cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 123 Documents
PENGARUH TINGKAT SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) KUKUS TERHADAP KUALITAS FISIK PELET RANSUM Saefulhadjar, Deny; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.50634

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi jagung dengan ubi jalar kukus  terhadap kualitas fisik pelet ransum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan tepung ubi jalar kukus (UJK) selama 15 menit dengan empat perlakuan,  yaitu  persentase substitusi tepung UJK terhadap  tepung jagung (0, 15, 30, 45 persen) dan masing-masing diulang sebanyak 5 kali.  Data hasil dianalisis menggunakan uji ragam (ANOVA), bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diukur adalah durabilitas, densitas , kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa substitusi jagung dengan ubi jalar kukus (UJK) berpengaruh  nyata terhadap semua parameter kualitas fisik pelet ransum, kecuali terhadap sudut tumpukan. Substitusi UJK menurunkan densitas, kerapatan tumpukan dan kerapatan pemadatan tumpukan pelet, namun UJK yang menggantikan jagung dalam ransum broiler sebanyak 45% menghasilkan pelet dengan durabilitas pelet terbaik.
EVALUASI KUALITAS PAKAN AYAM RAS PEDAGING (BROILER) YANG BEREDAR TERHADAP PENERAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA Dayat, Dayat; Jayanegara, Anuraga; Sukria, Heri Ahmad
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i3.49868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kualitas pakan ayam broiler dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai upaya untuk meningkatkan dan memastikan kualitas broiler. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan keamanan pakan yang tersedia di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada kriteria SNI untuk pakan ayam broiler, khususnya SNI 8173-1:2022 untuk fase pra-starter, SNI 8173-2:2022 untuk fase starter, dan SNI 8173-3:2022 untuk fase finisher. Dengan menggunakan data sekunder dari pengujian pakan yang dilakukan di tiga laboratorium, penelitian ini mengkaji parameter-parameter termasuk kadar air, abu, lemak kasar, serat kasar, protein kasar, kalsium, fosfor, aflatoksin, lisin, dan metionin. Analisis kesesuaian parameter-parameter ini dengan standar SNI dilakukan berdasarkan wilayah produsen pakan dan laboratorium pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil analisis untuk setiap parameter uji sesuai dengan SNI. Namun, ada parameter uji dengan sampel yang tidak sesuai dengan SNI, yang mencakup proporsi tertinggi (10% dari total sampel). Parameter-parameter ini adalah metionin dan lisin. Ketika dikategorikan berdasarkan wilayah produsen, beberapa parameter uji menunjukkan tingkat ketidaksesuaian melebihi 10% dari total sampel dalam wilayah masing-masing. Secara khusus, parameter-parameter ini mencakup protein kasar asal finisher dari Sulawesi Selatan, lemak kasar pra-starter dari Lampung, serat kasar pra-starter dari Kalimantan, kalsium finisher dari Jawa Timur, aflatoksin starter dari Jawa Timur, lisin starter dari Sumatera Barat, dan metionin pra-starter dari Kalimantan. Selain itu, evaluasi berdasarkan laboratorium pengujian menunjukkan bahwa beberapa parameter uji tertentu memiliki tingkat ketidaksesuaian melebihi 10% dari total sampel laboratorium. Parameter-parameter ini mencakup kalsium finisher, lisin starter, dan metionin finisher.
KETERSEDIAAN NUTRIEN DAN GROSS ENERGY HIJAUAN SORGUM VARIETAS SAMURAI II DENGAN SISTEM RATUN PADA USIA POTONG DAN DOSIS PUPUK UREA YANG BERBEDA Harahap, Anwar Efendi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i2.53268

Abstract

Sorghum is a forage plant that has the ability to produce new shoots or saplings known as ratoons. This research aims to evaluate the nutritional dynamics and GE (gross energy) of Samurai II sorghum variety due to differences in treatment at harvest age and urea fertilizer dosage. This study used a completely randomized factorial design (3 x 3) with 3 replications. The first factor is the harvest age of 80, 85, and 90 days, and the second factor is the urea fertilizer dose of 200, 300, and 400 kg ha-1. The parameters observed were crude protein, crude fat, crude fiber, ADF, NDF and GE levels. The results of the research showed that the Samurai II variety of sorghum had a significant effect on dry matter due to the treatment of cutting age in the primary harvest and ratoon 1. Furthermore, there was a difference (P<0.05) due to the sorghum dose. application of urea fertilizer to crude fiber in the primary and ratoon 2 harvests. In the Samurai II variety of sorghum there was also an interaction between cutting age and the dose of urea fertilizer in the primary and ratoon 2 harvests on the NDF content produced. The nutritional value and GM content are still stable even when cut up to ratoon 2 (third harvest)
LEVEL DEDAK PADI DALAM KONSENTRAT YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN BERBAGAI SUMBER SERAT TERHADAP RATAAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA: STUDI LITERATUR Rosani, Urip; Hernaman, Iman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.49973

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak padi dalam ransum terhadap pertambahan boot badan domba. Database dirancang berdasarkan artikel yang diterbitkan dengan melaporkan penggunaan dedak padi dalam ransum domba. Artikel dipilih secara ketat sesuai dengan protokol PRISMA. Database terdiri dari 13 artikel penelitian dengan 27 respon penggunaan dedak padi terhadap pertambahan bobot badan domba. Parameter yang diamati dari data terebut adalah level penggunaan dedak padi, jenis hijauan yang digunakan, proporsi konsentrat dan hijauan dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan domba. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan dedak padi dalam konsentrat dapat meningkatkan performa domba terutama parameter pertambahan bobot badan. Penggunaan dedak padi dalam konsentrat menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 74,76-147,11 gram/ekor/hari. Penggunaan berbagai jenis hijauan dikombinasikan dengan konsentrat yang mengandung dedak padi menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 52,36-154,1 gram/ekor/hari. Perbandingan penggunaan hijauan dengan konsentrat yang mengandung dedak padi menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 104,57-110,04 gram/ekor/hari.
Pengaruh Volume Penyiraman terhadap Produksi Hijauan dan Efisiensi Penggunaan Air pada Corchorus aestuans Zain, Muhammad Fahmy Fachrul; Susilawati, Iin; Khairani, Lizah
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i1.51182

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh volume penyiraman air yang mengacu kapasitas lapang (KL) terhadap produksi hijauan C. aestuans, sekaligus mengetahui seberapa besar efisiensi penggunaan air yang diperoleh.  Benih C. aestuans yang digunakan bersumber dari Laboratorium Lapangan Tanaman Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.  Penelitian dilaksanakan secara eksperimental berupa rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan.  Perlakuan mencakup P1 = 50% KL, P2 = 75% KL, P3 = 100% KL, dan P4 = 125% KL.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian volume air dapat mempengaruhi produksi hijauan dan efisiensi penggunaan air tanaman.  Produksi hijauan terbaik diperoleh pada 75% KL, dengan efisiensi penggunaan air tertinggi diperoleh pada 50% KL, sebagai level penyiraman yang direkomendasikan.
Evaluation of Feed Consumption and Nutrient Adequacy of Different Breed Bulls at Artificial Insemination Centre – Lembang Hadi, Sofwan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i3.49566

Abstract

ABSTRACT  This research was conducted to evaluate the feed consumption and nutrient adequacy of bull breeds at the Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. The study took place over a four-months, utilizing secondary data provided by the Artificial Insemination Centter (AIC) Lembang for the year 2021. The data used included number and breeds of bull, forage types , forage quality, concentrate quality, hay quality, dry matter consumption, protein consumption, and total digestible nutrients (TDN) consumption. The data were recorded monthly and accumulated to provide an average value for the one-year research period. The dry matter consumption of each feed type including both forage and concentrate, served as the basis for determining protein and TDN consumption.The Bull breeds were divided into two groups: large-type bull and small-middle-type bull. The data analysis results showed that the average dry matter consumption of forage and concentrate were 75.10% and 24.90%, respectively, for the large-type cattle and 76.49% and 23.51%, respectively, for the small-middle-type cattle. The total dry matter consumption was 1.16% of body weight for the large-type and 1.55% of body weight for the small-middle-type. The protein consumption for large-type and small-type cattle was 1760 g/head/day and 1520 g/head/day, respectively. These protein consumption values exceeded the NRC (National Research Council) standards by 32.12% and 40.29% for large-type and small-middle-type cattle, respectively. The TDN consumption for large-type and small-middle-type cattle was 7570 g/head/day and 6600 g/head/day, respectively. These TDN values were 17.05% and 26.02% higher than the NRC standards for large-type and small-middle-type cattle, respectively.The findings of this study conclude that the feed provided at the AIC Lembang exceeds the nutrient requirements of both types of male cattle.
Pengaruh Komposisi Campuran Hijauan Jagung (Zea mays) dan Legum Kaliandra Merah (Calliandra calothrysus)Terhadap Kualitas Fisik Wafer Pakan SULISTYAWATI, DEWI
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i2.53720

Abstract

Potensi hasil samping tanaman jagung untuk pakan ternak sangat potensial, akan tetapi pemanfaatannya belum optimal dikarenakan kandungan protein hasil samping tanaman jagung yang rendah sehingga perlu alternatif pengolahan dengan dicampurkan dengan legum yang memiliki kandungan protein tinggi salah satunya kaliandra merah. Pembuatan wafer dinilai optimal untuk mempermudah penyimpanan pakan. Analisis percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan percobaan yaitu (P1 : Hijauan Jagung 50% + Kaliandra 50%, P2 : Hijauan Jagung 40% + Kaliandra 60%, P3 : Hijauan Jagung 30% + Kaliandra 70%, P4 : Hijauan Jagung 20% + Kaliandra 80%) dan enam ulangan. Analisis penelitian meliputi daya serap air, berat jenis, kadar air, dan kerapatan. Hasil komposisi campuran hijauan jagung dan kaliandra merah nyata (P<0,05) memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas fisik wafer pakan. Komposisi campuran paling baik dihasilkan oleh P4 dengan 20% hijauan jagung dan 80% legum kaliandra merah.
ANALISIS RANTAI PASOK HIJAUAN PAKAN TERNAK SAPI PERAH DI PROVINSI JAWA BARAT Mashudi, Ismail
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.50722

Abstract

Penyediaan HPT yang cukup dan berkualitas akan meningkatkan produksi susu sapi perah. Dalam rangka peningkatan susu sapi, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pola penyediaan dan rantai pasok HPT pada peternak sapi perah di Jawa Barat, yang merupakan salah satu daerah sentra sapi perah di Indonesia. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Garut, Bogor, Kuningan dan Subang yang merupakan sentra sapi perah di Jawa Barat pada bulan Mei–Oktober 2022 dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Penentuan responden menggunakan Purposive Sampling untuk peternak dan snowball sampling untuk pedagang perantara dan produsen. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara langsung kepada 165 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber penyediaan HPT yang digunakan dalam rantai pasok HPT di Jawa Barat banyak berasal dari lahan sendiri, lahan hutan/DAS/lain-lain, beli dan sewa, sedangkan jenis HPT yang banyak digunakan adalah rumput gajah, rumput alam/campuran dan jerami padi. Saluran rantai pasok HPT sapi perah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 10 saluran, dengan anggota rantai yaitu produsen HPT (produsen HPT segar, produsen HPT awetan dan produsen HPT segar dan awetan), pedagang HPT (pedagang pengumpul dan pedagang besar), dan konsumen (peternak sapi perah mikro, kecil, menengah, koperasi dan perusahaan besar).
Pengaruh Fermentasi Feses Ayam Layer sebagai Media Tumbuh terhadap Bahan Organik Serat Kasar dan BETN Maggot (The Effect of Layer Chicken Fermentation as a Growth Media on Organic Matter Crude Fiber and Nitrogen-free Extract Maggot) Rifalah, Muhamad Zakki
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(Indonesia)Penelitian telah dilaksanakan di PT. Talaga Unggas Bahagia dan Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas Non Ruminansia dan Industri Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada 30 Maret 2023 hingga 30 Mei 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perlakuan manakah yang terbaik pada fermentasi feses ayam layer dengan penambahan Eco-enzyme 2% dan Probiotik Stardec 0,25%. Parameter yang diamati adalah bahan organik, serat kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) maggot BSF. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Terdapat tiga perlakuan  pada feses ayam layer yaitu P1= fermentasi feses ayam layer tanpa bioaktivator, P2= fermentasi feses ayam layer + Eco-enzyme 2% dan P3= fermentasi feses ayam layer + Probiotik Stardec 0,25%. Dilakukan 6 pengulangan setiap perlakuan. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan kandungan serat kasar maggot pada media yang difermentasi Probiotik Stardec 0,25% (P3) nyata lebih rendah (P<0,05) dibanding yang dipelihara di media fermentasi tanpa bioaktivator  (P1), dan yang difermentasi Eco-enzyme 2% (P2), dan kandungan BETN sangat nyata lebih tinggi (P<0,01) dibanding yang dipelihara di media fermentasi tanpa bioaktivator (P1), dan yang difermentasi Eco-enzyme 2% (P2). Kandungan SK dan BETN maggot pada media fermentasi Probiotik Stardec 0,25% adalah 5,81% dan 44,97%. (Inggris)The research was held from 30th March 2023 to 30th May 2023 in PT. Talaga Unggas Bahagia and Laboratory of Poultry Non Ruminant Nutrition  and Feed Industry, Padjadjaran University. The purpose of this research was to determine the effect and which treatment is best for layer chicken feces fermentation with the addition of Eco-enzyme 2% and 0.25% Stardec probiotics. The parameters observed were organic matter, crude fiber, and BSF maggot nitrogen-free extract. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD). There were three threatments for layer chicken feces, namely P1 = layer chicken feces fermentation without bioactivator, P2= layer chicken feces fermentation with 2% Eco-enzyme, and P3= layer chicken feces fermentation with 0.25% Stardec probiotic. Performed 6 repetitions of each treatment. Data analysis used analysis of variance (ANOVA). The results showed that the content of maggot crude fiber in media fermented with Probiotic Stardec 0.25% (P3) was significantly lower (P<0.05) than that grown in fermentation media without bioactivator (P1), and 2% Eco-enzyme fermented (P2), while the content of NFE was very significantly higher (P<0.01) than that grown in fermentation media without bioactivator (P1), and 2% Eco-enzyme fermented (P2). The content of crude fiber and NFE maggot in the 0.25% Stardec Probiotic fermentation media were 5.81% and 44.97%.
MEDIA TUMBUH LARVA BLACK SOLDIER FLY DENGAN PENAMBAHAN SUMBER OMEGA 3 DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI MAGGOT, KANDUNGAN NUTRISI, DAN BILANGAN IOD TEPUNG MAGGOT montesqrit, montesqrit
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i3.50155

Abstract

Studi ini mengevaluasi dampak penambahan bahan sumber omega 3 pada media pertumbuhan larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) terhadap produksi larva BSF, kandungan nutrisi dan bilangan iod tepung maggot. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan sumber omega 3 pada media pertumbuhan larva BSF memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap produksi larva BSF, kandungan lemak kasar dan bilangan iod tepung maggot, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan bahan kering dan protein kasar tepung maggot. Kandungan lemak kasar tepung maggot lebih tinggi pada media pertumbuhan dengan tambahan krokot dan minyak ikan, namun bilangan iod sangat signifikan tinggi pada tepung maggot yang dihasilkan dengan media pertumbuhan dengan penambahan tanaman krokot. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tanaman krokot sebagai sumber omega 3 pada media pertumbuhan larva BSF memberikan pengaruh terbaik terhadap produksi dan kandungan nutrisi maggot BSF.

Page 10 of 13 | Total Record : 123