cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
NON-ARTERITIC ANTERIOR ISCHEMIC OPTIC NEUROPATHY IN SMOKER ADULTS Kirana, Nur Anisa Candra; Hayati, Hayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47968

Abstract

Neuropati optik iskemik anterior non-arteritik (NAION) dikenal sebagai neuropati optik akut yang paling umum dan penyebab utama kehilangan penglihatan mendadak tanpa rasa sakit di seluruh dunia, dengan perkiraan kejadian tahunan berkisar antara 2,3 hingga 10,2 per 100.000 individu >50 tahun. Meskipun asal pasti NAION masih belum diketahui, patofisiologinya melibatkan infark iskemik kepala saraf optik karena aliran darah yang terganggu melalui arteri siliaris posterior pendek, dengan beberapa faktor risiko vaskular sistemik yang berkontribusi terhadap perkembangannya termasuk peran merokok tembakau yang kontroversial tetapi semakin dikenal. Untuk mencegah kebutaan seumur hidup, penelitian ini menekankan pentingnya diagnosis dini dan manajemen NAION yang menyeluruh pada pasien perokok berat. Dilaporkan seorang pria berusia 45 tahun mengeluhkan penglihatan mata kanan kabur sejak 1 minggu yang lalu. Penglihatan kabur dirasakan terutama hanya ketika melihat ke kanan dan ke bawah. Dia memiliki riwayat sakit kepala 1 minggu yang lalu. Dia juga merupakan seorang perokok aktif dengan kebiasaan merokok 1 bungkus/hari sejak 15 tahun yang lalu. Pemeriksaan visus jauh 0,5 pada kedua mata. Hasil tes konfrontasi menunjukkan penyempitan lapang pandang temporo-inferior OD. Pemeriksaan tonometri OD > 50 mmHg dan OS 17 mmHg. Pemeriksaan funduskopi langsung menemukan OD diskus optikus bulat dengan batas tidak jelas, berwarna kuning kemerahan, rasio C/D 0,3, rasio A/V 2/3.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN YANKESTRAD INTEGRASI DALAM PEMANFAATAN ASMAN TOGA DI PUSKESMAS PAJANG KOTA SURAKARTA Hidayati, Ririn Nur; Suswardany, Dwi Linna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47971

Abstract

Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) di Indonesia mengalihkan pengobatan dengan kuratif menuju pendekatan preventif dan promotif. Sebagai peningkatan akses pelayanan kesehatan tradisional bagi masyarakat, pemerintah perlu menindaklanjuti dengan pelaksanaan upaya kesehatan perorangan (akupunktur dan ramuan) dan upaya kesehatan masyarakat dengan melalui asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga dan akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tradisional di Kota Surakarta, khususnya di Puskesmas Pajang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Case Study (studi kasus), pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur dan telaah dokumen regulasi terkait. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pajang Kota Surakarta pada bulan Februari – Maret 2025. Hasil Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional melalui Asuhan Mandiri TOGA di Puskesmas Pajang Kota Surakarta sampai saat ini berjalan dengan baik, dibuktikan dengan kuantitas kelompok asman TOGA yang terus bertambah, saat ini Puskesmas Pajang telah memiliki 15 kelompok asman TOGA. Kendala yang dihadapi Puskesmas Pajang yaitu pembiayaan yang terbatas dan kurangnya sumber daya manusia, Monitoring dan evaluasi kelompok TOGA di masyarakat belum dilakukan secara rutin, dan motivasi masyarakat yang kurang.Kesimpulan Yankestrad sudah dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Surakarta sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN UKS DENGAN KEPUASAN SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KARANGANYAR Wijayanti, Anisa Catur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47996

Abstract

Pelaksanaan program UKS hingga saat ini masih dirasa belum optimal dan belum sepenuhnya memenuhi harapan. Kualitas pelayanan UKS sebagai salah satu bentuk layanan kesehatan dasar di sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan peserta didik. Pelayanan UKS yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan kepuasan siswa terhadap layanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan UKS yang dirasakan siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Karanganyar dengan kepuasan siswa. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 305 responden yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara menggunakan instrumen berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan UKS (p = 0,001) dengan kepuasan siswa. Sebagian besar siswa menilai kualitas pelayanan kurang baik dan siswa yang merasa kurang puas sebanyak 91 responden (65%) dan kualitas pelayanan baik dan siswa yang merasa puas sebanyak 135 responden (81,8%). Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan UKS sangat penting untuk mendukung kepuasan dan kesehatan peserta didik. Disarankan menyediakan nomor darurat untuk menghubungi puskesmas terdekat, pembina UKS berjaga di UKS selama jam operasional sekolah berlangsung sehingga anggota PMR yang berjaga sesuai jadwalnya lebih tertib dan meningkatkan fasilitas UKS.
DAYA TERIMA COOKIES DAUN TURI (SESBANIA GRANDIFLORA) PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH PUSKESMAS LAMBITU Zara Avila, Dea; Khatimah, Nur Husnul; Alkhair, Alkhair; Rhosmiati, Rhosmiati; Putri, Dita Oktaviani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48016

Abstract

Periode menyusui merupakan fase penting bagi ibu dan bayi, di mana ibu membutuhkan asupan gizi lebih untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI) berkualitas. WHO menganjurkan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu menyusui untuk mencegah kekurangan gizi. Salah satu bahan pangan yang diyakini bermanfaat adalah daun turi, tanaman asli Indonesia yang kaya protein, vitamin, mineral, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan daya terima cookies daun turi berdasarkan rasa, warna, dan aroma dengan tiga formula berbeda (F1: 125 g, F2: 100 g, F3: 75 g). Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain eksperimental. Uji perbedaan daya terima dilakukan menggunakan One Way ANOVA melalui aplikasi SPSS, sedangkan analisis kandungan gizi dilakukan menggunakan NutriSurvey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada aspek rasa (p = 0,019; p < 0,05), sedangkan pada aspek warna (p = 0,641) dan aroma (p = 0,483) tidak terdapat perbedaan signifikan (p > 0,05). Formula dengan tingkat kesukaan tertinggi secara keseluruhan, dilihat dari persentase “suka” dan “sangat suka” pada semua aspek, adalah F3 (75 g).
HUBUNGAN ANTARA FOMO (FEAR OF MISSING OUT) DENGAN NOMOFOBIA PADA MAHASISWA FKM UNSRAT Lotulung, Megapresia Indri; Kalesaran, Angela F. C.; Nelwan, Jeini E.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48017

Abstract

Ketergantungan yang tinggi terhadap smartphone dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah nomofobia, yaitu ketakutan berlebihan saat terpisah dari smartphone. Banyak individu menggunakan smartphone untuk mencari informasi dan mengakses media sosial, sehingga ketakutan tertinggal informasi (Fear of Missing Out/FOMO) dapat menjadi pemicu nomofobia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out (FOMO) dengan nomofobia pada mahasiswa FKM UNSRAT. Jenis penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner NMP-Q dan FOMOs dan dibagikan kepada 100 mahasiswa yang menjadi responden. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Analisis statistik dilakukan secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi, serta secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,000 (<0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,357. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat kekuatannya cukup dan arah hubungan yang positif, antara FOMO dengan nomofobia pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT
HUBUNGAN RIWAYAT IMUNISASI DASAR DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBOKEN Oktavia, Anggriani; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48051

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu krusial dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia, sekaligus mencerminkan tingkat kesejahteraan suatu bangsa. Salah satu aspek yang berperan dalam menentukan status gizi balita adalah riwayat pemberian imunisasi dasar. Ketidaktuntasan dalam pemberian imunisasi dapat meningkatkan risiko anak terserang penyakit infeksi seperti campak, tuberkulosis, dan difteri, yang berpotensi mengganggu proses penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan anak secara optimal. Oleh sebab itu, tercapainya cakupan imunisasi dasar yang memadai dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan gangguan gizi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara status imunisasi dasar dengan kondisi gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Remboken. Studi ini yakni kuantitatif mempergunakan desain penelitian observasional analitik menerapkan cross-sectional study. Populasi di studi ini ialah balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Remboken, banyaknya sampel yakni 91 balita yang dipilih melalui teknik berupa probability sampling melalui metode sampel acak sederhana. Instrumen yang dipergunakan pada studi ini berupa kuesioner, pengukuran antropometri, serta data dari buku KIA. Analisis data di studi ini mempergunakan uji statistik chi square. Hasil studi memperlihatkan bahwasannya ada korelasi signifikan antara riwayat imunisasi dasar dan status gizi sesuai indeks BB/U (p = 0,039) serta PB/U atau TB/U (p = 0,012). Temuan dari penelitian ini mengindikasi terdapat hubungan antara riwayat imunisasi dasar dengan status gizi balita, berdasarkan indeks BB/U dan PB/U atau TB/U.
ANALISIS SPASIAL PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2021-2024 Supit, Nikita; Ratag, Budi Tarmady; Nelwan, Jeini Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48059

Abstract

Kondisi lingkungan seseorang sangat berpengaruh terhadap penyakit Tuberkulosis baik dari segi kepadatan penduduk, kemiskinan/ekonomi dan akses pelayanan kesehatan. Kepadatan penduduk sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit Tuberkulosis. Kepadatan penduduk dari daerah setempat dan penduduk pendatang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejadian Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial dari jumlah kasus Tuberkulosis di Kabupaten Minahasa Utara tahun 2021-2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis spasial yang didapatkan yaitu kecamatan Kalawat selalu menempati kepadatan penduduk paling tinggi selama 4 tahun terakhir, dan kecamatan Airmadidi memiliki lonjakan paling tinggi pada tahun 2024. Kecamatan Kalawat dan Airmadidi yang menjadi faktor terbesar terjadinya persebaran Tuberkulosis yang tinggi  yaitu karena tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Kasus Tuberkulosis menunjukkan peningkatan konsisten dari tahun 2021 hingga 2024. Jumlah kasus meningkat setiap tahun, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada tahun 2024. Kecamatan Kalawat dan Airmadidi merupakan wilayah dengan kepadatan tertinggi. Kasus TBC terus mengalami lonjakan terutama pada 2 kecamatan tersebut. Hasil Analisis spasial menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kepadatan penduduk dan persebaran kasus Tuberkulosis di Kabupaten Minahasa Utara. Tren kasus Tuberkulosis menunjukan peningkatan yang signifikan setiap bulan dan tahunnya, sehingga diperlukan intervensi kesehatan masyrakat yang tepat sasaran untuk menekan laju penyebaran Tuberkulosis
HIV DENGAN TB PARU DAN PNEUMOCYSTIC JIROVECII PNEUMONIAE : LAPORAN KASUS Yusuf, Yuskyiah Ananda; Syahril, Erlin; Anggita, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48069

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan penurunan sistem imun dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis (TB) dan Pneumocystis jirovecii pneumonia (PJP). Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia, dan koinfeksi HIV-TB menambah kompleksitas tatalaksana klinis. PJP juga menjadi infeksi oportunistik dengan mortalitas tinggi pada pasien HIV dengan imunosupresi berat. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses diagnostik dan penatalaksanaan pada pasien dengan koinfeksi TB paru, HIV, dan PJP. Metode yang digunakan adalah laporan kasus deskriptif terhadap seorang perempuan berusia 39 tahun dengan gejala sesak napas, batuk berdahak, penurunan berat badan, dan hasil penunjang yang menunjukkan koinfeksi. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik menyeluruh, pemeriksaan laboratorium, radiologi (foto toraks dan CT-scan), serta pemeriksaan mikrobiologi dan imunologi. Diagnosis ditegakkan sebagai TB paru kasus baru, HIV reaktif dengan kadar CD4 27/μL, dan PJP berdasarkan temuan radiologis serta identifikasi kista Pneumocystis jirovecii. Penatalaksanaan diberikan secara multidisipliner menggunakan antibiotik, steroid, mukolitik, serta terapi suportif lainnya. Koinfeksi TB-HIV-PJP memperlihatkan hubungan patofisiologis yang saling memperburuk, menyebabkan penurunan imunitas lebih lanjut dan meningkatkan risiko kematian. Pemahaman mendalam tentang interaksi patogen dan penanganan tepat waktu sangat penting dalam memperbaiki prognosis pasien. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berbasis bukti dalam menangani pasien HIV dengan infeksi oportunistik multipel.
PREVALENSI KASUS CEDERA KEPALA (TRAUMA KAPITIS) BERDASARKAN KLASIFIKASI DERAJAT KEPARAHANNYA PADA PASIEN OPERATIF DAN NON-OPERATIF DI RSU ROYAL PRIMA AYAHANDA DARI TAHUN 2021-2023 Singh, Sukmen Raj; Hutagalung, Tommy Rizky; Nasution, M. Andriady Saidi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48094

Abstract

Cedera kepala merupakan suatu trauma yang harus dianggap serius, karena cedera kepala adalah salah satu kasus yang memiliki tingkat mortalitas yang tinggi. Kondisi cedera kepala dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik dan kognitif seperti kebingungan, pandangan kosong, sakit kepala, gangguan keseimbangan, mual atau muntah, rasa lelah yang berlebihan, kantuk, penglihatan yang menurun, telinga berdenging, serta penurunan sensitivitas pada pancaindra. Cedera kepala sendiri terjadi akibat benturan mekanik yang berefek pada scalp atau kulit kepala, tulang tulang kranial, dan tulang tulang. Cedera kepala memiliki 3 derajat yang diukur berdasarkan Glassgow coma scale (GCS), yaitu cedera kepala ringan (CKR), cedera kepala sedang (CKS), cedera kepala berat (CKB). Penelitian ini menggunakan penelitian retrospektif deskriptif serta dilakukan di Rumah Sakit Umum Royal Prima Ayahanda Medan dari tahun 2021-2023, Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling yaitu 95 orang yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dalam penelitian terdiri dari variabel bebas (variabel dependen) seperti jenis cedera kepala dan variabel terikat (variable independen) seperti Usia, jenis kelamin, jenis penatalaksanaan, serta mortality rate. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh Pasien cedera kepala berdasarkan GCS adalah cedera kepala ringan (CKR) sebanyak 76 pasien (80%), berdasarkan Usia adalah pada kelompok 15-24 Tahun (31,6%), berdasarkan Jenis Kelamin adalah Laki-laki 61 Pasien (64,2%), berdasarkan Tindakan adalah Non-Operatif 70 Pasien (73,7%), berdasarkan Mortality Rate adalah 3 Pasien (3,2%) dengan kasus terbanyak pada pasien CKB, yaitu 2 pasien.
PERAN STATUS GIZI SEBAGAI FAKTOR PREDIKTOR PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS mutia, wa ode nurul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48099

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis yang dimulai setelah persalinan hingga enam minggu , di mana tubuh ibu mengalami pemulihan baik secara fisiologis maupun psikologis. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami ibu postpartum, khususnya yang menjalani persalinan pervaginam, adalah luka perineum akibat robekan spontan atau episiotomi. Salah satu faktor utama yang memengaruhi penyembuhan luka perineum adalah status gizi. Nutrisi yang adekuat mendukung setiap tahapan penyembuhan luka, mulai dari hemostasis, inflamasi, proliferasi hingga remodeling jaringan. Adapun tujuan tujuan dalam penelitian ini mengetahui korelasi status gizi dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan Cross-Sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total (Exhaustive Sampling), yaitu dengan mengambil seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist skala REEDA untuk menilai penyembuhan luka, serta kuesioner untuk memperoleh data mengenai status gizi ibu nifas. Analisis data dilakukan dengan Uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti.. Status gizi responden sebagian besar adalah kategori gizi normal, yaitu sebanyak 25 orang (78,1%) dan penyembuhan luka perineum sebagian besar mengalami penyembuhan luka dengan waktu normal, yaitu sebanyak 24 orang (75,0%). Terdapat korelasi yang signifikan status gizi dengan  lama penyembuhan luka perineum dengan hasil uji statistik P- Value 0,03 ≤ 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa status gizi memiliki peran yang penting dalam proses pemulihan luka perineum pada ibu nifas. Semakin baik status gizi seorang ibu, maka semakin optimal kemampuan tubuhnya dalam melakukan regenerasi jaringan.