cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DAN KOMPETENSI PERAWAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH SAKIT KETERGANTUNGAN OBAT JAKARTA Saepulloh, Aep; Panjaitan, Eddy Hermawan Hasudungan; Devi, Nurwulan Kusuma; Rangkuti, Zulkifli; Nurakhim, Bambang
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47575

Abstract

Rekam medis elektronik berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan sehingga pasien merasa puas, cepat dan nyaman dengan pelayanan yang diberikan kemudian mempermudah tugas tenaga kesehatan khususnya perawat dalam mendokumentasikan riwayat perjalanan penyakit pasien dari mulai masuk sampai keluar rumah sakit. Tahapan melakukanimplementasi rekam medis elektronik diperlukan penguasaan dari pengguna itu sendiri agar kualitas data yang dihasilkan menjadi optimal. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh secara simultan dan bersama-sama implementasi rekam medis elektronik dan kompetensi perawat terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit. Desain penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 97 responden. Subjek penelitian yang dipilih adalah Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta dan metode pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian ini adalah Implementasi Rekam Medis Elektronik dan Kompetensi Perawat Secara Simultan berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta dengan uji simultan (uji f) dengan melihat nilai F hitung sebesar (22.373) > F tabel (3,09) dengan nilai signifikansinya 0,001 < 0,05. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa variabel Implementasi Rekam Medis Elektronik dan Kompetensi Perawat bersama-sama dapat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta, seluruh karyawan dan tenaga kesehatan khususnya perawat yang menggunakan Rekam Medis Elektronik hendaknya diberikan pelatihan atau In House Training (IHT) terhadap penggunaan Rekam Medis Elektronik sehingga kompetensi perawat dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik dapat terpenuhi dengan baik.
GAMBARAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER DI PUSKESMAS WAE NAKENG KABUPATEN MANGGARAI BARAT Eda, Maria Gunasti; Dodo, Dominirsep O.; Rahayu, Tanti; Mado, Fransiskus G.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47600

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia yang masih tinggi menjadi indikator bahwa pelayanan kesehatan primer masih menghadapi tantangan dalam mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diharapkan. Sebagai respons, Puskesmas Wae Nakeng ditunjuk sebagai pelaksana kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang bertujuan untuk mentransformasi layanan kesehatan yang terfragmentasi menjadi sistem yang terintegrasi berdasarkan pendekatan siklus hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kebijakan ILP dari perspektif tenaga kesehatan sebagai pelaksana di lini terdepan, dengan menggunakan kerangka Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR), serta mengevaluasi capaian implementasinya berdasarkan indikator implementation outcome yang mencakup adopsi, implementasi, dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah (FGD) terhadap informan yang dipilih secara purposif, yaitu kepala puskesmas, koordinator klaster, dan tenaga pelaksana layanan. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan domain CFIR dan indikator hasil implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ILP di Puskesmas Wae Nakeng berjalan dengan baik. Keberhasilan didukung oleh keunggulan relatif dari intervensi, kolaborasi lintas sektor yang kuat, kesiapan organisasi, serta kemampuan adaptif dan sikap proaktif tenaga kesehatan. Proses implementasi berlangsung secara partisipatif dan terstruktur. Tingkat adopsi dan penerimaan terhadap program tinggi, pelaksanaan berlangsung secara konsisten, serta terdapat potensi keberlanjutan yang kuat. Namun, tantangan tetap ada pada keterbatasan sarana prasarana dan rendahnya partisipasi masyarakat. Implementasi kebijakan ILP di Puskesmas Wae Nakeng menunjukkan keberhasilan baik dari sisi struktur maupun operasional. Dukungan lintas sektor, kesiapan organisasi, dan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kunci utama. Meski demikian, diperlukan penguatan fasilitas dan strategi pemberdayaan masyarakat untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. Kata kunci : CFIR, Implementasi Kebijakan ILP, Implementation Outcome Daftar Pustaka : 60 (2021-2025)
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG KAWAT KOTA JAMBI Permatasari, Nadia Dwi; Guspianto, Guspianto; Amir, Andy; Noerjoedianto, Dwi; Herwansyah, Herwansyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47612

Abstract

HIV IV/AIDS merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Di Kota Jambi, kasus HIV/AIDS terus mengalami kenaikan setiap tahun, dengan Puskesmas Simpang Kawat mencatat jumlah tertinggi selama dua tahun berturut-turut sebanyak 222 kasus pada 2022 dan meningkat menjadi 251 kasus pada 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan selama Januari Februari 2025. Analisis data dilakukan dengan software Nvivo 12 menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek Context masih terdapat stigma social serta sebagian informan belum memahami tujuan program. Pada aspek Input, SDM belum memadai karena tidak adanya kader HIV di lapangan, pelatihan tim belum merata, dana penyuluhan terbatas, dan belum tersedia fasilitas komputer. Pada aspek Process, perencanaan sudah dilaksanakan dengan baik namun pelaksanaan kegiatan belum optimal dan masih terkendala, monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Kepala Puskesmas dan pihak Dinas Kesehatan. Pada aspek Product, capaian layanan mencapai 117% dari target, namun tingginya capaian berasal dari pasien luar wilayah kerja puskesmas Simpang Kawat. Pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat sudah terlaksana cukup baik namun masih terdapat kendala pada aspek context, input dan proses pelaksanaanya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA MBAY KABUPATEN NAGEKEO TAHUN 2024 Weto, Yohana Karmilan; Syamruth, Yendris K.; Tira, Deviarbi S.; Wahyuni, Maria M. Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47634

Abstract

Tuberkulosis atau biasa disingkat TBC adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tuberkulosis menular melalui percikan dahak yang mengandung Mycobacterium tuberculosis, yang ditularkan oleh penderita tuberkulosis aktif ketika mereka batuk, bersin atau berbicara. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis yaitu faktor status gizi, riwayat DM, riwayat kontak, status merokok, kepadatan hunian, ventilasi dan pencahayaan di Wilayah kerja Puskesmas Kota Mbay Kabupaten Nagekeo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggnakan rancangan kasus kontrol (case control). Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Mbay Kabupaten Nagekeo pada bulan Mei –Juni Tahun 2025. Populasi kasus merupakan pasien tuberkulosis, sedangkan populasi kontrol merupakan tetangga tanpa tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Mbay. Jumlah sampel adalah 54 denga perbaandingan 1:1 sehingga jumlah sampel sebanyak 108 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada 5 variabel yang menjadi faktor risiko yaitu status gizi (p-value = 0,033) (OR= 2,800), riwayat kontak (p-value = 0,003) (OR= 4,000), kepadatan hunian (p-value =   0,019) (OR= 2,755), ventilasi (p-value= 0,002) (OR= 3,732) dan pencahayaan (p-value= 0,004) (OR= 3,455). Sedangkan 2 variabel yang bukan merupakan faktor yaitu riwayat DM (p-value= 0,242) (OR= 2,059) dan status merokok (p-value= 0,698) (OR= 4,000). Sehingga, upaya pencegahan TBC perlu difokuskan pada perhatian kondisi fisiki rumah, edukasi kesehatan masyarakat, serta pelacakan dan penanganan kontak erat dengan penderita.
LITERATURE REVIEW : PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF CYLINDRICAL GRIP TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE Haslinda, Haslinda; Muchsin, Achmad Harun; Akib, Rahmawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47662

Abstract

Latihan ROM (Range of Motion) pada penderita stroke merupakan salah satu teknik untuk mengembalikan sistem pergerakan, dan untuk memulihkan kekuatan otot untuk bergerak kembali memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari. Latihan range of motion (ROM) merupakan bagian dari proses rehabilitasi untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan kekuatan otot. Latihan beberapa kali dalam sehari dan dilakukan pengulangan setiap gerakan agar latihan tersebut dapat optimal di lakukan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi yang akan menghambat pasien untuk dapat mencapai kemandirian dalam melakukan fungsinya sebagai manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan range of motion cylindrical grip terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Desain penelitian ini adalah Literature Review. Hasil dalam pelaksanaaan penerapan latihan range of motion cylindrical grip dinyatakan mampu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke yang mengalami kelemahan otot. Dapat disimpulkan bahwa latihan Range Of Motion (Cylindrical Grip) yang dilakukan pada pasien stroke dapat meningkatkan kekuatan otot.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA CEPU KECAMATAN PENANGGALAN KOTA SUBULUSSALAM Afrida, Siti; Duana, Maiza; Fadillah, Mardi; Zakiyuddin, Zakiyuddin; Safrizal, Safrizal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47747

Abstract

Pada tahun 2023, 204 orang didiagnosis menderita hipertensi, menurut laporan Pusat Kesehatan Jontor. Berdasarkan data tersebut, Desa Cepu memiliki 38 penderita hipertensi, menempatkannya di peringkat kedua.  Dengan perkiraan 83 pasien pada tahun 2024, angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 31,5%.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia, khususnya terkait kebiasaan makan, tingkat aktivitas fisik, status merokok, dan konsumsi kopi.  Pendekatan: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk melakukan penelitian kuantitatif dengan ukuran sampel 44 orang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan sampling yang dikenal sebagai sampling lengkap.  Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi partisipan.  Penelitian menemukan bahwa meskipun aktivitas fisik, pola makan, dan perilaku merokok semuanya secara signifikan terkait dengan insiden hipertensi (nilai p = 0,000, nilai p = 0,049, dan nilai p = 0,000, masing-masing), konsumsi kopi tidak (nilai p = 0,301).  Kejadian hipertensi pada lansia terkait dengan pola makan, perilaku merokok, dan aktivitas fisik, menurut kesimpulan.  Rekomendasi: Tenaga kesehatan harus mendorong konsumsi kalori dan garam yang lebih rendah di kalangan masyarakat umum, khususnya menargetkan lansia, sambil mendorong untuk mengonsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi, berjalan kaki selama 30 menit secara teratur, mengurangi kafein, dan berhenti merokok.
STUDI KUALITATIF PENGALAMAN MENYUSUI IBU USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SASI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Knaofmone, Pricila Yosepha; Limbu, Ribka; Ndun, Helga J. N; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47756

Abstract

Kehamilan pada usia remaja berdampak pada rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu usia remaja menghadapi tantangan biologis, emosional dan sosial budaya yang mempengaruhi keputusan ibu remaja dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman menyusui pada ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan utama terdiri dari enam ibu remaja yang melahirkan pada usia ≤19 tahun dan memiliki anak usia 0-24 bulan, informan pendukung terdiri dari enam anggota keluarga, satu petugas kesehatan dan satu kader posyandu. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara semi-terstruktur dan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: niat menyusui, pemikiran dan perasaan selama proses menyusui, referensi menyusui, dukungan sosial, dan norma sosial dan budaya. Ibu remaja tetap menyusui karena menyadari manfaat ASI, meski dihadapkan pada hambatan seperti nyeri payudara, keraguan terhadap produksi ASI, dan tekanan sosial. Pengalaman menyusui ibu usia remaja bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dukungan emosional dan informasi dari keluarga serta tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada kelompok ibu usia remaja.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELOLO KABUPATEN SUMBA TIMUR Kitu, Zadrak Ridolof; Romeo, Petrus; Ndun, Helga J. N.; Takaeb, Afrona E. L.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47794

Abstract

Penggunaan kontrasepsi IUD sebagai metode kontrasepsi jangka panjang masih tergolong rendah di Kabupaten Sumba Timur, meskipun metode ini memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan penggunaan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Melolo, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan metode analytic survey. Jumlah sampel sebanyak 90 Wanita Usia Subur (WUS) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan aksional sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), sikap (p = 0,000), akses layanan kesehatan (p = 0,001), serta informasi dan edukasi (p = 0,001) dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), serta pemerintah memperluas akses dan layanan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Melolo. Kata kunci: Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Edukasi
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, KEBIASAAN MAKAN, DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN DM TIPE II DI PUSKESMAS MATANI KOTA TOMOHON Elvin, Jesika; Ratag, Budi T.; Kandou, Grace Debbie; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47795

Abstract

Mencapai 422 juta orang secara global dikonfirmasi oleh World Health Organization (WHO) menderita DM tipe II dan tiap tahun menimbulkan 1,5 juta kematian. Indonesia memiliki prevalensi sebesar 1,7% dan Sulawesi Utara sebesar 2,1% (Survei Kesehatan Indonesia, 2023). DM tipe II adalah kondisi tubuh yang terjadi saat terdapat penumpukan gula dalam darah akibat dari ketidakmampuan hormon insulin untuk memprosesnya. Pola hidup sehat yang diterapkan menjadi cara yang paling tepat untuk mengendalikan penyakit ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan riwayat keluarga terhadap kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon. Studi ini menerapkan metode kuantitatif (observasional analitik) model Cross sectional study yang berlangsung pada Maret hingga Mei 2025. Penelitian dilakukan terhadap seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas Matani dengan sampel sebesar 107 responden yang ditetapkan berdasarkan Purposive Sampling. Penelitian mencakup variabel aktivitas fisik, kebiasaan makan, Riwayat keluarga dan kejadian DM tipe II dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis data dilakukan dengan menganalisis karakteristik tiap variabel dan uji chi-square sebagai analisis korelasi. Hasil yang ditemukan aktivitas fisik terhadap kejadian DM tipe II dihasilkan p value sebesar 0,001, kebiasaan makan dengan p value sebesar 0,003 dan riwayat keluarga dengan p value sebesar 0,000. Kesimpulan didapatkan kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan Riwayat dalam keluarga terhadap kasus kejadian DM tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon
CASE REPORT OF MALARIA WITH CONCURRENT DENGUE AND TYPHOID FEVER Yanti, Andi Kartini Eka; Tasyriq, Andi Zul; Chaniago, Hendrian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47826

Abstract

Di Indonesia, malaria, demam berdarah dengue (DBD), dan demam tifoid merupakan penyakit infeksi endemik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama. Data Kementerian Kesehatan 2025, menunjukkan tingginya angka kejadian ketiga penyakit ini, terutama di wilayah Papua, Bali, dan daerah perkotaan, yang meningkatkan risiko terjadinya koinfeksi dan memperumit diagnosis serta pengobatan. Dilaporkan kasus seorang pria berusia 18 tahun dengan keluhan demam tinggi, nyeri kepala, mual, dan trombositopenia. Pemeriksaan serologis dan laboratorium awal mengindikasikan infeksi DBD dan tifoid. Pemantauan rutin dan pemeriksaan darah tepi dilakukan dan terdeteksi koinfeksi malaria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa demam dan trombosit pasien tetap turun meskipun telah diberikan terapi suportif dan antibiotik. Pemeriksaan darah tepi mengonfirmasi infeksi Plasmodium falciparum, sehingga terapi antimalaria dengan Dihidroartemisinin-Piperaquine dan Primaquine ditambahkan. Setelah terapi komprehensif dan pemantauan ketat, kondisi pasien membaik dengan normalisasi tanda vital dan peningkatan trombosit. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa  Koinfeksi malaria, DBD, dan tifoid di Indonesia merupakan kondisi langka namun membutuhkan perhatian khusus. Diagnosis sistematis dan pemantauan intensif sangat penting untuk pengobatan efektif dan mencegah komplikasi. Kesadaran klinis terhadap kemungkinan infeksi multipel pada pasien demam di daerah endemik dapat meningkatkan prognosis dan mengoptimalkan manajemen pasien.