cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN SEKUPANG KOTA BATAM Tobing, Mastiur Lumban; Pane, Masdalina; Harianja, Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1630

Abstract

Stunting merupakan bentuk dari proses pertumbuhan yang terhambat, dan merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian serius. Pola asuh ibu yang kurang khususnya dalam pemberian asupan makanan pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Sekupang Kota Batam Tahun 2020. Jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri dari 5 orang ibu yang mempunyai anak usia 24-59 bulan yang mengalami stunting, 1 orang petugas gizi dan 1 orang petugas posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sekupang. Hasil penelitian diperoleh bahwa pola asuh ibu berdasarkan asuhan pemberian makanan, mayoritas ibu tidak memberikan ASI ekslusif, anak sudah diberikan makan dan minum di bawah umur 6 bulan, ibu memberikan sarapan pagi tetapi anak sulit makan dan lebih memilih jajan di warung, mayoritas ibu menyiapkan makanan anak dan mayoritas ibu memberikan hanya bubur nasi saja. Pola asuh berdasarkan asuhan perawatan dasar anak bahwa mayoritas ibu bekerja sehingga yang mengasuh anak adalah suami atau anggota keluarga lainnya, imunisasi dasar pada anak sebelum usia 1 tahun tidak lengkap. Pola asuh ibu berdasarkan asuhan hygiene dan sanitasi bahwa mayoritas ibu menyimpan makanan di tempat tertutup dan bersih dalam lemari, anak mandi dua kali sehari, anak potong kuku seminggu sekali, baju anak diganti apabila kotor, ibu membersihkan bagian dalam dan luar rumah serta menggunakan air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan air minum keluarga. Disarankan kepada orang tua terutama para ibu yang mempunyai anak dengan kejadian stunting supaya lebih memperhatikan pola asuh anak khususnya pola pemberian makanan sesuai menu gizi seimbang dan imunisasi lengkap pada anak.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI (DISMENORE) PADA REMAJA PUTRI DI DESA PULAU JAMBU Fira, Helena; Apriza, Apriza; Wati, Nila Kusuma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1550

Abstract

during menstruation or dysmenorrhea is often complained by teenage girls who have entered puberty as an uncomfortable sensation such as pain in the abdomen, cramps and pain in the waist that can interfere with daily activities. One of the non-pharmacological treatments for dysmenorrhea is progressive muscle relaxation techniques, which are very suitable for reducing dysmenorrhea pain. Purpose: This study was to determine the effect of progressive muscle relaxation techniques on the scale of menstrual pain (dysmenorrhea) in young women in Pulau Jambu village, the working area of the Kuok Community Health Center in 2020. Methods: This type of research uses a quasi-experimental method with a non-equivalent pretest-posttest plan. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 30 people. The data collection tool used was an observation sheet using the Numeric Rating Scale (NRS) pain scale. Data processing used univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon Signed Rank Test with the SPSS 17 program. Results: this study shows that progressive muscle relaxation techniques have an influence on the scale of dysmenorrhea in young women in Pulau Jambu village, the working area of the Kuok Health Center in 2020 with a p value of 0.000. (
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI SULUNG PADA ANAK UMUR 4 - 5 TAHUN DI DESA KUOK Rinda Fithriyana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1641

Abstract

The main problem of dental and oral health in children is dental caries. Both primary and permanent teeth have a risk of caries, but the decay process of primary teeth spreads more rapidly, extends and is more severe than permanent teeth. The purpose of this study was to determine the relationship between the socioeconomic status of parents and the incidence of primary dental caries in children aged 4-5 years in Kuok Village. This type of research is analytic with cross sectional design. The population in this study were all children aged 4-5 years and parents in Kuok Village with a sample of 406 people. The sampling technique used was purposive sampling technique with a sample size of 40 people. The data collection tool used was a questionnaire with univariate and bivariate data analysis using the chi square test. The results of statistical analysis obtained a significant value of p value = 0.033 (p value ≤ α 0.05). This means that there is a significant relationship between socioeconomic status and the incidence of primary dental caries in children aged 4-5 years in Kuok Village. Parents should pay more attention to their children's dental health. Parents should routinely check their children's teeth at a dentist or health service facility every 6 months.
IMPLEMENTASI PROGRAM ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS ALAI KECAMATAN TEBING TINGGI BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI TAHUN 2020 Welly Sando; Dami Yanthi; Muhammad Dedi Widodo; Tengku Khairani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v4i2.1003

Abstract

Implementation is the implementation of laws in which various actors, organizations, procedures, and techniques work together to carry out policies in an effort to achieve policy objectives or policy programs. Exclusive breastfeeding coverage The Meranti Islands District Health Office experienced the lowest exclusive breastfeeding coverage in 2019, namely Alai Community Health Center, which is 25% where the achievement of the exclusive Breastfeeding Program (ASI) in Meranti Islands Regency in 2019 is 50% and still far from the national target of 80%. This study aims to determine the implementation of the exclusive breastfeeding program at Alai Public Health Center, Tebing Tinggi Barat District, Meranti Islands Regency in 2020. This type of qualitative research uses observational research. When the research was conducted in June-August at the Alai Public Health Center, Tebing Tinggi Barat District, Meranti Islands Regency. The research subjects were the head of the puskesmas (IK1), pregnant women (IU1), PJ KIA (IP1), and posyandu cadres (IP2). Data analysis is used by systematically arranging the interview guidelines, then processing the data, data from observations are identified to describe each variable, a summary will be presented in narrative form. The results of this study indicate that the policies in the exclusive breastfeeding program have been implemented but the coverage of exclusive breastfeeding is still low because many pregnant women do not follow the recommendations that have been given by health workers in counseling such as the benefits of breastfeeding. It can be concluded that health workers in the policy of the exclusive breastfeeding program provide counseling to pregnant women and approach pregnant women in order to achieve an exclusive breastfeeding program. It is recommended that the head of the Alai Community
GANGGUAN PERNAPASAN PADA PEKERJA DAN PENGUKURAN KADAR DEBU DI TEMPAT PEMBUATAN BATU BATA DI KECAMATAN TENAYAN RAYA Beny Yulianto; Nadhiya Sahira; Zhaky Wahyu Putra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1399

Abstract

Pembuatan batu bata merupakan salah satu industri sektor informal yang banyak ditekuni oleh masyarakat Indonesia. Tidak ada data yang pasti tentang pekerjaan di sektor informal baik tentang jumlah pekerjaan, resiko yang dihadapi kejadian ganguaan pernapasan maupun kecelakaan kerja. Namun tidak berarti tidak ada bahaya yang dihadapi para perajin batu bata. Laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam World Health Report 2000 menyebutkan, lima penyakit paru utama merupakan 17,4% dari seluruh kematian di dunia, masing-masing terdiri dari infeksi paru 7,2% PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) 4,8% tuberculosis 3,0% kanker paru/trakea/bronkus 2,1% dan asma 0,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gangguan pernapasan pada pekerja di tempat pembuatan batu bata serta pengukuran kadar debu di tempat pembuatan batu bata di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain observasional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020. Lokasi penelitian di lakukan di Kecamatan Tenayan Raya. Jumlah sampel sebanyak 70 pekerja, penggumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kadar debu menggunakan Light House Meter. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pekerja yang mengalami gangguan pernapasan sebanyak 61 pekerja (87.1%), tidak menggunakan alat pelindung diri (masker) sebanyak 58 pekerja (82.9%), kadar debu di tempat pembuatan batu bata melebihi nilai ambang batas yang dipersyaratkan.
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 MAHASISWA UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI TAHUN 2020 Putri Eka Sudiarti; Zurrahmi ZR; Marini Ariesta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1642

Abstract

Pendahuluan: Corona Virus Disease-19 atau COVID-19 telah ditetapkan sebagai pandemik atau wabah global oleh World Health Organization (WHO). Salah satu negara yang terdampak wabah COVID-19 adalah Indonesia. Bentuk tindakan pemerintah Indonesia terhadap kasus Covid-19 yaitu dengan membuat sebuah peraturan New Normal dimana setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat harus mengutamakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan protokol kesehatan COVID-19 Mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakana teknik purposive sampling yaitu sebanyak 83 responden. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi S1 Keperawatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist observasi dan angket. Hasil peneltian akan diolah untuk melihat persebaran distribusi pelaksanaan protokol kesehatan Covi-19 yang dilakukan oleh responden. Hasil: mayoritas mahasiswa berjenis kelamin Perempuan yaitu sebanyak 70 orang (84,33%). Sekitar 78 (93,97%) Mahasiswa melakukan tindakan mencuci tangan, 82 (98,79%) Mahasiswa melakukan tindakan etika batuk dengan baik. Seluruh mahasiswa 83 (100%) melakukan menggunakan masker dan sekitar 80 (96,38%) mahasiswa melakukan physical distancing. Kesimpulan: Secara keseluruhan mahasiswa telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sesuai dengan yang ketentuan New Normal oleh pemerintah. Hal ini dapat didasari karena mahasiswa merupakan mahasiswa kesehatan.
IMPLEMENTASI PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) UNTUK MENGURANGI KASUS STUNTING DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN SLEMAN Merita Eka Rahmuniyati; Sri Sahayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1235

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kurang yang ada di Indonesia. Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Sleman sebesar 11%. Masalah sanitasi lingkungan dan penyakit infeksi memberikan kontribusi adanya kasus stunting. Upaya pengurangan stunting dapat dilakukan melalui intervensi gizi sensitif yakni dengan menerapkan Program STBM. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran implementasi STBM untuk mengurangi kasus stunting di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam (indepth interview) pada 20 informan. Keabsahan data meggunakan triangulasi sumber dan analisis data kualitatif menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya menurunkan kasus stunting sudah dilakukan melalui faktor lingkungan yakni dengan melaksanakan lima pilar STBM yakni stop BABS, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga. Masyarakat sudah menerapkan lima pilar, namun memang belum semua pilar terpenuhi. Upaya pihak puskesmas wilayah Kabupaten Sleman juga sangat optimal untuk menurunkan kasus stunting yakni dengan menciptakan kreativitas inovasi program dengan memadukan program STBM dengan program percepatan penurunan stunting sangatlah efektif. Menurut Data Dinkes Sleman tahun 2020 menunjukkan adanya penurunan kasus stunting menjadi 8,38%. Simpulan dari penelitian ini yakni masyarakat sudah menerapkan lima pilar STBM di dalam kehidupan sehari-hari, implementasi program STBM ini sangat bermanfaat dapat menurunkan kasus stunting, meningkatkan hygiene personal sanitasi dan lingkungan serta perubahan perilaku untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBERIKAN BANTUAN HIDUP DASAR MELALUI MODELING PARTISIPAN Suardi Zurimi; Hamdan Hariawan; Adolfina Bumbungan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1599

Abstract

The drowning emergency is associated with respiratory and cardiovascular problems. Increasing public knowledge to provide first aid needs to be implemented. This study aimed to improve the ability of coastal communities to provide essential life support through participant modeling. The research design used was a quasi-experiment with a one-group pre-post test design approach. The number of samples in this study was 34 respondents. The research was conducted by determining the five models given. Then the model provides education and basic life support training to the respondents. The variables of this study were participant modeling and the ability to provide essential life support. The instrument used was the standard operating procedure for basic life support and observation sheets, and the research analysis used was the paired t-test.This study's results indicate that giving the participant modeling action has an effect and increases the average value of the respondents' knowledge and skills after being given these actions. Participant modeling can improve cognitive, self-confidence, and skills to form new behaviors, such as providing essential life support.
TINDAKAN PENANGANAN DIARE PADA ANAK DI DESA PADANG MUTUNG KECAMATAN Rahma Dini Lestari; Nila Kusumawati; Putri Eka Sudiarti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v4i2.1035

Abstract

Pendahuluan: World Health Organization mengungkapkan bahwa sekitar 20% anak meninggal karena diare setiap tahunnya. Tindakan pertama yang dilakukan ibu pada anaknya yang menderita diare sangat menentukan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan ibu – ibu dalam menangani diare pada anak di Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan deskriftif naratif. Teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu sebanyak 15 responden. Pengumpulan data dengan wawancara dan menggunakan daftar pertanyaan tentang alasan ibu tidak membawa anak yang menderita diare ke pelayanan kesehatan dan tindakan yang dilakukan ibu dirumah untuk mengatasi diare pada anaknya. Hasil analisis yang diperoleh dari pengolahan data kepada 15 responden dengan menggunakan tiga jalur analisis data kulaitatif yaitu reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil: Berdasarkan penelitian inididapatkan alasan ibu tidak membawa anaknya ke pelayanan kesehatan karena persepsi ibu bahwa diare tidak membahayakan anaknya dan menghemat biaya. Tindakan yang dilakukan ibu dirumah adalah pemberian oralit, teh pahit, susu, beras direndang, obat warung seperti sepertetra dan entrostop. Kesimpulan: Ibu lebih memilih melakukan tindakan dirumah untuk mengatasi diare pada anaknya dengan berbagai macam cara pengobatan kampung. Diharapkan kepada Puskesmas untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya membawa anak yang diare ke pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN MOTIVASI DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DINI PADA BAYI DI BAWAH USIA 6 BULAN Pandu Sandika; Nur Afrinis; Emdas Yahya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1534

Abstract

Complementary feeding of breastmilk to infants aged less than 6 months can cause health problems such as constipation, diarrhea and allergies. It will have an impact on the nutritional status of the infant. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation and mother occupation with complementary feeding of breastmilk to infants under the age of 6 months in Naga Beralih village the work area of Community Health centre Kampar Utara in 2020. This type of research was analytic with cross sectional design. The population of this research was mothers who have infants aged 0-6 months in Naga Beralih village, the working area of Community Health centre Kampar Utara, totaling 41 people. Data collection tools in this study used a questionnaire. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis with chi square. The results showed that most of the respondents have high motivation in giving complementary breastfeeding, most of the respondents work, most of the respondents give complementary foods to infant under the age of 6 months. There was a relationship of motivation with complementary feeding with p value of 0.001. There was a work relationship with the provision of complementary feeding under the age of 6 months in Naga Beralih village the work area of Community Health centre Kampar Utara in 2020 with a p value of 0.002. For health workers, in order to increase education about the importance of complementary breastfeeding by forming classes for infants and toddlers to provide information and demonstrations, especially regarding the amount of complementary breastfeeding, types of food and timing of complementary feeding.

Page 10 of 216 | Total Record : 2155