cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 423 Documents
Teacher Trainees' Perceptions of Health Literacy Integration in Classrooms Sahputri, Juwita; Azhari, Teuku; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3455

Abstract

Health literacy plays a critical role in education. Incorporating health literacy into educational programs improves students’ ability to make knowledgeable health decisions and supports a better and healthier lifestyle. This study aims to unveil the attitudes, preparation, and obstacles or resources that teacher-training students have while including health literacy in their lessons. It seeks to ascertain their opinions on encouraging health-conscious classrooms, their level of preparedness to use health literacy, and the obstacles or facilitators to its successful use. This study emphasizes the value of incorporating health literacy into teacher preparation programs, stresses the roles that educators play in raising health awareness, and makes recommendations for changes to educational policies. With a focus on the senior year of Indonesian Language Education majors at the Faculty of Education, this qualitative study incorporated semi-structured interviews with five Lecturers and fifteen randomly selected students from Indonesian Language Majors. The study found that real-world health subjects encourage engagement, and health literacy improves student well-being by encouraging healthy practices that improve focus and learning. A lack of resources can make students less confident when researching content, therefore they require courses that are structured and have defined strategies. Integration is difficult due to time restrictions, but tools such as online resources and guest lectures, as well as cross-disciplinary inclusion, can promote successful learning.
Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Jantung Koroner Pada Usia Produktif Pashar, Imran; Rahmi, Yuza Olsi; Islamiyah, Tsuwaibatul
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3462

Abstract

Latar belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) telah menjadi penyebab kematian utama di dunia maupun di Indonesia. Banyak orang terkena serangan jantung tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Penyakit jantung koroner diperkirakan 30% menjadi penyebab kematian di seluruh dunia. Kematian bisa dialami pada usia muda, hal ini bertentangan dengan akan sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 berupa meningkatnya umur harapan hidup yang telah dimulai dari tahun 2005 sampai pada tahun 2025 mendatang. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor resiko Penyakit Jantung Koroner pada usia produktif di RSUD Labuang Baji. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif sampel penelitian ini sebanyak 48 sampel yang diperoleh dengan teknik purposive sampling.analisis data menggunakan analisis univariatsedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frecuency Questioner debgan jumlah 29 pertanyaan. Hasil: hasil analisis univariat diperoleh responden dengan riwayat hipertensi normal dan pre hipertensi lebih banyak (47,9%) sedangkan yang mengalami berat badan stadium 1 lebih banyak (56,3%) responden yang tidak memiliki riwayat keluarga lebih banyak (54,2%) responden dengan pola makan baik lebih banyak (41,7%) di banding pola amakn yang cukup (39,6%) responden yang tidak merokok dan merokok ringan lebih banyak (41,7%) Kesimpulan: dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak semua fakor-faktor dapat menyebabkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner
Sifilis Sekunder pada Pasien dengan HIV Positif Lubis, Annisa Amelia; Mellaratna, Wizar Putri
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3465

Abstract

Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual bersifat kronis dan sistemik yang disebabkan oleh spirochaeta Treponema Pallidum subspesies pallidum. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sering sekali muncul bersamaan dengan sifilis dan saling mempengaruhi. Kasus : Pria, 23 tahun dengan keluhan bercak coklat kemerahan di badan, kepala, wajah, kedua tangan dan kaki sejak 2 bulan, tidak gatal maupun nyeri. Bercak coklat kemerahan awalnya muncul di kedua telapak tangan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pasien juga memiliki luka di bagian kelamin yang muncul sekitar 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dijumpai lesi berupa makula eritematosa multiple berbatas jelas dilapisi skuama, diskoid berbentuk bulat maupun lonjog dengan ukuran numular atau berdiameter sekitar 0,5-1 cm. Hasil pemeriksaanimunoserologi VDRL reaktif, TPHA reaktif, Anti HIV reaktif. Pasien diberikan terapi doksisiklin 2x100 mg/ hari selama 30 hari. Manajemen kasus : Diagnosis sifilis didasrkan pada riwayat pasien, pemeriksaan fisik, pengujian laboratorium. Pilihan pengobatan pada kasus ini adalah pemberian obat doksisiklin 2x100mg/ hari selama 30 hari. Tindak lanjut pengujian serologis lebih lanjut akan dilakukan dibulan ke-3 pengobatan. Kesimpulan : pada kasus ini didapatkan seorang pasien 23 tahun dengan infeksi sifilis sekunder yang diberika terapi doksisiklin 2x100mg/hari selama 30 hari. Pemeriksaan serum VDRL pada bulan ke-3 pasca terapi diberikan masih belum mengalami penurunan.
Analisis Pelaksanaan Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Fitra, Nur Hazul; Usman, Usman; Amir, Rahmi; Nurlinda, Nurlinda; Majid, Makhrajani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3467

Abstract

Fraud dalam JKN adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja oleh peserta, petugas BPJS Kesehatan, pemberi pelayanan kesehatan, serta penyedia obat untuk mendapatkan keuntungan finansial dari program jaminan kesehatan dalam sistem Jaminan Sosial Nasional melalui perbuatan curang yang tidak sesuai dengan ketentuan upaya yang secara sengaja dilakukan untuk menciptakan keuntungan yang tidak seharusnya dinikmati, baik oleh individu atau institusi, dan dapat merugikan pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pencegahan kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Anggeraja, serta bagaimanakah sistem pengaduan dan penyelesaian perselisihan jika terdapat kecurangan (fraud) dalam dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Anggeraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode kualitatif deskriptif studi kasus prospektif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Anggeraja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, sementara teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan di Puskesmas Anggeraja memiliki pengetahuan atau informasi yang minim mengenai fraud (kecurangan); bahkan, sebagian besar dari mereka tidak mengetahuinya. Hal ini mempengaruhi tindakan yang diambil oleh pasien BPJS terkait tindakan yang meragukan dan pentingnya melaporkan dugaan kecurangan jika terjadi. Namun, mereka masih belum mengetahui apa itu tindakan fraud dan bagaimana keterlibatan pelayanan kesehatan dalam program JKN. Kesimpulannya, kecurangan di Puskesmas Anggeraja dapat dilaporkan melalui sistem pengaduan atau laporan tertulis yang ditujukan kepada Tim Pencegahan Fraud. Keluhan atau laporan dugaan kecurangan JKN harus mencakup identitas pengaduan, nama dan alamat instansi yang diduga melakukan tindakan kecurangan, dan alasan pengaduan. Jika terjadi perselisihan pendapat terhadap penetapan ada atau tidaknya kecurangan JKN, Dinas Kesehatan Provinsi atau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat meneruskan pengaduan kepada Tim Pencegahan Kecurangan JKN yang dibentuk oleh Menteri.
Konsep Diri Mahasiswa Keperawatan Untuk Menjadi Perawat Profesional Febriana, Annisa; Achriyana Arif, Rifda Nur; Heryyanoor, Heryyanoor
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3468

Abstract

Konsep diri merupakan aspek penting dalam perkembangan profesional mahasiswa keperawatan, yang mempengaruhi bagaimana mereka memandang diri mereka sebagai calon perawat profesional. Pengembangan konsep diri perlu dimulai sejak awal pendidikan keperawatan karena berdampak pada interaksi sosial, pengelolaan stres, dan kesiapan menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsep diri mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini melibatkan 96 mahasiswa keperawatan semester 1, yang dipilih dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang terdiri dari 30 item terkait lima komponen konsep diri: body image, self-esteem, emotional control, social relationships, dan autonomy and decision making. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan memiliki konsep diri yang positif di setiap aspek yang diuji. Sebanyak 85 mahasiswa (88,5%) memiliki citra tubuh yang positif, mencerminkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap penampilan fisik. Sebanyak 90 mahasiswa (93,8%) melaporkan memiliki harga diri yang positif, yang mendukung kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik dan klinis. Aspek emotional control menunjukkan hasil baik, dengan 85 mahasiswa (88,5%) mampu mengelola emosi mereka dalam situasi penuh tekanan. Aspek social relationships menjadi yang paling dominan, dengan 95 mahasiswa (99%) merasa memiliki hubungan sosial yang sehat dan mendukung. Terakhir, 94 mahasiswa (97,9%) merasa memiliki otonomi yang cukup dalam pengambilan keputusan klinis, yang memperkuat kompetensi mereka sebagai calon perawat profesional. Pendidikan keperawatan perlu lebih fokus pada pengembangan konsep diri mahasiswa melalui pengalaman klinis dan dukungan sosial.
Pengolahan Air Bersih Sistem Filtrasi Menggunakan Tabung Filter FRP di Desa Tambatan Putra, Doni Aldiansyah; Suwarni, Linda; Selviana, Selviana
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3470

Abstract

Untuk memenuhi standar kehidupan yang sehat manusia membutuhkan air bersih. Air bisa didapatkan dari berbagai sumber tetapi air tersebut perlu diolah terlebih dahulu. Masalah yang dihadapi masyarakat adalah sulitnya mengakses air bersih, masyarakat juga mengandalkan air hujan sebagai sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih dengan pengadaan tabung filter FRP yang dapat meminimalkan zat pencemar dalam air. Peneliti menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA) sebagai upaya untuk mengetahui masalah yang dihadapi masyarakat, metode PRA digunakan untuk menyamakan persepsi danmengumpulkan ide-ide baru, dan menghasilkan strategi dalam pengambilan keputusan bersama. Hasil pengolahan air menggunakan filter FRP dapat menurunkan cemaran dalam air seperti suhu, kekeruhan, warna, Ph, COD, BOD, serta dapat meningkatkan kualitas air sesuai baku mutu air kelas II menurut PP No.22 Tahun 2021. Kesimpulannya adalah perancangan alat filtrasi air menggunakan filter FRP sangat efektif dalam menurunkan zat pencemar serta dapat meningkatkan kualitas air. Pengujian air setelah filtrasi sudah memenuhi kriteria baku mutu air kelas II menurut PP No.22 Tahun 2021 yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Tambatan.
Pendarahan Post Partum Raihan, Muhammad; Iqbal, T.Yudhi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3472

Abstract

Pendarahan pasca persalinan (PPH) merupakan salah satu penyebab utama kematian dan morbiditas maternal di seluruh dunia, dengan prevalensi yang signifikan terutama pada negara berkembang. Meskipun angka kejadian PPH mayor telah menurun di beberapa negara dengan sistem kesehatan yang baik, komplikasi ini masih menjadi tantangan besar di banyak daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor risiko, penyebab utama, serta strategi pencegahan dan penanganan PPH berdasarkan bukti terbaru. Faktor risiko yang sering ditemukan antara lain plasenta previa, plasenta akreta, riwayat persalinan sesar, hipertensi antenatal, dan anemia. Atonia uteri tetap menjadi penyebab utama dari PPH mayor, sedangkan pengelolaan yang tepat dengan protokol berbasis bukti seperti penggunaan oksitosin profilaksis dapat menurunkan angka kejadian PPH. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya identifikasi faktor risiko secara dini, penguatan sistem kesehatan maternal, dan pelatihan tenaga medis untuk meningkatkan deteksi serta penanganan yang cepat. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan angka kejadian PPH dan kematian maternal dapat ditekan secara signifikan.
Perbandingan Kepatuhan Melakukan SADARI Pada Mahasiswi Dengan Menggunakan Intervensi Alarm Reminder Adi Rizka; Khairunnisa, Khairunnisa; Mardhiyah, Muthia Verza
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3476

Abstract

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode skrining atau pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh setiap wanita dengan memerhatikan bentuk serta merasakan perubahan yang terjadi pada payudaranya dengan beberapa langkah tertentu dan dilakukan satu kali dalam sebulan. Tindakan tersebut bertujuan untuk mendeteksi gejala dari kanker payudara sehingga dapat dilakukan tatalaksana lebih awal. Faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan melakukan SADARI setiap bulan adalah lupa atau tidak adanya fasilitas pengingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepatuhan melakukan SADARI pada mahasiswi Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh dalam melakukan SADARI setelah dilakukan promosi kesehatan dengan menggunakan intervensi alarm reminder. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan desain post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi prodi arsitektur angkatan 2021 dan 2022 yang diperoleh melalui teknik purposive random sampling sebanyak 70 orang yang selanjutnya dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing-masing 35 orang. Data penelitian diperoleh dengan wawancara dan pengisian lembar observasi setelah dilakukan promosi kesehatan selama tiga bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan melakukan SADARI pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing adalah 77,1% dan 42,9%. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan terdapat perbedaan kepatuhan melakukan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,007). Kesimpulan dari penelitian ini adalah alarm reminder efektif untuk meningkatkan kepatuhan melakukan SADARI.
Efektivitas Exercise dalam Mengurangi Nyeri Dismenore pada Remaja: Literatur Review Minarsih, Desi; Nurbaya, Nurbaya; Asharini, Wahyu; Suwarni, Linda
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3479

Abstract

Dismenorea adalah kondisi umum yang dialami oleh perempuan selama menstruasi, yang sering kali menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dampaknya meluas ke berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan fisik, kinerja akademik, suasana hati, hubungan interpersonal, pola makan, olahraga, dan pola tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh exercise terhadap intensitas nyeri dismenorea pada remaja. Literature review dilakukan dengan mencari secara sistematis melalui basis data elektronik, termasuk Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, menggunakan kata kunci "Adolescents AND Exercise AND Dysmenorrhea pain." Kriteria inklusi mencakup artikel yang diterbitkan di jurnal nasional dan internasional terakreditasi antara tahun 2018 hingga 2023, artikel dengan teks lengkap, akses terbuka, dan merupakan penelitian asli. Kriteria eksklusi meliputi artikel ulasan, prosiding konferensi, serta protokol atau proposal penelitian. Pencarian menghasilkan sekitar 24.921 artikel dari tiga basis data. Setelah meninjau judul dan menghapus artikel duplikat, 21 artikel berhasil disaring. Selanjutnya, 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara penuh. Analisis dilakukan menggunakan tabel matriks dan kerangka kerja PRISMA. Ada dua temuan utama: (1) olahraga secara efektif dapat mengurangi intensitas nyeri dismenorea, dan (2) olahraga yang dikombinasikan dengan intervensi tambahan lebih lanjut dapat menurunkan intensitas nyeri. Olahraga fisik yang dilakukan secara teratur meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, yang mendorong relaksasi otot dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran secara keseluruhan. Secara khusus, peningkatan pasokan oksigen ke rahim memiliki peran penting dalam meredakan nyeri dismenorea. Olahraga merupakan solusi komplementer non-farmakologis yang ekonomis dan aman untuk mengatasi dismenorea pada remaja. Manfaatnya tidak hanya terbatas pada pengurangan nyeri, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan fisik dan emosional.
Hubungan Antara Infeksi Daerah Operasi (IDO) dan Faktor Risiko Pada Pasien Pasca Operasi di Rumah Sakit Pancaitana Kabupaten Bone Tahun 2023 Syahruni Ramadhani Rusli; Reeny Purnamasari Juhamran; Muh. Alfian Jafar; Azis Beru Gani; Berry Erida Hasbi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3480

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan salah satu jenis infeksi nosokomial yang signifikan. Meskipun telah terjadi kemajuan dalam praktik bedah, prevalensi IDO masih tinggi secara global dan lokal, sehingga menimbulkan tantangan dalam proses pemulihan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko dengan kejadian IDO pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Pancaitana, Kabupaten Bone, tahun 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berbagai faktor risiko internal, termasuk usia, status gizi, jenis kelamin, kebiasaan merokok, hipertensi, dan diabetes melitus, dengan kejadian IDO. Metode: Penelitian observasional ini menggunakan desain retrospektif cross-sectional berdasarkan rekam medis 108 pasien pasca operasi. Analisis data meliputi metode univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antara IDO dan faktor risiko yang diidentifikasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IDO dengan status gizi (p < 0,001), jenis kelamin (p = 0,003), dan riwayat merokok (p = 0,013). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan usia (p = 0,228), hipertensi (p = 0,267), maupun diabetes melitus (p = 0,523). Kesimpulan: Faktor risiko utama untuk IDO meliputi status gizi yang buruk, jenis kelamin perempuan, dan riwayat merokok. Temuan ini menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan yang terarah, seperti optimalisasi gizi pasien dan pengurangan risiko akibat merokok sebelum operasi, untuk menurunkan kejadian IDO. Penelitian lanjutan dengan ukuran sampel yang lebih besar dan analisis multivariat direkomendasikan untuk memperdalam pemahaman tentang faktor risiko IDO.