cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
PENILAIAN TINGKAT KONDISI KERUSAKAN ELEMEN NON STRUKTURAL GEDUNG EXISTING BERDASARKAN PEMERIKSAAN VISUAL Natasya; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The building is one of the physical buildings that play an important role in supporting user activities. Buildings have the potential to be damaged during operation time, one of which is damage to non-structural elements of the building. In addition, damage can also occur due to a lack of attention to maintenance activities which are often considered problems that have nothing to do with the purpose and function of the building. Therefore, assessing building conditions is very important to prevent serious damage and greater repair costs. This study aims to determine the value of damage conditions levels and maintenance priorities of non-structural elements and buildings. The method used is a visual inspection using secondary data in the form of photos of the damage. After assessing the elements' condition level and maintenance priority, a thorough assessment will be carried out so that the condition and maintenance priority of the building can be known. Based on the research results, the non-structural elements and buildings are in fairly good condition and require maintenance/repairs within 3 years or more with a reassessment in the future.   Abstrak Bangunan gedung merupakan salah satu bangunan fisik yang berperan penting dalam mendukung aktivitas pengguna. Bangunan gedung memiliki potensi untuk mengalami kerusakan selama beroperasi yang salah satunya adalah kerusakan pada elemen non struktural bangunan. Selain itu, kerusakan juga dapat terjadi karena kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemeliharaan yang sering dianggap sebagai masalah yang tidak ada kaitannya dengan tujuan dan fungsi bangunan gedung. Oleh karena itu penilaian terhadap kondisi bangunan sangat penting dilakukan untuk mencegah kerusakan bertambah serius dan biaya perbaikan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tingkat kondisi kerusakan dan prioritas pemeliharaan elemen non struktural dan bangunan gedung. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan visual dengan menggunakan data sekunder berupa foto kerusakan. Setelah dilakukan penilaian tingkat kondisi dan prioritas pemeliharaan pada elemen akan dilakukan penilaian secara menyeluruh sehingga dapat diketahui kondisi dan prioritas pemeliharaan dari bangunan gedung. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi dari elemen non struktural dan bangunan gedung berada dalam kondisi cukup baik dan membutuhkan pemeliharaan/perbaikan dalam jangka waktu 3 tahun/lebih dengan dilakukan penilaian kembali di masa mendatang.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN INCLINED RETAINING WALL PADA KONDISI TANAH JENUH DAN TANAH TIDAK JENUH Federick Luanga; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20298

Abstract

The decreasing of available land cause skyscraper building must construct a basement for the parking area and others facilities. Embedded retaining walls such as contiguous piles, secant piles, and diaphragm wall is usually used for basement construction to prevent soil failure at the adjacent excavation. However, embedded retaining structures need large properties and lateral supporting systems to prevent deflection of the wall from the massive lateral earth pressure. As a result, it requires significant construction costs, making practitioners and academics in Indonesia to provide the solution for constructing a basement with affordable construction costs. One of the methods proposed in this study is to tilt the retaining wall towards the active earth pressure so the earth pressure can be decreased. As a result, the material properties and the deflection of the wall can be reduced. Furthermore, the inclined retaining wall could also minimize the usage of lateral supporting systems such as strut and ground anchor. This method will optimize the expenditure for the material and wall reinforcement. The results show inclined retaining wall is more effective in reducing deformation. Abstrak Ketersediaan lahan yang semakin berkurang membuat gedung-gedung tinggi memanfaatkan galian bawah tanah berupa basement untuk dijadikan sebagai tempat parkir atau fasilitas lainnya. Konstruksi basement sendiri memerlukan dinding penahan tertanam (embedded walls) berupa contiguous piles, secant piles dan dinding diafragma untuk mencegah keruntuhan tanah di sekitar galian. Akan tetapi, konstruksi dinding basement memerlukan penampang dimensi yang besar serta perkuatan tambahan pada dinding untuk menahan tekanan lateral tanah yang besar. Akibatnya, biaya konstruksi yang dibutuhkan semakin besar dan membuat praktisi dan akademisi di Indonesia memikirkan solusi agar dapat tetap membangun basement dengan biaya konstruksi yang terjangkau. Pada penelitian ini, salah satu cara yang akan diusulkan adalah dengan memiringkan dinding penahan tanah ke arah tekanan tanah aktif sehingga membuat tekanan tanah yang bekerja pada dinding tereduksi. Dengan berkurangnya tekanan lateral tanah pada dinding, ukuran penampang dan deformasi dari dinding dapat tereduksi. Selain itu, perkuatan dinding yang biasanya berupa strut atau ground anchor dapat berkurang jika mengunakan inclined retaining wall. Hal tersebut akan membuat biaya konstruksi yang dikeluarkan untuk material dan perkuatan dinding tidak terlalu besar.
KINERJA PEKERJA KONSTRUKSI YANG DIPENGARUHI KEMAMPUAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA DI JABODETABEK Tri Septy Melyana; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The performance of human resources in the project environment is an important factor affecting the smooth running of the work. Lack of worker performance will affect the process of completing a project. Variables that affect worker performance are ability, motivation, and discipline along with their indicators. The purpose of this study was to determine the effect of the ability, motivation, and work discipline on the performance of building construction workers in Jabodetabek. The research method was carried out by distributing questionnaires to 40 building construction workers in Jabodetabek. Then the data were analyzed using Statistical Variance-Based Structural Equation Modeling (VB-SEM) using the Smart Partial Least Square (SmartPLS). After doing the analysis, it was found that the ability variable has a very significant and strong effect on the performance of workers, meaning that the presence of good worker abilities can cause worker performance to increase. The motivation variable has an effect but not a sign on the performance of workers and the discipline variable has a significant but not strong effect on the performance of workers, meaning that discipline can improve worker performance so that it can help increase company productivity to be optimal.   Abstrak Kinerja sumber daya manusia di lingkungan proyek menjadi faktor penting yang mempengaruhi lancarnya pekerjaan. Kurangnya kinerja pekerja akan berdampak pada proses penyelesaian suatu proyek. Variabel yang berpengaruh terhadap kinerja pekerja adalah kemampuan, motivasi, serta disiplin beserta indikatornya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variabel kemampuan, variabel motivasi, serta variabel disiplin kerja terhadap kinerja pekerja konstruksi gedung di Jabodetabek. Metode penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 40 orang pekerja konstruksi gedung yang berada di Jabodetabek. Kemudian data di analisis dengan menggunakan statistik Variance-based Structural Equation Modeling (VB-SEM) dengan menggunakan bantuan program Smart Partial Least Square (SmartPLS) 3.0. Setelah dilakukan analisis diperoleh bahwa variabel kemampuan berpengaruh sangat signifikan dan kuat terhadap kinerja pekerja artinya dengan adanya kemampuan pekerja yang baik maka dapat menyebabkan kinerja pekerja meningkat. Variabel motivasi berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pekerja serta variabel disiplin berpengaruh signifikan namun tidak kuat terhadap kinerja pekerja artinya disiplin dapat meningkatkan kinerja pekerja sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan menjadi optimal.
PEMODELAN PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN KOMBINASI METODE VACUUM PRELOADING DAN DEEP MIXING COLUMN Indra Noer Hamdhan; Randy Muhammad Akbar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20338

Abstract

Soft soil has high compressibility and low permeability so that the soil is at risk of consolidation settlement if the load is applied. Various soil improvement methods have been developed, one of which is by combining vacuum preloading with a deep mixing column. This study aims to understand the effect of the combined deep mixing column with vacuum preloading method on soil improvement without creating high embankment as an alternative to the deep mixing column combination preloading method. In addition, this study discusses the effect of previous soil improvement methods such as preloading, deep mixing column combination preloading, prefabricated vertical drain combination preloading and vacuum preloading based on the correlation of case study soil data in the Gedebage Bandung area with the help of Plaxis 2D software. The modeling results show that the deep mixing column combination vacuum preloading method has a reduction effectiveness of 74.23% and a reduction of 98.26% reduction time, the method is effective in reducing the amount of settlement compared to the previous methods. In terms of decreasing time, the vacuum preloading method is still more effective than the deep mixing column combination vacuum preloading method. Abstrak Tanah lunak memiliki kompresibilitas tinggi dan permeabilitas rendah sehingga tanah berisiko terjadi penurunan konsolidasi jika diberikan beban. Berbagai metode perbaikan tanah telah dikembangkan salah satunya dengan mengombinasikan vacuum preloading dengan deep mixing column. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh metode vacuum preloading kombinasi deep mixing clumn dalam perbaikan tanah tanpa membuat timbunan tinggi sebagai alternatif dari metode preloading kombinasi deep mixing column. Selain itu, pada penelitian ini membahas pengaruh metode perbaikan tanah terdahulunya seperti preloading, preloading kombinasi deep mixing column, preloading kombinasi prefabricated vertical drain dan metode vacuum preloading berdasarkan korelasi data tanah studi kasus di kawasan Gedebage, Bandung dengan dibantu software Plaxis 2D. Hasil pemodelan menunjukan metode vacuum preloading kombinasi deep mixing column memiliki efektivitas reduksi penurunan sebesar 74,23% dan reduksi waktu penurunan sebesar 98,26%, metode tersebut efektif dalam mengurangi besar penurunan dibandingkan metode-metode terdahulunya. Dari segi waktu penurunan metode vacuum preloading masih lebih efektif dalam mereduksi waktu penurunan dari pada metode vacuum preloading kombinasi deep mixing column.
ANALISIS KELEMBAGAAN DAN FINANSIAL UNTUK PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN RUSUNAWA BERDASARKAN SOFT SYSTEM METHODOLOGY Putri Arumsari; Sofia W. Alisjahbana; Ayomi Dita Rarasati
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20416

Abstract

Social housing are houses intended for low-income society, and one of them is the public-rented flats. There are 2 (two) types of public-rented flats management model, the self-management model and the operational cooperation model. Public-rented flats in DKI Jakarta Province are mostly self-managed by the Management Unit of Public-Rend Flat (MUPRF) in the Department of Community Housing and Settlement (DCHS) of DKI Jakarta Province. However there are several issues in the MUPRF in managing the public-rented flats, such as rent arrears, deterioration of building quality and the budget availability for maintenance and treatment of public-rented flates. In the Indonesian Government, the Covid-19 pandemic has affected the National and Regional Budget, and one of them is the elimination of the maintenance and treatment budget of the public-rented flats in the Regional Budget of DKI Jakarta Province. Based on the soft system methodology method, it is identified that Technical Implementation Unit (TIU), National/Regional-Owned Enterprise (NOE/ROE), Public Service Agency/Local, Flats Resident Association (FRA), Housing Cooperatives and Housing Association as alternative organizational scheme, and Government, National/Regional-Owned Enterprise and Public-Private Partnership funding as alternatives for the financial scheme that can be implemented for the maintenance and treatment activity in the public-rented flats.   Abstrak Rumah susun sewa (rusunawa) adalah perumahan yang diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Terdapat dua skema organisasi pengelola rusunawa, yaitu swakelola dan kerja sama operasional. Rusunawa di Provinsi DKI Jakarta lebih banyak dikelola secara swakelola oleh Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi DKI Jakarta. Namun terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh UPRS dalam pengelolaan bangunan rusunawa seperti adanya penunggakan serta penurunan kualitas bangunan gedung dan keterbatasan anggaran untuk kegiatan pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Pandemi Covid-19 juga berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta berupa pemotongan anggaran kegiatan pemeliharaan dan perawatan bangunan rusunawa. Berdasarkan soft system methodology, teridentifikasi Unit Pelaksana Teknik (UPT), Badan Usaha Milik Nasional/Daerah (BUMN/BUMD), Badan Layanan Umum/Daerah (BLU/BLUD), Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPPSRS), koperasi dan Asosiasi Perumahan sebagai alternatif model kelembagaan dan pendanaan pemerintah, BUMN/BUMD dan Kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sebagai alternatif model finansial yang dapat diterapkan untuk kegiatan pemeliharaan dan perawatan bangunan rusunawa agar kegiatan tersebut terselenggara dengan optimum.
FAKTOR DAKTILITAS STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN BRESING BAJA EKSENTRIS Daniel Christianto; Ricardo Hendrawan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20425

Abstract

Regulation for calculating earthquake forces for building in Indonesia keep developing. SNI 1726-2019 is the lastest earthquake regulation which has a return period of 2500 years, while SNI 1726-2002 has a return period of 500 years. So the old building have to be strengthened. Steel braces is a good option to resist lateral forces. In SNI 1726-2019 the value of response modification factor (R), overstrength factor (Ω0), and deflection amplification factor (Cd) for eccentrically braced concrete frames is not available. Therefore, the research purpose is to find the value of R, Ω0, and Cd for eccentrically braced concrete frames with pushover. Based on analysis, type A braces placed on 1 and 5 spans and using equal angle steel profile 50x50x5 is the best model, because first yielding occurred in the braces. The value of response modification factor (R) in X direction is 6,4848, and in Y direction is 6,9641. The value of overstrength factor (Ω0) in X direction is 3,1346, and in Y direction is 2,4483. The value of deflection amplification factor (Cd) in X direction is 1,2692, and in Y direction is 1,1745. Performanced level based on ATC-40 and FEMA 440 for X and Y direction is immediate occupancy.   Abstrak Peraturan analisis gaya gempa di Indonesia untuk bangunan gedung terus berkembang. Pada peraturan gempa terbaru yaitu SNI 1726-2019 memiliki periode ulang 2500 tahun, sedangkan pada SNI 1726-2002 memiliki periode ulang 500 tahun. Maka, bangunan lama perlu diberi perkuatan tambahan. Bresing baja merupakan pilihan yang baik karena efektif menahan gaya lateral. Dalam SNI 1726-2019 tidak terdapat nilai faktor modifikasi respons (R), faktor kuat lebih (Ω0), dan faktor pembesaran defleksi (Cd) untuk rangka beton dengan bresing eksentris. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai R, Ω0, dan Cd untuk rangka beton dengan bresing eksentris dengan metode pushover. Dari hasil analisis yang dilakukan, bresing tipe A, yang ditempatkan pada bentang 1 dan 5, dan menggunakan profil baja siku L 50x50x5 merupakan model yang paling baik, karena pelelehan pertama terjadi pada bresing. Nilai faktor modifikasi respons (R) arah X sebesar 6,4848, dan untuk arah Y sebesar 6,9641. Nilai faktor kuat lebih (Ω0) untuk arah X sebesar 3,1346, dan untuk arah Y sebesar 2,4483. Nilai faktor pembesaran defleksi (Cd) untuk arah X sebesar 1,2692, dan untuk arah Y sebesar 1,1745. Tingkat kinerja berdasarkan ATC-40 dan FEMA 440 untuk arah X dan arah Y adalah immediate occupancy.
PEMODELAN PERSAMAAN BONDING TULANGAN LONGITUDINAL PADA KERUNTUHAN GESER SIZE EFFECT BALOK BETON BERTULANG Yenny Untari Liucius; Daniel Christianto; Yoseph Yoga Perkasa; Mohammad Ragil Irianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20434

Abstract

The design of construction with reinforced concrete structures has undergone changes to get better results in innovative ways, which is by eliminating the use of coarse aggregate from concrete mixture. The use of concrete without coarse aggregate is based on premise that in high strength concrete, coarse aggregate is the weakest point of high strength concrete. In this study, we’ll discuss the size effect, it’s the variation of ratio h/b on reinforced concrete beams to shear stress of concrete beams without coarse aggregate and without transverse reinforcement using the finite element method. The purpose of this study was to evaluate the changes pattern in shear stress on variations in beam height changes using the MIDAS FEA. The study shows that result from the finite element method agree well with the result from laboratory experiment. The beam capacity value obtained based on finite element analysis with theoretical calculations based on ACI 318M-19 and results of experiments that have been carried out in laboratory has a relatively small difference, % difference between finite element analysis and theoretical calculations obtained is 1,87% and % difference between finite element analysis and results of experiments conducted in laboratory obtained is 3,35% on the 3B test object.   Abstrak Perancangan konstruksi dengan struktur beton bertulang sudah mengalami perubahan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan cara yang inovatif, salah satunya adalah dengan meniadakan penggunaan agregat kasar dari campuran beton. Penggunaan beton tanpa agregat kasar didasari pemikiran bahwa pada beton mutu tinggi, agregat kasar menjadi titik terlemah dari beton mutu tinggi. Dalam penelitian ini akan membahas mengenai size effect, yaitu variasi rasio h/b pada balok beton bertulang terhadap tegangan geser balok beton tanpa agregat kasar dan tanpa tulangan transversal menggunakan finite element method. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pola perubahan tegangan geser terhadap variasi perubahan tinggi balok dengan menggunakan program MIDAS FEA. Berdasarkan analisis dengan finite element menunjukan hasil yang cukup baik mendekati hasil pengujian di laboratorium. Nilai kapasitas balok yang didapat berdasarkan analisis finite element dengan perhitungan teoritis berdasarkan ACI 318M-19 dan dengan hasil percobaan yang telah dilakukan di laboratorium memiliki selisih yang relatif kecil, % selisih antara analisis finite element dengan perhitungan teoritis yang didapat sebesar 1,87% dan % selisih antara analisis finite element dengan hasil percobaan yang telah dilakukan di laboratorium yang didapat sebesar 3,35% pada balok benda uji 3B.
PENERAPAN LINE OF BALANCE DENGAN TARGET WAKTU PENYELESAIAN PROYEK UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN PROYEK RUMAH TINGGAL Sean Adrian Lythio; Onnyxiforus Gondokusumo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20607

Abstract

Scheduling is one of the most important and determines the success of a project, including construction projects that are repetitive. Choosing the right scheduling method based on project characteristic can increase the efficiency of the project itself, both in terms of cost and time. This study will examine the application of the optimization of Line of Balance (LoB) scheduling using the deadline completion target. This optimization is applied with the concept of linear programming, by entering some several linear constraints, such as start time in the first and last unit, deadlines completion target, and using the linear objective function to minimizing the crew employment cost for each activity, such that the crews and workers employed can be minimize. This study use a housing project in East Jakarta with a total of 10 housing units. The result of this optimization shows that a total of 37 crews and 164 workers were employed for this project. Those result are smaller than the existing method have done, which was 39 crews and 172 workers were employed for this project. The results show that using the objective function to minimizing the crew employment cost can reduce the amount of crews and workers employed. Abstrak Penjadwalan merupakan salah satu hal yang sangat penting dan menentukan keberhasilan suatu proyek, termasuk proyek konstruksi yang bersifat berulang (repetitif). Pemilihan metode penjadwalan yang sesuai dengan sifat dari suatu proyek dapat menambah efisiensi dari suatu proyek, baik itu dari segi biaya dan waktu. Penelitian ini akan mengkaji penerapan optimasi penjadwalan Line of Balance (LoB) dengan target waktu penyelesaian proyek. Optimasi ini diterapkan dengan konsep pemrograman linier, yaitu dengan cara memasukkan beberapa batasan linier, seperti hubungan keterkaitan antara waktu mulai untuk unit pertama dan terakhir, target waktu penyelesaian proyek, dan menggunakan fungsi objektif linier untuk memperkecil jumlah biaya yang dikeluarkan untuk setiap kegiatan, sehingga jumlah crew dan pekerja yang dipekerjakan dapat menjadi lebih sedikit. Penelitian ini menggunakan proyek rumah tinggal di Jakarta Timur untuk dijadikan objek penelitian dengan jumlah unit sebanyak 10 unit rumah. Hasil dari optimasi ini menunjukkan sebanyak 37 crew dan 164 pekerja dapat dipekerjakan. Hasil tersebut lebih sedikit jika menggunakan metode optimasi yang telah ada sebelumnya, yaitu sebanyak 39 crew dan 172 pekerja dapat dipekerjakan. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan fungsi objektif memperkecil jumlah biaya dapat mengurangi jumlah crew serta pekerja yang dipekerjakan.
DAFTAR ISI Vol. 5 No. 4 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KATA PENGANTAR Vol. 5 No. 4 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract