cover
Contact Name
Ma'ulfi Kharis Abadi
Contact Email
maulfikharisabadi@unbaja.ac.id
Phone
+6281911145430
Journal Mail Official
josce@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syech Nawawi Al-Bantani Curug Kota Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE)
ISSN : 26560844     EISSN : 26562766     DOI : https://doi.org/10.47080/josce.v6i01.3325
JOSE bertujuan untuk: 1. Mempublikasikan informasi, pengetahuan dan hasil penelitian terkait dunia teknik sipil 2. Mempromosikan pendekatan komprehensif terhadap teknik sipil yang menggabungkan sudut pandang berbagai disiplin ilmu. 3. Memperkuat pertukaran akademik dengan institusi lain. 4. Mendorong ilmuwan, praktisi insinyur, dan pihak lain untuk melakukan penelitian dan aktivitas serupa lainnya. JOSCE mempunyai ruang lingkup untuk: 1. Ilmu teknik Sipil 2. Ilmu transportasi 3. Ilmu pendukung teknik sipil
Articles 96 Documents
PERENCANAAN STRUKTUR BALOK DAN KOLOM PADA GEDUNG BANTEN ISLAMIC CENTER KOTA SERANG Aip Samsul Ma'rip; Telly Rosdiyani; Fitri Aida Sari; M Ichwanul Yusup
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 02 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i02.2842

Abstract

Bangunan gedung merupakan suatu wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan bangunan yang di dalamnya terdapat struktur. Dalam perencanaan struktur ini membahas balok dan kolom gedung Banten Islamic Center Kota Serang yang memperhitungkan beban nominal (beban hidup, beban mati dan beban gempa) dan struktur bangunan mengacu pada ketentuan-ketentuan untuk sistem rangka pemikul momen khusus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan kekuatan struktur serta gambar desain struktur gedung Banten Islamic Center Kota Serang kemudian mengetahui besar biaya yang diperlukan. Data yang dibutuhkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer berupa wawancara dan observasi sedangkan data sekunder yang digunakan pada penelitian ini diantaranya gambar perencanaan, peraturan periundang-undangan, standar nasional indonesia dan literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian yang telah dilakukan, nilai parameter beban gempa gedung Banten Islamic Center berfungsi sebagai fasilitas pendidikan keagamaan dengan kategori risiko VI yang memiliki faktor keutamaan gempa, Ie = 1,5. Nilai parameter terdiri dari Ss = 0,843; S1 = 0,4204; TL = 20; Fa = 1,16; Fv = 1,88; SMS = 0,98; SM1 = 0,79; SDS = 0,65 dan SD1 = 0,53. Desain struktur balok dan kolom yaitu jumlah tulangan pokok untuk struktur balok B1 pada daerah tumpuan menggunakan 7-D19 + 4-D10 dengan sengkang D10-150 dan pada daerah lapangan menggunakan 7-D19 + 4D10 dengan sengkang D10-200, tulangan pokok untuk struktur kolom K1 menggunakan 16-D25 dengan sengkang D10-150. Dalam perencanaan struktur balok dan kolom membutuhkan biaya sebesar Rp. 2.015.975.000,00 (dua miliar lima belas juta sembilan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).
PEMANFAATAN FLY ASH BATU BARA UNTUK KEBUTUHAN RANTAI PASOK BAHAN KOSTRUKSI ali amal
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 02 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i02.2857

Abstract

Pembakaran batubara menghasilkan dua jenis limbah yaitu abu ringan (Fly Ash) dan abu berat (Bottom Ash). Fly Ash yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dibedakan atas beberapa tipe, yaitu Tipe F, Tipe C, dan Tipe N yang di golongkan dari kadar CaO yang terkandung di dalamnya. Jumlah pembakaran batu bara yang besar mengakibatkan produksi limbah yang besar pula. Pengetahuan akan fungsi alternatif dari limbah ini belum dikenal secara luas sehingga pemanfaatan atas limbah ini semakin terhambat. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengurai hasil analisa beberapa penelitian terdahulu dengan tinjauan manfaat alternatif limbah fly Ash yang dapat di terapkan di bidang konstruksi sipil, Hasil kajian penelitian terdahulu menunjukan bahwa fly ash mengandung Silika yang tinggi sehingga dapat di manfaatkan sebagai pengganti semen dan menjadi binder melalui reaksi dengan alkali. Dengan perencanaan yang tepat fly ash dan botom ash dapat di kombinasikan dalam campuran beton geopolimer yang dapat mereduksi emisi karbon dioksida pada pemeroduksian semen dan mengurangi pengeksplorasian alam menjadikan bahan material alternatif untuk kebutuhan rantai pasok material bahan kostruksi Indonesia dengan konsep ramah lingkungan.
ANALISA DAYA DUKUNG BORED PILE PADA JEMBATAN CIBEURANG RUAS JALAN CIPANAS – WARUNG BANTEN Nila Prasetyo Artiwi; Sugeng Catur Wibowo; Bambang Hariyanto
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 02 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i02.2861

Abstract

Ruas Jalan Cipanas – Warung Banten merupakan akses menuju tempat wisata negeri di atas awan di wilayah Banten. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dukung pondasi dan penurunan yang terjadi pada tiang tunggal. Manfaat dari Penelitian ini untuk menjadi bahan pertimbangan pada pembangunan pondasi tiang bore pile. mengetahui perbedaan kapasitas daya dukung tiang dari data standart penetrasion test (SPT) dengan Pile Driving Analyzer (PDA), untuk menambah ilmu dan wawasan serta sebagai pembanding ketika akan melaksnakan pekerjaan yang sama atau sejenis. Pondasi yang digunakan Pembangunan Jembatan Cibeurang adalah pondasi bored pile, diameter yang digunakan adalah 80 cm. Pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu Data N-SPT dan hasil Pile Driving Analyzer (PDA test) dilapangan. Perhitungan daya dukung dilakukan dengan metode konvensional menggunakan Metode Reese & wreight dari hasil SPT, perhitungan penurunan tiang tunggal menggunakan metode vesic. Dari perhitungan diperoleh bahwa daya dukung ultimit menurut metode konvensional lebih kecil daripada daya dukung hasil PDA test. Pada hasil pengujian Pile Driving Analyzer (PDA) pada ABT 2 BP14 adalah 466 ton dan hasil Perhitungan secara analitik adalah 461,15 ton. Berdasarkan hasil perhitungan untuk kapasitas aksial murni bored pile diameter 80 cm adalah 10451 kN sedangkan untuk kapasitas lateral untuk defleksi 0,25 inch adalah 741.5 kN dan untuk defleksi 1 inch sebesar 1612.1 kN. Dari hasil analisis perhitungan Metode Vesic didapat besar penurunan yang terjadi pada tiang bored pile tunggal adalah 1.1 cm, dari penurunan yang diijinkan sesuai perhitungan adalah : 8 cm.
KETERKAITAN DEBIT AIR DAS KONAWEHA TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KONAWE Eva Safitri Maladeni; Haydir Haydir; Jasman Jasman; Villa Eva Delvia Ginal S; Taufik Taufik; Hasddin Hasddin
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.2941

Abstract

DAS menyimpan sumber daya air sebagai penyedian irigasi pertanian khusus sektor tanaman pangan. Saat ini DAS keberadaan terus mengalami tekanan yang ditandai dengan penuruanan debit air. Penelitian ini menganalisis keterkaitan keduanya sebagai basis perencanaan ketahanan pangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif, dari data primer dan sekunder selama periode tahun 2014-2021. Analisis data digunakan dengan teknik analisis jalur (path analisys). Teknik ini dipilih dengan pertimbangan ada hubungan kausalitas (sebab akibat) antar variabel yakni debit air terhadap produktivitas pangan masing-masing pada tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan. Alasan kedua adalah menggunakan data deret waktu, dan terakhir adalah hubungan keduanya tidak timbal balik (konfirmatif). Hasil analisis menunjukkan bahwa debit air menunjukkan penurunan, dan dari pola yang dihasilkan sangat dimungkinkan penurunan debit akan terjadi di masa mendatang. Produktivitas masing-masing pada komoditi tanaman pangan, tanaman sayuran, dan tanaman perkebunan relatif baik karena menunjukkan tren peningkatan. Ditemukan pula bahwa debit air memberikan efek negatif (penuruan) pada produktivitas pada komoditi tanaman pangan, dan tanam perkebunan tetapi tidak pada tanaman sayuran. Bilamana penurunan debit air terus terjadi dimasa mendatang, maka dapat menurunakan produktivitas masing-masing pada produktivitas komoditi tanaman pangan, tanaman hortikultura (khususnya sayuran), dan tanaman perkebunan. Bilamana hal ini terjadi, penelitian ini telah membuktikan ada pengaruhnya (memberi ancaman) pada ketahanan pangan.
Pemetaan Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran Berdasarkan Metode DRASTIC di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang Roisa Tri Amini; Hari Siswoyo; Andre Primantyo Hendrawan
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3052

Abstract

Masyarakat di wilayah Kecamatan Mojoagung memanfaatkan sumber daya air tanah melalui pembuatan sumur gali. Air tanah di wilayah setempat berpotensi tercemar oleh limbah industri yang dibuang langsung ke saluran drainase, sungai, dan tanah. Padatnya penduduk di kawasan permukiman berpotensi menghasilkan banyaknya limbah rumah tangga, begitu pula penggunaan pestisida pada lahan pertanian juga berpotensi menjadi sumber pencemar air tanah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sebaran lokasi air tanah yang rentan terhadap pencemaran. Identifikasi lokasi rentannya air tanah dilakukan berdasarkan metode DRASTIC yang memiliki tujuh parameter hidrogeologi. Penelitian dilakukan selama 5 bulan mulai bulan Juli 2023 sampai dengan November 2023 terhadap 28 contoh sumur gali. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai indeks kerentanan air tanah berada pada rentang nilai 101 – 156 dengan kondisi tingkat kerentanan rendah hingga sedang. Luas dan prosentase daerah dengan tingkat kerentanan rendah berkisar antara 13,44 km2 (22,3% dari luas wilayah penelitian) sampai dengan 22,74 km2 (37,8%), tingkat kerentanan sedang berkisar antara 37,44 km2 (62,2%) sampai dengan 46,74 km2 (77,7%). Tingkat kerentanan air tanah cenderung semakin rendah pada bagian arah Timur dan Selatan wilayah penelitian, sedangkan kondisi kerentanan sedang mendominasi bagian Barat dan Utara wilayah penelitian.
PEMANFAATAN LIMBAH SLAG SEBAGAI BAHAN MATERIAL KONSTRUKSI BETON DAN PERKERASAN JALAN ali amal
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3256

Abstract

Slag merupakan limbah dari hasil pembuatan besi maupun baja selama di tungku Tanur yang diperoleh melalui beberapa macam proses sehingga menghasilkan jenis-jenis Slag seperti Granulated Blast Furnace Slag (GBFS), Basic Oxygen Furnace Slag (BOFS) dan Electric Arc Furnace Slag (EAFS). Di beberapa negara maju Slag telah di manfaatkan sebagai bahan dasar semen portland, sebagai material stabilisasi tanah, bahan penyubur tanah maupun sebagai media untuk bercocok tanam (rook-wool). Namun di Indonesia, pemanfaatan limbah Slag belum maksimal untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik bahan material jika dijadikan tambahan bahan material konstruksi dan perkerasan jalan melalui hasil analisa penelitian-penelitian terdahulu, di peroleh hasil bahwa Slag mengandung Silika yang tinggi sehingga dapat di manfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan semen (Blast Furnance Slag Portland Cement). Sifat fisik dan kimia dari Slag juga dapat di manfaatkan sebagai material pengganti agregat konstruksi beton dan perkerasan. Sehingga dapat mereduksi emisi karbon dioksida pada pemeroduksian semen dan mengurangi pengeksplorasian alam juga menjadi bahan material alternatif untuk kebutuhan rantai pasok material bahan kostruksi Indonesia dengan konsep ramah lingkungan.
PENGUJIAN AKARAKTERISTIK PASIR PANTAI KABUPATEN KOLAKA SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF PEMBUATAN BETON (Pasir Pantai Kec. Tanggetada, Kec. Watubangga dan Kec. Toari) Muhammad Buttomi Masgode; Bagus Eko Prasetyo; Arman Hidayat; Rustan Rahman Rustan; Basri Basri
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3262

Abstract

The quality characteristics of the concrete produced are greatly influenced by the quality of the fine aggregate used as a structural component, because fine aggregate has a large influence on the volume of concrete. So, the use of beach sand as a construction material must meet the specified requirements. The aim of this research is to determine the characteristics of beach sand in 3 (three) sub-districts in Kolaka district, whether it can be used in making concrete or not. The research method used was a detailed experiment carried out at the Concrete Laboratory of Sembilanbelas November University Kolaka with samples of Tanggetada Beach Sand, Watubangga Beach Sand and Toari Beach Sand. The results of testing the characteristics of the three beach sands used were obtained by testing data that met the requirements specified in SNI 03-1971-1990, except for the sieve analysis examination at No. 50 for all sand locations and No. 100 for Tanggetada and Toari Beach sand locations. Meanwhile, the specific gravity and water absorption, bulk weight, water content and passing sieve No. 200 have met the specifications. From the results obtained, the use of Watubangga Beach Sand can be used as sand material for normal concrete construction.
Potensial Daerah Aliran Sungai di Jawa Barat yang Berpengaruh Terhadap Lumbung Pangan Nasional dengan Indikator Qmaximum/Qminimum Budi Wicaksono; John Paulus Pantouw; Mekar Ageng Kinasti
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3264

Abstract

The development of the times, especially the development of global climate change and the rapid increase in population in River Watershed areas, will influence the condition of the watershed. The increasing and excessive use of natural resources to meet human needs in watershed areas will result in several things, including increased land change, decreased soil capacity and disruption of water balance. High population growth rates will increase competition between providing land for food production and other needs. In line with population growth, the population's need for food is also increasing, because the size of the population is directly related to food supply. This research aims to analyze the potential size of 5 sub-watersheds in West Java which influence the national food storage, so that it is hoped that it can provide suggestions for ways out according to the characteristics of each sub-watershed in terms of strengthening national food security. From the results of research conducted on 5 sub-watersheds in West Java with indicators of the ratio between maximum discharge and minimum discharge (Qmax/Qmin), the results showed that the average value of the ratio between maximum discharge and minimum discharge (Qmax/Qmin) for the Citarik River -The buffer is 11.77 which is included in the "fair" category, for the Cimandiri-Leuwilisung River it is 66.59 which is included in the "very bad" category, for the Citanduy-Pataruman River it is 156.16 which is included in the "very bad" category for Cikeruh-Cikuda was 224.60 which was included in the "very bad" category, and for the Cisangkuy-Kamasan River it was 99.17 which was included in the "very bad" category. Based on the values ​​above, in general, sub-watersheds in West Java are included in the "very poor" category, where the condition of the existing sub-watersheds needs to be improved further so that they can be increased to the "adequate" category, so that they can also increase the reliability of food security in Java. West in particular and increasing the reliability of national food security in general. The suggestions related to the results of the research that have been carried out are that it is necessary to improve the condition of several sub-watersheds in West Java by means of watershed conservation or watershed improvement approaches in other ways so that the condition of the watershed can improve better, so as to increase the reliability of food security in West Java in particular. and increasing the reliability of national food security in general. Key words: maximum discharge, minimum discharge, food security, watershed potential
INOVASI MORTAR PLESTER RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MENSUBTITUSI SEBAGIAN SEMEN DARI FLY ASH HASIL PEMBAKARAN SAND DRYER Frebhika Sri Puji Pangesti; Ade Ariesmayana; Nurul Sofian
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3303

Abstract

Kemajuan perkembangan ilmu dan pengetahuan dalam bahan bangunan yang semangkin meningkat sehingga semakin banyak pula inovasi material bangunan yang beragam. Salah satu inovasi yang pernah diterapkan adalah pemanfaatan fly ash sebagai subtitusi untuk mengurangi pemakaian semen disetiap campuran bahan kontruksi menjadi bangungan ramah lingkungan. Namun inovasi ini diperuntukkan kedalam campuran plester yang bertujuan untuk meratakan tembok. Pengujian eksperimen ini menggunaan fly ash dari hasil pembakaran sand dryer yang direncanakan yaitu 1,625% (sampel A), 3,25% (sampel B), 4,875% (sampel C) dan 6,5% (sampel D) dan diuji dengan sampel pembanding (sampel blanko) untuk diuji perbedaan warna aplikasi, flow, compress, dan pull off yang mengikuti pedoman ASTM C 109 dan EN 1015-12. Berdasarkan hasil penelitian bahwa semakin banyaknya pengunaan fly ash akan mempengaruhi warna aplikasi yang bermula abu-abu menjadi coklat dan kualitas plester cenderung menurun. Namun pada sampel A dengan pengunaan fly ash 1,625% dapat diterapkan karena masih diatas standar sesuai metode ASTM C 109 dan EN 1015-12.
PERENCANAAN STRUKTUR ABUTMENT DAN PONDASI JEMBATAN PANOSOGAN KECAMATAN CIKEUSAL KABUPATEN SERANG Bambang Hariyanto; Samudin Samudin; Telly Rosdiyani; Ma’ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3324

Abstract

Jembatan merupakan bagian dari infrastruktur transpotasi darat dimana berperan penting sebagai penghubung dan mempermudah, memperlancar berlalu lintas. Dengan demikian jembatan dibangun harus kuat dan tahan lama sesuai umur kelas jembatan. Seiring perkembangan zaman lalulintas kendaraan yang semakin padat kendaraan yang bermuatan besar sudah banyak melintas, beban bertambah mengakibatkan penurunan daya dukung jembatan. Jembatan Panosogan lebar jembatan hanya 3 m sudah tidak cukup untuk dua lajur kendaraan roda empat. Penulis ingin merencanakan dengan bentang jembatan 24 m, lebar jembatan 7 m yang terdiri dari 2 lajur. Tujuan penelitian mengetahui pondasi yang cocok untuk jembatan Panosoogan, mengetahui stabilitas abutment, serta mengetahui volume beton yang dibutuhkan. Kebutuhan data yang diperlukan data primer dan skunder dengan teknik pengambilan data ini penulis melakukan wawancara terhadap pihak Perencanaan Bina Marga DPUPR Kabupaten Serang serta document lainnya. Hasil perencanaan dengan data sondir menghasilkan daya dukung tanah pondasi Qult 265,122 t/m², dengan jenis tanah granuller dan nilai faktor keamanan (F. K) 3 dimensi lebar 4,2 m, tebal 0,7 m, lebar kolom 0,8, panjang pondasi 8 m dan kedalaman pondasi 2,4m jenis pondasi telapak sudah cukup kuat untuk digunakan. Stabilitas abutment terhadap geser sebesar 9,401 > 3 (Aman), Stabilitas terhadap guling sebesar 4,616 > 3 (Aman) dan Stabilitas terhadap eksentrisitas (e) 0,131 < 0,7 (Aman) dengan kontrol tegangan tanah pada dasar abutment sebesar 88,374 t/m2. volume beton mutu k-350 ; fc 30, untuk dua buah abutment membutuhkan volume beton sebanyak 119,472 m3.

Page 8 of 10 | Total Record : 96