cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 1, Februari 2025" : 38 Documents clear
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BERDASARKAN DATA CPTE SEBELUM DAN SESUDAH VACUUM CONSOLIDATION PADA PROYEK X Gunawan, Mikael Dylan; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32523

Abstract

Soft clay soil is often a problem in the construction of deep foundation construction in the North Jakarta area, especially discussed in this research is piles. The problems most often found in clay soils in particular are soil shear strength and low bearing capacity and large settlement, the solution to increase the bearing capacity and shear strength and minimize the settlement that occurs is soil improvement. In this research, the soil improvement carried out is vacuum consolidation where vacuum consolidation is a method that combines PVD (Prefabricated Vertical Drain) with a pump whose function is to reduce excess pore water pressure. This research also discusses the comparison of bearing capacity on square driven piles with a size of 300 mm x 300 mm using CPTe testing before and after vacuum consolidation with a planned depth of 12 m. The calculation method in this study uses a correlation with  (undrained shear strength), in the results of this study it can be seen that the comparison of ultimate bearing capacity of the piles increased significantly after soil improvement with vacuum consolidation. From this comparison, it can be seen that the problem of low pile bearing capacity or soil shear strength and large settlement can be solved by soil improvement. Abstrak Tanah lempung lunak sering menjadi masalah pada saat pembangunan konstruksi fondasi dalam pada daerah Jakarta Utara, khususnya yang dibahas pada penelitian ini adalah tiang pancang. Masalah-masalah yang paling sering ditemukan pada tanah lempung khususnya adalah kuat geser tanah dan daya dukung yang rendah serta penurunan yang besar, solusi agar daya dukung dan kuat geser meningkat serta memperkecil penurunan yang terjadi adalah perbaikan tanah. Pada penelitian ini perbaikan tanah yang dilakukan adalah vacuum consolidation dimana vacuum consolidation merupakan metode yang menggabungkan antara PVD (Prefabricated Vertical Drain) dengan pompa dimana fungsinya untuk mengurangi tekanan air pori ekses. Penelitian ini sekaligus membahas perbandingan daya dukung pada tiang pancang persegi dengan ukuran 300 mm x 300 mm menggunakan pengujian CPTe sebelum dan sesudah vacuum consolidation dengan kedalaman rencana adalah 12 m. Metode perhitungan pada penelitian ini memakai korelasi dengan  (kuat geser tak teralir), pada hasil penelitian ini dapat terlihat perbandingan daya dukung ultimate pada tiang pancang meningkat secara signifikan setelah dilakukan perbaikan tanah dengan vacuum consolidation. Dari perbandingan tersebut, dapat terlihat bahwa masalah mengenai daya dukung tiang ataupun kuat geser tanah yang rendah serta penurunan yang besar dapat teratasi dengan melakukan perbaikan tanah.
STUDI PERBANDINGAN NILAI UNDRAINED SHEAR STRENGTH TERHADAP NILAI LIQUID LIMIT TANAH LEMPUNG Angelina, Sherlin; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32590

Abstract

The correlation analysis between undrained shear strength (Su) and liquid limit (LL) was conducted on clay soils sampled from North Jakarta to evaluate the potential for predicting Su values based on LL parameters. Clay soils are known for their high plasticity, which is influenced by moisture content, making Su and LL critical parameters in geotechnical stability analysis. In this research, Su values were obtained using the Triaxial UU method, while LL values were determined using the Casagrande method and the fall cone test. Exponential regression analysis was used to measure the correlation between Su and LL. Results showed that the Casagrande method generated a coefficient of determination (R2) calculated at 0,9676, indicating a strong correlation for predicting Su. In comparison, the fall cone test method produced a lower coefficient of determination, which is 0,5827. These results imply that LL, especially from the Casagrande method, can be used as a preliminary estimate of Su values, allowing for time and cost efficiency by reducing the need for Triaxial UU testing. Further studies with varied samples and mineral analysis of clay soils are recommended to enhance the accuracy and reliability of these findings. Abstrak Analisis korelasi antara undrained shear strength (Su) dan liquid limit (LL) dilakukan pada sampel tanah lempung yang diambil dari Jakarta Utara untuk mengevaluasi potensi prediksi nilai Su berdasarkan parameter LL. Tanah lempung dikenal memiliki karakter plastisitas tinggi yang dipengaruhi oleh kadar air, sehingga parameter Su dan LL sangat penting dalam analisis stabilitas geoteknik. Pada penelitian ini, nilai Su diperoleh menggunakan metode Triaxial UU, sementara nilai LL diperoleh dengan metode Casagrande dan fall cone test. Analisis regresi eksponensial digunakan untuk mengukur korelasi antara Su dan LL. Hasil menunjukkan bahwa metode Casagrande menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9676 yang mengindikasikan korelasi kuat untuk memprediksi Su. Sebaliknya, metode fall cone test menghasilkan koefisien determinasi yang lebih rendah, yaitu 0,5827. Hasil ini menyiratkan bahwa LL, terutama dari metode Casagrande, dapat digunakan sebagai estimasi awal nilai Su, sehingga memungkinkan efisiensi waktu dan biaya tanpa melakukan pengujian Triaxial UU. Studi lanjutan dengan variasi sampel dan analisis mineral tanah lempung disarankan untuk memperkuat keakuratan hasil ini.
ANALISIS CHANGE ORDER RATIO PADA PROYEK KONSTRUKSI RUMAH TINGGAL STUDI KASUS DI DAERAH TANGERANG Bataric, Rosani Surya; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32602

Abstract

The construction industry plays an important role in economic growth, especially in infrastructure and housing. However, this industry is faced with various challenges, one of which is change orders that can hinder the smooth implementation of the project. Change order is a change in the provisions of the original contract document made in writing and documented between the project owner and the project implementer. These changes can have an impact on the price, project schedule, and schedule for contract payments. The purpose of this study is to analyze the magnitude of the change order ratio value and identify the causes of change orders based on job classification in a residential construction project. This research uses a case study of residential houses in the Tangerang area. Based on the results of research and calculation, the total value of change order ratio is 2.15%, for change order ratio in addition 1.60%, and change order ratio in subtraction 0.55%. Architectural and structural work which is the category of work with the largest change order impact on this residential construction project is one of the causes due to changes in the design of the building which causes changes in the volume of work. Abstrak Industri konstruksi memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi khususnya dalam bidang infrastruktur dan perumahan. Namun industri ini dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya change order yang dapat menghambat kelancaran pelaksanaan proyek. Change order adalah perubahan ketentuan dokumen kontrak asli yang dibuat secara tertulis dan didokumentasikan antara pemilik proyek dan pelaksana proyek. Perubahan tersebut dapat berdampak pada harga, jadwal proyek, dan jadwal untuk pembayaran kontrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya nilai change order ratio dan mengidentifikasi penyebab terjadinya change order berdasarkan klasifikasi pekerjaan pada suatu proyek konstruksi rumah tinggal. Penelitian ini menggunakan studi kasus rumah tinggal di wilayah Tangerang. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan, diperoleh nilai total change order ratio 2,15%, untuk change order ratio in addition 1,60%, dan change order ratio in subtraction 0,55%. Pekerjaan Arsitektur dan Struktur yang menjadi kategori pekerjaan dengan dampak change order terbesar pada proyek konstruksi rumah tinggal ini salah satu penyebabnya adalah karena adanya perubahan pada design bagunan yang menyebabkan adanya perubahan pada volume pekerjaan.
ANALISIS PENGARUH KETERLAMBATAN PROYEK TERHADAP ESTIMASI BIAYA DAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK X DI SAWANGAN Susanto, Antonius Erick; Wiyanto, Henny
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32613

Abstract

Project delays in the construction sector often occur due to various factors, such as changes in work drawings by the developer, payment delays, and modifications to the Budget Plan (RAB) caused by additional work. This study employs a qualitative approach through interviews and document analysis to identify the factors contributing to project delays and their impact on cost estimation and project completion time. The analysis results indicate that project delays not only increase labor and material costs but also extend the overall project duration. The application of the earned value method reveals that the Cost Performance Index (CPI) is above 1, indicating that actual costs are lower than the planned budget. However, the Schedule Performance Index (SPI) in several weeks shows values below 1, signifying delays in project completion. The findings of this research emphasize the importance of better planning, enhanced coordination between the project team and the developer, and improvements in the payment approval process to prevent future delays. By implementing risk mitigation strategies and more effective project management, construction projects can be executed more efficiently and align with the established targets. Abstrak Keterlambatan proyek konstruksi sering kali terjadi akibat berbagai faktor, seperti perubahan gambar kerja dari pihak developer, keterlambatan pembayaran, serta perubahan volume Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disebabkan oleh adanya pekerjaan tambahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan serta dampaknya terhadap estimasi biaya dan waktu penyelesaian proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan proyek tidak hanya menyebabkan peningkatan biaya tenaga kerja dan material tetapi juga memperpanjang durasi penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan. Penerapan metode earned value mengungkapkan bahwa nilai Cost Performance Index (CPI) berada di atas 1, yang menunjukkan bahwa biaya aktual lebih rendah dibandingkan anggaran yang direncanakan. Namun, Schedule Performance Index (SPI) dalam beberapa minggu menunjukkan angka di bawah 1, yang menandakan adanya keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan yang lebih matang, koordinasi yang lebih efektif antara tim proyek dan developer, serta perbaikan sistem persetujuan pembayaran guna mencegah keterlambatan di masa mendatang. Dengan menerapkan strategi mitigasi risiko dan manajemen proyek yang lebih baik, proyek konstruksi diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
OPTIMALISASI BIAYA PEMBANGUNAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH DENGAN REVETMENT WALL SEBAGAI PERIMETER PERUMAHAN X Hauwendy, Hauwendy; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32630

Abstract

In planning a project, the main reference aspects are costs, quality and time. A good project must have good and efficient planning and cost control, in order to obtain maximum profits without affecting the quality and time of project completion. The Cluster X housing development project in South Tangerang covers an area of 28 hectares with a planned development of 1200 houses targeted for completion in 2026. This housing has a perimeter of 4,67 km, which will be equipped with retaining walls and concrete panel fences as boundaries. This research seeks a more cost effective alternative to retaining walls. The retaining walls that have been planned by the consultant have varying dimensions depending on the construction location, one of which is type B5 with an overturning SF (Safety Factor) value of 14 ≥ 2, Shear SF 7 ≥ 1,5, Bearing Capacity 3 ≥ 3, and global stability SF 1,94 ≥ 1,5. Meanwhile, the second alternative is a revetment wall with a global SF Stability of 1,78 ≥ 1,5. The calculation results for perimeter construction costs of 1+000 to 1+500 require a cost of Rp. 2.411.851.650. Meanwhile, the second alternative costs Rp. 1.046.625.996. We will save construction costs by 45,61%. Abstrak Didalam perencanaan sebuah proyek, aspek acuan utama adalah aspek biaya, mutu dan waktu. Sebuah proyek yang baik harus memiliki perencanaan dan pengendalian biaya yang baik dan efisien, guna untuk mendapatkan keuntungan maksimal tanpa mempengaruhi mutu dan waktu penyelesaian proyek. Proyek pembangunan perumahan cluster X di Tangerang Selatan mencakup lahan seluas 28 hektar dengan rencana pembangunan 1200 rumah yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. Perumahan ini memiliki perimeter sepanjang 4,67 km, yang akan dilengkapi dinding penahan tanah dan pagar panel beton sebagai pembatas. Penelitian ini mencari alternatif dinding penahan tanah yang lebih hemat biaya. Dinding penahan tanah yang sudah direncanakan oleh konsultan memiliki dimensi yang bervariasi tergantung lokasi konstruksi, salah satunya adalah tipe B5 dengan nilai SF (Safety Factor) Guling 14 ≥ 2, SF Geser 7 ≥ 1,5, Daya Dukung 3 ≥ 3, dan SF stabilitas global 1,94 ≥ 1,5. Sedangkan untuk alternatif kedua yaitu revetment wall dengan SF Stabilitas global 1,78 ≥ 1,5. Hasil perhitungan biaya konstruksi perimeter 1+000 sampai 1+500 memerlukan biaya sebesar Rp. 2.411.851.650. Sedangan kan untuk alternatif kedua memerlukan biaya sebesar Rp. 1.046.625.996. Dengan mengganti dinding penahan tanah menjadi revetment walls akan menghemat biaya konstruksi sebesar 45,61%.
PENGHEMATAN BIAYA PEMBANGUNAN GEDUNG DIPO CENTER DENGAN MUTU BETON BERBEDA Laurensius, Evan Suryana; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32635

Abstract

The construction of buildings generally uses reinforced concrete, concrete has varying strengths from fc'35, fc' 45, etc. The compressive strength of concrete also has varying prices, the higher the quality, the more expensive it is. Before carrying out construction, it is important to calculate the RAB because with the RAB we can find out the budget that will be spent and which construction method is more effective. This study conducted using a comparative analysis method where the author compared the price of casting using high quality concrete with different concrete qualities, the resulting price will be a comparative material for casting with high quality concrete or casting with different qualities that are more effective. This study conducted to determine how much cost efficiency can be obtained by using different concrete qualities. The cost efficiency obtained by using different concrete qualities is ±9.82%. if construction uses different concrete qualities. It found that casting with high concrete quality is Rp. 21,989,341,942.77. If the casting uses different concrete quality, the price obtained is Rp19,829,336,609.91, then the cost savings obtained are Rp2,160,005,332.86. The results of the project analysis will be more efficient with the use of different concrete quality resulting in a cheaper price. Abstrak Pembangunan gedung umum menggunakan beton bertulang, beton memiliki kekuatan yang beragam dari fc’35, fc’ 45, dll. Kuat tekan beton juga memiliki harga yang bervariasi semakin tinggi mutu nya semakin mahal harga nya. Sebelum melakukan pembangunan sangatlah penting untuk melakukan perhitungan RAB karena dengan ada nya RAB kita dapat mengetahui anggaran biaya yang akan di keluarkan dan metode pembangunan mana yang lebih efektif. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode analisis komparatif di mana penulis melakukan perbandingan harga pengecoran dengan menggunakan mutu beton tinggi dengan mutu beton berbeda harga yang di hasilkan akan menjadi bahan perbandingan pengecoran dengan beton mutu tinggi atau pengecoran dengan mutu berbeda yang lebih efektif. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui seberapa besar efesiensi biaya yang dapat di peroleh dengan penggunaan mutu beton berbeda. Efesiensi biaya yang didapatkan dengan menggunakan mutu beton berbeda sebesar ±9,82%.bila pembangunan menggunakan mutu beton berbeda. Didapatkan bahwa pengecoran dengan mutu beton tinggi adalah Rp 21.989.341.942,77. Jika pengecoran menggunakan mutu beton berbeda maka didapatkan harga sebesar Rp 19.829.336.609,91, maka penghematan biaya yang di dapatkan sebesar Rp2.160.005.332,86. Hasil analisis proyek akan lebih hemat dengan penggunaan mutu beton yang berbeda menghasilkan harga yang lebih murah.
POTENSI PENGGUNAAN IPAL DAN SPAH UNTUK MENGHEMAT PENGGUNAAN AIR PADA GEDUNG Z Husain, Husain; Kurniawan, Vittorio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32636

Abstract

Population growth increases the demand for clean water and the generation of waste. To address this issue, Building Z utilizes Wastewater Treatment Plant (WWTP) and Rainwater Harvesting System (RHS) technologies to conserve water usage. Building Z utilizes The WWTP to treat wastewater into reusable water, while the RHS processes rainwater into a viable alternative water source. This study examines the potential effectiveness of WWTP and RHS in water conservation at Building Z. The treated water is reused for plant irrigation and toilet flushing. The analysis reveals that the WWTP achieves an effectiveness of only 36,97% per month, as the volume of treated water exceeds the irrigation and toilet flushing needs and cannot be used for other needs, therefore the surplus water discarded into municipal drains. The effectiveness of the RHS varies depending on rainfall intensity. The analysis uses average annual rainfall data over the past 10 years for this study. Results indicate that the RHS achieves an effectiveness of 2,15% per month during low rainfall periods, rising to 24,72% per month during high rainfall periods. Abstrak Peningkatan populasi menyebabkan bertambahnya kebutuhan air dan produksi limbah. Untuk menanggapi masalah ini, Gedung Z memanfaatkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) untuk menghemat penggunaan air. Gedung Z memanfaatkan IPAL untuk mengolah limbah menjadi air yang dapat digunakan lagi, serta SPAH untuk mengolah air hujan menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan kembali. Penelitian ini mengkaji potensi efektivitas IPAL dan SPAH untuk penghematan air pada Gedung Z. Hasil limbah yang telah diolah akan digunakan kembali untuk penyiraman tanaman serta kloset. Analisis menunjukkan bahwa, efektivitas IPAL hanya mencapai 36,97% per bulannya, hal ini dikarenakan volume hasil olahan IPAL melebihi volume kebutuhan penyiraman tanaman serta kloset dan tidak bisa digunakan lagi untuk kebutuhan yang lainnya, sehingga volume hasil olahan IPAL yang tidak digunakan akan dibuang ke saluran kota. Efektivitas SPAH memiliki nilai yang bervariatif yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya curah hujan. Penulis menggunakan curah hujan rata-rata tahunan selama 10 tahun terakhir untuk penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas SPAH hanya mencapai 2,15% per bulan dengan curah hujan yang rendah dan bisa mencapai 24,72% per bulan dengan curah hujan yang tinggi.
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BERDASARKAN UJI SONDIR DAN TES PDA DI PROYEK RUKO X Christina Veronica; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32638

Abstract

The bearing capacity of pile foundations can be determined based on soil investigation results. Various methods can be used to assess the bearing capacity of piles. This study analyzes the bearing capacity of pile foundations in the X shophouse project in Tangerang City using CPT data and PDA test data. The calculation methods applied include the Meyerhof method, Schmertmann Nottingham (1975) method, and Tumay and Fakhroo method. The analysis results compare the end-bearing capacity, shaft friction capacity, and ultimate bearing capacity based on PDA and CPT tests. According to the calculations, the Schmertmann Nottingham (1975) method for pile number 254 achieved an accuracy level of up to 99% based on CPT calculations and PDA test results, with a Qu PDA value of 101.6 tons and a Schmertmann Nottingham (1975) method value of 100.17 tons. Meanwhile, for pile number 324, the Tumay and Fakhroo method showed an accuracy of 79%, with a Qu PDA value of 131.1 tons and a Tumay and Fakhroo method value of 102.8 tons. Abstrak Daya dukung tiang pancang dapat diperhitungkan dari hasil penyelidikan tanah. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengetahui daya dukung tiang pancang. Penelitian ini menganalisis daya dukung tiang pancang pada proyek ruko X di daerah Tangerang Kota menggunakan data CPT dan data uji PDA. Metode perhitungan daya dukung tiang pancang yang digunakan antara lain adalah metode Meyerhoff, Schmertmann Nottingham (1975), dan Tumay and Fakhroo. Hasil analisis menunjukkan perbandingan daya dukung ujung tiang, daya dukung selimut tiang, serta daya dukung ultimit dari uji PDA dan CPT. Berdasarkan hasil perhitungan, metode Schmertmann Nottingham (1975) pada tiang dengan nomor 254 menunjukkan tingkat keakuratan hingga 99% berdasarkan perhitungan CPT dan hasil uji PDA, dengan nilai Qu PDA sebesar 101,6 ton dan metode Schmertmann Nottingham (1975) sebesar 100,17 ton. Sementara itu, pada tiang nomor 324, metode Tumay and Fakhroo menunjukkan keakuratan 79%, dengan nilai Qu PDA sebesar 131,1 ton dan metode Tumay and Fakhroo sebesar 102,8 ton.
PERENCANAAN DESAIN DUCT BANK PADA PROYEK X Salsabila, Syeimaa; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32641

Abstract

Duct bank design planning is a crucial element in modern electrical and communications infrastructure. Duct banks serve as protective conduits for electrical and fiber optic cables, providing protection from environmental and mechanical impacts, while optimizing space usage and network organization. This research aims to develop duct bank planning guidelines by considering critical factors, such as soil characteristics, mechanical loads, and environmental impacts. The research methodology includes analyzing project requirements, selecting appropriate materials, and calculating duct bank dimensions and depths according to applicable standards. The results show that a well-designed duct bank can reduce the risk of cable damage and lower long-term maintenance costs. This research also emphasizes the importance of collaboration between civil, electrical, and environmental engineering disciplines to produce innovative and sustainable designs. It is hoped that this research will serve as a reference for engineers and planners in designing duct banks that not only meet technical needs, but also support sustainability and operational efficiency. With a structured approach and attention to environmental aspects, duct bankplanning can strengthen infrastructure that is more resilient and responsive to future challenges. Abstrak Perencanaan desain duct bank merupakan elemen krusial dalam infrastruktur kelistrikan dan komunikasi modern. Duct bank berfungsi sebagai saluran pelindung kabel listrik dan serat optik, memberikan perlindungan dari dampak lingkungan dan mekanis, sekaligus mengoptimalkan penggunaan ruang dan pengaturan jaringan. Penelitian ini bertujuan menyusun panduan perencanaan duct bank dengan mempertimbangkan faktor-faktor kritis, seperti karakteristik tanah, beban mekanis, dan dampak lingkungan. Metodologi penelitian mencakup analisis kebutuhan proyek, pemilihan material yang tepat, serta perhitungan dimensi dan kedalaman duct bank sesuai standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa duct bank yang dirancang dengan baik dapat mengurangi risiko kerusakan kabel dan menurunkan biaya pemeliharaan jangka panjang. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara disiplin teknik sipil, elektro, dan lingkungan untuk menghasilkan desain yang inovatif dan berkelanjutan. Diharapkan penelitian ini menjadi acuan bagi insinyur dan perencana dalam merancang duct bank yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional. Dengan pendekatan terstruktur dan perhatian terhadap aspek lingkungan, perencanaan duct bank dapat memperkuat infrastruktur yang lebih tangguh dan responsif terhadap tantangan masa depan.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA SEISMIK STRUKTUR BANGUNAN ABC DENGAN VARIASI DIMENSI SHEAR WALL Jonathan, Jonathan; Untari Liucius, Yenny; Wijaya, Hendy
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32662

Abstract

Indonesia is highly susceptible to earthquakes due to its location at the convergence of the Indo-Australian, Eurasian, and Pacific tectonic plates. This makes buildings in Indonesia particularly vulnerable to seismic damage. To enhance structural resilience, the use of shear walls has proven effective in strengthening buildings against earthquake forces. This study analyzes the seismic performance of the ABC building structure without shear walls and compares it to structures with three different shear wall configurations. These configurations vary in length and thickness but have similar moments of inertia. The shear walls are placed in identical positions across all models, ensuring that performance differences are solely due to geometric variations. Structures without shear walls serve as a baseline for comparison. The seismic load analysis uses the response spectrum method to evaluate key parameters such as behavior during natural vibration periods, percentage of seismic load received by the structure, lateral displacement, and inter-story drift. Findings indicate that the model with a 3-meter-long and 300 mm thick shear wall is the most effective, achieving the smallest reductions in natural vibration period and inter-story drift, thereby offering the best improvement in structural resilience. ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang rawan gempa karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Posisi geografis ini menjadikan bangunan di Indonesia rentan terhadap kerusakan akibat gempa. Dalam upaya meningkatkan ketahanan struktur terhadap beban seismik, penggunaan shear wall telah terbukti efektif dalam memperkuat struktur dan meminimalkan kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja struktur seismik pada bangunan ABC tanpa shear wall dengan bangunan yang memiliki tiga variasi shear wall yang berbeda dalam dimensi panjang dan ketebalan tetapi memiliki nilai momen inersia yang serupa. Posisi shear wall pada ketiga model tetap seragam agar perbedaan kinerja disebabkan murni oleh variasi geometris. Analisis beban gempa pada bangunan menggunakan metode respon spektrum untuk mengevaluasi berbagai parameter kinerja struktur, yaitu periode getar alami, distribusi beban seismik yang diterima struktur, simpangan lateral tingkat, dan simpangan antar lantai tingkat. Berdasarkan hasil analisis pada tiga model shear wall, dapat disimpulkan bahwa pemodelan shear wall dengan panjang 3 meter dan tebal 300 mm merupakan yang pemodelan terbaik karena menghasilkan  penurunan nilai periode getar alami terbesar dan nilai simpangan antar lantai terkecil dibandingkan dengan struktur awal dan model shear wall lainnya.

Page 2 of 4 | Total Record : 38