cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 123 Documents
Pengolahan Jerami Jagung untuk Pakan Ternak WAHYUDIN WAHYUDIN
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i1.38874

Abstract

Kendala utama dari jerami jagung ialah dari pengolahan yang belum optimal sehingga belum dapat dioptimalkan dalam pengguanaan jerami jagung sebagai pakan ternak namun dengan adanya pengolahan seperti pembuatan silase dan hay maka jerami jagung ini dapat dioptimalkan sebagai pakan ternak. Dengan adanya pengolahan tersebut maka dapat membatu bagi para peternak dalam mengatasi ketersedian pakan di musim pengkering. Tulisan ini membahas pemanfaatan jerami jagung untuk subtitusi  pakan ternak ruminansia, dengan besarnya peluang peningkatan ekonomi semua bagian dari pohon jagung dapat dimanfaatkan seperti jerami jagung dapat menjadi biomas tanaman menjadi pakan ternak yang bergizi dan dapat disimpan dengan waktu yang lama seperti hay dan silase
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus spina-christi L.) dalam Ransum terhadap Jumlah Eritrosit, Kadar Hemoglobin, dan Nilai Hematokrit Puyuh Padjadjaran NAFILA NI`AMILLAH SHOLIHAH
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i2.45961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bidara dalam ransum terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit darah Puyuh Padjadjaran. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan masing-masing perlakuan terdapat empat ulangan, yaitu P0 = Ransum basal tanpa ekstrak daun bidara, P1 = Ransum basal + 0,05% ekstrak daun bidara, P2 = Ransum basal + 0,1% ekstrak daun bidara, P3 = Ransum basal + 0,15% ekstrak daun bidara, dan P4 = Ransum basal + 0,2% ekstrak daun bidara. Data dianalisis menggunakan Uji Sidik Ragam (ANOVA) dengan Uji Lanjut Jarak Berganda Duncan dan Uji Lanjut Polinomial Ortogonal. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun bidara dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar hemoglobin, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit dan nilai hematokrit Puyuh Padjadjaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak daun bidara dengan dosis 0,1% dalam ransum mampu meningkatkan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit darah Puyuh Padjadjaran yang optimal dan dalam kisaran normal.
The Effect of Addition of Various Media Substrates of Local Microorganisms (MOL) to Nutrient Content and Cyanide Acid Level Anaerobic Fermentation of Cassava Peels (Manihot utilissima) Mohamad Haris Septian
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i1.46470

Abstract

ABSTRAK  Keterbatasan hijauan pakan menyebabkan perlunya pakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan ternak, salah satu pakan alternatif yang dapat digunakan adalah kulit singkong terfermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai media substrat mikroorganisme lokal (MOL) terhadap kandungan nutrien dan asam sianida fermentasi anaerobik kulit singkong. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tidar, Laboratorium CV. Chemmix, Bantul, Yogyakarta, dan di Laboratorium Institut Pertanian Bogor. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap. Kulit singkong diberi 4 perlakuan dan 5 ulangan, yang terdiri dari (P0) kulit singkong + 1% Effective micro-organism EM4 1%; (P1) kulit singkong + 1% MOL1; (P2) kulit singkong + 1% MOL2; (P3) kulit singkong + MOL3; dan (P4) kulit singkong + MOL4. Data dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam, jika hasilnya berbeda nyata dilanjutkan menggunakan uji Dunnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai MOL memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan HCN, namun tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap kadar air dan abu pada fermentasi kulit singkong.   Kata Kunci: Kulit singkong, air cucian beras, air rebusan kedelai, air limbah ampas tahu   ABSTRACT Limited forage causes the need for alternative feed to meet the needs of livestock, one of the alternative feeds that can be used is fermented cassava peels. This study aimed to determine the effect of adding various media substrates of local microorganisms (MOL) on the nutrient and cyanide acid content of cassava peels anaerobic fermentation. The research was conducted in September-December 2022 at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tidar University, CV. Chemmix Laboratory, Bantul, Yogyakarta, Bogor Agricultural Institute Laboratory. The study used a completely Randomize Method. Cassava peels were given 4 treatments and 5 replications, namely (P0) cassava peels + 1% EM4; (P1) cassava peels + 1% MOL1; (P2) cassava peels + 1% MOL 2; (P3) cassava peels + 1% MOL3. Data were analyzed using a Completely Randomized Design (CRD) and continued with the Dunnet test. The results showed that the addition of MOL had a significant effect (P<0.05) on crude protein content and HCN content but had no significant effect (P>0.05) on water content and ash content in the anaerobic fermentation of cassava peels.  Keywords: Cassava peels, rice-washing water, soybean-boiled water, tofu wastewater 
PRODUKSI TELUR PUYUH FUNGSIONAL BERBASIS BAHAN PAKAN LIMBAH IKAN DAN LIMBAH NANAS Khairisa, Mutiara Amalina
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i1.51668

Abstract

Pemanfaatan limbah ikan dapat dikombinasikan dengan limbah nanas  yang memiliki enzim bromelin, tersedia secara melimpah untuk dibuat menjadi bahan pakan ternak berupa tepung limbah ikan (TLI).  Riset ini dilakukan untuk mengevaluasi formulasi ransum puyuh berbasis tepung limbah ikan untuk menghasilkan telur puyuh fungsional sebagai sumber protein hewani dengan harga yang terjangkau. Riset ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang empat kali, yaitu: P0 = Ransum  kontrol tanpa TLI , P1=  2% TLI dalam ransum, P2 = 4% TLI dalam ransum, dan P3 =  6% TLI dalam ransum. Data dianalisis menggunakan Uji Ragam (ANOVA) dengan Uji Jarak Berganda Duncan.  Hasil menunjukkan bahwa penggunaaan TLI dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur, konversi ransum dan mortalitas  terhadap ransum kontrol (P0) selama riset empat minggu.  Sedangkan konversi ransum P3 nyata lebih kecil (P<0.05) dibandingkan P2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ransum perlakuan P3 secara rerata menghasilkan performa puyuh petelur terbaik, sehingga substitusi tepung limbah ikan sampai dengan 6% mampu menggantikan tepung ikan komersil, akan tetapi belum mampu meningkatkan protein dan menurunkan kolesterol telur puyuh
Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi oleh Bacillus subtilis Terhadap Kandungan Nutrien Tepung Bulu Ayam Wahyuni, Tri; Prestiani, Neni; Rusmana, Denny; Hasbuna, Abun
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i3.49792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulum dan lama fermentasi oleh Bacillus subtilis yang menghasilkan kandungan nutrien tepung bulu ayam terbaik. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola tersarang. Terdiri dari faktor A yaitu dosis inokulum dan faktor B yaitu lama fermentasi. Perlakuan terdiri atas dosis inokulum Bacillus subtilis (D1: 2,5%, D2: 5%, dan D3: 7,5% v/b tepung bulu ayam) dan lama fermentasi (L1: 1 hari, L2: 3 hari dan L3: 5 hari) dengan 3 kali ulangan. Data hasil penelitian diuji menggunakan metode sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan dosis inokulum dan lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan organik tepung bulu ayam, namun berpengaruh nyata terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar tepung bulu ayam. Dosis inokulum Bacillus subtilis 5% dan lama fermentasi 3 hari menghasilkan kandungan bahan organik dan protein kasar terbaik yaitu 98,17% dan 85,23% (D2L2). Kemudian, dosis inokulum Bacillus subtilis 5% dan lama fermentasi 5 hari menghasilkan kandungan serat kasar terbaik yaitu 0,33% (D2L3), serta dosis inokulum Bacillus subtilis 7,5% dan lama fermentasi 5 hari menghasilkan kandungan lemak kasar terbaik yaitu 8,75% (D3L3).
EVALUASI KUALITAS FISIK SILASE AMPAS TAHU DENGAN PENAMBAHAN AMPAS TEH Sinaga, Desi Maria; Rais, Harfina
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i2.53920

Abstract

Tingginya jumlah limbah ampas teh di Indonesia menjadi salah satu masalah yang harus diselesaikan. Pengolahan ampas teh menjadi pakan merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah industri hingga saat ini. Ruminansia yang mengonsumsi ampas tahu cukup tinggi sebagai sumber protein nabati, namun masalah penyimpanan dikarenakan tingginya kadar air ampas tahu sering menjadi masalah. Pengolahan menjadi silase salah satu upaya dalam pengawetan ampas tahu. Selain itu, penggunaan aditif sering menjadi pilihan oleh peternak untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas silase. Limbah ampas teh yang saat ini banyak dimanfaatkan di Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk dunia peternakan. Penggunaan ampas teh juga dimanfaatkan sebagai aditif pakan. Penelitian ini ampas teh dimanfaatkan sebagai aditif pada silase ampas tahu. Kemudian, diamati kualitas fisik silase ampas tahu setelah adanya penambahan aditif ampas teh. Berdasarkan hasil penelitian penambahan ampas teh tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik silase ampas tahu. Perlu dilakukan penelitian lanjut terhadap penggunaan proteksi dengan bahan berprotein tinggi.
PENGARUH LAMA ENSILASE TEBON JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK HERYAKI POWDER TERHADAP KANDUNGAN NUTRISI Ramadhan, S.Pt, Dr. Rahmad Fani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.48699

Abstract

Silase tebon jagung salah satupakanpengganti hijauansegaryang digunakan oleh peternakdi Indonesiauntuk pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruhlama ensilase tebon jagung dengan pengambahanprobiotik Heryakipowderterhadap kualitasnutrisisilase tebon jagung yaitu bahan kering (BK) protein kasar (PK)dan serat kasar (SK).Penelitian dilakukan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari lama silase 7, 14, 21, dan 28 hari. Tebon jagung diinokulasi dengan probiotik Heryakipowder sebanyak0,5%. Hasil penelitian menunjukkan kualitas nutrisi seperti CP dan CF berbeda nyata pada semua perlakuan dimana hasil terbaik pada lama ensilase 28 hari dengan nilai masing-masing sebesar 13,78% dan 20,89%. Penambahan probiotik heryaki powder sebanyak 0,5% dengan lama silase 28 hari dapat meningkatkan kualitas nutrisi silase tebon jagung.
Dampak Pelarangan Antibiotic Growth Promoters (AGP) Dalam Pakan Terhadap Produksi Dan Mortalitas Ayam Pedaging: Studi Kasus Di Farm Peternak Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Kuningan Affandi, Aan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i1.51273

Abstract

Pada tahun 2017 pemerintah mengeluarkan peraturan terkait pelarangan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dalam pakan. Untuk mengetahui dampak aturan tersebut terhadap peternak dilakukan penelitian di perusahaan peternakan di Kabupaten Kuningan yang memiliki mitra peternak. Penelitian mengambil data produksi dari peternak ayam pedaging meliputi data rataan berat badan, feed intake (FI),  feed convertion ratio (FCR), persentase kematian (mortalitas), indeks prestasi peternak (IP) dan efisiensi pakan (EP). Data diperoleh dari tiap siklus produksi dengan data sampel dari hasil produksi beberapa peternak. Data produksi dengan pemberian pakan mengandung AGP dari tahun 2013 sampai 2016, sedangkan data produksi ayam pedaging dengan pemberian pakan Non AGP meliputi tahun 2018 dan 2019.  Pakan yang digunakan oleh peternak dari mulai pemeliharaan DOC sampai panen umur 30 meliputi pakan starter 3 jenis pakan starter AGP dan 3 jenis pakan starter Non AGP.Hasil uji t dengan SPSS menunjukan bahwa produksi ayam pedaging meliputi bobot badan (BW), feed intake (FI), feed conversion ratio (FCR) dengan pemberian pakan AGP signifikan lebih baik dari pakan tanpa AGP (P<0,05), sedangkan dan mortalitas tidak signifikan (P>0,05). Indeks performa (IP) peternak  pada ayam pedaging dengan penambahan pakan AGP signifikan lebih baik dari ayam pedaging dengan pemberian pakan Non AGP (P<0,05).Kata kunci: AGP, non AGP, uji t
DENSITAS DAN UJI LIGNIN FRAKSI POLLARD Rosani, Urip; Hernaman, Iman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i2.49974

Abstract

Pollard adalah bahan pakan yang berasal dari hasil ikutan penggilingan biji gandum menjadi tepung terigu. Dalam proses penggilingan menghasilkan fraksi-fraksi di dalam pollard tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas dan uji lignin pada masing-masing fraksi pollard. Proses fraksinasi pollar menggunakan Siever Shaker dengan mesh 10, 20, 30, 40 dan 50 lalu diukur proporsinya, densitas, dan uji lignin menggunakan larutan phloroglucinol. Pembacaan kandungan lignin berdasarkan warna dengan menggunakan aplikasi Color Grab. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan prosentase dari fraksi pollard dengan prosentase tertinggi diperoleh pada fraksi mesh 50 yaitu sebanyak 29,14%. Semakin tinggi mesh atau kerapatan saringan menghasilkan densitas yang semakin tinggi pula. Densitas tertinggi pada fraksi mesh 50 sebesar 357,11 g/l. Perubahan warna untuk masing-masing fraksi relatif sama dengan nilai warna merah antara 151-162. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pollard memiliki fraksi dengan prosentase yang berbeda-beda dan setiap fraksi memiliki kandungan lignin yang rendah.
PENGARUH PERBEDAAN MEDIA PERTUMBUHAN MIKROORGANISME LOKAL SEBAGAI INOKULAN DALAM FERMENTASI KULIT SINGKONG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, KECERNAAN BAHAN ORGANIK, DAN pH RUMEN SECARA IN VITRO Septian, Mohamad Haris
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i3.48892

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai kecernaan bahan kering (KcBK), nilai kecernaan bahan organik (KcBO), dan nilai pH rumen yang diuji secara in vitro dalam fermentasi anaerob kulit singkong dengan biostarter Mikroorganisme Lokal (MOL) dari media pertumbuhan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan meliputi P0 (1 kg kulit singkong + 1% EM4 + 3% molases), P1 (1 kg kulit singkong + 1% MOL1 + 3% molases), P2 (1 kg kulit singkong + 1% MOL2 + 3% molases), P3 (1 kg kulit singkong + 1% MOL3 + 3% molases). Data dianalisis menggunakan analylis of variance (ANOVA). Fermentasi anaerob kulit singkong dengan penambahan berbagai biostarter MOL memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai KcBK, nilai KcBO dan nilai pH cairan rumen secara in vitro. Nilai rerata pada P0, P1, P2, dan P3 masing-masing untuk KcBK adalah 60,38%; 59,43%; 54,94%; 54,41%; untuk KcBO adalah 64,03%; 63,23%; 58,78%; 58,69%; dan untuk pH cairan rumen adalah 6,71; 6,62; 6,58; 6,63. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunakan berbagai biostarter MOL dapat digunakan untuk menggantikan biostarter komersil EM4 dalam proses fermentasi kulit singkong. Kata kunci: fermentasi kulit singkong, MOL   ABSTRACT The study aims to identify the Digestibility of Dry Matter (KcBK), Organic Matter Digestibility (KcBO) values, and rumen pH values tested in vitro in anaerobic fermentation of cassava peels with Indigenous Microorganisms (MOL) biostarter from different growth media. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications including P0 (1 kg of cassava peel + 1% EM4 + 3% molasses), P1 (1 kg of cassava peel + 1% IMO1 + 3% molasses), P2 (1 kg of cassava peel + 1% IMO2 + 3% molasses), P3 (1 kg of cassava peel + 1% IMO3 + 3% molasses). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Anaerobic fermentation of cassava peels with the addition of various IMO biostarters gave not significantly different results (P>0.05) on KcBK values, KcBO values, and rumen fluid pH values in vitro. The average scores at P0, P1, P2, and P3 for KcBK were 60.38%; 59.43%; 54.94%; 54.41%; for KcBO were 64.03%; 63.23%; 58.78%; 58.69%; and for rumen fluid pH were 6.71; 6.62; 6.58; 6,63. The results of the study concluded that the use of various IMO biostarters can be used to replace the commercial EM4 biostarter in the cassava peel fermentation process. Keywords: cassava peel fermentation, IMO

Page 9 of 13 | Total Record : 123