sangat baik). Lapisan finishing yang memiliki nilai kekerasan tertinggi sampai terendah yaitu PU (6H), NC (5H), dan WB (H). Berdasarkan hasil pengujian, Lapisn finishing PU memiliki kualitas paling bagus digunakan pada kayu mahoni.
STRATEGI PENGELOLAAN EKOWISATA BERKELANJUTAN DESTINASI HEALTH ECOTOURISM PEMANDIAN AIR PANAS BAYANAN SRAGEN Noven, Helena Joan; Lia Kusumaningrum; Irfan A.N
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.463

Abstract

Pemandian air panas (PAP) Bayanan merupakan salah satu wisata unggulan Sragen yang memiliki daya tarik sebagai health ecotourism, tetapi pengelolaan yang ada belum dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengelolaan ekowisata berkelanjutan di PAP Bayanan. Penelitian ini berlokasi di PAP Bayanan, Kecamatan Sambirejo, Ksbupaten Sragen, Jawa Tengah dari bulan Maret hingga Juni 2023. Jenis penelitian ini ialah metode kombinasi dengan teknik pengambilan data primer melalui observasi dan dokumentasi, wawancara mendalam, dan kuesioner dengan metode Delphi, serta data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka. Informan terdiri dari 11 responden Stakeholder terkait yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan skoring skala Likert, deskriptif kualitatif, dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) kuantitatif dengan menggunakan model matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ekowisata PAP Bayanan memiliki nilai IFAS-EFAS (2.05;1.56) dan grafik Grand Strategy pada kuadran I sehingga menghasilkan strategi utama SO (Stength-Opprtunity) dengan prioritas ranking I adalah menjalin kerja sama antara Stakeholder dengan investor dalam penambahan fasilitas dan kegiatan wisata berbasis alam yang menarik sekaligus mengedukasi seperti camping, outbound, susur sungai, event mengenalkan sejarah/kebudayaan Bayanan yang terkait dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6, 8, dan 15 untuk mencapai keberlanjutan ekowisata.
ANALISIS TUTUPAN LAHAN DESA MATA AIR TAHUN 2023 DI DESA MATA AIR, KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria M.E. Purnama; Fadlan Pramatana; Yusratul Aini; Muhammad Soimin
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol10.Iss1.469

Abstract

Tutupan lahan merupakan informasi yang sangat penting dalam berbagai bidang misalnya pertanian, pertambangan, kehutanan dan bidang lainnya. Perubahan tutupan lahan terjadi karena pertumbuhan penduduk yang semakin besar dan perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga menyebabkan suatu wilayah dapat dikonversi menjadi bentuk lain untuk memenuhi kebutuhan manusia baik kebutuhan sandang, pangan terutama lahan untuk pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan Desa Mata Air. Pengambilan data menggunakan metode interprestasi citra yaitu pengunduhan citra, pengambilan data lapangan, Preprocessing, dan Klasifikasi Citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 klasifikasi tutupan lahan yaitu bangunan, sawah, vegetasi, semak belukar, tegalan, tubuh air dan lahan terbuka. Berdasarkan hasil klasifikasi citra dengan menggunakan metode MLC maka diperoleh tutupan lahan semak belukar sebesar 30% tegalan sebesar 3%. Uji akurasi antara analisis citra dan kondisi di lapangan memberikan hasil klasifikasi sebesar 96,6%.