cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
SEVERE ALCOHOLIC HEPATITIS IN AN INDONESIAN ADOLESCENT : A RARE AND PREVENTABLE CASE OF CHRONIC ETHANOL ABUSE Sukardi, Cindy Clarissa; Tarigan, Cristina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48179

Abstract

Hepatitis alkoholik (HA) adalah kondisi inflamasi akut pada hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan dan berkepanjangan, yang umumnya terjadi pada orang dewasa. Kejadian HA pada remaja sangat jarang dan menimbulkan kekhawatiran yang signifikan dalam konteks klinis maupun kesehatan masyarakat. Kami melaporkan kasus seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun asal Indonesia dengan riwayat konsumsi alkohol secara rutin selama dua tahun terakhir, yang datang dengan keluhan nyeri perut kuadran kanan atas, ikterus, urine berwarna coklat seperti teh, kelelahan, dan demam ringan. Pemeriksaan fisik menunjukkan sklera ikterik dan nyeri tekan epigastrium. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kadar transaminase serum (SGOT 458 U/L, SGPT 1282 U/L) dan hiperbilirubinemia (bilirubin total 10,47 mg/dL), dengan serologi hepatitis virus yang negatif. Pemeriksaan USG dan CT scan menunjukkan adanya asites dan efusi pleura bilateral tanpa adanya massa hati atau obstruksi bilier. Pasien mendapatkan terapi suportif berupa cairan intravena, antibiotik, agen pelindung lambung, dan terapi pendukung fungsi hati, dengan perbaikan klinis dan biokimia yang signifikan dalam waktu satu minggu.Kasus ini menyoroti pentingnya mengenali hepatitis alkoholik pada populasi remaja, terutama mereka yang memiliki riwayat konsumsi alkohol tersembunyi namun kronis. Identifikasi dini, perawatan multidisipliner, dan edukasi pencegahan terhadap bahaya alkohol sangat penting untuk mencegah komplikasi dan kekambuhan.
Tinjauan Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medik Elektronik di Puskesmas Sungai Mesa Banjarmasin Pratama, Raden Pramudya Ridho; Nurvita, Silvia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48193

Abstract

Rekam medis yang berisi informasi penting mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan medis lainnya, harus dikelola dengan akurat dan aman. Puskesmas Sungai Mesa, yang saat ini sedang dalam proses transisi dari sistem konvensional ke digital, menjadi fokus penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat kesiapan penerapan RME. Kesiapan yang baik dalam penerapan RME sangat penting agar sistem dapat berjalan dengan optimal dan menghindari masalah di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau kesiapan pelaksanaan Rekam Medik Elektronik (RME) di Puskesmas Sungai Mesa Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalaui wawancara dengan kepala puskesmas, petugas rekam medis, dan dokter untuk mengidentifikasi kesiapan budaya, kepemimpinan, dan strategi dalam implementasi RME. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan puskesmas yang baik dalam menerapkan RME, dengan dukungan budaya organisasi yang positif dan komitmen manajemen yang kuat. Meskipun demikian, tantangan seperti pelatihan staf yang belum merata dan kebutuhan akan dukungan teknis masih perlu diatasi. Kesiapan kepemimpinan terlihat dari langkah-langkah strategis yang diambil, termasuk penyediaan infrastruktur yang memadai dan pelatihan yang terencana. Selain itu, strategi yang jelas dalam transisi ke RME, termasuk evaluasi rutin untuk mengidentifikasi kendala, menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi. Dengan komitmen yang kuat dari manajemen dan keterlibatan semua pihak, diharapkan RME dapat diimplementasikan secara efektif, memberikan manfaat signifikan bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEPATUHAN KONTROL KASUS HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUKNAGA Leslie, Alexa Griffith Jaya; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48194

Abstract

Pada tahun 2000, sekitar 972 juta individu di seluruh dunia hidup dengan hipertensi dan diproyeksikan akan mengalami peningkatan pada tahun 2025 menjadi > 1,56 miliar. Indonesia juga mengalami peningkatan prevalensi kasus hipertensi pada tahun 2013 dan 2018 masing-masing sebesar 25,8% dan 34,1%. Alasan terbanyak penderita hipertensi tidak mengonsumsi obat secara rutin karena 59,8% pasien sudah merasa sehat dan 31,3% pasien tidak rutin berobat. Tujuan kegiatan diagnosis komunitas ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan kontrol kasus hipertensi di Puskesmas Teluknaga. Diagnosis komunitas ini dimulai dengan identifikasi masalah dengan Paradigma Blum. Teknik non-skoring Delphi digunakan untuk menentukan prioritas masalah dan fishbone diagram untuk menentukan akar penyebab masalah. Plan-do-check-action cycle digunakan sebagai monitoring selama intervensi dilakukan dan dievaluasi dengan pendekatan sistem. Penyebab masalah yang mendasari adalah lifestyle, maka dilakukan intervensi berupa penyuluhan dan pengukuran tekanan darah sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya kontrol penyakit hipertensi. Sebanyak 100% peserta mengalami peningkatan poin pre-test ke post-test dan 86.78% peserta memiliki nilai post-test ≥ 80. Dari pendekatan diagnosis komunitas yang telah dilakukan disimpulkan bahwa masyarakat di Puskesmas Teluknaga mengalami peningkatan pengetahuan terkait hipertensi dan pentingnya kontrol penyakit hipertensi sehingga diharapkan terjadi perubahan gaya hidup melalui meningkatnya kepatuhan kontrol dan stabilnya jumlah kunjungan kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU GIZI SEIMBANG PADA MAHASISWA ILMU GIZI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Nurdita, Rizki Amalia Putri; Puspitasari, Dyah Intan; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48220

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok remaja akhir yang rentan terhadap masalah gizi akibat perubahan fisik, kognitif, dan psikososial. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan adanya perubahan prevalensi status gizi pada usia 20-24 tahun, baik gizi kurang, lebih, maupun obesitas. Salah satu faktor utama yang menyebabkan masalah gizi di kalangan remaja adalah pola makan yang kurang baik. Pengetahuan gizi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku makan remaja. Pengetahuan gizi yang baik cenderung berkontribusi terhadap peningkatan kualitas asupan makanan, namun belum tentu membentuk pola makan yang baik pada seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 155 mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan perilaku gizi seimbang yang telah teruji reliabilitasnya. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,4% mahasiswa dengan pengetahuan gizi yang baik juga memiliki perilaku gizi yang baik. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku gizi seimbang (p=0,001), dengan Odds Ratio 3,183 yang artinya mahasiswa dengan pengetahuan gizi baik memiliki peluang 3,183 kali lebih besar untuk berperilaku gizi seimbang dibandingkan dengan mahasiswa yang memilki pengetahuan gizi cukup.
HUBUNGAN SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Arraniri, Bisriansyah; Sahdan, Mustakim; Rahayu, Tanti; Setyobudi, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48230

Abstract

Air merupakan elemen yang sangat krusial bagi keberlangsungan hidup manusia, baik dalam sektor pertanian, kegiatan domestik, maupun aktivitas perkantoran. Air minum yang memenuhi standar seharusnya bersifat bening, tidak memiliki warna, rasa, maupun bau. Kualitas air minum yang menurun secara mikrobiologi dapat menyebabkan penyakit yang diakibatkan oleh air minum salah satunya yaitu diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara sanitasi tempat, sanitasi peralatan, serta higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang yang beroperasi di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Adapun populasi dalam penelitian ini terdiri dari 60 depot air minum isi ulang yang berada di wilayah Kelurahan Oesapa. Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling random yaitu semua populasi dijadikan sampel, namun yang bersedia menjadi sampel berjumlah 50 depot. Variabel penelitian ini terdiri dari sanitasi tempat, sanitasi peralatan, dan higiene penjamah sebagai variabel independen dan variabel dependen yaitu keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner observasi checklist. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi tempat, sanitasi peralatan, serta higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p < 0,05. Ketidakhubungan ini disebabkan oleh tidak ditemukannya bakteri Escherichia coli pada sampel air minum isi ulang yang diperiksa.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RS GMIM SILOAM SONDER Kussoy, Kevin D W; Rampengan, Starry H.; Pertiwi, Junita Maja; Kaunang, Erling David; Kristanto, Erwin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48233

Abstract

Budaya keselamatan dalam industri kesehatan, dianggap sebagai inisiatif penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan rumah sakit merupakan salah satu sara pemberi layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di RS GMIM Siloam Sonder. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RS GMIM Siloam Sonder pada Mei-Juli 2025. Jumlah responden sebanyak 103 staf medis dan keperawatan. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji fisher exact dan multivariat regresi logistic multinominal. Hasil uji fisher exact  diperoleh untuk kerjasama p=0,034, pengaturan staf dan tempo kerja p=0,827, pembelajaran organisasi p=0,724, respon terhadap eror p=0,003, dukungan supervisor p=0,016, komunikasi tentang eror p=0,094, keterbukaan komunikasi p=0,364, pelaporan kejadian p=0,325, dukungan manajemen p=0,025 dan penyerahan dan pertukaran informasi p=0,188. Hasil analisis multivariat ditemukan nilai -2 log likelihood of reduced model tertinggi yaitu dengan nilai 17,561 pada variabel respon terhadap eror dan nilai sig. 0,011. Kesimpulan penelitian ini yaitu faktor yang tidak berhubungan yaitu pengaturan staf dan tempo kerja, pembelajaran organisasi, komunikasi tentang eror, keterbukaan komunikasi, pelaporan kejadian serta penyerahan dan pertukaran informasi, sedangkan faktor yang berhubungan  dengan penerapan budaya keselamatan pasien di RS GMIM Siloam Sonder yaitu faktor kerjasama, respon terhadap eror, dukungan supervisor dan dukungan manajemen. Faktor yang paling berhubungan yaitu respon teradap eror.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS MEDAN JOHOR Siregar, Santy Deasy; Hartono, Hartono; Sihombing, Rahel Sandofa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48244

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akur (ISPA) adalah penyebab utama kematian dan morbiditas di seluruh dunia. Jumlah kejadian ISPA di Indonesia pada tahun 2022 tercatat cukup tinggi, yakni 166.702 kasus, yang mencapai 53% dari target yang ditetapkan sebesar 50%. Dari angka tersebut 31,4% diantaranya terjadi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-fakror yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesman Medan Johor. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode Analitik deskriptif  dan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita dari umur 0-5 tahun mulai 26 februari-22 maret 2025 dengan jumlah kunjungan ibu dan balita sejumlah 60 orang yang ditentukan dengan total sampling di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor. Penilaian pengetahuan ibu (P=0.020<0.05), kebiasaan merokok dalam keluarga (P=0.015<0.05), status gizi (P=0.791>0.05). Analisis data mengunakan SPSS dengan uji chi square p<0.05. Hasil iji statistik menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan kebiasaan merokok dalam keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Medan Johor dengan P= (P<0.05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan ibu dan kebiasaan merokok dalam keluarga dengan kejadian ISPA pada balita, namun tidak terdapat hubungan antara Status Gizi dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PETANI PADI DI DESA BAH TONANG KECAMATAN RAYA KAHEAN Siregar, Santy Deasy; Hartono, Hartono; Purba, Mei Nasari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48245

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDS) merupakan penyebab utama kedua kecacatan terbanyak di dunia, yang mengurangi mobilitas dan kapasitas kerja. Angka kematian akibat kecelakaan kerja terus mengalami peningkatan, mencapai hampir 10% dalam lima tahun terakhir. Penelitian ni bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi musuloskeletal disorders (MSDS) pada petani di Desa Bah Tonang Kecamatan Raya Kahean. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Observasional Analitik dengan desain cross sectionan dengan melakukan pengisian kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini para petani yang mengalami MSDS maupun tidak yang mengalami MSDS. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi-sqare p<0.5. Berdasarkan penelitian ini terdapat pengaruh antara hubungan massa kerja terhadap keluhan MSDS (p-value=0,000), hubungan aktivitas berulang terhadap keluhan MSDS (p-value= 0,000), hubungan postur kerja terhadap MSDS (p-value = 0,000), hubungan usia terhadap keluhan MSDS (p-value= 0,001), hubungan jenis kelamin terhadap keluhan MSDS (p-value= 0,003). Saran, petani perlu menjaga postur tubuh saat bekerja, dengan cara menggunakan alat bantu yang tepat dan menghindari posisi membungkuk dalam waktu lama dan diharapkan pihak desa dapat menyelenggarakan penyuluhan rutin terkait MSDS, dengan melibatkan puskesmas atau tenaga kesehatan kerja, guna meningkatkan pemahaman petani mengenai bahaya MSDS.
FAKTOR-FAKTOR KOMITMEN ORGANISASI PADA PENERAPAN PROGRAM FOOD SAFETY CULTURE: KAJIAN LITERATUR Wahyuni, Heni Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48248

Abstract

Penerapan Food Safety Culture (FSC) memerlukan komitmen organisasi yang kuat, tidak hanya keberadaan sistem formal. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang membentuk komitmen organisasi terhadap FSC melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan menggunakan Dimensions AI dengan panduan PRISMA dan kriteria inklusi artikel tahun 2020–2024. Sebanyak 14 artikel terpilih dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan tujuh faktor utama yang berkontribusi terhadap komitmen organisasi, yaitu: pengetahuan, motivasi, kepemimpinan, komunikasi, pelatihan dan supervisi, keterikatan psikologis, serta moral dan intensi. Faktor-faktor tersebut membentuk sistem yang saling memengaruhi dalam memperkuat budaya keamanan pangan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi industri dan regulator dalam merancang strategi peningkatan FSC berbasis pendekatan holistik dan nilai organisasi.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN DEMAM TIFOID METODE WIDAL DAN IgM ANTI Salmonella typhi DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Daifa, Khulikal Insanu Daifa; Anggraeni, Rosmita; Putri, Widaninggar Rahma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48253

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serovar typhi (S. typhi) dan Salmonella enterica serotype enteritidis (S. enteritidis). Secara global, kasus demam tifoid berkisar antara 11 hingga 21 juta dengan kematian 126.000-161.000 per tahun. Di Indonesia, insidensinya sekitar 81 per 100.000 penduduk. Meningkat di wilayah dengan standar hidup dan kebersihan rendah (Verliani et al., 2022). Pada 2017, demam tifoid termasuk 10 besar penyakit terbanyak dengan 1.566 kasus secara nasional dan 5.692 kasus di puskesmas. Di kabupaten Sleman, tercatat 11.343 kasus (Ilmiahet al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Gambaran hasil pemeriksaan demam tifoid menggunakan metode Widal dan IgM anti-Salmonella typhi (TUBEX) di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional Kelompok penelitian terdiri dari pasien demam tifoid yang diperiksa di RS PKU Muhammadiyah Gamping dari Januari hingga Desember 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi hasil pemeriksaan metode Widal dan IgM anti-Salmonella typhi. Temuan menunjukkan bahwa kasus demam tifoid lebih banyak ditemukan pada perempuan, yaitu 74 (61,7%). Usia terbanyak pada kelompok 26-45 tahun (33,3%). Pemeriksaan IgM Salmonella Typhi (TUBEX) merupakan metode yang paling sering digunakan, yaitu sebanyak 114 kasus (95,0%).