cover
Contact Name
Ma'ulfi Kharis Abadi
Contact Email
maulfikharisabadi@unbaja.ac.id
Phone
+6281911145430
Journal Mail Official
josce@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syech Nawawi Al-Bantani Curug Kota Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE)
ISSN : 26560844     EISSN : 26562766     DOI : https://doi.org/10.47080/josce.v6i01.3325
JOSE bertujuan untuk: 1. Mempublikasikan informasi, pengetahuan dan hasil penelitian terkait dunia teknik sipil 2. Mempromosikan pendekatan komprehensif terhadap teknik sipil yang menggabungkan sudut pandang berbagai disiplin ilmu. 3. Memperkuat pertukaran akademik dengan institusi lain. 4. Mendorong ilmuwan, praktisi insinyur, dan pihak lain untuk melakukan penelitian dan aktivitas serupa lainnya. JOSCE mempunyai ruang lingkup untuk: 1. Ilmu teknik Sipil 2. Ilmu transportasi 3. Ilmu pendukung teknik sipil
Articles 96 Documents
ANALISIS PERHITUNGAN STRUKTUR BUNKER AKSELERATOR ELEKTRON ENERGI TINGGI MENGGUNAKAN ETABS Hutagalung, Jethro Lukito; Naibaho, Pio Ranap Tua; Sembiring, Kristina
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 6 No. 02 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i02.3611

Abstract

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan Gedung Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya untuk mendukung penelitian dan inovasi ilmiah di Indonesia. Salah satu komponen utama dalam proyek ini adalah pembangunan Bunker yang dirancang untuk memiliki ketahanan tinggi terhadap radiasi dan gempa bumi, dengan mempertimbangkan wilayah Indonesia yang rawan gempa. Desain Bunker ini memperhitungkan percepatan gempa dasar (Peak Ground Acceleration atau PGA) sebesar 0,3g sesuai dengan kondisi geologis setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menghitung ulang struktur kolom dan pelat bunker AEET sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur untuk memahami teori dan standar yang relevan, pengolahan data lapangan, pemodelan struktur menggunakan software ETABS, analisis gaya dalam, serta perhitungan manual menggunakan Excel untuk memverifikasi hasil pemodelan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kolom dan pelat bunker AEET mampu menahan beban aksial, geser, dan momen yang terjadi selama operasional, serta memenuhi seluruh persyaratan keamanan dan ketahanan gempa sesuai standar SNI. Desain ulang yang dilakukan meningkatkan keamanan struktur dan memastikan operasional yang aman dan efisien dalam jangka panjang. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan material modern dan penerapan sistem pemantauan struktural secara real-time untuk memastikan keberlanjutan dan keselamatan fasilitas ini di masa depan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan infrastruktur penelitian di Indonesia, memastikan bahwa fasilitas AEET tidak hanya berteknologi canggih, tetapi juga aman dan tangguh dalam menghadapi kondisi geologi yang menantang.
Daya Dukung Fondasi Tiang Bor pada Pilar Jembatan Kedondong Aulia, Diana; Istiatun, Istiatun
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 01 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering (PROSES)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/phrq3w32

Abstract

Fondasi adalah bagian krusial pada struktur bangunan yang berperan dalam menopang beban sendiri maupun beban yang bekerja di atasnya, khususnya pada jembatan. Pembangunan P14 Jembatan Kedondong pada proyek Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) Seksi 5B dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor. Dalam pelaksanaan pengeboran di titik 5, terdapat bebatuan pada kedalaman 10 m dengan kondisi tanah lunak yang menyebabkan proses pengeboran tidak dapat dilanjutkan sampai kedalaman rencana. Adanya batuan di atas tanah lunak berpotensi menyebabkan keruntuhan jika diberi beban berlebih, sehingga diperlukan penambahan tiang bor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali perubahan dalam kapasitas dukung fondasi tiang bor, besar penurunan, dan penambahan biaya yang terjadi akibat adanya penambahan tiang bor dengan pembebanannya dilakukan dengan bantuan SAP2000. Semula terdapat 27 tiang berdiameter 1,2 m dan kedalaman 32 m, kemudian meningkat menjadi 28 tiang. Dalam metode Reese & Wright, diperoleh kapasitas dukung aksial tunggal sebesar 15840,309 ton, sementara sebelum penambahan tiang, kapasitas dukung aksial kelompok adalah 13970,006 ton, dan setelah penambahan tiang, kapasitasnya meningkat menjadi 14487,414 ton. Didapatkan daya dukung lateral tunggal (metode Broms) sebesar 320,961 ton, sedangkan daya dukung lateral kelompok sebelum penambahan tiang sebesar 6939,79 ton, dan setelah penambahan menjadi 7196,82 ton. Penurunan tiang tunggal sebesar 0,0173 cm, sedangkan penurunan sebelum penambahan kelompok tiang adalah 0,00249 cm, dan setelah penambahan menjadi 0,00259 cm. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa daya dukung fondasi tiang bor pada P14 Jembatan Kedondong, baik sebelum dan setelah penambahan tiang, mampu menopang beban sendiri dan beban yang ditempatkan di atasnya dengan tambahan biaya sebesar Rp 45.458.343,04. 
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PADA RUAS JALAN RAYA SERANG - JAKARTA KECAMATAN BALARAJA KABUPATEN TANGERANG Prayogo, Bhekti Priyo; Yusup, M. Ichwanul; Amilia, Euis
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 01 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering (PROSES)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/7ggwgb43

Abstract

Roads are one of the most important infrastructures, but in some areas there is often inundation on the road, caused by climate change or land use change. On the Jalan Raya Serang - Jakarta section of Balaraja Subdistrict, Tangerang Regency, flooding often occurs during maximum rainfall intensity, this is because there is no drainage channel that helps water flow to the nearest river. Therefore, research is needed related to drainage planning to prevent flooding. In this study, the rainfall data used is the last 10 years of data, and hydrological analysis using the algebraic average formula, mononabe formula, and gumbel. This study uses a return period with a planned flood discharge obtained for a return period of 5 years = 0.284 m3 / s, a return period of 10 years = 0.329 m3 / s, a return period of 20 years = 0.356 m3 / s, a return period of 50 years = 0.400 m3 / s, and a return period of 100 years 0.442 m3 / s. Two (2) experiments were carried out in the calculation of rainfall data. Conducted 2 (two) experiments in the calculation of channel dimensions. Experiment 1 (one) obtained channel dimensions with channel width (b) 0.70 m, channel height (h) 0.65 m, and can accommodate channel discharge of 1.306 m3 / h. Experiment 2 (two) obtained channel dimensions with a channel width (b) of 0.70 m, channel height (h) 0.50 m, and can accommodate a channel discharge of 0.952 m3 / d.
ANALISIS GEOMETRIK JALAN LINGKAR SELATAN ( JLS ) STATIONING 08+050 SAMPAI STATIONING 08+475 KOTA CILEGON Artiwi, Nila Prasetyo; Sugiarto, Didy; Yusup, M. Ichwanul
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 01 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering (PROSES)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/j8yhhc73

Abstract

Jalan lingkar Selatan Kota Cilegon masuk dalam klasifikasi jalan perkotaan sesuai Sk Walikota No. 620/Kep.19-DPUTR/2022 Tentang Status Jalan Kota Cilegon, kelas III, jalan kolektor sekunder Ruas jalan ini merupakan salah satu urat nadi pertumbuhan ekonomi baik di Kota Cilegon maupun Kabupaten Serang. Pada bagian ruas jalan terdapat titik-titik jalan yang rawan terhadap keselamatan lalu lintas, salah satunya di Stationing 08+175 sampai Stationing 08+425 pada lokasi Simpang Lebak Denok. Pada titik kemacetan lalu lintas terbesar disebabkan oleh alinyemen vertikal yang belum memenuhi standar yang disyaratkan oleh Bina Marga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka yang dianalisis menggunakan rumus-rumus empirik sesuai Pedoman Desain Geometrik Jalan Bina Marga 2021. Data ukuran geometrik jalan dikumpulkan secara pengukuran langsung yang menjadi data primer seperti lebar lajur jalan, bahu jalan dan jenis perkerasan, dan juga ada yang didapatkan dari dokumen berupa data sekunder berupa data klasifikasi jalan, indikator kecepatan rencana dan besar jari-jari tikungan pada alinyemen horisontal. Analisis pada geometrik jalan berupa alinyemen vertikal dan horisontal bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai elevasi alinyemen vertikal maupun horizontal yang ada di lapangan. Analisis alinyemen vertikal dan horizontal pada jalan lingkar selatan ini mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan. Elevasi vertikal maksimum pada ruas jalan ini sebesar 10% dan elevasi horizontal menunjukkan angka 200 sampai dengan 500 m. Pedoman Desain Geometrik Jalan Bina Marga 2021 mensyaratkan untuk tinggi elevasi maksimum alinyemen vertikal adalah 8%. Untuk alinyemen horisontal sudah memenuhi standar geometrik jalan yaitu > 200m, sehingga direkomendasikan perlunya perencanaan ulang kondisi Geometrik Jalan Lingkar Selatan STA. 08+175 sampai STA. 08+425 agar memenuhi standar geometrik dan kemantapan jalan sesuai dengan yang disyaratkan. Selain itu diperlukan rambu-rambu agar pengendara mengetahui bahwa akan memasuki tanjakan yang curam sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan.
PERANAN SUMBER DAYA KONSTRUKSI DALAM KECELAKAAN KONSTRUKSI Amal, Ali
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 01 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering (PROSES)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/svvafx13

Abstract

One of the primary issues in construction work is construction accidents, which are largely attributed to factors related to management or construction resources. This study aims to identify the role of construction resources in the occurrence of construction accidents. It will analyze the influence of these resources based on literature reviews and observational data regarding construction accidents. The findings indicate that the technical aspects of construction resources play a significant role in the incidence of such accidents. The components of construction resources must meet performance standards, which include human resources (competent labor), financial resources (adequate funding), materials (quality materials), machinery (functional equipment), and methodologies that adhere to design specifications. It is essential for these resources to be aware of the risk levels associated with the operational tasks at hand. If any component of the construction resources fails to meet operational standards and procedures, performance or functional adjustments (calibration) must be made. The fulfillment of construction resource standards is also influenced by environmental, managerial, and organizational aspects. Management plays a critical role in controlling through supervision, monitoring, and evaluating the performance of construction resource management elements. However, this is also contingent upon the policies and capabilities of organizational leaders in managing work units and integrating construction resource components to foster a safe construction environment (Safety First and Zero Accident).
RENCANA PENGEMBANGAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN SISTEM OFF-SITE (STUDI KASUS: KABUPATEN SERUYAN) Sutantiningrum, Kartika Hapsari; Hapsari Sutantiningrum, Hapsari Sutantiningrum; Kamal, Insan
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 01 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering (PROSES)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/1sjbyc02

Abstract

Rendahnya persentase pelayanan akses dasar sanitasi pada Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai contoh masih adanya penduduk yang menggunakan cubluk dan jamban tidak sehat serta masih membuang langsung ke sungai atau memakai tangkai septik tanpa penyedotan berkala serta masih ada yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) hal tersebut dilakukan salah satunya dikarenakan masyarakat yang masih berpikir secara konvensional selain itu karena belum adanya infrastruktur yang layak dalam pengelolaan air limbah domestik. Dari permasalahan tersebut maka dibutuhkan perencanaan pengelolaan air limbah domestik yang sesuai dengan standar nasional serta peraturan yang berlaku di Indonesia. Pada penelitian ini dilakukan analisis lima aspek yang mempengaruhi pengelolaan air limbah domestik, yaitu aspek institusi/kelembagaan, pengaturan, peran serta masyarakat, keuangan, serta teknis dan operasional. Selanjutnya, melakukan perhitungan proyeksi pertumbuhan populasi penduduk Kabupaten Seruyan dan menghitung volume timbulan air limbah yang dihasilkan pada tahun 2030 dan 2040. Kemudian, disusun rencana pengembangan pelayanan prasarana pengelolaan air limbah off-site di Kabupaten Seruyan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal berbasis masyarakat dan skala kota. Penyusunan rencana tersebut berdasarkan pembagian daerah pelayanan dan penentuan zona prioritas yang terdiri dari beberapa pertimbangan, yaitu kepadatan penduduk, klasifikasi menurut kawasan perkotaan, klasifikasi daerah, serta dokumen studi penilaian resiko kesehatan lingkungan dan strategi sanitasi kabupaten/kota.

Page 10 of 10 | Total Record : 96