cover
Contact Name
Ma'ulfi Kharis Abadi
Contact Email
maulfikharisabadi@unbaja.ac.id
Phone
+6281911145430
Journal Mail Official
josce@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syech Nawawi Al-Bantani Curug Kota Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE)
ISSN : 26560844     EISSN : 26562766     DOI : https://doi.org/10.47080/josce.v6i01.3325
JOSE bertujuan untuk: 1. Mempublikasikan informasi, pengetahuan dan hasil penelitian terkait dunia teknik sipil 2. Mempromosikan pendekatan komprehensif terhadap teknik sipil yang menggabungkan sudut pandang berbagai disiplin ilmu. 3. Memperkuat pertukaran akademik dengan institusi lain. 4. Mendorong ilmuwan, praktisi insinyur, dan pihak lain untuk melakukan penelitian dan aktivitas serupa lainnya. JOSCE mempunyai ruang lingkup untuk: 1. Ilmu teknik Sipil 2. Ilmu transportasi 3. Ilmu pendukung teknik sipil
Articles 96 Documents
ANALISA PERBANDINGAN EXPANTION JOINT JEMBATAN JENIS ASPHALTIC PLUG JOINT Dengan FINGER JOINT Pada JALAN TOL TANGERANG – MERAK Nila Prasetyo Artiwi; Among Wiria Putra; Dinihari Mulya Lestari
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2115

Abstract

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan rute transportasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Oleh sebab itu, setiap komponen penyusun jembatan perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu komponen penyusun jembatan adalah expansion joint atau siar muai. Sama halnya pada jalan tol Tangerang – Merak, jembatan tol yang terdapat disana menggunakan beberapa jenis expantion joint antara lain asphaltic plug, finger joint, dan strip seal joint. Tujuan analisa ini dilakukan untuk mengetauhi tahapan pekerjaan expantion joint asphaltic Plug dan finger joint, serta mengetahui perbandingan waktu, biaya pekerjaan,dan biaya pemeliharaan expantion joint selama 3 bulan. Metode pengumpulan data yang dikumpulkan berasal dari hasil observasi dan literatur, serta terbagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Dari hasil perhitungan celah sambungan siar muai didapat ∆L sambungan siar muai = 4,786 mm dan dari hasil analisa didapatkan untuk asphaltic plug ada 9 tahap pekerjaan dengan waktu 8 jam untuk pelaksanaan 3,60 m dengan biaya Rp. 1.067.996.074 dan biaya pemeliharaan Rp. 188.030.513. Sedangkan untuk Finger joint ada 9 tahap pekerjaan dengan waktu 18 jam untuk pelaksanaan 3,60 m dengan biaya Rp. 4.274.271.827 dan biaya pemeliharaan Rp. 4.849.109
ANALISIS STRUKTUR PONDASI FOOT PLAT PADA BANGUNAN RUMAH LANTAI 3 DENGAN MENGGUNAKAN SAP2000 Euis Amilia Euis Amilia; Chaerul Umam; Bambang Heryanto
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2126

Abstract

Pembangunan suatu konstruksi yang dilaksanakan dan dikerjakan di lapangan adalah pekerjaan pondasi struktur bawah kemudian melaksanakan pekerjaan struktur atas. Pengaruh pondasi pada bangunan sangatlah penting, kerena pondasi berfungsi meneruskan beban yang berasal dari berat bangunan itu sendiri dan beban luar yang bekerja pada bangunan ke tanah yang ada disekitarnya. Dinilai dari fungsi pondasi yang sangat penting maka dari itu perencanaan pondasi harus melalui proses yang sangat tepat agar pondasi yang didapat dapat menopang kontruksi sesuai yang kita inginkan. Dalam perencanaan pondasi ada beberapa model pondasi yang sering sekali dipakai dalam konstruksi adalah pondasi telapak atau biasa disebut pondasi foot plat, dimana dalam mengembangkan foot pla atau di sebut pondasi tapak dan untuk menganalisis struktur pondasi dengan menggunakan sap 2000 dan mengetahui kapasitas daya dukung pondasi. kekuatan pondasi dangkal dengan menggunakan pondasi foot plat . Metode yang digunakan wawancara dan mencari data di lapangan dengan perhitungan menggunakan aplikasi sofware sap 2000. parameter penelitian adalah penggunaan pondasi dangkal dengan menggunakan pondasi foot plat. hasil uji menunjukan pondasi foot plat yang dibuat dengan perhitungan manual yaitu dengan pembesian D16-150 untuk tulangan atas D8-150 dan hasil ditemukan dalama aplikasi sofware sap 2000 tulangan Bawah D18-100 tulangan atas D12-150. Karana dalam aplikasi sap 2000 untuk pembebanan Tanah Terhitung maka terdapat perbedaan pemebsian dari pondasi footplat. Kata kunci : foot plat, reaksi pondasi, pondasi footplate, sap2000
ANALISA VOLUME BEBAN BERLEBIH KENDARAAN TERHADAP PENURUNAN UMUR RENCANA JALAN Mafa hirun najib; Telly Rosdiyani; Fitri Aida Sari
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2141

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat penting bagi masyarakat. Kendaraan berlebih adalah suatu kondisi beban ganda kendaraan melebihi beban standar yang digunakan pada asumsi desain perkerasan jalan atau jumlah lintasan operasional. Umur rencana jalan adalah jumlah beban kendaraan lalu lintas Ekivalen Single Axle Load (ESAL). Jalan Raya Bojonegara merupakan jalan beton (Rigid Pavement), kondisi jalan Raya Bojonegara sering terjadi kerusakan jalan disebabkan oleh kelebihan beban kendaraan, dengan demikian tujuan penelitian ini untuk mengetahui angka beban ESAL kendaraan di Jalan Raya Bojonegara, untuk mengetahui persentase penurunan umur perkerasan jalan serta untuk meninjau jenis kerusakan jalan akibat besarnya kendaraaan berlebih. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode AASHTO 1993. Berdasarkan hasil survei di Jalan Raya Bojonegara pada tahun 2022 dengan menggunakan metode kualitatif pengambilan data primer dan sekunder didapat sebesar 9.732 kendaraan dan berdasarkan hasil survei kerusakan jalan terdapat jenis kerusakan seperti retak pumping,retak sudut, retak melintang, retak berlubang dan retak remek. Berdasarkan hasil analisa perhitungan menggunakan metode AASHTO 1993 dengan rumus kumulatif ESAL dan rumus reaming life, persentase penurunan umur perkerasan jalan terdapat dari hasil perhitungan beban ESAL pada tahun awal pembangunan di tahun 2016 sampai akhir umur rencana pada tahun 2036 mendapatkan persentase penurunan sebesar 95,91 % dan mengalami penurunan masa pelayanan di tahun ke 9 dari awal tahun pembuatan jalan.
EVALUASI FUNGSI SALURAN DRAINASE JALAN RAYA PETIR - SERANG STA. 0+700 SAMPAI DENGAN STA. 1+000 (LINGKUNGAN LEBAK CIPOCOK JAYA KOTA SERANG) M Ichwanul Yusup; Yuliana Yuliana; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2201

Abstract

Kota Serang memiliki daerah yang rawan akan terjadinya genangan, khususnya pada musim penghujan. Permasalahan banjir berawal dari peningkatan jumlah penduduk, perubahan iklim dan perubahan tata guna lahan. Peningkatan penduduk yang tidak diimbangi dengan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan yang memadai mengakibatkan pemanfaatan lahan yang tidak tertib. Seperti kondisi saluran drainase yang terdapat di Jl. Raya Petir-Serang yang tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan terjadinya genangan. Dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menangani genangan yang terjadi dengan mengevaluasi kapasitas saluran drainase serta merencanakan kembali drainase akibat adanya pelebaran jalan pada jalan tersebut. Perhitungan hujan tahunan maksimum rata-rata menggunakan metode rata-rata Aljabar. Distribusi yang digunakan adalah Log Pearson Tipe III. Dalam menganalisis suatu intensitas curah hujan menggunakan rumus Mononobe dengan menggunakan berbagai periode ulang serta rumus Sherman digunakan untuk merancang kurva IDF dengan periode ulang 2, 5, 10, 25 tahun. Dari hasil perhitungan debit banjir rencana masing-masing periode ulang, maka diperoleh hasil dimensi desain saluran drainase dengan lebar (B) = 0,42 m, tinggi (h) = 0,55 m dan tinggi jagaan (w) = 0,50 m. Maka solusi untuk mengatasi permasalahan genangan ini perlu dilakukan perencanaan kembali drainase agar mampu menampung debit yang lebih besar sehingga tidak terjadi genangan.
PENGARUH KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENCEMARAN UDARA DI KECAMATAN CIRUAS SERANG BANTEN Fitriyah Fitriyah; Yaneu Sri Indriyani; Ade Sumiardi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2206

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran udara pada daerah wilayah kecamatan ciruas berdasarkan parameter TSP (Total Suspended Particulate) dan PM10 (Particulate Metter) berdasarkan kendaraan bermotor. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimentalmmenggunakan alat High Volume air Sampler (HVAS) dengan metode Gravimetri yang mengacu pada SNI 7119.3-2017 untuk pengukuran TSP dan SNI 7119.15-2016 untuk pengukuran PM10. Hasil pengukuran tingkat pencemaran udara pada wilayah Kecamatan Ciruas yang dilaksanakan selama lima hari dengan durasi 24 jam menghasilkan konsentrasi TSP dengan nilai rata-rata sebesar 64,43 (µg/Nm3), sedangkan untuk konsentrasi PM10 dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 55,96 (µg/Nm3). Perbandingan konsentarsi TSP dan PM10 pada tahun 2015,2016,2017 dan 2020, Konsentrasi TSP dan PM10 tahun 2015 sebesar 138 (µg/Nm3) dan 67 (µg/Nm3),tahun 2016 sebesar 138 (µg/Nm3) dan 67 (µg/Nm3, tahun 2017 sebesar 203 (µg/Nm3) dan 90 (µg/Nm3), tahun 2020 sebesar 64,43 (µg/Nm3) dan 55,96 (µg/Nm3). Maka Berdasarkan PP No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara bahwa konsentrasi TSP dan PM10 pada daerah kecamatan ciruas kabupaten serang masih memenuhi standar baku mutu
PERENCANAAN STRUKTUR ATAP FROFIL BAJA WF Lydia Darmiyanti; Ahmad Pahrul Rodji; Asaddulah Mumtaz
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2258

Abstract

Rangka atap merupakan salah satu bagian dari struktur atap yang berfungsi untuk melindungi bangunan dari matahari maupun hujan. Material untuk rangka atap pada saat ini telah mengalami perubahan dari kayu ke material yang lebih mudah didapat, ekonomis, lebih ringan dan mudah dalam pemasangan. Baja profil WF (wide flange) salah satu alternatif rangka atap yang banyak digunakan. Berat profil WF yang relatif ringan dengan struktur yang padat menjadikan profil ini banyak digunakan untuk rangka kuda-kuda atap. Analisis ini dilakukan guna mengetahui kekuatan dari struktur kuda–kuda baja profil WF dan sambungannya. Metode analisa yang digunakan adalah metode LRFD yang dilakukan dengan bantuan program SAP 2000 v20 menganalisa konstruksi atap tersebut dan menggunakan bantuan program Idea StatiCa dalam menghitung sambungannya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kuda-kuda yang menggunakan profil WF 200.100.5,5.8 ini mampu menahan gaya-gaya yang bekerja pada struktur kuda -kuda tersebut, serta sambungan mencukupi untuk menahan gaya–gaya yang terjadi Kata kunci: Metode LRFD, profil WF, kuda-kuda atap.
ANALYSIS OF IMPLEMENTATION SAFETY AND HEALTH OCCUPATIONAL IN WORKSHOPS AND LABORATORIES OF POLYTECHNIC (CASE STUDY: POLYTECHNIC X) Kartika Hapsari Sutantiningrum; Kusumo Drajad Sutjahjo; Safri Safri
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 01 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i01.2296

Abstract

Learning activities at Polytechnics are mostly carried out with practice to be able to create graduates who meet the qualifications according to industry needs. Practical activities, especially in engineering study programs so that the safety system in carrying out practices needs to be managed so as to minimize the potential risk of accidents. In this study, researchers wanted to know the level of application of SMK3 in workshops and laboratories at polytechnic colleges. The research method used is a quantitative method by providing an assessment of 166 criteria contained in the K3 audit PP No. 50 of 2012, data collection is carried out by filling out questionnaires, interviews and collecting OHS records to respondents then assessing the achievement of implementation (less, good or satisfactory). . The results of the study indicate that the average implementation of SMK3 in the workshop and laboratory at Polytechnic X is 23%, which means the level of application assessment is less. The highest score in the skill and capability development element is 53%, most of the laboratory assistants and technicians have been included in basic K3 and first aid training, this shows that the leadership is aware of the importance of occupational safety and health in their environment but also needs to be given training that is in accordance with the competencies to support her job. The lowest value is found in elements of document control, data collection and use and inspection of SMK3 at 0%, this happens because there are no standard rules to regulate how the SMK3 reporting system in workshops and laboratories.
KECELAKAAN KONSTRUKSI DAN KEGAGALAN BANGUNAN: PARADIKMA BARU KESELAMATAN KONSTRUKSI DAN PENERAPAN SESUAI REGULASI Ali Amal
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 01 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i01.2349

Abstract

ABSTRACT The number of construction accidents and construction building failures in Indonesia is quite high, from 2017 to 2020 there were 40 construction accidents, and there were 9 construction building failures. Construction accidents and building failures are generally caused by factors not fulfilling the construction engineering standards which have an impact on labor accidents, equipment, materials, environment and public. This study aims to find out the new pradikma of construction safety and its application in accordance with regulations with data collection and analysis methods in literature studies and observations, data comes from journals, books or the results of discussions Focus Group Discussion (FGD) Construction Safety, laws and regulations as a basis for thinking, The Ministry of Public Works and Public Housing as asupervisor for construction service providers in Indonesia, has tried to minimize or eliminate the problem of constructin accidents and buiding failures, through the National Movement for Construction Safety Program implemented by the Construction Safety Committee and the Construction Building Safety Commission, through Construction Safety actions with monitoring and evaluation activities related to compliance with safety standards, safety, health and sustainability standards (Standard K4), which includes material quality standards, equipment quality standards, standard K3, standard procedures for the implementation of Construction Services, quality standards for the implementation of Construction Services, operation and maintenance standards, standard guidelines for social protection for workers in the implementation of Construction Services, environmental management standard, and management using collaborative construction resources, comprehensive and integrated construction work objects with a new paradigm of construction safety then there will be a safety first and zero accident development work environment..
ANALISIS DESAIN GEOMETRIK JALAN RAYA PALIMA-PASANG TENENG KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Nila Prasetyo Artiwi; Euis Amilia; Aripudin Aripudin
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 01 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i01.2405

Abstract

Palima Pasang Teneng Road is a segment that connects Serang Regency and Cilegon City. As a connecting road, this road segment certainly opens up the isolation of the areas it traverses and also opens up opportunities for economic improvement in both regions, apart from that it is traversed by many workers and students. With road conditions that have several horizontal alignments and vertical alignments, the chance of an accident is very likely, so to minimize the occurrence of an accident, a geometric design analysis is carried out on the existing conditions of STA 30+000 to STA 34+000 referring to the 1997 Highways Guidelines on Procedures Intercity Road Geometric Planning No. 038/ TBM/ 1997. Palima-Pasang Teneng road is included in the classification of primary collector road class IIA roads, pavement width 2x3.75 m with rigid pavement. With a design speed of 60 km/h, geometric analysis was carried out on IP-1 (Spiral-Circle-Spiral) bends, IP-6 (Full Circle) bends, and IP-7 (Spiral-Spiral) bends.
KARAKTERISTIK DAN REDESIGN PARKIR (STUDI KASUS: AREAL PARKIR STASIUN KERETA API PALMERAH DKI JAKARTA) Telly Rosdiyani; Fitri Aida Sari; Bambang Hariyanto; Syarifah Salma Burairah
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 01 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i01.2422

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk serta keinginan untuk memiliki kendaraan pribadi membawa permasalahan lalu lintas berupa kemacetan di Kota Jakarta. Solusi kemacetan yang digemari oleh mayoritas pekerja di Kota Jakarta yaitu memanfaatkan transportasi publik. Salah satu moda transportasi publik yang dominan adalah kereta api. Namun, hal ini lantas membuat permasalahan baru di tempat pengadaan moda kereta api yaitu stasiun. Lahan yang terbatas dan tingginya pengguna kereta api menyebabkan kapasitas ruang parkir yang ada tidak dapat menampung seluruh kebutuhan parkir, sehingga mengharuskan pengunjung untuk memarkirkan kendaraannya di luar stasiun Palmerah. Penelitian ini akan membahas bagaimana karakteristik parkir di stasiun Palmerah, lalu apakah kebutuhan parkir sudah terpenuhi, dan bagaimana redesign parkir agar lahan yang ada menjadi lebih efisien. Dari penelitian ini diketahui bahwa indeks parkir di stasiun Palmerah mencapai angka 220%. Hal ini mengartikan bahwa fasilitas parkir di stasiun Palmerah bermasalah. Adapun jumlah kebutuhan ruang parkir yang didapatkan setelah penelitian berbanding jauh dengan lahan yang ada. Lahan yang ada hanya menampung 70 SRP sedangkan kebutuhan parkir adaah 143 SRP. Me-redesign fasilitas ruang parkir menjadi bangunan bertingkat menggunakan sistem APS adalah solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan ini. Lahan parkir akan di-redesign menjadi bangunan bertingkat empat dengan kapasitas maksimum 152 SRP dari total kebutuhan 143 SRP. Dengan me-redesign lahan parkir dengan bangunan bertingkat bersistem APS, stasiun Palmerah akan mampu menampung kendaraan dengan jumlah melebihi akumulasi dan volume parkir maksimum.

Page 6 of 10 | Total Record : 96