cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 128 Documents
KUALITAS SILASE RUMPUT PAKCHONG YANG DIBERI DEDAK FERMENTASI BERDASARKAN NILAI PH, BAHAN KERING, FLEIGH, DAN LEMAK KASARNYA Septian, Mohamad Haris
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i2.55051

Abstract

ABSTRAK  Silase telah banyak dikenal sebagai penerapan teknologi tepat guna untuk mengawetkan hijauan pakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi yang terhadap nilai bahan kering, pH, Fleigh, dan lemak kasar. Materi yang digunakan yaitu dedak fermentasi dan rumput Pakchong. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan.  Perlakuan yang digunakan meliputi P0 = 0% dedak fermentasi (tanpa penambahan), P1 = 0,5% dedak fermentasi, P2 = 1% dedak fermentasi, P3 = 1,5% dedak fermentasi. Parameter yang diamati adalah nilai bahan kering, pH, Fleigh, dan lemak kasar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dedak fermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap terhadap nilai bahan kering, pH, Fleigh, dan lemak kasar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian dedak fermentasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati. Semua perlakuan menghasilkan silase dengan kualitas sangat baik berdasarkan nilai Fleighnya.   ABSTRACT Silage has been widely known as an appropriate application of technology for preserving forage. The research aims to determine the effect of using fermented bran on dry matter values, pH, Fleigh, and crude fat. The materials used are fermented bran and Pakchong grass. The research was carried out experimentally using a completely randomized design with four treatments and five replications. The treatments used include P0 = 0% fermented bran (without addition), P1 = 0.5% fermented bran, P2 = 1% fermented bran, and P3 = 1.5% fermented bran. The parameters observed were dry matter, pH, Fleigh, and crude fat values. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the fermented bran treatment had no significant effect (P>0.05) on the dry matter, pH, Fleigh, and crude fat values. This research concludes that the administration of different fermented bran did not affect the observed parameters. All treatments produce silages of very good quality based on the Fleigh value. 
Nilai Nutrien dan Kecukupan WSC Berbagai Hijauan Sebagai Sumber Pakan Silase Rodiallah, Muhamad; Harahap, Anwar Efendi; Ali, Arsyadi; Adelina, Triani; Mucra, Dewi Ananda; Solfan, Bakhendri; Juliantoni, Jepri; Misrianti, Restu; Irawati, Evi; Saleh, Eniza; Mulia, Fungki Firma; Noviana, Riskia
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.50525

Abstract

Cultivation of forages from graminae and legumes is an alternative source of fiber feed to meet basic living needs and ruminant livestock production. This research aims to assess the nutritional and WSC content of various forages as indicators and considerations in making silage. The research used a completely randomized design with 5 treatments with 4 replications. Regarding the treatment of forage types, namely A = elephant grass; B = Gama Umami; C= Mexican Grass; D= Odot grass; D = Indigofera beans. The research parameters are crude protein (%), crude fat (%), dry matter (%), ash, crude fiber (%), water-soluble carbohydrates (%), and NDF and ADF content (%). The results showed that different types of forage had a significant effect (P<0.05) on the nutritional value and WSC content. The research conclusion was that Indigofera legumes and odot grass had the highest WSC content, namely 4.59% and 4.49%. Furthermore, indigofera legumes and odot grass also produce the lowest NDF and ADF values compared to other treatments, so they have the potential to be used as raw materials for making silage to support the availability of ruminant feed
Evaluation of the Use of Dried Grated Sago as a Substitute Energy Source for Corn in Sentul Chicken Feed Gunawan, Rinie
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i1.52287

Abstract

This research aims to evaluate dry grated sago as an energy source feed ingredient that can substitute corn in feed for the growth of Sentul chickens. The variables observed were feed consumption, final body weight, body weight gain, and feed conversion during growth from week 1 to week 10. The experimental design carried out was a completely randomized design with 5 treatments, namely corn-based feed (P0), feed sagoo more based feed without steam with the addition of 0.5% biopremix (P1), sagoo more based feed with steam adding 0.5% biopremix (P2), sagoo more based feed without steam with the addition of 1% biopremix (P3), and feed based sagoo more with steam adding 1% biopremix (P4). Each treatment consisted of 3 repetitions with 5 chickens per repetition. The total number of Sentul chickens used for the experiment was 150 chickens. The results of the research showed that the treatment feed was significantly different in terms of the average final body weight, body weight gain (PBB), and feed conversion (p<0.05) compared to the control, but the treatment feed was not significantly different in influencing feed consumption. The addition of 1% biopremix to rations without steam can increase the final body weight of Sentul chickens, increase body weight and reduce feed conversion compared to those with steam. Using Biopremix is more effective without steam treatment
RESPON FISIOLOGIS SAPI BALI (BOS JAVANICUS) YANG DIPELIHARA PADA BERBAGAI LINGKUNGAN TERMAL DI INDONESIA: SEBUAH META-ANALISIS Azzahra, Tiara Alifia; Rachmadani, Fairuz Najla; Saputra, Rifky Adi; Rusdi, Rusdi; Lisanti, Elsa
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i4.55477

Abstract

Sapi Bali merupakan salah satu jenis sapi lokal asli Indonesia yang banyak diternakkan. Sapi Bali banyak disenangi karena memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh sapi lokal lainnya, seperti daya adaptasi yang tinggi, tidak selektif pakan, serta memiliki karkas yang tinggi, dan juga nilai produktif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon fisiologis sapi bali yang dipelihara pada berbagai lingkungan termal di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta-analisis, data sekunder yang didapat kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui respon fisiologis sapi pada cekaman termal. Berdasarkan pada hasil analisis diketahui bahwa berdasarkan pada nilai THI dapat diketahui bahwa sapi bali yang dipelihara pada berbagai lingkungan dan wilayah di Indonesia memiliki kisaran tingkat stres paling rendah adalah tidak terjadi stres dan paling tinggi adalah stres sedang. Sapi bali yang dipelihara pada lingkungan dataran tinggi menunjukkan tidak terjadi stress, sebab pada sapi bali menemukan zona nyamannya dalam melakukan termoregulasi. Sedangkan, ketika mengalami cekaman panas, sapi bali akan melakukan usaha pengeluaran panas dengan meningkatkan laju respirasinya. Selain itu, kondisi tempat pemeliharaan seperti adanya naungan juga dapat meringankan beban panas yang diterima oleh sapi Bali.
Identifikasi Kecukupan Mineral Mikro Selenium dan Zinc pada Pakan Sapi Perah Awal Laktasi di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta Anam, Moh Sofiul; Agus, Ali; Widyobroto, Budi Prasetyo; Gunawan, Gunawan; Astuti, Andriyani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i3.56487

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan dan kecukupan mineral mikro selenium (Se) dan zinc (Zn) dalam pakan sapi perah pada fase awal laktasi di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta. Dilakukan pengambilan sampel bahan pakan berupa hijauan dan konsentrat yang digunakan sebagai pakan dari 24 ekor sapi perah awal laktasi (days in milk <100 hari). Mineral mikro dianalisis menggunakan instrumen inductively coupled plasma mass spectrometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Se dalam bahan pakan hijauan berkisar antara 0,03-0,20 mg/kg BK (bahan kering), sedangkan Se dalam bahan pakan konsentrat berkisar antara 0,16-0,64 mg/kg BK. Kandungan Zn dalam hijauan berkisar antara 12,75-33,10 mg/kg BK, sedangkan Zn dalam konsentrat berkisar antara 35,50-73,50 mg/kg BK. Kandungan Se dan Zn dalam ransum masing-masing yaitu 0,16 dan 28,93 mg/kg BK. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kandungan mineral mikro Se dan Zn pada berbagai jenis bahan pakan hijauan dan konsentrat di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta menunjukkan nilai yang bervariasi. Selain itu, kadar Se dan Zn dalam ransum masih berada di bawah standar yang direkomendasikan untuk sapi perah laktasi. Oleh karena itu, suplementasi mineral tersebut perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas pakan dan mendukung kesehatan serta produktivitas sapi perah awal laktasi.
The effect of fermentation water spinach (ipomoea aquatica forsk.) Flour on performance super native chicken grower phase Silitonga, Lisnawaty; Yuanita, Iis; Pudjirahayu, Asri; ma'rifah, siti; Siburian, Rusmayanti
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i4.58931

Abstract

The aim of the study was to determine the effect of water spinach fermentation (Ipomoea aquatica Forsk.) on the performance and Income Over Feed Cost (IOFC) of super native chickens in at grower phase. The material used water spinach flour which was fermented anaerobically for 14 days then mixed in the diets. The research treatment used super free-range chicken aged 4-8 weeks, EM4, and granulated sugar. The rations consisted of ground corn, fine bran, palm kernel cake, tofu dregs, fish meal, minerals and fermented water spinach flour. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications, each replication containing 4 free-range chickens in the grower phase of 4 weeks old. P0 (basal diet without fermented water spinach flour). P1 (basal diet with 3% fermented water spinach flour), P2 (basal diet with 6% fermented water spinach flour), P3 (basal diet with 9% fermented water spinach flour). Parameters observed included ration consumption (g), body weight gain (g), ration conversion, final body weight (g), Income Over Feed Cost (IOFC), and mortality. The results of the analysis showed that the provision of fermented water spinach flour was not significantly different from ration consumption, body weight gain, feed conversion ration, and final body weight. The use of fermented water spinach flour up to 9% in the growt of super native chickens being quite good due to the increasing by feed intake, body weight gain, final final weight, and low feed conversi ration. The best level of using fermented water spinach flour on the Income Over Feed Cost (IOFC) of super native chickens in the grower phase is in the P2 treatment, which 6% could be provides greater benefits than other treatments. Percentage mortality was low. Key words : Super chicken grower phase, fermented water, spinach flour 
PENGARUH PENAMBAHAN Indigofera sp. TERHADAP KUALITAS FISIK FERMENTASI BATANG PISANG SEBAGAI PAKAN TERNAK Anggraini, Gita
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i3.56605

Abstract

Salah satu masalah yang paling sering berhadapan dengan peternak adalah pakan. Teknik fermentasi sebagai bagian dari proses ensiling adalah salah satu metode untuk mengatasi keterbatasan persediaan pakan. Pakan alternatifnya adalah dengan memanfaatkan limbah batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan Indigofera sp tentang kualitas fisik batang pisang yang telah difermentasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen ini dilakukan dengan  menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan, enam ulangan, dengan tiga puluh orang sebagai panelis. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut : P0= batang pisang + 0% Indigofera sp, P1= batang pisang + 10% Indigofera sp , P2= batang pisang + 20% Indigofera sp, P3= batang pisang + 30% Indigofera sp, dan P4 = batang pisang + 40% Indigofera sp. Warna, aroma, dan tekstur adalah hal- hal yang diamati dalam penelitian ini. Analisis varians (uji F) dilakukan pada taraf 5% untuk menguji hipotesis pengaruh faktor perlakuan terhadap keragaman data eksperimen. Jika ada perbedaan yang nyata, uji Duncan New Multiple Testing (DMRT) dilakukan pada taraf 5%. Penelitian menunjukan bahwa penambahan Indigofera sp mempengaruhi kualitas fisik, dilihat dari segi warna, pada perlakuan P0 dan P1 diperolah warna yang baik yaitu kuning, pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 aroma yang baik yaitu asam, dan tekstur agak halus terlihat pada perlakuan P0, P1, P2, P3 dan P4. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian 0% indigofera sp dan 10% indigofera sp menghasilkan  kualitas fisik fermentasi yang baik.
PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRAT PADA SILASE LIMBAH KOL DAN SAWI TERHADAP NILAI FISIK, pH DAN JUMLAH POPULASI BAKTERI ASAM LAKTAT Adelina, Triani; Juliantoni, Jepri; Harahap, Anwar Efendi; Ali, Arsyadi; Anyanur, Muammar Reza
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i4.56812

Abstract

Cabbage + mustard greens in the form of waste usually contain high water content so they have the potential to be used as silage feed through the addition of various concentrates. The aim of the research was to assess the physical quality, pH and number of lactic acid bacteria colonies of cabbage + mustard greens waste silage to which different types of concentrate were added. The research used the RAL method with 4 treatments and 5 replications. The treatments are: S1 = 70% cabbage and mustard silage plus 30% rice bran; S2 = 70% cabbage and mustard silage plus 30% corn flour; S3 = 70% cabbage and mustard greens silage plus 30% onggok; and S4 = 70% cabbage and mustard silage plus rice bran + corn flour + 30% onion. The results of the research showed that physical silage, pH and number of LAB colonies produced the same conditions (P>0.05) as cabbage + mustard greens waste silage, whereas based on pH measurements it showed that the addition of rice bran concentrate and corn flour was superior to the use of onggok concentrate.  The conclusion was that cabbage + mustard greens waste silage added from various sources was able to increase the physical value of the silage, pH and the number of lactic acid bacteria populations
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERIOR TELUR PUYUH PADJADJARAN Herliani, Lina; Sujana, Endang; Saefulhadjar, Deni
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i3.57564

Abstract

Kualitas eksterior sangat berpengaruh terhadap penjualan sehingga penting untuk diteliti. Kualitas telur yang baik dapat didapatkan dengan memperhatikan pakan dan suatu pakan yang dapat dilakukan penambahan pada ransum yaitu tepung daun Mengkudu. Hal yang ingin dicapai dari studi yang dilaksanakan yaitu guna mengidentifikasi mengenai mempertambahkan tepung daun mengkudu berdampak pada kualitas luar telur puyuh Padjadjaran. Variabel yang diobservasi pada studi yang dilaksanakan mencakup bobot telur, shape index, specific gravity, dan tebal kerabang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 24 Februari sampai dengan 07 April 2024. Metode yang dipergunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Tersusun atas 4 percobaan dan 5 ulangan yaitu R-0 = Ransum dengan kandungan tepung daun Mengkudu 0% R-1 = Ransum penelitian melalui tambahan tepung daun Mengkudu 1%, R-2 = Ransum penelitian dengan tambahan tepung daun Mengkudu 2%, R-3 = Ransum penelitian dengan tambahan tepung daun Mengkudu 3%. Total telur yang diamati sebanyak 200 butir, dengan masing-masing 10 butir dalam setiap ulangan. Data yang diperoleh dilakukan analisis ragam (ANOVA). Hasil yang didapat dari penambahan tepung daun Mengkudu hingga taraf 3% berpengaruh tidak nyata pada kualitas eksterior telur puyuh mencakup bobot telur, shape index, specific gravity, dan tebal kerabang.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN IMBANGAN JERAMI DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA TERHADAP PROFIL DIFERENSIAL LEUKOSIT SAPI PASUNDAN BETINA Siti Masitoh, April Liani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i4.56558

Abstract

Pemberian pakan pada ternak dapat mempengaruhi kesehatan yang secara langsung akan berkaitan dengan produktivitas. Status kesehatan ternak dapat diketahui melalui beberapa parameter hematologi, termasuk diferensial leukosit. Leukosit memegang peranan penting pada sistem pertahanan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diferensial leukosit sapi pasundan betina yang diberi imbangan jerami dan konsentrat yang berbeda. Penelitian menggunakan 17 ekor sapi pasundan dengan umur 1,5-3 tahun. Metode yang digunakan adalah eksperimental pakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan diantaranya P1 : 70% Jerami + 30% Konsentrat; P2 : 60% Jerami + 40% Konsentrat; dan P3 :  50% Jerami + 50% Konsentrat. Lama pemeliharaan selama 90 hari dengan pengambilan darah sebanyak 4 kali pada D0, D28, D60, dan D84. Parameter yang diukur yaitu persentase Basofil, Eosinofil, Neutrofil, Monosit, dan Limfosit. Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai imbangan jerami dan konsentrat yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap diferensial leukosit. Berbagai imbangan jerami dan konsentrat yang diberikan pada penelitian ini tidak memberikan efek negatif terhadap profil leukosit.

Page 11 of 13 | Total Record : 128