cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 270 Documents
KARAKTERISTIK MODIFIKASI PATI KULIT SINGKONG (Manihot Esculenta) DENGAN PROSES ASETILASI Rudi Firyanto; Priyono Kusumo; Febrina Putri Romadhoni
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i1.9987

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah argoindustri pengolahan ketela pohon seperti industri tepung tapioka, industri farmasi dan industri pokok makanan. kulit singkong dapat menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, antara lain diolah menjadi tepung mocaf, pati dan bahan pangan yang lainnya. Metode asetilasi adalah salah satu metode yang dapat dilakukan dalam proses modifikasi pati kulit singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu pemanasan dan pH larutan awal terhadap swelling power, solubility dan kadar gugus karboksil pada starch acetate yang dihasilkan. Variabel suhu pada penelitian ini yaitu (350C, 450C, 550C, dan 650C) dan variabel pH (6, 7, 8, dan 9). Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai swelling power dan solubility semakin meningkat dengan bertambahnya suhu pemanasan karena meningkatnya kecepatan reaksi asetilasi. Hasil optimum swelling power diperoleh pada perlakuan pH 8 dan suhu pemanasan 65oC sebesar 29,3 g/g. Hasil optimum % solubility pada perlakuan suhu pemanasan 65oC dengan pH 9 sebesar 26,4%. Kenaikan % gugus karboksil cenderung konstan setiap penambahan suhu pemanasan. Hasil optimum % gugus karboksil pada perlakuan pH 8 dengan suhu pemanasan 650C sebesar 0,075%. % gugus karboksil sesuai dengan syarat pati termodifikasi dengan mempergunakan bahan kimia untuk produk pangan (JECFA) bahwa kadar gugus karboksil maksimal yang diperoleh dari proses asetilasi tidak lebih dari 1,1 %.
EKSTRAKSI KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) BERBANTU GELOMBANG MIKRO SEBAGAI ANTIMICROBIAL EDIBLE COATING (AnECa) PADA BUAH TOMAT Difa Al Arifah; Farikha Maharani; Indah Riwayati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i3.11864

Abstract

Edible Coating Berbasis Pati Ubi Jalar dengan Modifikasi Karagenan dan Sorbitol untuk Memperpanjang umur simpan Tomat Ceri Lucia Hermawati Rahayu; Herman Yoseph Sriyana; Riska Kurniasari; Retno Ambarwati Sigit Lestari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i3.10105

Abstract

Tomat ceri kaya dengan kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan dan mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Namun, buah ini mudah rusak (perishable) dan tidak tahan lama pada suhu ruang sehingga perlu penanganan pasca panen yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan penyalutan menggunakan edible coating dari pati ubi jalar yang dimodifikasi karagenan dan sorbitol. Tujuan penelitian adalah mendapatkan konsentrasi (jumlah) karagenan dan sorbitol yang terbaik pada pembuatan edible coating dan mengetahui pengaruh penerapan edible coating terhadap mutu tomat ceri. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa pati ubi jalar dengan variasi penambahan karagenan (0 g; 0,1g; 0,2g; 0,3g; 0,4g) dan plasticizer sorbitol (0 ml, 2ml, 4ml, 6ml). Kualitas dan karakterisasi tomat ceri tersalut yang diuji dan dievaluasi meliputi susut bobot, kadar vitamin C, dan kontaminasi jamur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa semakin besar penambahan karagenan dan sorbitol, maka penurunan susut bobot dan kadar vitamin C pada tomat ceri tersalut edible coating semakin kecil, sedangkan semakin besar penambahan karagenan maka semakin kecil kemungkinan tomat ceri tersalut edible coating terkontaminasi mikroorganisme (jamur). Formula edible coating terbaik yaitu pada penambahan karagenan 0,4 g dan sorbitol 2 ml, yang memberikan kadar vitamin C tertinggi, susut bobot terendah, dan belum terkontaminasi jamur hingga hari kesepuluh.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI PUPUK AMONIUM SULFAT BERBAHAN DASAR LIMBAH CAIR INDUSTRI BLEACHING EARTH Berliana Ayu Emilia Candra Dewi; Dimas Agus Andriansyah; Dwi Hery Astuti; Ketut Sumada Sani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i3.10664

Abstract

Limbah Cair industri bleaching earth merupakan limbah cair yang dihasilkan dari proses pencucian setelah proses aktivasi batuan bentonit dengan bantuan asam sulfat . kandungan  asam sufat dalam limbah cair tersbut sebesar  15,7%  dengan pH sebesar 1,16.  Salah satu cara pengolahan limbah cair ini adalah dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat pupuk amonium sulfat. Pembuatan pupuk amonium sulfat dilakukan dengan mengambil ion sulfat yang terkandung didalam limbah dan direaksikan dengan ion amonium yang terkadnung dalam amonium hidroksida. Penelitian ini bertujuan untuk  mendapatkan Pengaruh volume amonium hidroksida (NH4OH) dan suhu reaksi terhadap kadar nitrogen (N) dan sulfur (S) pada amonium sulfat ((NH4)2SO4) yang dihasilkan dalam mesintesis pupuk amonium sulfat yang sesuai dengan dengan SNI 02-1760-2005. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variabel peubah yang dijalankan, yaitu variasi volume penambahan dan suhu reaksi.  Proses sintesis diawali dengan mereaksikan limbah cair dengan amonium hidroksida  selama  1 jam . padatan yang terbentuk kemudian dicuci dengan aquadest dan filtrasi. Filtrat hasil penyaringan kemudian dikristalisasi dan padatan kristal yang terbentuk dikeringkan hingga kadar air dalam bahan sebesar 1%.  Produk dianalisis hasilnya secara kuantitatif dan yield terbaik dilakukan analisis  kandungan nitrogen dan analisis XRF untuk mengetahui kandungan sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu reaksi dan volume amonium hidroksida yang ditambahkan mempengaruhi produk amonium sulfat yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu yield yang dihasilkan akan semakin besar, akan tetapi apabila suhu reaksi terlalu tinggi yield yang dihasilkan akan mengalami penurunan. Begitu pula pengaruh volume penambahan amonium hidroksida terhadap produk hasil reaksi. Semakin tinggi volume amonium hidroksida yang ditambahkan, yield yang dihasilkan akan semakin besar, akan tetapi apabila volume penambahan amonium hidroksida terlalu tinggi yield yang dihasilkan akan mengalami penurunan
KARAKTERISTIK KERTAS BERBAHAN DASAR DAUN NANAS (ANANAS COMOSUS) DENGAN PROSES SODA Queen Moza Savitri Anggraeni; Riza Amanda; Mutasim Billah
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i3.10858

Abstract

Karakterisasi kertas berbahan dasar daun nanas merupakan pulp yang mengandung selulosa non kayu. Proses pencernaan menggunakan proses soda yaitu proses sintesia kertas dengan metode kimia menggunakan pelarut NaOH. Proses sodah menghilangkan lignin dalam bahan yang mengandung lignoselulosa dengan memecah struktur kristal dalam lignoseluosa agar lignin dapat terpisah dan mendapatkan hasil selulosa yang cukup tinggi. Serat daun nanas tergolong serat non kayu yang berpotensi sebagai bahan dasar pembuatan pulp kertas dengan memiliki kandungan alpha selulosa cukup tinggi yaitu sebesar 69,5-71,5%, lignin 4,4-4,7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari perbandingan yang relatif baik dari konsentrasi NaOH dan waktu pencernaan pada pembuatan kertas berbahan dasar daun nanas yang akan menghasilkan karakterisasi dari segi sifat kimia yaitu kandungan selulosa, lignin. Segi Segi sifat fisik yaitu gramatur dan ketahanan tarik yang sesuai dengan SNI. Pada penelitian ini dilakukan sintesa kertas yang akan dilakukan pengujian karakterisasi kertas berbahan dasar pulp daun nanas menggunakan proses soda dengan variasi konsentrasi NaOH sebesar 1 ; 1,5 2 ; 2,5 , 3 N dan waktu proses pencernaan sebesar 25, 50, 100, 125, 150 menit. Hasil penelitian terbaik diperoleh menggunakan konsentrasi NaOH 3 N dengan waktu pemasakan 150 menit. Diperoleh hasil dari sifat kimia yaitu kandungan selulosa sebesar 90,18 % dan kandungan lignin sebesar 4,07 %. Hasil dari sifat fisik yaitu diperoleh gramatur kertas sebesar 52,3111 gr yang sudah memenuhi persyaratan mutu kertas tetapi hasil pada ketahanan tarik sebesar 8,79 x 10−6 N/m yang tidak sesuai dengan standar mutu kertas SNI 8218:2015 yaitu minimal 1, 6 N/m dan menghasilkan indeks tarik sebesar 16.803 x 10−11 Nm/g.
MODEL MATEMATIK LAJU PENGUAPAN AIR LAUT DENGAN PROSES EVAPORASI MENGGUNAKAN METODE POLYNOMIA Indah Dwi Wahyuningsih; Silviya Nur Ridha; Srie Muljani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i3.9985

Abstract

Rendahnya produksi garam yang diperoleh dapat disebabkan kemarau basah yang membuat panen produksi garam tidak maksimal dan pemanfaatan teknologi garam yang belum merata. Banyaknya masyarakat memproduksi garam menggunakan cara tradisional yang hanyamemaanfaatkan panas matahari dan kincir angin. Dalam penelitian ini, peneliti memanfaatkan matahari dengan bantuan teknologi spray untuk mempercepat proses evaporasi air laut untuk mengasilkan garam. Kemudian menyusun model matematik laju penguapan air laut menggunakan metode polynomial dengan variasi jumlah spray dan aliran debit yang nantinya dapat mengetahui kecepatan angka evaporasinya. Hasil optimasi variasi jumlah spray dan aliran debit mendapatkan bahwa penguapan air laut yang optimal pada debit 1403763,4955 cm3/jam dengan variasi jumlah spray 3;5;7 dan debit 1615348,1843 cm3/jam dengan variasispray 3 dan 7 karena hasil yang di dapat menunjukkan persen kesalahan tidak melebihi 10 %.
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KARAKTER FISIK, TOTAL PHENOLIC DAN FLAVONOID, DAN AKTIFITAS ANTIOKSIDAN BUNGA ROSELLA Hierro Azi Priawan; Alwani Hamad
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11060

Abstract

Bunga rosella dapat dikonsumsi sebagai minuman teh karena berpotensi menjadi sumber antioksidan alami. Akan tetapi setelah pemanenan bunga rosella sangat mudah membusuk dikarenakan tingginya kandungan air, sehingga diperlukan pengawetan. Pengeringan menjadi alternatif pengawetan bunga rosella yang sangat tergantung dari metode dan temperatur yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap karakter fisik, Total Phenolic Content (TPC), Total Flavonoid content (TFC) serta aktifitas antioksidan bunga rosella. Metode penggeringan menggunakan metode cabinet drying pada suhu 30oC (CD30); 50oC (CD50); 70oC (CD70) dan sun drying (SD). Karakter fisik sample kering yang di amati adalah moisture content dan higrocopicity. Analisis kadar TPC dilakukan dengan menggunakan metode spectrofotometri dengan menggunakan reagen Folin dan TFC menggunakan komplek AlCl3. Analisis aktifitas antioksidan menggunakan dua metode yaitu penangkapan radikal bebas DPPH dan metode Feri Reduction Antioxidant Power (FRAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pengeringan memberikan perbedaan nyata (P<0,05) terhadap karakter fisik bunga rosela kering, kecuali sample CD30 yang tidak masuk dalam standar simplisia kering (SNI 01-7085-2005) karena moisture content yang masih tinggi(>10%). Kadar TPC sample CD50 (10,72± 0,06 mg GAE/g), lebih tinggi dari pada sample lain (p<0.05), akan tetapi kadar TFC tidak ada perbedaan (p>0.05). Sedangkan hasil penangkapan radikal bebas DPPH semua sampel rosella kering yang menggunakan cabinet drying lebih tinggi dibandingkan dengan pengeringan matahari (p<0.05), sedangkan hasil FRAP semua sampel rosella kering tidak ada perbedaan (p>0.05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan pengeringan menggunakan metode cabinet drying pada suhu 50oC memberikan kadar TPC dan aktifitas antioksidan metode radikal bebas DPPH yang lebih baik dibandingkan dengan metode lain. 
KINETIKA ADSORPSI METILEN BIRU MEMANFAATKAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI TERAKTIVASI ASAM SULFAT Anselmus Boy Baunsele; Erly Grizca Boelan; Aloisius Masan Kopon; Maria Aloisia Uron Leba; Hildegardis Missa; Rahayu Rahayu; Merpiseldin Nitsae; Dwi Siswanta
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12024

Abstract

Peningkatan kapasitas industri memberikan dampak positif bagi masyarakat namun meninggalkan jejak kerusakan bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk membantu menangani limbah metilen biru yang sering menjadi bahan buangan dari aktivitas industri. Metilen biru menjadi salah satu masalah karena mencemari lingkungan. Berbagai penyakit misalnya kanker maupun perubahan genetik bisa terjadi karena bioakumulasi bahan ini. Penanganan masalah pencemaran lingkungan akibat metilen biru telah banyak dilakukan misalnya adsorpsi, karena metode ini cukup sederhana dan mudah diterapkan. Berbagai bahan alam digunakan sebagai adsorben, contohnya serbuk gergaji kayu jati yang dijadikan sebagai adsorben. Serbuk gergaji kayu jati pada penelitian ini diaktivasi menggunakan larutan asam sulfat. Selanjutnya dilakukan karakterisasi menggunakan FTIR, SEM-EDX dan pHpzc. Setelah dikarakterisasi lalu dilakukan analisis adsorpsi metilen biru secara batch. Variabel penelitian yaitu variasi pH dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi maksimal pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi 1,96 mg g-1 (99,3%) dan waktu kontak maksimum yaitu 30 menit dengan nilai Qe adalah 1,97 mg g-1 (99,7%)
PEMANFAATAN ABU TERBANG SEBAGAI GEOPOLIMER UNTUK ADSORPSI LOGAM BERAT Mn Aprilina Purbasari; Nita Aryanti; Vitus Dwi Yunianto; Budi Ismadi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11322

Abstract

Geopolimer merupakan polimer anorganik yang tersusun dari ikatan Si-O-Al. Geopolimer dapat diperoleh dari material alumino-silikat seperti abu terbang yang direaksikan dengan aktivator alkali. Pada penelitian ini, abu terbang yang merupakan limbah padat dari proses pembakaran batubara dimanfaatkan sebagai geopolimer dengan aktivator alkali campuran larutan NaOH 10 N dan larutan natrium silikat. Geopolimer yang diperoleh digunakan untuk mengadsorpsi logam berat mangan (Mn). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi, yaitu konsentrasi awal larutan logam berat Mn dan waktu kontak, dipelajari pada penelitian ini selain dilakukan juga kajian isoterm dan kinetika adsorpsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal larutan logam berat Mn maka semakin rendah efisiensi adsorpsi yang diperoleh. Sementara itu proses adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer mencapai kesetimbangan setelah 120 menit. Berdasarkan kajian isoterm dan kinetika adsorpsi yang telah dilakukan, adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer dari abu terbang mengikuti model isoterm Langmuir dan model kinetika order dua semu.
PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR CINCAU DENGAN METODE KARBON AKTIF DAN AERASI Reni Sutri; Apsari Puspita Aini
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11906

Abstract

Industri pangan merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan industri haruslah diiringi dengan pengelolaan limbah yang baik agar tidak menimbulkan dampak bagi lingungan. Pabrik cincau menghasilkan limbah padat dan cair. Limbah padat pabrik cincau dapat diolah menjadi pupuk, sementara limbah cair pabrik cincau belum ditemukan pemanfaatannya. Sehingga diperlukan penelitian untuk mengurangi kadar polutan dalam limbah cair cincau agar sesuai dengan standar baku mutu limbah dan tidak mencemari lingkungan. Salah.satu parameter baku mutu limbah yang dapat dianalisa adalah COD (chemical oxygen demand). Tingginya nilai COD menunjukkan banyaknya kandungan zat organik dalam limbah cair. Nilai COD dapat diturunkan dengan beberapa metode, diantara metode penambahan karbon aktif dan metode aerasi. Pada penelitian ini diamati pengaruh penambahan karbon aktif seberat 25, 50, 75 dan 100 gram pada limbah cair cincau, serta pengaruh lama aerasi selama 1, 1,5 dan 2 jam. Nilai COD terendah didapatkan pada perlakuan penambahan karbon aktif seberat 100 gram yaitu 20,16 mg/L dan pada perlakuan aerasi selama 2 jam yaitu 20,24 mg/L. Semakin banyak karbon aktif yang ditambahkan ke dalam limbah cair cincau, semakin berkurang nilai COD. Semakin lama waktu aerasi, nilai COD semakin turun. Penambahan 100 gram karbon aktif atau perlakuan aerasi selama 2 jam pada 500 ml limbah cair cincau dapat menurunkan nilai COD sebesar 80%.