cover
Contact Name
M. Isroul Laili
Contact Email
dosenpba@gmail.com
Phone
+6285646544449
Journal Mail Official
jurnalalyasini@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Areng-areng Wonorejo, Pasuruan 67173, Jawa Timur
Location
Kota pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
ISSN : 25273175     EISSN : 25276603     DOI : https://doi.org/10.326186
Core Subject : Religion, Education,
Al Yasini adalah wadah informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis kritis di bidang keislaman dan pendidikan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan Nopember.
Articles 237 Documents
Implementasi Performance Management dan Performance Appraisal di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto: Studi Kualitatif pada Pengelolaan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan M Ikmaluddin Alfi Hidayat; M Ainur Rokhman Wahid
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 6 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.7170

Abstract

The purpose of this research is to examine in depth the practice of performance management and performance evaluation in improving the performance of educators and education personnel at the Nurul Islam Islamic Boarding School in Mojokerto. This research also tries to analyze how Islamic values and pesantren traditions can be combined with the implementation of MSDM to help improve the quality of education through regular management, training, and professional human resource development. With a qualitative descriptive method, data was obtained by means of observation, interviews, and documentation from functionaries, educators, staff, and foundation representatives. The results of this study show that the implementation of MSDM in the Nurul Islam Islamic Boarding School is carried out through six main aspects, namely planning, recruitment, selection or selection, training and development, performance evaluation, and integration. This study also concluded that educators and education personnel play an important role not only as teachers and managers of Islamic boarding schools, but also as moral Qudwah (guides) and Uswah (examples or examples) in forming religious and ethical values to students. The effective implementation of MSDM at the Nurul Islam Islamic Boarding School has a great impact on improving the quality of human resources, especially teachers or educators, improving the performance of institutions, and developing Islamic education in the context of modern education.
Kiai dan Transformasi Sosial: Dinamika Peran Kiai dalam Masyarakat Muslim Kontemporer Sutriyono; Usman; Babun Suharto
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 6 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.7181

Abstract

Kiai merupakan figur sentral dalam masyarakat Muslim Indonesia yang memiliki otoritas keagamaan, sosial, dan kultural. Dalam konteks masyarakat kontemporer yang ditandai oleh globalisasi, modernisasi, serta perkembangan teknologi informasi, peran kiai mengalami transformasi yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika peran kiai dalam proses transformasi sosial masyarakat Muslim kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis sosial-keagamaan, kajian ini menelaah bagaimana kiai tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin spiritual dan pendidik agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial, mediator konflik, penggerak ekonomi umat, serta aktor dalam ranah politik dan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa kiai mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan otoritas tradisionalnya, meskipun dihadapkan pada tantangan berupa pergeseran otoritas keagamaan, pluralitas pemahaman keislaman, dan pengaruh media sosial. Transformasi peran kiai ini mencerminkan fleksibilitas dan relevansi kepemimpinan keagamaan dalam menjaga keseimbangan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi sosiologi agama dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran kiai dalam masyarakat Muslim masa kini
ANTARA CINTA DAN TANGGUNG JAWAB MENAFSIR ULANG HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DI ERA MODERN Aprilia Kartika Muhtar; Fella Sufah Qotrunnadya; Reva Dwi Ariendra; Dewi Khoirun Nisa'; Mohammad Syaifuddin
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 6 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.7183

Abstract

Makalah ini membahas bagaimana konsep cinta dan tanggung jawab dalam hubungan suami istri perlu ditafsir ulang agar tetap relevan dengan dinamika kehidupan modern. Permasalahan utama yang diangkat adalah pergeseran makna hak dan kewajiban suami istri akibat pengaruh globalisasi, teknologi digital, dan perubahan sosial yang menyebabkan munculnya tantangan baru dalam keluarga Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang mengkaji sumber primer seperti Al-Qur’an dan Hadis serta literatur sekunder berupa buku dan jurnal kontemporer. Pembahasan dilakukan dengan analisis kontekstual dan hermeneutika untuk menemukan keseimbangan antara nilai normatif Islam dan realitas modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan suami istri tidak lagi bersifat hierarkis, melainkan kemitraan setara yang dibangun atas dasar cinta, musyawarah, dan tanggung jawab bersama. Cinta dipahami sebagai energi spiritual yang harus diwujudkan melalui tanggung jawab moral, sementara tanggung jawab menjadi bentuk konkret dari kasih sayang sejati. Selain itu, era digital menuntut literasi etika dan komunikasi yang bijak agar teknologi menjadi sarana mempererat hubungan, bukan sumber konflik. Penafsiran ulang hak dan kewajiban berdasarkan prinsip keadilan gender dan maqashid al-syari‘ah menjadi langkah penting untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Kata Kunci: Hak dan Kewajiban Suami Istri, Cinta, Tanggung Jawab, Keluarga Islam, Era Modern.
STRATEGIES OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN FACING THE CHALLENGES OF LEARNING IN THE DIGITAL AGE: STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PEMBELAJARAN DIERA DIGITAL Arman; Dhea Ananda; Nassaruddin
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7196

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menghadapi dinamika yang semakin kompleks seiring dengan perubahan karakter peserta didik, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana pendukung pembelajaran. Kajian yang secara khusus mengulas strategi pedagogis guru PAI dalam merespons tantangan tersebut khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama di daerah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi yang diterapkan oleh guru PAI dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di SMPN 7 Kota Bima. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi penguatan kompetensi teknologi, integrasi media digital dalam pembelajaran, serta internalisasi nilai-nilai keislaman melalui kegiatan religius di luar kelas. Penerapan strategi tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pelatihan teknologi, sarana prasarana yang belum memadai, serta rendahnya motivasi sebagian peserta didik. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan sistemik untuk optimalisasi pembelajaran PAI yang adaptif dan relevan dengan tuntutan era digital.
Etika Kerja Sama Usaha Perspektif Hadis Nabi SAW: Studi Kualitatif terhadap Praktik Bagi Hasil dalam Ekonomi Syariah Kontemporer Afton Zuhri Adnan
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7217

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis etika kerja sama usaha dalam perspektif hadis Nabi SAW serta implementasinya dalam praktik bagi hasil pada ekonomi syariah kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kegelisahan akademik terhadap kecenderungan formalisme dalam praktik ekonomi syariah, di mana akad bagi hasil sering kali dijalankan secara legalistik tanpa internalisasi nilai etika profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha berbasis bagi hasil, pengelola lembaga ekonomi syariah, serta analisis dokumen akad dan hadis-hadis tematik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etika dalam hadis Nabi SAW, seperti amanah, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab bersama, telah dipahami sebagai prinsip normatif oleh pelaku usaha, namun penerapannya dalam praktik masih menghadapi kendala struktural dan kontekstual. Faktor risiko usaha, ketimpangan posisi tawar, serta lemahnya tata kelola etika kelembagaan menjadi penyebab utama terjadinya kesenjangan antara norma dan praktik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan internalisasi etika hadis dalam desain akad dan praktik kerja sama usaha agar ekonomi syariah tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan secara sosial. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam; Hadis Nabi SAW; Bagi Hasil Syariah
Epistemologi Pesantren sebagai Tradisi Pengetahuan Praksis: Otoritas, Habitus, dan Produksi Ilmu Helmi; Moh. Affan; Abd. Somad; Ahmad Basuni; Ahmad Sahidah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7219

Abstract

Artikel ini mengkaji epistemologi pesantren sebagai sistem produksi, legitimasi, dan transmisi pengetahuan Islam yang memiliki otonomi intelektual dan berbeda secara fundamental dari epistemologi pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis-epistemologis untuk menganalisis struktur epistemik pesantren yang terbentuk melalui interaksi kompleks antara kitab kuning sebagai medium epistemik, otoritas kiai sebagai subjek epistemik, dan tradisi sanad keilmuan sebagai mekanisme validasi pengetahuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pesantren mengintegrasikan tiga pilar pengetahuan Islam—Bayani (tekstual-normatif), Burhani (rasional-empiris), dan 'Irfani (intuitif-spiritual)—yang bekerja secara simultan tanpa dikotomi. Wahyu, akal, tradisi, dan sanad membentuk struktur epistemologis yang integratif dan holistik, di mana wahyu menjadi fondasi normatif, akal sebagai instrumen analisis, tradisi menjaga kesinambungan intelektual, dan sanad memastikan otoritas serta validitas ilmu. Artikel ini juga menganalisis habitus kepesantrenan seperti ta'dzim, tirakat, khidmah, dan adab sebagai mekanisme epistemologis yang membentuk subjek pengetahuan, bukan sekadar etika moral. Pesantren dipahami sebagai epistemologi praksis yang menolak pemisahan dikotomis antara knowing (mengetahui), being (menjadi), dan doing (bertindak). Secara filosofis, epistemologi pesantren menawarkan kritik fundamental terhadap epistemologi Barat-modern yang positivistik, ahistoris, dan individualistik. Penelitian ini menegaskan relevansi epistemologi pesantren bagi pengembangan filsafat ilmu Islam kontemporer dan kontribusinya dalam wacana dekolonisasi pengetahuan berbasis tradisi intelektual lokal Indonesia yang hidup dan produktif.
IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BAGI REMAJA DI PONDOK PESANTREN TAMAN TAHFIDZUL QUR’AN AL IKHLASH DAU, KABUPATEN MALANG Yunani; Wahyu Widodo; Abd. Azis Tata Pangarsa
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7230

Abstract

Pembelajaran membaca Al-Qur’an menuntut penguasaan makharijul huruf dan kaidah tajwid agar sesuai dengan ketentuan syariat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Ummi pada santri remaja di Pondok Pesantren Taman Tahfidzul Qur’an Al-Ikhlash Dau Kabupaten Malang, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat, dan hasil evaluasi pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Ummi diterapkan secara berjenjang dan terstruktur dengan pengawasan yang intensif, sehingga pembelajaran berlangsung efektif dan menyenangkan. Faktor pendukung lebih dominan dibandingkan faktor penghambat, dan tidak ditemukan kendala yang signifikan. Evaluasi pembelajaran menunjukkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dan kualitas hafalan santri, baik pada evaluasi internal pesantren maupun evaluasi eksternal melalui supervisi, tashih, dan sertifikasi metode Ummi.