cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 4 (2024)" : 12 Documents clear
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KARAKTER FISIK, TOTAL PHENOLIC DAN FLAVONOID, DAN AKTIFITAS ANTIOKSIDAN BUNGA ROSELLA Hierro Azi Priawan; Alwani Hamad
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11060

Abstract

Bunga rosella dapat dikonsumsi sebagai minuman teh karena berpotensi menjadi sumber antioksidan alami. Akan tetapi setelah pemanenan bunga rosella sangat mudah membusuk dikarenakan tingginya kandungan air, sehingga diperlukan pengawetan. Pengeringan menjadi alternatif pengawetan bunga rosella yang sangat tergantung dari metode dan temperatur yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap karakter fisik, Total Phenolic Content (TPC), Total Flavonoid content (TFC) serta aktifitas antioksidan bunga rosella. Metode penggeringan menggunakan metode cabinet drying pada suhu 30oC (CD30); 50oC (CD50); 70oC (CD70) dan sun drying (SD). Karakter fisik sample kering yang di amati adalah moisture content dan higrocopicity. Analisis kadar TPC dilakukan dengan menggunakan metode spectrofotometri dengan menggunakan reagen Folin dan TFC menggunakan komplek AlCl3. Analisis aktifitas antioksidan menggunakan dua metode yaitu penangkapan radikal bebas DPPH dan metode Feri Reduction Antioxidant Power (FRAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pengeringan memberikan perbedaan nyata (P<0,05) terhadap karakter fisik bunga rosela kering, kecuali sample CD30 yang tidak masuk dalam standar simplisia kering (SNI 01-7085-2005) karena moisture content yang masih tinggi(>10%). Kadar TPC sample CD50 (10,72± 0,06 mg GAE/g), lebih tinggi dari pada sample lain (p<0.05), akan tetapi kadar TFC tidak ada perbedaan (p>0.05). Sedangkan hasil penangkapan radikal bebas DPPH semua sampel rosella kering yang menggunakan cabinet drying lebih tinggi dibandingkan dengan pengeringan matahari (p<0.05), sedangkan hasil FRAP semua sampel rosella kering tidak ada perbedaan (p>0.05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan pengeringan menggunakan metode cabinet drying pada suhu 50oC memberikan kadar TPC dan aktifitas antioksidan metode radikal bebas DPPH yang lebih baik dibandingkan dengan metode lain. 
KINETIKA ADSORPSI METILEN BIRU MEMANFAATKAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI TERAKTIVASI ASAM SULFAT Anselmus Boy Baunsele; Erly Grizca Boelan; Aloisius Masan Kopon; Maria Aloisia Uron Leba; Hildegardis Missa; Rahayu Rahayu; Merpiseldin Nitsae; Dwi Siswanta
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12024

Abstract

Peningkatan kapasitas industri memberikan dampak positif bagi masyarakat namun meninggalkan jejak kerusakan bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk membantu menangani limbah metilen biru yang sering menjadi bahan buangan dari aktivitas industri. Metilen biru menjadi salah satu masalah karena mencemari lingkungan. Berbagai penyakit misalnya kanker maupun perubahan genetik bisa terjadi karena bioakumulasi bahan ini. Penanganan masalah pencemaran lingkungan akibat metilen biru telah banyak dilakukan misalnya adsorpsi, karena metode ini cukup sederhana dan mudah diterapkan. Berbagai bahan alam digunakan sebagai adsorben, contohnya serbuk gergaji kayu jati yang dijadikan sebagai adsorben. Serbuk gergaji kayu jati pada penelitian ini diaktivasi menggunakan larutan asam sulfat. Selanjutnya dilakukan karakterisasi menggunakan FTIR, SEM-EDX dan pHpzc. Setelah dikarakterisasi lalu dilakukan analisis adsorpsi metilen biru secara batch. Variabel penelitian yaitu variasi pH dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi maksimal pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi 1,96 mg g-1 (99,3%) dan waktu kontak maksimum yaitu 30 menit dengan nilai Qe adalah 1,97 mg g-1 (99,7%)
PEMANFAATAN ABU TERBANG SEBAGAI GEOPOLIMER UNTUK ADSORPSI LOGAM BERAT Mn Aprilina Purbasari; Nita Aryanti; Vitus Dwi Yunianto; Budi Ismadi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11322

Abstract

Geopolimer merupakan polimer anorganik yang tersusun dari ikatan Si-O-Al. Geopolimer dapat diperoleh dari material alumino-silikat seperti abu terbang yang direaksikan dengan aktivator alkali. Pada penelitian ini, abu terbang yang merupakan limbah padat dari proses pembakaran batubara dimanfaatkan sebagai geopolimer dengan aktivator alkali campuran larutan NaOH 10 N dan larutan natrium silikat. Geopolimer yang diperoleh digunakan untuk mengadsorpsi logam berat mangan (Mn). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi, yaitu konsentrasi awal larutan logam berat Mn dan waktu kontak, dipelajari pada penelitian ini selain dilakukan juga kajian isoterm dan kinetika adsorpsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal larutan logam berat Mn maka semakin rendah efisiensi adsorpsi yang diperoleh. Sementara itu proses adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer mencapai kesetimbangan setelah 120 menit. Berdasarkan kajian isoterm dan kinetika adsorpsi yang telah dilakukan, adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer dari abu terbang mengikuti model isoterm Langmuir dan model kinetika order dua semu.
PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR CINCAU DENGAN METODE KARBON AKTIF DAN AERASI Reni Sutri; Apsari Puspita Aini
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11906

Abstract

Industri pangan merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan industri haruslah diiringi dengan pengelolaan limbah yang baik agar tidak menimbulkan dampak bagi lingungan. Pabrik cincau menghasilkan limbah padat dan cair. Limbah padat pabrik cincau dapat diolah menjadi pupuk, sementara limbah cair pabrik cincau belum ditemukan pemanfaatannya. Sehingga diperlukan penelitian untuk mengurangi kadar polutan dalam limbah cair cincau agar sesuai dengan standar baku mutu limbah dan tidak mencemari lingkungan. Salah.satu parameter baku mutu limbah yang dapat dianalisa adalah COD (chemical oxygen demand). Tingginya nilai COD menunjukkan banyaknya kandungan zat organik dalam limbah cair. Nilai COD dapat diturunkan dengan beberapa metode, diantara metode penambahan karbon aktif dan metode aerasi. Pada penelitian ini diamati pengaruh penambahan karbon aktif seberat 25, 50, 75 dan 100 gram pada limbah cair cincau, serta pengaruh lama aerasi selama 1, 1,5 dan 2 jam. Nilai COD terendah didapatkan pada perlakuan penambahan karbon aktif seberat 100 gram yaitu 20,16 mg/L dan pada perlakuan aerasi selama 2 jam yaitu 20,24 mg/L. Semakin banyak karbon aktif yang ditambahkan ke dalam limbah cair cincau, semakin berkurang nilai COD. Semakin lama waktu aerasi, nilai COD semakin turun. Penambahan 100 gram karbon aktif atau perlakuan aerasi selama 2 jam pada 500 ml limbah cair cincau dapat menurunkan nilai COD sebesar 80%.
PENGUJIAN KUALITAS MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana) YANG DIHASILKAN DARI PROSES RENDERING DAN PENGEPRESAN MEKANIK DARI PRODUSEN ‘MINYAK KEMIRI JERNIH’ Ni Made Widayanti; Gusti Ayu Dewi Lestari; Kadek Duwi Cahyadi; Ni Ketut Esati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11873

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) adalah tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagian kemiri yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bagian biji yang digunakan untuk memproduksi minyak kemiri. Minyak kemiri diketahui memiliki berbagai manfaat, seperti menyuburkan rambut dan mengobati masalah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu dan kandungan asam lemak pada minyak kemiri yang dihasilkan melalui dua metode ekstraksi, yaitu dengan proses rendering dan proses pengepresan mekanik. Analisis mutu minyak kemiri dilakukan berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI 01-4462-1998) yang meliputi uji organoleptis, bobot jenis, indeks bias, kadar air, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan uji asam lemak bebas. Selain itu, dilakukan pula analisis terhadap komposisi asam lemak menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometry) untuk mengidentifikasi dan mengukur proporsi asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak kemiri.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kemiri yang diekstraksi melalui kedua metode tersebut memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh SNI. Minyak kemiri yang diekstraksi dengan metode pengepresan mekanik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan metode rendering, ditunjukkan oleh nilai bilangan asam dan kadar air yang lebih rendah. Kedua metode tersebut menghasilkan minyak kemiri dengan kandungan utama asam lemak tak jenuh yaitu asam linoleat 29,76% untuk minyak kemiri dari proses rendering dan 50,92% untuk minyak kemiri dari proses pengepresan mekanik
KARAKTERISTIK LIMBAH PADAT RUMPUT LAUT PADA INDUSTRI KARAGINAN Wahyu Tri Handoyo; Sang Kompiang Wirawan; Bakti Berlyanto Sedayu; Arif Rahman Hakim
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11501

Abstract

Pada proses ekstraksi karaginan berbahan dasar rumput laut Euchumma cottonii hanya menghasilkan produk sekitar 30% dan sisanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, limbah tersebut mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioetanol dan biokomposit. Namun dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa kandungan selulosa sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh metode ekstraksi, perbedaan bahan baku dan teknik analisis yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan limbah padat rumput laut pada industri karaginan. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kadar air, kadar selulosa, kadar abu, dan thermal gravimetry analysis (TGA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat memiliki kadar air, kadar selulosa, dan kadar abu berturut-turut yaitu 3 – 6%, 65,28%, dan 83 – 85%. Selain itu hasil TGA menunjukkan sisa massa yang cukup besar yaitu sekitar 86%. Hasil analisis menunjukkan bahwa limbah padat sisa industri karaginan memiliki kandungan selulosa yang relatif tinggi, namun diduga terdapat tanah diatom yang tidak larut ketika analisis.Kata kunci: karaginan, limbah padat, rumput laut, selulosa
PENGOLAHAN AIR LIMBAH PRODUKSI MIE INSTAN MENGGUNAKAN METODE OKSIDASI LANJUTAN H2O2 DENGAN FOTOKATALIS TiO2 Endi Adriansyah; Ayrus Suci; Peppy Herawati; Asih Suzana; Marah Hadi; Rifqi Sufra; M Syaiful
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.10718

Abstract

Air Limbah mie instan dihasilkan dari mesin proses produksi seperti boiler, cleaning penggorengan berupa minyak goreng bekas. Karakteristik air limbahnya dapat ditentukan berdasarkan bahan baku yang digunakan sebagai bahan olahan seperti tepung terigu dengan kandungan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta minyak kelapa. Kandungan tersebut dapat mengubah komposisi air sehingga berpengaruh pada nilai COD, BOD, pH, TSS, minyak dan lemak yang tidak sesuai baku mutu dimana dapat menurunnya kualitas air. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi H­2O2 dan pengaruh waktu fotokatalis TiO2 serta efektivitas metode oksidasi lanjutan H2O2 dan Fotokatalis TiO2 terhadap penurunan nilai pH, TSS, COD, Minyak dan Lemak. Kualitas air yang menurun akan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan juga mahkluk hidup air  Parameter pH semakin tinggi dengan lamanya waktu kontak fotokatalis TiO2. Waktu kontak optimal fotokatalis TiO2 adalah 2 jam dengan konsentrasi penurunan TSS 68,10% dan minyak lemak 94,67%. Penurunan parameter COD dan BOD optimal pada waktu kontak 3 jam yaitu 31,80% dan 44,32%, Metode oksidasi lanjutan dengan penambahan H2O2 30% lebih efektif terhadap penurunan parameter COD dan BOD yaitu 92,56% dan 91,97%. Penurunan parameter TSS, minyak dan lemak lebih efektif menggunakan metode gabungan penambahan H2O2 30% dan fotokatalis TiO2 dengan nilai efisiensi penyisihannya adalah 92,62% dan 95%. Untuk metode fotokatalis TiO2 tersendiri kurang efektif.
Pengaruh ZnCl2 terhadap Penurunan Kadar Free Fatty Acid (FFA) serta Pengaruh Katalis NaOH dan CaO pada Hasil Biodiesel Melalui Proses Transesterifikasi Minyak Brondolan Sawit Indah Prihatiningtyas; Twinska Choirunissa; Evelin Putri Paonganan; Eko Heryadi; Retno Wulandari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.9838

Abstract

Brondolan sawit merupakan buah sawit yang lepas dari tandan buah karena terlalu matang ataupun yang jatuh saat proses pemanenan tandan buah segar. Minyak brondolan sawit umumnya memiliki kandungan free fatty acid (FFA) yang tinggi. Pada penelitian ini, minyak brondolan sawit dikonversi menjadi biodisel dengan dua tahapan proses yaitu esterifikasi dengan gliserol berkatalis ZnCl2 dilanjutkan dengan transesterifikasi menggunakan katalis CaO. Pengaruh katalis ZnCl2 , NaOH dan CaO terhadap penurunan free fatty acid dan hasil biodiesel diinvestigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses esterifikasi dengan gliserol berkatalis ZnCl2 menurunkan nilai free fatty acid. Pada variasi konsentrasi ZnCl2 sebanyak 0,15%, 0,20%, 0,25%, dan 0,35% menunjukkan bahwa konsentrasi optimal ZnCl2 pada 0,35% dengan penurunan FFA sebesar 97% dari 37,40% ke 1,06%. Selanjutnya proses transesterifikasi dilakukan dengan katalis NaOH sebesar 1% dan CaO sebesar 35% pada variasi perbandingan jumlah minyak dan metanol sebesar 1:10 ; 1:15 ; 1:20 ; 1:30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah perbandingan minyak dan metanol yang optimal untuk katalis NaOH adalah sebesar 1:30 karena menghasilkan jumlah biodiesel sebesar 2,35% dengan nilai FFA sebesar 2,17% Sedangkan dengan kalatali CaO, perbandingan minyak dan metanol yang optimal adalah sebesar 1:30 dengan hasil biodiesel sebesar 2,60% dan nilai FFA sebesar 3,08% Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persen berat katalis sangat mempengaruhi dalam penurunan kandungan FFA yang terdapat pada minyak CPO, dan perbandingan antara minyak:metanol mempengaruhi hasil yield biodiesel yang akan didapatkan.
Sintesis Biodiesel dari Minyak Dedak Padi Memanfaatkan Katalis Padat dari Limbah Pengolahan Bauksit (Red Mud) Arif Hidayat; Yosef Budiman; Maharani Fatimah Azzahra; Tsabita Yamna Putri R
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.10050

Abstract

In this study red mud, a solid waste from extraction process of bauxite mineral in Alumina Industry, was utilized as a solid catalyst for biodiesel production. In this study, biodiesel synthesis from reice bran oil was studied using red mud as solid catalysts. The catalyst was prepared by calcination. The performance of this catalyst will be evaluated in terms of molar ratio of methanol to (1:6–1:12), reaction temperature (35–65 °C), and catalyst loading (1-10%wt.). The results show that biodiesel yield is increased by increasing molar ratio of methanol to oil, reaction temperature and catalyst concentration. The optimum reaction conditions were obtained at 65 °C of reaction temperature, 1:12 of oil to methanol molar ratio, and 10% of catalyst amount. The highest biodiesel yield of 85.2% was obtained. The red mud catalyst has a promising candidate to be utilized in biodiesel production.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN RENGGAK (Amomum dealbatum) SEBAGAI BIOLARVASIDA LARVA NYAMUK Aedes aegypti Farida Ariani; Ni Made Wiasty Sukanty; Lina Yunita
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11775

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit disebabkan oleh virus dengue yang dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jumlah kasus DBD yang dilaporkan oleh World Health Organization (WHO) semakin meningkat dari 2,5 juta pada tahun 2010 menjadi 4,2 juta pada tahun 2019. Pada tahun 2021, WHO memperkirakan jumlah infeksi DBD secara global sekitar 100-400 juta setiap tahunnya. Penggunaan larvasida kimia secara terus menerus dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan resistensi pada organisme target. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan larvasida alami dengan memanfaatkan senyawa aktif pada tanaman yaitu daun Renggak (Amomum dealbatum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas ekstrak daun Renggak dengan abate (temephos) terhadap jumlah kematian larva Aedes aegypti. Jenis rancangan dalam penelitian ini adalah Posttest Only Control Group Design, yang merupakan penelitian True Experimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Renggak memiliki efek larvasida terhadap larva Aedes aegypti. Perbandingan perlakuan antara penggunaan ekstrak daun Renggak dan abate menunjukkan efektifitas yang sama terhadap larva Aedes aegypti setelah 12 jam perlakuan. Nilai LC50 ekstrak etanol daun Renggak terhadap mortalitas larva diperoleh pada konsentrasi 0,3% yang berarti bahwa pada konsentrasi 0,3% ekstrak etanol daun renggak mampu membunuh 50% larva Aedes aegypti.

Page 1 of 2 | Total Record : 12