cover
Contact Name
Agna Rizky
Contact Email
agnarizkyputra@gmail.com
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Jl. Baluran No. 1, Panarukan, Situbondo Regency, Jawa TImur, Indonesia
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal IKA PGSD : Ikatan Alumni PGSD UNARS
ISSN : 23383860     EISSN : 26564459     DOI : https://doi.org/10.36841/pgsdunars
Core Subject : Education,
IKA PGSD adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Pertama kali dibentuk pada tahun 2012, dan saat ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal IKA PGSD berisikan hasil penelitian dan kajian pustaka tentang pendidikan (termasuk pendidikan dasar, sampai pendidikan tinggi, menejemen pendidikan, proses belajar mengajar, perkembangan peserta dididik, teknologi pembelajaran dan sebagainya. Lebih lengkap dapat dilihat pada Aim and Scope.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 453 Documents
PENERAPAN KEGIATAN FINGER PAINTING UNTUK MENSTIMULASI PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 – 5 TAHUN Fepy Ayu Wulandari; Nurhafit Kurniawan; Mochammad Maulana Trianggono
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2608

Abstract

Kemampuan fisik motorik halus merupakan salah satu kemampuan yang diharapkan dapatberkembang pada proses pembelajaran di PAUD. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 4 - 5 tahun setelah distimulasidengan kegiatan finger painting. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakanmetode sampel jenuh (nonprobability sampling). Penelitian ini menggunakan observasi untukmengamati dan mengukur proses pembelajaran, mengevaluasi proses pembelajaran dan menguji keterlaksanaan pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengandesain pra – eksperimen (pre – exsperimental) dan model design one – group pre – test post –test. Penelitian ini dianalisis menggunakan Uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian inidilakukan terhadap 10 anak dengan memberikan pre-test dan post-test, dengan hasilmenunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara skor pre-test dan post-test dimana skor Pretest< Posttest. Hasil uji N-gain menunjukkan skor sebesar 0,42 dengan kriteria sedang. Hasil inimenunjukan bahwa kegiatan finger painting dapat menstimulasi peningkatan kemampuan fisik motorik halus anak.
ANALISIS STRUKTURAL EQUATION MODEL DALAM KAJIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Arie Purwanto; Melania Eva Wulanningtyas
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2603

Abstract

Pendidikan merupakan perihal yang sangat penting guna menjamin perkembangan dan regrenersai ilmu pengetahuan. Dalam praktiknya sangat banyak ditemui permasalahan dalam implementasi sistem belajar dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan karakteristik subyek dalam pendidikan yang dimaksud yakni manusia. Keunikan manusia membuatnya memiliki ciri khas tersendiri untuk setiap individunya. Namun demikian hal tersebut bukan merupakan hal yang harus dihindari. Sebagai seorang pendidik merupakan perihal yang wajib untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Salah satu permasalahan yang titemui yakni terkait hasil belajar siswa. Hasil belajar dianggap sebagai tolak ukur keberhasilan sistem pendidikan yang dijalankan. namun demikian hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor internal, psikologis, dan faktor eksternal. Hal ini menjadi perihal yang utama yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dampak dari faktor yang memperngaruhi hasil belajar. Analisis yang digunakan adalam analisis Persamaan Model Struktural dengan metode estimasi yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hal ini dilakukan karena struktur model yang digunakan sangatlah kompleks sehingga membutuhkan analisis yang dapat secara baik mengevaluasi permasalahan yang ditemuai. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan yang pada lingkungan sekolah, masa depan dan cita-cita, serta lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa. Lingkungan sekolah mempengaruhi hasil belajar secara sangat signifikan dengan pengaruh sebesar 0,482. Selain itu Masa depan dan cita-cita memberikan pengaruh secar sangat signifikan sebesar 0,213, dan lingkungan keluarga memberikan pengaruh secara sangat signifikan yakni sebesar 0,244.
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER PADA KALIMAT PETUNJUK KERJA OPERASIONAL BUKU SISWA KURIKULUM 2013 KELAS V TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Aenor Rofek; Entantri Entantri
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2610

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitataif dengan jenis deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2017/2018.Data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat dalam buku siswa pada bagian petunjuk kerja.Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku ajar berupa buku siswa kelas 5 yang diterbitkan oleh kemendikbud. Adapun teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain dokumentasi, kajian isi, dan pengkodean. Adapun sistem pengkodean yang digunakan dalam penelitian ini di dasarkan pada kategori-kategori yang ditentukan sebelumnya lalu memecah kategori menjadi subkategori yang lebih kecil. Kategori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kategori kepribadian dan sosial.Berdasarkan hasil analisis terhadap Buku Tematik siswa kelas 5 tentang nilai karakter yang terkandung dalam kalimat petunjuk kerja operasional diperoleh 2 klasifikasi nilai karakter yaitu nilai karakter kepribadian dan nilai karakter sosial.Adapun nilai karakter kepribadian yang teridentifikasi sebanyak 122 antara lain : nilai karakter religius, cinta tanah air, kerja keras, kreatif, mandiri, tanggung jawab, rasa ingin tahu, dan percaya diri. Sedangkan jenis karakter sosial yang teridentifikasi 72 karakter antara lain: nilai karakter bersahabat/ komunikatif, cinta damai, menghargai prestasi, semangat kebangsaan, peduli sosial, peduli lingkungan, dan toleran.
STUDI LITERATUR: PERAN TEKNOLOGI BAGI PENDIDIKAN DALAM REVOLUSI 4.0 Fitra Ramadani; Darmansyah Darmansyah; Desyandri Desyandri
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2605

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan (Library Research) berusaha menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang sedang berlangsung atau sudah terjadi pada pendidikan 4.0. Data yang dikumpulkan berasal dari jurnal ilmiah terkait peran teknologi bagi pendidikan dalam revolusi 4.0. Studi ini memfokuskan pada peran teknonologi Pendidikan 4.0 serta kesiapan, keterampilan dan kompetensi yang harus dimiliki siswa dan guru dalam menghadapi dan menjawab tantangan Pendidikan 4.0. Hasil studi menunjukkan revolusi Pendidikan 4.0 memungkinkan proses pembelajaran berlangsung tanpa batas spasial dan temporal, artinya pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas dan selama waktu belajar dan terdapatnya trend baru dalam terkait Pendidikan 4.0. Teknologi Pendidikan memiliki banyak peran dalam revolusi Pendidikan 4.0 ini seperti teknologi augmented dan virtuality (AR/VR), Steam education, pengembangan media belajar berbasis teknologi, dan teknologi pembelajaran modular. Hal ini perlu disikapi dengan berbagai kesiapan, keterampilan dan kompetensi yang harus dimiliki guru dan juga siswa untuk menghadapi dan menjawab tantangan Pendidikan 4.0
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PRESENTASI DENGAN MODEL BELAJAR JIGSAW DAN PBL PADA MATERI TEKS LHO SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SARIREJO Rahma Wulan Puspareni
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v9i1.2611

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan presentasi dengan model belajar jigsaw dan problem based learning (PBL) pada materi teks laporan hasil observasi (LHO) siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sarirejo tahun pelajaran 2022/2023 . Model Belajar Jigsaw berpusat pada kegiatan diskusi kelompok dengan membagi dua kelompok kerja. satu kelompok sebagai pembimbing kelompok lain, satu kelompok lagi sebagai kelompok terbimbing. Mereka membaur jadi satu , dengan kelompok pembimbing memberikan arahan dan bimbingan kepada kelompok terbimbing. Materi teks LHO berupa gambar atau video , kemudian kelompok berusaha menemukan permasalahan yang terdapat pada gambar atau video tersebut. Setelah menemukan permasalahannnya mereka kemudian mengubahnya kedalam bentuk laporan hasil observasi dengan presentasi di depan kelas secara berkelompok. Pembelajaran ini dilakukan dengan dua sikklus. Keunggulan dari model belajar jigsaw adalah bahwa siswa dapat aktif dalam belajar secara berkelompok, berdiskusi dan memecahkan permasalahan. Di dalam pembelajaran siswalah yang dominan berperan dalam memecahakan masalah. Tugas guru juga lebih ringan karena beberapa siswa menggantikan tugas guru sebagai pembimbing dan pengarah. Guru hanya sebagai motivator dan fasilitator. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa sangat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mampu mempresentasikan . Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah siswa mampu secara berkelompok berdiskusi dan presentasi dengan arahan dan bimbingan dari teman sendiri.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Yusraningsih H. Pongoliu; Yestiawati Tohopi
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2606

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 5 Bone Kabupaten Bone Bolango dengan menggunakan jenisPenelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih dalam kategori rendah. Hal ini ditunjukkan dari masih rendahnya aktivitas belajar siswa pada saat observasi awal,dengan taraf persentase 20% dari 25 siswa. Oleh karena itu peneliti melakukan tindakan menggunakan metode pembelajaran inquiry materi keberagaman sosial budaya. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada hasil belajar siswa, terjadi peningkatan sebesar36% pada siklus I pertemuan pertama, 44% siklus I pertemuan kedua dan 60% pada siklus I pertemuan ketiga. Sedangkan pada siklus II pertemuan pertama peningkatan hasil belajar mencapai 68% dan pada siklus II pertemuan kedua mengalami peningkatanhingga 88%, sehingga sudah mencapai indikator kinerja yang sudah ditetapkan yaitu 80% dengan KKM 75
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X SMKN 2 SITUBONDO Tri Astindari
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v9i1.2726

Abstract

This study aims to determine the differences in mathematics learning outcomes between students taught using the Problem Bassed Learning (PBL) model and the discussion method in class X of SMK 2 Situbondo. This research is a quasi-experimental study with the Nonequivalent Control Group Design design. The study population was all students of class X at SMK 2 Situbondo consisting of 7 classes with a total of 206 students. The sample of this study is AK1 class as many as 36 students as the experimental class and AK2 class as many as 31 students as the control class. Data of student learning outcomes in this study were collected by learning outcomes tests. The data analysis technique used was the Independent Sample T-test. The results of the study show that learning using the Probem Bassed Learning (PBL) model can improve the learning outcomes of class X students of SMK 2 Situbondo. This is known based on the average values of the two classes. The group that was taught using the Probem Bassed Learning (PBL) model had an average of 80, while the group taught using the discussion method had an average of 70. To find out the differences in student learning outcomes it can be known based on the result of the Sig. (2-tailed) yaitu 0,033 < 0,05 and the results of the calculation that shows that t count> t table (2,184> 1,997). This means that there are significant differences in the results of mathematics learning between groups of students who take part in learning using the Probem Bassed Learning (PBL) model with groups of students who take part in the learning by discussion method.
MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE EXPLAIN (POE) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PEMBELAJARAN IPA Elsa Wahyuni; Darmansyah Darmansyah; Desyandri Desyandri
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2759

Abstract

Pemahaman konsep untuk pembelajaran IPA sangatlah penting karena pembelajaran IPA tidak akan lepas dari proses berfikir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan modelpembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian literature review dengan pendekatan kualitatif.Data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan terkait buku, jurnal nasional, dan jurnal internasional sesuai fokus penelitian.Teknik analisis data berupa teknik analisis isi. Keabsahan data diuji dengan meningkatkan ketekunan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Poe dapatmeningkatan pemahaman konsep IPA dengan cara menyelidikinya sehingga dengan itu konsep yang sudah ada tidak akan mudah hilang dari ingatannya maka pemahaman terhadap konsep akan lebih bermakna. Seperti pada langkah pembelajaran POE siswa akan diminta memberikan dugaan (predict) dan membuktikan dugaannya dengan percobaan (observation) lalumenjelaskan (explain).
PEMANFAATAN METODE ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK MEMERANKAN TOKOH DRAMA DI KELAS III SD LABORATORIUM UNG KOTA GORONTALO Hendra Saputra S. Adiko; Yulanti S Mooduto
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 12 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v12i2.2773

Abstract

Masalah dalam penelitian ini dirumuskan dengan memanfaatkan metode role playing yang dapat meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam memerankan tokoh drama.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memerankan tokoh drama melalui metode role playing dalam penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil observasi awal Peserta didik yang mampu memerankan tokoh drama ada 2 orang (10%). Siklus I Peserta didik yang mampu memerankan tokoh drama ada 11 orang (55%) dan siklus II mampu memerankan tokoh drama meningkat 18 orang (90%) dari 20 Peserta didik. Hasil capaian ini melebihi target indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya yakni 17 orang (85%) dari Peserta didik yang berjumlah 20 orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan Peserta didik memerankan tokoh drama di kelasIII Sekolah Dasar Laboratorium UNG Kota Gorontalo dapat ditingkatkan dengan metode role playing. Sehingga Hipotesis tindakan yang telah dirumuskan terbukti dan dapat diterima
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DENGAN TEHNIK NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MATA PELAJARAN IPS Agusti Agusti; Ahmad Hafas Rasyid; Riki Wahyudi
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 10 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v10i2.2796

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswi kelas VII MTs Sarji Ar-Rasyid Kabupaten Situbondo 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data berupa metode observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Sedangkan metode analisa datanya adalah deskriptif kualitatif, yaitu analisa untuk melihat hasil tindakan terhadap aktivitas dan hasil belajar siswi yang diharapkan.Berdasarkan analisi data secara deskriptif kualitatif setelah tindakan dimana dengan menggunakan Penerapan Model Pembelajaran PBL (Problem based learning) dengan tehnik NHT (Numbered Head Together) dapat meningkatkan aktivitas. Hal ini dapat dilihat dari Prosentase Pertemuan 86 % dan Prosentase Pertemuan II 94 % dan Prosentase Pada pertemuan I siswa masih kurang memahami materi dan siswi masih merasa tegang dan kebingunan dengan metode yang diterapkan. Berbeda pada pertemuan II dan III siswi sudah tidak merasa malu untuk bertanya pada guru dan pada teman satu kelas sehingga pembelajaran berlangsung dengan baik. Hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 94 %. Hasil ini dikatakan tuntas karena ketuntasan belajar siswa