cover
Contact Name
Setyoko
Contact Email
-
Phone
+6281378980456
Journal Mail Official
fisikafkip@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan -Universitas Samudra Jl. Kampus Meurandeh No. 1, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh - 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Gravitasi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Published by Universitas Samudra
ISSN : 2715548X     EISSN : 27155498     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains merupakan jurnal peer-reviewed, yang diterbitkan secara berkala 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samudra. GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains ini berisikan artikel hasil penelitian ataupun hasil kajian studi literatur di bidang kajian Pendidikan Fisika dan Sains Fisika dengan scope: penerapan dan pengembangan model pembelajaran, Pengembangan media pembelajaran, kajian kurikulum, pembelajaran berbasis praktikum dan implementasi aplikasi terapan bidang sains fisika: Garavitasi, Termodinamika, Ilmu Bumi dan Antariksa, sains Kebumian, Sains Komputasi, dll.
Articles 96 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share dan Make A Match Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Gerak Lurus Di SMA Muhammad Daud; safriana safriana; Putri Maulina
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 01 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i01.3260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang diberikan model pembelajaran Think Pair Share dipadu Make A Match dengan siswa yang diberikan model pembelajaran konvensional pada materi gerak lurus kelas X SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dipadu Make A Match. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas MIA 1 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel menggunakan jenis purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan soal tes berbentuk isian sembilan butir soal dan angket respon siswa. Hasil analisis data menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 85,72 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 75,92. Serta nilai N-Gain siswa kelas eksperimen 0,58 dengan kategori sedang dan kelas kontrol sebesar 0,34 dengan kategori sedang. Hasil uji t diperoleh nilai signifikan 0,00 < 0,15 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
RANCANGAN ALAT PERAGA KAPAL TENAGA SURYA SEBAGAI MEDIA KONVERSI ENERGI Dion Bagus DS; Muhammad Yakob; Nur Azizah Lubis
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 01 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i01.3472

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembangkit listrik yang digunakan masih secara konvensial yaitu menggunakan bahan bakar fosil, minyak gas atau batu bara yang kian lama semakin menipis, sedangkan kebutuhan listrik semakin meningkat. Pembuatan alat peraga kapal tenaga surya (KTS) sebagai media konversi energi adalah salah satu penelitian sebagai media contoh pemanfaatan energi panas matahari menjadi energi listrik. penelitian menggunakan metode eksperimen dengan jenis pendekatan R&D. Hasil dari validasi media oleh validator tentang rancangan alat peraga kapal tenaga surya sebagai media konversi melihat kelayakan secara persentase sebesar 75% sehingga alat peraga kapal tenaga surya sebagai media konversi energi layak digunakan. Dari hasil data uji panel selama 5 jam yang diamati secara berkala menghasilkan efisensi sebesar 82%pada saat penggunaan 1 jam, 85% pada saat penggunaan 2 jam, 74% pada saat penggunaan 3 jam, 58% pada saat penggunaan 4 jam dan 56% pada saat penggunaan selama 5 jam. Sehingga efisiensi total yang dikerjakan panel surya yang di dapat sebesar 71% dan kapal bergerak dengan baik. Tegangan, arus, daya listrik dan Efisiensi kapal yang dihasilkan dipengaruhi oleh besar kecilnya suhu dari panas matahari, jika suhu panas matahari tinggi maka efisiensi yang dihasilkan tinggi begitu juga sebaliknya.
Pengolahan Limbah Sampah Plastik Polytthylene Terephthlate (PET) Menjadi Bahan Bakar Minyak dengan Proses Pirolisis Tia Novia
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 01 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i01.3481

Abstract

Sampah plastik saat ini semakin banyak digunakan mengingat semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Pirolisis merupakan proses degredasi termal bahan-bahan polimer seperti plastik maupun material organic seperti biomassa dengan pemanasan atau pembakaran tanpa melibatkan oksigen didalamnya. Asap cair merupakan senyawa kimia dari asap hasil pirolisis biomassa yang kemudian terkondensasi dengan membentuk cairan yang merupakan hasil dari pendinginan dan pencairan yang dibakar tabung tertutup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengolahan sampah plastik Polytthylene Terephtalate (PET) menjadi bahan bakar minyak dengan proses pirolisis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental yang terdiri dari tahap persiapan, tahap proses pirolisis dan tahap analisis. Hasil penelitian ini berupa 90 ml minyak pirolisis yang berasal dari 500 gram sampah plastik Polytthylene Terephtalate (PET) yang memakan waktu pembakaran selama 6 jam. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan massa jenis minyak pirolisis sebesar 0,688 g/ml. Waktu yang diperlukan untuk membakar habis suatu benda selama 6,51 menit. Pemanasan air memperoleh temperatur sebesar 75,6˚C. Volume air yang hilang (menguap) selama 5 menit dari proses pemanasan air sebesar 5,1 ml. Dari keempat parameter yang diamati, maka kualitas minyak pirolisis berada di antara minyak tanah dan minyak premium.
PERANCANGAN ALAT PRAKTIKUM BERBASIS ARDUINO UNTUK MENENTUKAN WAKTU DAN KECEPATAN SECARA OTOMATIS PADA GERAK JATUH BEBAS Siti Humairoh; Muhammad Yakob; Nur Azizah Lubis; Rachmad Almi Putra
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 01 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i01.3482

Abstract

Perkembangan dunia elektronika sekarang ini semakin pesat. Semakin berkembangnya zaman, banyak sekali berbagai komponen-komponen yang berkembang dari segi efisiensi, fungsi, manfaat maupun fisiknya. Dalam hal ini perlu dilakukan suatu penelitian untuk mempermudah mengambil data berupa waktu benda pada saat jatuh dengan lebih akurat untuk praktikum gerak jatuh bebas dengan tujuan untuk: (1) mempermudah mengambil data berupa waktu benda pada saat jatuh dengan lebih akurat, (2) membaca nilai kecepatan benda pada saat jatuh bebas secara otomatis. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimen yang terdiri dari tiga blok sistem yaitu input, proses, dan output. Hasil validasi media didaptkan sebesar 80% berkualitas baik yang berarti bahwa alat sudah layak digunakan untuk pembelajaran/praktikumgerak jatuh bebas. Dari data didapatkan sensor piximity infrared dapat langsung membaca waktu saat benda jatuh melewati sensor1 dan akan berhenti di sensor2, dan waktu yang dihasilkan sudah dapat dikatakan akurat karena nilai waktu yang dibaca oleh sensor dan nilai waktu dihitung secara manual sama dan jika tidak sama nilainya sudah mendekati nilai menghitung secara manual. Waktu yang diperlukan benda saat jatuh bebas pada ketinggian 45 cm dengan t = t Arduino ± t manual (0,3 ± 0,3), ketinggian 55 cm dengan t = (0,32 ± 0,33), ketinggian 65 cm dengan t = (0,35 ± 0,36), ketinggian 75 cm dengan t = (0,38 ± 0,39), ketinggian 85 cm dengan t = (0,40 ± 0,41). Dengan menggunakan sensor dan LCD dapat langsung menampilkan nilai kecepatan tanpa harus mencari secara manual. Dan nilai yang ditampilkan di LCD sama hasilnya dengan dicari secara manual, jika nilai t yang didaptkan sebalumnya antara Arduino dan manual sama.
Identifikasi Kemampuan Literasi Sains Siswa di SMP Negeri 2 Pematang Tiga Bengkulu Tengah Mentari Darma Putri
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 01 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i01.3610

Abstract

ABSTRAK Literasi sains memainkan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Literasi sains merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti, dalam rangka mengerti serta membuat keputusan tentang alam dan perubahan yang terjadi pada alam sebagai akibat aktivitas manusia (OECD, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan literasi sains siswa SMP Negeri 2 Pematang Tiga Bengkulu Tengah. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa kelas VIII. Instrumen pengumpulan data berupa tes literasi sains aspek pengetahuan dan kompetensi dalam bentuk soal objektif. Tes berjumlah 20 soal yang mencakup tiga indikator literasi sains yaitu konteks, konten dan proses. Soal tes literasi sains yang valid diadopsi dari penelitian Wulandari (2015). Data di analisis menggunakan statistika deskriptif, dengan menghitung skor rata-rata persentase kemampuan literasi sains siswa secara keseluruhan dan pada setiap indikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa aspek pengetahuan dan kompentensi secara keseluruhan mencapai skor rata-rata 41,35 %. Kemampuan literasi sains siswa pada indikator konteks mencapai skor rata-rata 45,80 %, pada indikator konten mencapai skor rata-rata 40,65 %, dan pada indikator proses mencapai skor rata-rata 42,49 %. Dari skor rata-rata di atas menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa secara keseluruhan dan pada setiap indikator masuk kedalam kategori sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh kemampuan siswa yang rendah dan kurangnya fasilitas yang mendukung dalam proses pembelajaran sains. Kata kunci: literasi sains, kemampuan literasi sains siswa.
Pengaruh Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Hasil Belajar Fisika Elinawati Dalimunte; Muhammad Yakob
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 01 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i01.3760

Abstract

Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan langsung dan pendekatan kelompok. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen, sesuai dengan tujuan dari penelitian penulis untuk dapat mengetahui hasil pembelajaran fisika dengan menggunakan model kooperatif tipe TAI dan melihat perbedaan antara penerapan model pembelajaran tipe TAI dengan pembelajaran langsung. Data ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen terhadap materi suhu dan kalor. Ada pengaruh hasil belajar siswa pada materi yang diajarkan dengan menggunakan model kooperatif tipe TAI lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajarn langsung. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe TAI pada kelas eksperimen adalah baik. Ini terlihat pada persentase yang telah dirincikan yaitu pendapat siswa terhadap komponen pembelajaran 91,63% senang, 93,3% baru, 93,3% menarik dan berminat untuk mengikuti KBM selanjutnya dengan model kooperatif tipe TAI 94,4%. Kata kunci: TAI, kooperatif, fisika, eksperimen.
Pengaruh Kematangan Buah Terhadap Massa Jenis Pisang Ambon sherly nur laili sumarsih
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 02 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i02.4308

Abstract

Pisang (Musa paradisiaca) merupakan komoditas hasil pertanian yang disukai oleh masyarakat Indonesia. Pisang merupakan salah satu hasil tanaman yang potensi produksinya yang cukup besar setiap tahun namun memiliki masa simpan yang singkat dan cepat mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kematangan buah terhadap besar massa jenis pisang ambon atau perubahan massa jenis pisang seiring bertambahnya kematangan pisang ambon. Metode penelitian ini yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan pada 10 sampel pisang ambon selama 6 hari. Percobaan ini dimulai dengan pengukuran massa dengan timbangan digital. Langkah pertama adalah memastikan bahwa skala pada timbangan menunjukkan angka nol. Langkah kedua adalah menghitung volume pisang, yaitu menyiapkan gelas ukur yang sudah diisi dengan 1750 ml sebagai volume awal (V0).Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata massa jenis pisang pada hari pertama sebesar 0.932 gr/ml, hari kedua 0.93 gr/ml, hari ketiga 0.929 gr/ml, hari keempat 0.916 gr/ml, hari kelima 0.92 gr/ml, dan hari terakhir 0.89 gr/ml. Indikator kematangan buah pisang mengalami perubahan setiap harinya. Ada 7 pengelompokan warna yaitu hijau, hijau dengan sedikit kuning (sebagian besar warnanya hijau, namun ada sedikit semburat warna kuning), hijau kekuningan (warna hijau lebih cerah dan merata), Kuning kehijauan (kuning lebih mendominasi hijau), kuning, kuning bercak coklat, kuning kecoklatan (menunjukkan pisang mulai busuk). Massa jenis pisang berkurang seiring dengan bertambahnya kematangan buah pisang. Hal ini dikarenakan penurunan massa saat kehilangan komponen amilum menjadi karbondioksida dan glukosa. Penelitian menunjukkan bahwa massa jenis pisang ambon yang berbanding lurus dengan massa pisang dan berbanding terbalik dengan volumenya berkurang seiring dengan kematangan pisang ambon. Kata kunci: Kematangan Buah, Massa jenis, Pisang Ambon. ABSTRACT Banana (Musa paradisiaca) is an agricultural commodity that is favored by the people of Indonesia. Banana is one of the crops that has a large production potential every year but has a short shelf life and is quickly damaged. This study aims to determine the relation of fruit maturity on the density of ambon banana or the changes in density of bananas along with the increasing maturity of ambon banana. The data collection method is by doing experiments on 10 samples of ambon banana for 6 days. This experiment begins with measuring mass with a digital scale. The first step is to make sure that the scale on the scale shows zero. The second step is to calculate the volume of bananas, which is to prepare a measuring cup that has been filled with 1750 ml as the initial volume (V0).The results showed that the average density of bananas on the first day was 0.932 gr / ml, the second day was 0.93 gr / ml, the third day was 0.929 gr / ml, the fourth day was 0.916 gr / ml, the fifth day was 0.92 gr / ml, and the last day 0.89 gr / ml. The banana ripeness indicator changes every day. There are 7 color groupings, namely green, green with a little yellow (most of the color is green, but there is a slight tinge of yellow), yellowish green (green color is brighter and more evenly distributed), greenish yellow (yellow dominates green), yellow, yellow with brown spots , brownish yellow (indicating the bananas are starting to rot). The density of bananas decreases with increasing maturity of bananas. This is due to the decrease in mass when the starch component loses into carbon dioxide and glucose.Research shows that the density of ambon banana which directly proportional to the mass of banana and inversely proportional to its volume decreases with maturity of Ambon banana. Keywords: Fruit Maturity, Density, Banana Ambon.
Deskripsi Tahap Analisis Pada Pengembangan E-Module Fisika Berbasis Discovery Learning Di SMA Negeri 10 Palangka Raya Deni Anggara; H Yuliani; N I Syar
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 02 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i02.4456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan untuk mengembangkan e-module berbasis discovery learning pada pokok bahasan fluida dinamis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis kebutuhan ini dilakukan di SMAN 10 Palangka Raya. Subjek yang digunakan pada penelitian ini yaitu guru fisika dan siswa/i kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menyebar angket secara online untuk siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman wawancara dan angket analisis kebutuhan untuk siswa. Hasil yang diperoleh melalui wawancara terhadap guru fisika bahwa guru masih belum menggunakan e-module. Hasil penyebaran angket menyatakan: 64% siswa kurang menyukai pelajaran fisika. ­Bahan ajar e-module belum pernah digunakan hal ini dinyatakan dari persentase angket sebanyak 100%. Sebanyak 96% siswa menyukai bahan ajar yang memiliki ilustrasi gambar dan bahasa yang mudah dipahami.Analisis Kebutuhan, Discovery learning, Fluida Dinamis
Efek Rumah Kaca Oleh Kendaraan Bermotor Alfi Kurnia; Sudarti
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 02 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i02.4518

Abstract

Pemanasan global dapat terjadi karena adanya efek rumah kaca yang salah satunya diakibatkan oleh emisi gas dari kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme efek rumah kaca yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur yang berupa penjelasan yang dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai mekanisme efek rumah kaca oleh kendaraan bermotor. Efek rumah kaca adalah proses absorbsi dan pembuanagan radiasi inframerah oleh bermacam gas di atmosfer. Efek rumah kaca akan menyebabkan energi dari sinar matahari tidak dapat terpantul keluar bumi. Efek rumah kaca dapat terjadi karena adanya gas emisi buang yang salah satunya dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Semakin meningkatnya penjualan kendaraan bermotor, emisi yang dihasilkan juga semakin meningkat. Karena setiap kendaraan bermotor akan menghasilkan emisis gas buang atau gas sisa pembakaran dari ruang bekar pada mesin.. Emisi dari gas buang kendaraan bermotor sebenarnya bukan dari baru dan lamanya kendaraan, tetapi sangat bergantung pada kualitas dan perawatan mesin kendaraan tersebut. Pesatnya jumlah kendaraan bermotor akibat dari kebutuhan dan tuntutan hidup manusia. Emisi kendaraan bermotor juga merupakan sumber dari pencemaran lingkungan yang paling utama, karena dengan adanya hal tersebut terdapat polusi udara yang tidak baik bagi Kesehatan manusia.
Relokasi Gempabumi di Sesar Renun A, B, Dan C dengan Menggunakan Metode Double Difference (Hypo-DD) sri wulandari; Alexander F.T Parera; Lailatul Husna Lubis
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 4 No 02 (2021): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v4i02.4560

Abstract

Sumatera bagian Utara adalah daerah yang rawan terjadinya gempabumi karena adanya aktifitas tumbukan Lempeng Ino-Australia dan Eurasia. Patahan yang terjadi di Sumatera Utara dipengaruhi oleh beberapa segemen aktif salah satunya sesar Renun A, Renun B, dan Renun C dengan batasan koordinat 9730’0” BT - 9930’0” BT dan 20’0” LU - 330’0” LU. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan relokasi event hiposenter gempabumi di wilayah Sumatera Utara pada segmen sesar Renun A, B, dan C, mengetahui perbandingan perubahan posisi hiposenter gempa di segmen sesar Renun A, B, dan C antara sebelum dilakukan relokasi dan sesudah dilakukan relokasi serta untuk mengetahui pemicu gempa lainnya di sekitar sesar Renun termasuk pada wilayah Toba. Penelitian ini mennggunakan metode Double Difference (Hypo-DD). Data yang digunakan berupa data arrival time yang berasal dari gelombang seismik pada rentang waktu 01 Januari 2020 s.d 31 Desember 2020. data ini diperoleh dari BMKG kelas 1 Deli Serdang. Jumlah event gempabumi yang terelokasi di segemen Renun pada tahun 2020 adalah sebanyak 82 gempabumi. Hasil relokasi dengan menggunakann metode hypoDD menunjukkan perubahan pada hiposenter yang lebih baik dibandingkan posisi awal, gempabumi yang terjadi pada tahun 2020 hanya beberapa kejadian gempabumi pada wilayah sesar Renun A, Renun B, dan Renun C.

Page 5 of 10 | Total Record : 96