cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 128 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MOLASES PADA ENSILASE CAMPURAN KULIT NENAS DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP NILAI PH DAN KONSENTRASI ASAM LAKTAT Sarfina Nadilah Putri; Atun Budiman; Tidi Dhalika
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.29914

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan pada penelitian ini adalah persentase pemberian aditif pada ensilage campuran kulit nenas dan tongkol jagung, yaitu P1 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tanpa penambahan molases), P2 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 1% molases), P3 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 2 % molases), P4 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 3 % molases), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur untuk melihat respon percobaan adalah nilai pH dan konsentrasi asam laktat dari silase yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tidak memberikan pengaruh terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Persentase pemberian molases sampai 3 % pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung menghasilkan nilai pH antara 3,32 – 3,44 dengan konsentrasi asam laktat antara 2,61 – 2,81%. Kata Kunci : ensilase, kimia pakan
PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK FERMENTASI TERHADAP KUALITAS FISIK DAN pH SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Hansa Aglazziyah; Budi Ayuningsih; Lizah Khairani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.30290

Abstract

Silase merupakan pengawetan hijauan pakan ternak melalui fermentasi anaerob sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama dan memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kualitas fisik dan pH silase rumput gajah cv. Hawaii. Penelitian dilaksanakan pada 3 November 2019 – 15 Januari 2020 di kelompok ternak Mekar Jaya, Dusun Cikangkung RT 01 RW 03, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran serta Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (penggunaan 1% dedak fermentasi), P2  (penggunaan 3% dedak fermentasi), dan P3 (penggunaan 5% dedak fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak fermentasi dengan berbagai dosis mempengaruhi warna dan aroma silase, namun tidak mempengaruhi tekstur dan pH silase rumput gajah (Pennisetum purpureum).  Penggunaan dedak fermentasi dosis 5% menghasilkan silase dengan kategori terbaik yaitu mempunyai warna hijau kekuningan dan aroma asam fermentasi.
KADAR GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA AYAM RAS PETELUR FASE LAYER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) Vina Ristiani Nurmalia; Denny Rusmana; Andi Mushawwir
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.27396

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan terhadap kadar glukosa dan trigliserida ayam ras petelur fase layer. Penelitian dilakukan selama satu bulan, dimulai bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 yang bertempat di kandang ayam ras petelur, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Terdapat 4 kelompok percobaan, ransum tanpa ekstrak pegagan, ransum dengan 0,04% ekstrak pegagan, ransum dengan 0,08% ekstrak pegagan dan ransum dengan 0,12% ekstrak pegagan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan uji ortogonal polinomial. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan berbeda nyata (p<0,05) pada kadar glukosa dan trigliserida ayam yang dipuasakan, sedangkan untuk kadar trigliserida 1 jam setelah makan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (p>0,05).
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK BERBASIS SUSU SAPI, SUSU KEDELAI DAN SUSU KACANG HIJAU DALAM RANSUM TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA DARAH AYAM BROILER Risqi Dwiputra; Lovita Adriani; Ronnie Permana
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.29888

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian probiotik berbasis susu sapi, susu kedelai dan susu kacang hijau fermentasi terhadap kadar kolesterol dan trigliserida darah ayam broiler. Penelitian menggunakan 100 ekor DOC ayam broiler dan dipelihara selama 28 hari. Pengujian sampel darah di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Sumedang. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengaruh perlakuan menggunakan analisis Sidik Ragam dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan, yaitu P0= (ransum komersial), P1= (ransum komersial + 2% probiotik (100 % susu sapi fermentasi)), P2= (ransum komersial + 2% probiotik (50% susu sapi fermentasi  + 50% susu kedelai)), P3= (ransum komersial + 2% probiotik (50% susu sapi fermentasi + 25% susu kedelai fermentasi + 25% susu kacang hijau fermentasi)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan kadar trigliserida darah dan berpengaruh tidak nyata  (P>0,05)  terhadap  penurunan  kadar  kolesterol darah.Kesimpulan dari penelitian bahwa pada perlakuan P3 tidak nyata menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, akan tetapi terjadi penurunan 20% dari P0 kadar kolesterol dan trigliserida darah ayam broiler. Kata Kunci: fermentasi, kolesterol, trigliserida, probiotik, broiler
JUMLAH HIDUP Tribolium castaneum DAN SUSUT BOBOT POLLARD YANG DICAMPUR DENGAN KULIT KOPI DALAM PENYIMPANAN Ummul Hajar; Denny Rusmana; Iman Hernaman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.31539

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit kopi terbaik pada pollard terhadap jumlah hidup Tribolium castaneum dan susut bobot pollard yang dicampur kulit kopi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak lima kali. Berdasarkan analisis statistik, menunjukkan bahwa pemberian kulit kopi sampai level 30% pada pollard tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah hidup Tribolium castaneum dan susut bobot pollard yang dicampur kulit kopi (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kulit kopi sampai level 30% tidak dapat digunakan dalam menghambat Tribolium castaneum.  Kata Kunci : kulit kopi, pollard, susut hidup dan Tribolium castaneum
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT KACANG TANAH DAN BAKTERI LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS SEBAGAI SINBIOTIK Mikael Sihite; Yosephine Laura Raynardia Esti Nugrahini; Erick Marcelino Simanjuntak
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29998

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit kacang tanah dan bakteri Lactobacillus acidophilus sebagai sinbiotik pada fermentasi 24 jam dan setelah penyimpanan pada suhu ruang selama lima hari. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar pada bulan Juli hingga Agustus tahun 2020. Tahap penelitian ini terdiri dari ekstraksi kulit kacang tanah dan selanjutnya inokulasi bakteri Lactobacillus acidophilus ke dalam ekstrak kulit kacang tanah. Ekstrak kulit kacang yang diperoleh dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer lalu bakteri Lactobacillus acidophilus diinokulasikan ke dalam larutan ekstrak kulit kacang dan difermentasikan di dalam inkubator selama 24 jam, hasil fermentasi dibiarkan di dalam suhu ruang hingga lima hari untuk selanjutnya dilakukan pengamatan kedua. Parameter yang diamati untuk fermentasi 24 jam dan setelah penyimpanan suhu ruang selama lima hari adalah pH dan jumlah total koloni bakteri Lactobacillus acidophilus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perubahan yang terjadi selama fermentasi 24 jam dan setelah penyimpanan suhu ruang selama lima hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH dan jumlah koloni Lactobacillus acidophilus pada fermentasi 24 jam berbeda nyata dengan kontrol, selanjutnya pH dan jumlah koloni bakteri Lactobacillus acidophilus pada penyimpanan suhu ruang selama lima hari juga berbeda nyata dengan pH dan jumlah koloni bakteri Lactobacillus acidophilus pada fermentasi 24 jam. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa ekstrak kulit kacang tanah dan bakteri Lactobacillus acidophilus sangat efektif untuk difungsikan sebagai sinbiotik. Kata kunci: ekstrak kulit kacang tanah, Lactobacillus acidophilus, sinbiotik ABSTRACTThis research was aimed to know the effectiveness of peanut shell extract and Lactobacillus acidophilus as a synbiotic in 24 hours fermentation and room temperature storage for five days. This research was conducted in Microbiology Laboratory, Faculty of Agriculture, Tidar University in July till August 2020. The stages of this research were extracting the peanut shell and the next was Lactobacillus acidophilus inoculation into the extract. The peanut shell extract was put into Erlenmeyer flask and Lactobacillus acidophilus was inoculated into the extract, incubated, and the first data recorded after 24 hours incubation. The fermented extract was kept in room temperature for five days, and the second data were recorded after. The data recorded for 24 hours incubation and five days room temperature storage were pH and Lactobacillus acidophilus colony total. The data collected was analyzed using t-test to find out the differences occurs in 24 hours fermentation and after five days room temperature storage. The results showed that pH and Lactobacillus acidophilus colony total in 24 hours fermentation was significantly different compared to control. Furthermore, the pH and Lactobacillus acidophilus colony total after five days room temperature storage was significantly different compared to pH and Lactobacillus acidophilus colony total of 24 hours fermentation. It is concluded that peanut shell extract and Lactobacillus acidophilus was highly effective to be functioned as synbiotic. Keywords: peanut shell extract, Lactobacillus acidophilus, synbiotic
PERUBAHAN KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN PROTEIN MURNI BATANG PISANG (Musa paradisiaca Val.) HASIL DARI FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR Eka Yosi Haryantika; Iman Hernaman; Atun Budiman; Tidi Dhalika
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.29913

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan nitrogen dan sulphur pada fermentasi anaerob batang pisang terhadap kandungan protein kasar dan protein murni. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola factorial 3 x 3. Faktor pertama yaitu penambhan nitrogen dengan dosis 0, 1, 2% dan factor kedua penambahan sulphur dengan dosis 0, 0,04, dan 0,08% dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi pengaruh penambahan nitrogen dan sulphur pada fermentasi anaerob batang pisang terhadap kandungan protein kasar dan protein murni. Penambahan nitrogen pada fermentasi anaerob batang pisang berpengaruh nyata (P<0,05)  meningkatkan kandungan protein kasar dan protein murni, sedangkan penambahan sulphur tidak berpengaruh nyata. Kesimpulan nilai protein kasar dan protein murni tertinggi terjadi pada penambahan nitrogen pada dosis 2% dengan nilai secara berturut-turut 10,44% dan 9,36%. Kata kunci : batang pisang, fermentasi anaerob, nitrogen, sulfur
PENGARUH ISOFLAVON KACANG KORO PEDANG FERMENTASI DAN IMPLIKASINYATERHADAP ANTIOKSIDAN DAN RASIO KHOLESTEROL LDL/HDL DARAH PUYUH (Coturnix-coturnix japonica L) Sri Utami; Sri Lestari
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29982

Abstract

Isoflavon adalah golongan senyawa isoflavonoid, bioaktivitas fusiologis senyawa isoflavon mempunyai peranan potensial terhadap dua hal yaitu sebagai antioksidan dan aspek kesehatan manusia dan hewan. Fermentasi kacang koro pedang  menyebabkan perubahan strukturkimia isoflavon dan dapat meningkatkan komponen fungsional biologis yang lebih baik. Isoflavon kacang koro pedang adalah produk fermentasi dari kacang koro pedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isoflavon kacang koro pedang  terhadap kandungan antioksidan SOD dan rasio cholesterol LDL/HDL serum puyuh petelur. Perlakuan pakan yang dicobakan terdiri 5 kelompok kandungan isoflavon kacang koro pedang fermentasi: T-0 (pakan control tidak mengandung isoflavon), T-1, T-2, T3, dan T4 masing-masing mengandung isoflavon kacang koro pedang fermentasi 5,896; 11,792; 17,688; 23,584 mg/100g pakan. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang 6 kali dan setiap ulangan berisi 10 ekor. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Duncant. Materi yang digunakan puyuh petelur sebanyak 300 ekor umur 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isoflavon kacang koro pedang fermentasi di dalam pakan semakin banyak menyebabkan SOD meningkat nyata(p<0.05) dan rasio kholesterol LDL/HDL serum puyuh petelur turun secara nyata(p<0,01).Kesimpulan: penggunaan isoflavon sebanyak 17,688mg/100 g pakan memberikan kandungan antioksi dan SOD dan rasio LDL/HDL darah paling optimal.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK CENTELLA ASIATICA L. TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIASI LEUKOSIT AYAM PETELUR Titin Patimah; Handi Burhanuddin
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29318

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 24 hari, bertempat di salah satu peternakan ayam petelur Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ekstraksi maserasi dan evaporasi dilakukan di laboratorim ternak unggas dan non Ruminansia fakultas peternakan serta laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran.Analisis darah dilakukan di Laboratorium Uji Indosains, Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan terhadap jumlah leukosit dan diferensiasi leukosit pada ayam petelur fase layer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Analisis statistika menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, Po = pemberian ransum tanpa ekstrak pegagan, P1 = pemberian ransum dengan ekstrak pegagan 0,04%, P2 = pemberian ransum dengan ekstrak pegagan 0,08%, P3 = pemberian ransum dengan ekstrak pegagan 0,12%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Sidik Ragam dan Uji Jarak Berganda Duncan. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukan bahwa pemberian ekstrak pegagan pada berbagai level pemberian tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar leukosit (58,83x103/mm3). Namun, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap diferensiasi leukosit pada taraf pemberian ekstrak pegagan 0,12% yang mampu menurunkan basophil (5,31x103/mm3), eosinofil (4,20x102/mm3) dan meningkatkan kadar limfosit (15,18x103/mm3) serta pemberian ekstrak pegagan 0,04% mampu menurunkan kadar neutrofil. Basophil, neutrofil dan limfosit belum mencapai kadar normal, sedangkan eosinofil berada pada ambang batas normal.Kata kunci: Ayam Petelur, Ekstrak Pegagan, Leukosit, Diferensiasi Leukosit
KAJIAN PROFIL HEMATOLOGI DOMBA GARUT LEPAS SAPIH YANG DIBERI PAKAN DENGAN IMBANGAN PROTEIN DAN ENERGI BERBEDA Kurnia A. Kamil
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i3.29867

Abstract

Kuantitas dan kualitas ransum berperan penting dalam menjaga performa ternak. Hal ini berkaitan dengan energi yang dihasilkan yang selanjutnya dapat mempengaruhi status hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter hematologi (eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit dan trombosit) domba Garut yang diberi perlakuan protein dan keseimbangan energi yang berbeda. Sebanyak 24 ekor domba Garut yang disapih, umur 4 bulan, dibagi dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan. Perlakuan yang dilakukan adalah P1 (ransum dengan kadar protein 12% dan total nutrien yang dapat dicerna 60% (TDN), P2 (ransum dengan kadar protein 12% dan TDN 65%), P3 (ransum dengan kadar protein 14% dan TDN 60%), P4 (ransum dengan kadar protein 14% dan TDN 65%), P5 (ransum dengan kadar protein 16% dan TDN 60%) dan P6 (ransum dengan kadar protein 16% dan TDN 65%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan energi dan protein pada setiap ransum tidak berpengaruh nyata terhadap status hematologi domba Garut. Perbedaan kadar protein dan energi dalam ransum tidak mengganggu status hematologi domba Garut yang pada akhirnya mencerminkan status kesehatan yang terjaga.Kata Kunci: domba, hematologi, ransum

Page 3 of 13 | Total Record : 128