Articles
204 Documents
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Sistem Belajar Online Pada Masa Pandemi Covid 19 Di STIKes Karsa Husada Garut
Windi Anggaraeni;
Tanti Suryawantie;
Eva Daniati;
Rudy Alfiyansah
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i1.189
The spread of the Covid-19 virus that has swept across the world has changed various aspects of human life, one of which is changes in the learning process in universities. Learning that initially relied on face-to-face lectures turned to online learning. In the online learning that took place, there was anxiety faced by students. The purpose of this study was to describe student anxiety in dealing with online learning during the Covid-19 pandemic at STIKes Karsa Husada Garut. The method used in this research is descriptive quantitative with a sample of 92 respondents. This instrument uses the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. The results showed that there was no anxiety (7.6%), mild anxiety (56.5%), moderate anxiety (23.0%) and (10.9%) severe anxiety. Anxiety students in following the online learning system mostly experience mild anxiety. Therefore, students are expected to be able to overcome their anxiety with adaptive coping mechanisms during online learning.
HUBUNGAN USIA DENGAN IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MASA PANDEMI COVID 19 MAHASISWA KEBIDANAN STIKES AKBIDYO
Wiwin Hindriyawati;
Winarsih Winarsih
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i02.177
Health is important for every human, a healthy body can perform daily activities to the maximum. Health cannot be obtained directly but requires a behavior that is implemented with continuous maintenance and behavior. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a behavior that is carried out with awareness so that family members or family members can help themselves in the health sector and play an active role in health activities in the community. Prevention is better than cure, this health principle is the basis for implementing the PHBS program. (Ministry of Health RI, 2016). December 2019 it was reported that a new type of coronavirus or SARS-CoV-2 first appeared. The virus that causes respiratory problems has spread to almost all countries in the world. Seeing the spread of the corona virus, the world health organization WHO has declared that Covid-19 is a global pandemic. (Karo, 2020). This research is a quantitative research with cross sectional design and descriptive correlation. Respondents were 41 students using total sampling. Data collection tool a questionnaire. The results of the univariate study are 80.5% of adolescent students and 19.5% of early adulthood, and the implementation of behavior is quite high for PHBS 39.0%. The results of the bivariate test using the Kendall's Tau-b test showed a significant relationship p value: 0.003 . It is hoped that there will be good cooperation between the campus covid 19 task force and students to disseminate information about PHBS and how to implement healthy living behaviors in daily life.
Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Sukamentri Kabupaten Garut
Kurniawan Dewi Budiarti;
Eti Suliyawati;
Nuria Nuria
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i02.196
Stunting merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan indikator tinggi badan menurut umur. Indikator TB/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama. Pola pemberian makan balita merupakan upaya dan cara ibu memberikan makanan pada balita dengan tujuan agar kebutuhan makan balita tercukupi, baik jumlah, jenis dan frekuensi, maupun nilai gizinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kelurahan Sukamentri Kabupaten Garut. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 294 orang Ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan, diperoleh sampel sebanyak 84 responden yang dipilih secara purposive sampling menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan balita diukur tinggi badan dengan menggunakan microtoise dan dikonversikan ke dalam nilai terstandar (z-score) . Data dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan signifikansi α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi pola pemberian makan yang stunting kategori kurang 81% dengan jumlah 34 orang, kategori pola pemberian makan baik 19% dengan jumlah 8 orang. Pola pemberian makan yang tidak stunting kategori kurang 2,4% dengan jumlah 1 orang,kategori baik 97% dengan jumlah 41 orang. Hasil: analisa bivariat untuk variabel pola pemberian makan didapatkan p-value 0,012 maka H0 ditolak yang brarti terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. dan diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi bahan informasi untuk mencegah terjadinya stunting pada balita sehingga bisa menurunkan angka kejadian stunting di Kabupaten Garut.
Proteksi Legal Kemandirian dan Keprofesionalan Perawat Ketika Melaksanakan Jasa Kesehatan
Aceng Ali Awaludin;
Rudy Alfiyansah;
Andhika Lungguh Perceka
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i02.202
Pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan mencakup usaha kesehatan dan sumber daya kesehatan. Peran instansi baik di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta atau perorangan dituntut agar mampu meningkatkan mutu pelayanannya baik dari segi sarana prasana, unit penujang, sumber daya manusia dan teknologi informasi yang medukung jasa kesembuhan pelayanan kesehatan baik dari segi jumlah maupun kualitas pelayanan itu sendiri. Maksud dari studi telaahan ini guna memahami dan menelaah keprofesionalan dan kemandirian perawat atas peran dan responsibilitas saat menjalankan servis kesembuhan. Teknik yang digunakan telaah hukum empiris dengan obsevasi langsung ke lapangan dan telaah dokumen guna mendapatkan data pokok. Ikhtisar yang diperoleh dari hasil telahaan bahwa dimata hukum profesi perawat saat melaksanakan servis kesembuhan yang profesional serta mandiri mendapat proteksi legal bersumber pada perundangan tahun 1992 no 23 mengenai hak tenaga kerja mendapatkan proteksi legal saat menjalankan peran keprofesiannya. Di samping itu berdasarkan ketentuan bu butir 1367 bagian 1 serta butur 1367 bagian 3, perawat memperoleh proteksi legal karena bekerja bersumber pada arahan atasan atau yang memiliki kewenangan pekerjaan tersebut secara keseluruhan menjadi tanggung jawab pihak lain.
Gambaran Pelaksanaan Mobilisasi Dini Dalam Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea di RSUD Ciamis
Tetet Kartilah;
Peni Cahyati;
Sofia Februanti;
Kusmiyati Kusmyiati;
Sofiatul Kamila
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i02.178
SC surgery can help the mother give birth if the mother is unable to give birth pervaginam or normally. But physically, the mother will feel pain due to the tearing of tissues in the walls of the abdomen and uterus. Pain is the most common problem experienced by post partum SC mothers. This form of pain management can be done by early mobilization. The purpose of the study was to provide an overview of the implementation of early mobilization in reducing the scale of pain in post sectio caesarea mothers. This type of research design is descriptive with a case study approach to explore the pain response of post partum SC mothers who get early mobilization interventions. The study was conducted on two post partum sectio caesarea mothers. The results showed that both respondents mobilized well and experienced a decrease in the scale of pain after conducting early mobilization interventions. The high level of motivation is a factor that affects the implementation of early mobilization and affects the decrease in the scale of pain. Meanwhile, the inhibiting factor in reducing the pain scale is the low patient's knowledge about the importance of pain management by conducting early mobilization. To improve services in providing effective nursing care, the health service is expected to increase knowledge, provide motivation and supervise the implementation of mobilization in post partum sectio caesarea mothers to accelerate the reduction of pain scale.
Pengaruh Manajemen Stress (Terapi Musik) Terhadap Penurunan Tingkat Stress Perawat Ruang Intensive Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya
Asep Riyana;
Iwan Somantri
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i02.187
Stress merupakan topik yang selalu menarik untuk ditelaah karena memiliki kaitan yang erat dengan kehidupan manusia. Stres dikenal sebagai interaksi antara individu dan lingkungan yang menimbulkan perubahan fisiologis dan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manajemen stress (Terapi music) terhadap penurunan tingkat stres perawat di ruang Intensive RSUD Kota Tasikmalaya. Teori yang mendasari penelitian ini diantaranya adalah pengertian, penyebab, jenis, factor yang berhubungan dengan stress, konsep perawatan ruang intensif, manajemen stress (Terapi music). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen, Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang Intensive RSUD Kota Tasikmalaya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disusun dan dikembangkan oleh peneliti berdasarkan konsep berupa angket tertutup yaitu sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Teknik analisa data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh terapi music terhadap penurunan tingkat stress perawat adalah menggunakan rumus uji chi square. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober 2010 sampai dengan bulan Desember 2010. Kata Kunci : Manajemen Stress, Terapi Musik, Tingkat Stress
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Yang Mempunyai Anak Usia 6-24 Bulan Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Sebagai Cara Pencegahan Stunting di RW 09 Desa Simpang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut
Dewi, Winasari;
Rinjani, Santi;
Nugraha, Andri
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i02.194
Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) dalam pemberian yang tepat, tidak hanya mampu melengkapi asupan vitamin bayi, tapi bisa merangsang keterampilan makan, menumbuhkan percaya diri pada anak. Modifikasi dalam memberikan makanan tambahan mulai dari wujud bubur cair hingga pekat ekstrak dari buah segar, makanan yang halus makanan dengan model lembut hingga makanan padat. Tidak cuma itu, pemberian MPASI pula berperan sebagai salah satu cara pencegahan terjadinya stunting pada balita. Tujuan penelitian untuk memahami perkiraan tingkat pengetahuan dan tindakan ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan hal pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Pengumpulan informasi memakai angket Analisa data memakai analisa univariat. Dari 57 responden, hampir seluruh responden (72%) terletak pada rentang usia 15-30 tahun, sebagian besar responden (65%) berpendidikan SD, sebagian responden (49%) memberikan MPASI di usia 6 bulan, sebagian besar responden (68%) berpengetahuan cukup tentang pemberian MPASI, dan sebagian responden (53%) memiliki sikap positif dalam pemberian MPASI. Kesimpulannya Ibu dapat lebih memperhatikan nutrisi anak dan bayi sesuai dengan usia agar perkembangan dan pertumbuhan anak dan bayi ideal serta menghindari terjadinya stunting pada balita.
Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Kualitas Hidup Diabetes Mellitus Tipe 2
Nunung Liawati;
Siti Nurmaya Arsya;
Iin Patimah
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i02.195
Diabetes mellitus merupakan penyakit yang tidak menular yang menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Oleh karena itu diabetes mellitus memerlukan upaya penangganan, dan pengobatan yang tepat dan serius seperti manajemen diet, latihan fisik, terapi pengobatan, pendidikan kesehatan, dan pemeriksaan guka darah secara teratur. Tujuannya adalah mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup diabetes mellitus tipe 2. Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degenertif bersifat kronik dengan kondisi gula darah sewaktu lebih 140g/dl. Kualitas hidup adalah persepsi individu dalam hidup yang dapat ditinjau dari konteks budaya dan sistem nilai individu yang berhubungan dengan standar hidup. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi dengan sampel sebanyak 106 responden yang diambil secara proporsional random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan presentase setiap kategori, analisa bivariat menggunakan uji somer’sd. Hasil penelitian chi-squere dengan (α = 0,05) didapatkan p value = 0,022 yang artinya ada hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup diabetes mellitus tipe 2. Ada hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi. Diharapkan Puskesmas dapat memberikan pendidikan kesehatan, khususnya pada pasien yang mengalami keputusasaan. Selain itu perawat juga dapat mendeteksi dini masalah keperawatan yang di alami pasien dan dapat memberikan intervensi yang tepat sehingga tidak mengarah pada kondisi depresi karena mengalami keputusasaan.
Gambaran Motivasi Masyarakat Untuk Melaksanakan Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Garut
Engkus Kusnadi;
Angga Dipa Nagara;
Dede Suharta
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v9i1.168
Wabah virus corona yang disebabkan oleh coronavirus SARS-CoV-2 telah membawa serangkaian perubahan dalam banyak aspek kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah telah mencoba mengatasi wabah dengan mempertimbangkan serangkaian tindakan, tidak semuanya sesuai dengan opini publik. Selama ini pesatnya pertumbuhan jumlah kasus secara global telah menimbulkan kepanikan, ketakutan, dan kecemasan di kalangan masyarakat. Topik vaksinasi merupakan salah satu tema yang menimbulkan serangkaian pertanyaan bagi massyarakat, sebagian besar terkait dengan keamanan seluruh proses. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Motivasi Masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Garut. Desain yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Besar sampel menggunakan rumus proporsi sebanyak 96 responden, Teknik sampling menggunakan Multi Stage Random Sampling. Hasil penelitian sebagian kecil responden untuk kategori motivasi tinggi sebanyak 13 responden (13,5%), lalu sebagian besar responden untuk kategori motivasi sedang sebanyak 55 responden (57,3%) dan hampir separuhnya responden untuk kategori motivasi kurang sebanyak 28 responden (29,2%). Penelitian dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan vaksinasi
LITERATURE STUDY ON THE LINK BETWEEN CIGARETTE CONSUMPTION AND REDUCING EARLY MORTALITY RATES DUE TO NON-COMMUNICABLE DISEASES IN INDONESIA
Adjrina Dawina Putri;
Kania Rizqita Dewi;
Khoirunnisa Ghefira Yusrani;
Marina Ery Setiyawati
Jurnal Medika Cendikia Vol 10 No 1 (2023): Journal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33482/medika.v10i1.197
Salahi satui faktori risikoi utama yangi menyebabkan penyakiti kronis dani berdampak pada kematian adalah rokok. Sebanyak 4.000 bahan kimia yang sangat berbahaya terkandung di dalam iasap yang dihasilkan dari satu batang rokok. Jumlah kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok mencapai 300.000 per tahun di Indonesia pada 2019. Bahkan, Indonesia merupakan negara dengan konsumsi rokok terbesar ketiga di dunia, di mana jumlah konsumsinya melonjak hingga 322 miliar batang pada 2020. Meningkatnya angka konsumsi rokok dikhawatirkan dapat menghambat tercapainya target 3.4 Sustainable Development Goals (SDGs). Poin 3.4 memiliki target untuk mengurangi hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular, melalui pencegahan dan pengobatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi rokok terhadap tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) pada target 3.4 di Indonesia. Metode literature review dilakukan terhadap enam artikel yang diperoleh dari dua basis data, yaitu Google Scholar dan PubMed. Berdasarkan hasil telaah artikel dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsumsi rokok dapat menghambat pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, terutama pada target 3.4. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam menekan angka konsumsi rokok di Indonesia guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk Indonesia.