cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
POTENSI PENGGUNAAN IPAL DAN SPAH UNTUK MENGHEMAT PENGGUNAAN AIR PADA GEDUNG Z Husain, Husain; Kurniawan, Vittorio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32636

Abstract

Population growth increases the demand for clean water and the generation of waste. To address this issue, Building Z utilizes Wastewater Treatment Plant (WWTP) and Rainwater Harvesting System (RHS) technologies to conserve water usage. Building Z utilizes The WWTP to treat wastewater into reusable water, while the RHS processes rainwater into a viable alternative water source. This study examines the potential effectiveness of WWTP and RHS in water conservation at Building Z. The treated water is reused for plant irrigation and toilet flushing. The analysis reveals that the WWTP achieves an effectiveness of only 36,97% per month, as the volume of treated water exceeds the irrigation and toilet flushing needs and cannot be used for other needs, therefore the surplus water discarded into municipal drains. The effectiveness of the RHS varies depending on rainfall intensity. The analysis uses average annual rainfall data over the past 10 years for this study. Results indicate that the RHS achieves an effectiveness of 2,15% per month during low rainfall periods, rising to 24,72% per month during high rainfall periods. Abstrak Peningkatan populasi menyebabkan bertambahnya kebutuhan air dan produksi limbah. Untuk menanggapi masalah ini, Gedung Z memanfaatkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) untuk menghemat penggunaan air. Gedung Z memanfaatkan IPAL untuk mengolah limbah menjadi air yang dapat digunakan lagi, serta SPAH untuk mengolah air hujan menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan kembali. Penelitian ini mengkaji potensi efektivitas IPAL dan SPAH untuk penghematan air pada Gedung Z. Hasil limbah yang telah diolah akan digunakan kembali untuk penyiraman tanaman serta kloset. Analisis menunjukkan bahwa, efektivitas IPAL hanya mencapai 36,97% per bulannya, hal ini dikarenakan volume hasil olahan IPAL melebihi volume kebutuhan penyiraman tanaman serta kloset dan tidak bisa digunakan lagi untuk kebutuhan yang lainnya, sehingga volume hasil olahan IPAL yang tidak digunakan akan dibuang ke saluran kota. Efektivitas SPAH memiliki nilai yang bervariatif yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya curah hujan. Penulis menggunakan curah hujan rata-rata tahunan selama 10 tahun terakhir untuk penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas SPAH hanya mencapai 2,15% per bulan dengan curah hujan yang rendah dan bisa mencapai 24,72% per bulan dengan curah hujan yang tinggi.
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BERDASARKAN UJI SONDIR DAN TES PDA DI PROYEK RUKO X Christina Veronica; Sutandi, Arianti
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32638

Abstract

The bearing capacity of pile foundations can be determined based on soil investigation results. Various methods can be used to assess the bearing capacity of piles. This study analyzes the bearing capacity of pile foundations in the X shophouse project in Tangerang City using CPT data and PDA test data. The calculation methods applied include the Meyerhof method, Schmertmann Nottingham (1975) method, and Tumay and Fakhroo method. The analysis results compare the end-bearing capacity, shaft friction capacity, and ultimate bearing capacity based on PDA and CPT tests. According to the calculations, the Schmertmann Nottingham (1975) method for pile number 254 achieved an accuracy level of up to 99% based on CPT calculations and PDA test results, with a Qu PDA value of 101.6 tons and a Schmertmann Nottingham (1975) method value of 100.17 tons. Meanwhile, for pile number 324, the Tumay and Fakhroo method showed an accuracy of 79%, with a Qu PDA value of 131.1 tons and a Tumay and Fakhroo method value of 102.8 tons. Abstrak Daya dukung tiang pancang dapat diperhitungkan dari hasil penyelidikan tanah. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengetahui daya dukung tiang pancang. Penelitian ini menganalisis daya dukung tiang pancang pada proyek ruko X di daerah Tangerang Kota menggunakan data CPT dan data uji PDA. Metode perhitungan daya dukung tiang pancang yang digunakan antara lain adalah metode Meyerhoff, Schmertmann Nottingham (1975), dan Tumay and Fakhroo. Hasil analisis menunjukkan perbandingan daya dukung ujung tiang, daya dukung selimut tiang, serta daya dukung ultimit dari uji PDA dan CPT. Berdasarkan hasil perhitungan, metode Schmertmann Nottingham (1975) pada tiang dengan nomor 254 menunjukkan tingkat keakuratan hingga 99% berdasarkan perhitungan CPT dan hasil uji PDA, dengan nilai Qu PDA sebesar 101,6 ton dan metode Schmertmann Nottingham (1975) sebesar 100,17 ton. Sementara itu, pada tiang nomor 324, metode Tumay and Fakhroo menunjukkan keakuratan 79%, dengan nilai Qu PDA sebesar 131,1 ton dan metode Tumay and Fakhroo sebesar 102,8 ton.
PERENCANAAN DESAIN DUCT BANK PADA PROYEK X Salsabila, Syeimaa; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32641

Abstract

Duct bank design planning is a crucial element in modern electrical and communications infrastructure. Duct banks serve as protective conduits for electrical and fiber optic cables, providing protection from environmental and mechanical impacts, while optimizing space usage and network organization. This research aims to develop duct bank planning guidelines by considering critical factors, such as soil characteristics, mechanical loads, and environmental impacts. The research methodology includes analyzing project requirements, selecting appropriate materials, and calculating duct bank dimensions and depths according to applicable standards. The results show that a well-designed duct bank can reduce the risk of cable damage and lower long-term maintenance costs. This research also emphasizes the importance of collaboration between civil, electrical, and environmental engineering disciplines to produce innovative and sustainable designs. It is hoped that this research will serve as a reference for engineers and planners in designing duct banks that not only meet technical needs, but also support sustainability and operational efficiency. With a structured approach and attention to environmental aspects, duct bankplanning can strengthen infrastructure that is more resilient and responsive to future challenges. Abstrak Perencanaan desain duct bank merupakan elemen krusial dalam infrastruktur kelistrikan dan komunikasi modern. Duct bank berfungsi sebagai saluran pelindung kabel listrik dan serat optik, memberikan perlindungan dari dampak lingkungan dan mekanis, sekaligus mengoptimalkan penggunaan ruang dan pengaturan jaringan. Penelitian ini bertujuan menyusun panduan perencanaan duct bank dengan mempertimbangkan faktor-faktor kritis, seperti karakteristik tanah, beban mekanis, dan dampak lingkungan. Metodologi penelitian mencakup analisis kebutuhan proyek, pemilihan material yang tepat, serta perhitungan dimensi dan kedalaman duct bank sesuai standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa duct bank yang dirancang dengan baik dapat mengurangi risiko kerusakan kabel dan menurunkan biaya pemeliharaan jangka panjang. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara disiplin teknik sipil, elektro, dan lingkungan untuk menghasilkan desain yang inovatif dan berkelanjutan. Diharapkan penelitian ini menjadi acuan bagi insinyur dan perencana dalam merancang duct bank yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional. Dengan pendekatan terstruktur dan perhatian terhadap aspek lingkungan, perencanaan duct bank dapat memperkuat infrastruktur yang lebih tangguh dan responsif terhadap tantangan masa depan.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA SEISMIK STRUKTUR BANGUNAN ABC DENGAN VARIASI DIMENSI SHEAR WALL Jonathan, Jonathan; Untari Liucius, Yenny; Wijaya, Hendy
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32662

Abstract

Indonesia is highly susceptible to earthquakes due to its location at the convergence of the Indo-Australian, Eurasian, and Pacific tectonic plates. This makes buildings in Indonesia particularly vulnerable to seismic damage. To enhance structural resilience, the use of shear walls has proven effective in strengthening buildings against earthquake forces. This study analyzes the seismic performance of the ABC building structure without shear walls and compares it to structures with three different shear wall configurations. These configurations vary in length and thickness but have similar moments of inertia. The shear walls are placed in identical positions across all models, ensuring that performance differences are solely due to geometric variations. Structures without shear walls serve as a baseline for comparison. The seismic load analysis uses the response spectrum method to evaluate key parameters such as behavior during natural vibration periods, percentage of seismic load received by the structure, lateral displacement, and inter-story drift. Findings indicate that the model with a 3-meter-long and 300 mm thick shear wall is the most effective, achieving the smallest reductions in natural vibration period and inter-story drift, thereby offering the best improvement in structural resilience. ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang rawan gempa karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Posisi geografis ini menjadikan bangunan di Indonesia rentan terhadap kerusakan akibat gempa. Dalam upaya meningkatkan ketahanan struktur terhadap beban seismik, penggunaan shear wall telah terbukti efektif dalam memperkuat struktur dan meminimalkan kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja struktur seismik pada bangunan ABC tanpa shear wall dengan bangunan yang memiliki tiga variasi shear wall yang berbeda dalam dimensi panjang dan ketebalan tetapi memiliki nilai momen inersia yang serupa. Posisi shear wall pada ketiga model tetap seragam agar perbedaan kinerja disebabkan murni oleh variasi geometris. Analisis beban gempa pada bangunan menggunakan metode respon spektrum untuk mengevaluasi berbagai parameter kinerja struktur, yaitu periode getar alami, distribusi beban seismik yang diterima struktur, simpangan lateral tingkat, dan simpangan antar lantai tingkat. Berdasarkan hasil analisis pada tiga model shear wall, dapat disimpulkan bahwa pemodelan shear wall dengan panjang 3 meter dan tebal 300 mm merupakan yang pemodelan terbaik karena menghasilkan  penurunan nilai periode getar alami terbesar dan nilai simpangan antar lantai terkecil dibandingkan dengan struktur awal dan model shear wall lainnya.
METODE KONSTRUKSI TOP-DOWN PADA PROYEK JAKARTA GELORA MARRIOTT HOTEL Hendarin, Budi; Anondho, Basuki
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.32703

Abstract

Indonesia's construction industry, especially in Jakarta, has experienced rapid development, particularly in 2024. It is projected to grow by 4.5% in 2024. However, due to the limitation of land for construction, especially in areas surrounded by existing buildings, the top-down construction method is one of several appropriate selections for construction methods. This approach allows for simultaneous superstructure and substructure development, optimizing construction efficiency. Through qualitative research, involving interviews with staff at the Marriott Gelora project as a case study in this research, and some relevant journals and literature, this paper conducted the stages of the top-down construction method as implemented in this Jakarta Marriott Gelora Hotel project. The findings highlight key technical considerations and challenges encountered during implementation. The conclusions suggestthat the sequence of construction stages adopted in this project was optimized in terms of both time and cost. The top down approach has proven to be an effective strategy for projects in densely populated urban areas, mitigating risks associated with excavation and ground settlement as in the Marriott Gelora Hotel Project. Abstrak Industri konstruksi di Indonesia, khususnya Jakarta, telah mengalami perkembangan pesat, terutama pada tahun 2024. Diproyeksikan tumbuh sebesar 4,5% pada tahun 2024. Namun, karena keterbatasan lahan untuk konstruksi, terutama di daerah yang dikelilingi oleh bangunan yang sudah ada, metode konstruksi top-down merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk metode konstruksi. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan struktur atas dan bawah secara simultan, sehingga meningkatkan efisiensi konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara dengan staf di proyek Marriott Gelora sebagai studi kasus dalam penelitian ini, serta beberapa jurnal dan literatur yang relevan, makalah ini membahas tahapan metode konstruksi top-down seperti yang diterapkan dalam proyek Hotel Jakarta Marriott Gelora ini. Hasil penelitian menyoroti pertimbangan teknis utama serta tantangan yang dihadapi selama implementasi. Kesimpulannya menunjukkan bahwa urutan tahapan konstruksi yang diadopsi dalam proyek ini telah dioptimalkan baik dari segi waktu maupun biaya. Pendekatan top down telah terbukti menjadi strategi efektif untuk proyek-proyek di daerah perkotaan yang padat penduduk, mengurangi risiko yang terkait dengan penggalian dan penurunan tanah seperti pada Proyek Hotel Marriott Gelora.
ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR JALAN PADA RUAS JALAN GERBANG SEBENAQ – SIMPANG TBA MENGGUNAKAN METODE PCI Long, Flora Emiliana; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33073

Abstract

The pavement condition assessment of Gerbang Sebenaq – Simpang TBA Road was conducted using the pavement condition index (PCI) method to evaluate the extent of road damage. The analysis revealed that the road condition is predominantly in the excellent category (69%), followed by very good (8%), good (4%), fair (8%), and poor (11%). Most of the road segments are in optimal condition, but the segments categorized as poor require special attention. Recommendations include routine maintenance for segments in excellent to good condition, minor rehabilitation for fair segments, and comprehensive repairs for segments classified as poor. This approach aims to preserve road quality and optimize pavement service life. Abstrak Penilaian kondisi perkerasan pada Ruas Jalan Gerbang Sebenaq – Simpang TBA dilakukan menggunakan metode pavement condition index (PCI) untuk mengevaluasi tingkat kerusakan jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi jalan didominasi oleh kategori sempurna (69%), diikuti oleh sangat baik (8%), baik (4%), sedang (8%), dan buruk (11%). Mayoritas jalan berada dalam kondisi optimal, namun segmen dengan kategori buruk memerlukan perhatian khusus. Rekomendasi yang diberikan meliputi pemeliharaan rutin pada segmen yang masih dalam kondisi baik hingga sempurna, rehabilitasi ringan untuk kategori sedang, serta perbaikan menyeluruh pada segmen yang masuk kategori buruk. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas jalan dan mengoptimalkan umur layan perkerasan.
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS METODE PEKERJAAN GALIAN BATU MENGGUNAKAN ROCK DRILL BREAKER DAN BLASTING Pratama, Muhammad Davva; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33089

Abstract

The advancement of technology in construction work has introduced various more efficient methods, including in rock excavation activities. This study aims to compare the productivity of two rock excavation methods: rock drill breaker and blasting. A descriptive quantitative approach was applied by collecting primary data from projects using the rock drill breaker method and data on the blasting method obtained from other relevant reference locations. The analysis focused on four key aspects, efficiency, time, operational costs, and productivity. The results revealed significant differences between the two methods. The blasting method produces a higher excavation volume per day but requires higher operational costs compared to the rock drill breaker. In terms of time, the blasting method demonstrates superior speed in task completion. These findings provide valuable guidance for practitioners and decision-makers in selecting the most appropriate work method for rock excavation projects. Furthermore, the study's results are expected to serve as a reference for developing more efficient and cost-effective work methods in the future. Abstrak Perkembangan teknologi dalam pekerjaan konstruksi telah memunculkan berbagai metode yang lebih efisien, termasuk dalam kegiatan galian batu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas dua metode galian batu, yaitu rock drill breaker dan blasting. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data primer dari proyek yang menggunakan metode rock drill breaker, serta data metode blasting yang diperoleh dari referensi lokasi relevan lainnya. Analisis dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yaitu efisiensi, waktu, biaya operasional, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode. Metode blasting mampu menghasilkan volume galian lebih besar per hari, namun memerlukan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan rock drill breaker. Dari segi waktu, metode blasting menunjukkan kecepatan pengerjaan yang lebih unggul. Temuan ini memberikan panduan penting bagi praktisi dan pengambil keputusan dalam memilih metode kerja yang sesuai untuk proyek galian batu. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode kerja yang lebih efisien dan ekonomis di masa depan.
ANALISIS PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP MATERIAL BETON DAN KEKUATAN BETON PADA PROYEK KONSTRUKSI GERJEA SEBENAQ Fredi, Fredi; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33090

Abstract

This study aims to evaluate the impact of environmental conditions on concrete material quality by comparing materials treated specifically with materials affected by the surrounding environment of the project. The concrete used in this research has a 1:2:3 mix ratio, expected to produce concrete quality of K220-K300. Specifically treated materials, such as cleaned and dried sand and gravel, were compared with materials contaminated by mud and other substances from the project area. The tests included water content, silt content, slump, and compressive strength. Results indicated that contaminated materials had higher water and silt content, potentially reducing the workability and strength of the concrete. Concrete made from clean materials achieved higher compressive strength up to 28 days compared to concrete from contaminated materials, which had lower compressive strength. This study concludes that appropriate material selection and treatment in concrete production are essential to achieve optimal quality and durability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi lingkungan terhadap kualitas material beton dengan membandingkan material yang diperlakukan secara khusus dengan material yang terpengaruh oleh lingkungan di sekitar proyek. Beton yang digunakan dalam penelitian ini memiliki campuran rasio 1:2:3 yang diharapkan menghasilkan mutu beton K220-K300. Material yang diperlakukan secara khusus, seperti pasir dan koral yang dibersihkan dan dijemur, dibandingkan dengan material yang terkontaminasi lumpur dan material lain dari sekitar proyek. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji kadar lumpur, uji slump, dan uji kuat tekan. Hasil menunjukkan bahwa material yang terkontaminasi memiliki kadar air dan lumpur yang lebih tinggi, yang berpotensi menurunkan workability serta kekuatan beton. Beton yang dibuat dengan material bersih mencapai kuat tekan yang lebih tinggi hingga umur 28 hari dibandingkan dengan beton dari material terkontaminasi, yang memiliki kuat tekan lebih rendah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan dan perlakuan material yang tepat dalam proses pembuatan beton sangat penting untuk mencapai kualitas dan daya tahan yang optimal.
ANALISIS PERBANDINGAN MUTU BETON DENGAN MENGGUNAKAN DAN TIDAK MENGGUNAKAN ZAT ADITIF Mulyadi, Kevin William Putra; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33092

Abstract

The typical time required for concrete to reach its full strength is 28 days. However, this period can be reduced by incorporating a chemical admixture into the concrete mix. One such admixture is Besmittel. The purpose of this study is to assess the impact of adding Besmittel to concrete and to compare the quality of concrete with and without admixture. A specific amount of Besmittel is mixed into the concrete and used to create test specimens. The effect of Besmittel on the concrete is evaluated by testing specimens at 7, 14, and 28 days. The test specimens are cube-shaped, with dimensions of 15 x 15 cm. A total of six test specimens were prepared, consisting of three samples with the admixture and three without. The amount of admixture added to the concrete is 0.2%. The specimens are tested at 7, 14, and 28 days of curing. Abstrak Waktu standar yang dibutuhkan beton untuk mencapai kekuatan maksimum 100% adalah 28 hari. Salah satu metode untuk mempercepat proses ini adalah dengan menambahkan bahan kimia ke dalam campuran beton. Salah satu bahan tambahan yang digunakan untuk tujuan ini adalah Besmittel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan Besmittel pada beton serta membandingkan kualitas beton yang menggunakan aditif dengan yang tidak menggunakannya. Besmittel ditambahkan dalam jumlah tertentu ke dalam beton dan dijadikan sebagai benda uji. Pengaruh Besmittel pada beton dianalisis dengan menguji benda uji pada usia 7, 14, dan 28 hari. Benda uji beton berbentuk kubus dengan ukuran 15 x 15 cm. Sebanyak enam sampel benda uji disiapkan, terdiri dari tiga sampel yang diberi aditif dan tiga sampel yang tanpa aditif. Kadar Besmittel yang ditambahkan pada beton adalah 0,2%. Uji dilakukan pada beton dengan usia 7, 14, dan 28 hari.
PERBANDINGAN KEBUTUHAN BESI DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE BAR BENDING SCHEDULE (BBS) PADA PROYEK RENOVASI RUMAH TINGGAL Wakano, Vania Yori; Sandjaya, Arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33134

Abstract

In a construction project, good planning is needed to support the success of the project. One of them is project cost planning. Material is the biggest determinant with a percentage of 50-70% of project cost requirements. Therefore, it is necessary to plan for optimal and accurate material requirements, especially to reduce waste or waste due to the material. The bar bending schedule (BBS) method is an accurate method of calculating material requirements because it pays attention to the cut pattern and length according to the existing working drawings. In this study, a comparison is made of the results of existing calculations based on field data with the BBS method related to the quantity of iron material requirements and the remaining material which then refers to the amount of material costs. That way, it can be seen the amount of correction of the quantity of iron material using the BBS method. Based on the calculation results, it shows that the quantity of iron material is 14.31% less and the remaining material is 1.18% less than the previous calculation results based on field data with the remaining material. This affects the total cost of materials issued from the previous Rp.59,941,200 to Rp.55,987,870 which means it can reduce project costs by Rp.3,953,330. Abstrak Pada suatu proyek konstruksi perlu adanya perencanaan yang baik untuk menunnjang keberhasilan proyek tersebut. Salah satunya adalah perencanaan biaya proyek. Material menjadi penentu paling besar dengan persentase 50-70% dari kebutuhan biaya proyek. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan kebutuhan material yang optimal dan akurat, terlebih untuk mengurangi pemborosan atau waste akibat material tersbut. Metode bar bending schedule (BBS) merupakan metode perhitungan kebutuhan material yang akurat sebab memperhatikan pola potongan dan ukuran panajng sesuai dengan gambar kerja yang ada. Pada penelitian ini, dilakukan perbandingan akan hasil perhitungan yang sudah ada berdasarkan data lapangan dengan metode BBS terkait kuantitas kebutuhan material besi dan sisa material yang kemudian mengacu pada besarnya biaya material. Dengan begitu, dapat terlihat besarnya koreksi kuantitas material besi dengan menggunakan metode BBS. Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukan bahwa kuantitas material besi 14,31% lebih sedikit dan sisa material 1,18% lebih sedikit dibandingkan dengan hasil perhitungan sebelumnya berdasarkan data lapangan dengan sisa material. Hal ini mempengaruhi biaya total material yang dikeluarkan dari yang sebelumnya Rp.59.941.200 menjadi Rp.55.987.870 yang berarti mampu mengurangi biaya proyek hingga Rp.3.953.330.