cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,289 Documents
PENGARUH KONSELING GIZI DARING (TELE-NUTRITION) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PEMILIHAN MAKANAN Nofarizka Maulida; Satria Perdana; Riani Witaningrum
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.57761

Abstract

Penerapan prinsip diet gizi seimbang yang berfokus pada perubahan perilaku pemilihan makanan merupakan bentuk pencegahan kejadian penyakit tidak menular. Dewasa ini, metode konseling gizi daring (tele-nutrition) telah banyak digunakan oleh masyarakat seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi internet dan media sosial. Namun, efektivitas metode tele-nutrition di Indonesia untuk dapat mengubah perilaku pemilihan makanan pada klien belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian konseling gizi daring terhadap perubahan perilaku pemilihan makanan pada kecenderungan pemilihan makanan bergizi seimbang; perilaku pemilihan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak; serta perilaku emosional yang berpengaruh. Jenis penelitian quasi-experimental rancangan one group dengan pre-post test. Sebanyak 28 orang dilibatkan dalam penelitian dan diberikan intervensi tele-nutrition selama satu bulan menggunakan Nutrition Care Process (NCP). Penilaian perilaku pemilihan makanan menggunakan formulir  dari mitra Rey selaku penyelenggara tele-nutrition. Paired sample t-test dan Uji Wilcoxon signed-rank digunakan untuk menilai perbedaan rerata nilai pre-test dan post-test. Pemberian tele-nutrition berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku pemilihan makanan bergizi seimbang (p=0,002); perubahan perilaku pemilihan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (p=0,001); serta perubahan perilaku emosional yang memengaruhi pemilihan makanan (p=0,000). Edukasi gizi melalui tele-nutrition memberikan pengaruh terhadap perubahan perilaku pemilihan makanan dengan harapan prinsip diet seimbang dapat dilakukan oleh masyarakat secara lebih efektif.
KUALITAS HIDUP LANSIA BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KOTA BENGKULU Gabriel Aloysius Sinaga; Vernonia Yora Saki; Hilda Taurina; Onetusfifsi Putra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.58420

Abstract

Faktor krusial dalam menilai kesejahteraan hidup seorang lansia adalah kualitas hidup, dimana mencerminkan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan mereka. Tingkat pendidikan adalah satu dari banyak yang mempengaruhi kualitas hidup lansia. Pendidikan berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan, mendorong penerapan gaya hidup yang lebih sehat, serta mendukung pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal. Hasil penelitian mengenai hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup lansia masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik total sampling digunakan untuk merekrut 42 lansia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup lansia dalam penelitian ini adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Data dianalisis secara univariat dan bivariat, Fisher's Exact Test digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup sebagian besar responden buruk (78,6%) dan tidak memiliki pendidikan formal (35,7%). Dibandingkan dengan populasi yang tidak memiliki riwayat pendidikan tinggi, populasi yang telah menempuh pendidikan tinggi memiliki lebih banyak potensi untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan populasi yang tidak. Namun, hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup tidak ditemukan (p=0,233), menurut analisis bivariat. Hasilnya didapatkan bahwa kualitas hidup lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu tidak secara signifikan berkorelasi dengan tingkat pendidikan mereka.
INTEGRASI DOMINO DAN BASIC LIFE SKILL UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERNIKAHAN ANAK PADA REMAJA Itma Annah; Uswatun Hasanah Purnama Sari; Destinady Kadiser Miden; Siskaevia Siskaevia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.58822

Abstract

Pernikahan anak masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan remaja. Kabupaten Kapuas termasuk wilayah dengan angka pernikahan anak yang masih tinggi sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif untuk meningkatkan sikap remaja terhadap penundaan usia pernikahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas integrasi DOMINO (Dialogue and Counseling Module for Delaying Child Marriage in Adolescent) dan kurikulum Basic Life Skill terhadap peningkatan sikap remaja tentang pernikahan anak di Kabupaten Kapuas. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari 100 remaja yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 50 responden dan kelompok kontrol sebanyak 50 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap mengenai pernikahan anak. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui modul DOMINO yang terintegrasi dengan kurikulum Basic Life Skill, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi khusus. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perubahan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap positif remaja terhadap pencegahan pernikahan anak pada kelompok intervensi setelah diberikan program DOMINO dan Basic Life Skill. Remaja menjadi lebih memahami dampak negatif pernikahan anak terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, serta masa depan sosial ekonomi. Integrasi modul DOMINO dan kurikulum Basic Life Skill terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan remaja berpikir kritis, mengambil keputusan, dan menolak tekanan sosial terkait pernikahan dini.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RUMAH SAKIT DAERAH KALABAHI TAHUN 2025 Reskita Putri Ananda Makara; Deviarbi Sakke Tira; Yuliana Radja Riwu; Sigit Purnawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.59142

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru (alveoli) yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, ataupun jamur dan merupakan penyebab utama tingginya kesakitan dan kematian pada balita. Rumah Sakit Daerah Kalabahi mencatat pneumonia sebagai urutan pertama dalam daftar 10 penyakit terbanyak pada pelayanan rawat inap dengan jumlah 143 kasus pada tahun 2024 dan hingga oktober 2025 telah tercatat 128 kasus pneumonia pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada balita di Rumah Sakit Daerah Kalabahi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan studi case control. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berusia 1-59 bulan sebanyak 128 sampel yang terdiri dari 64 sampel kasus dan 64 sampel kontrol dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling serta matching berupa usia dan jenis kelamin. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa, ada pengaruh signifikan BBLR   (p=0,022; OR=2,515), status imunisasi PCV (p=0,000; OR=4,911), riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,000; OR=4,259), status gizi (p=0,000; OR=4,446), paparan asap rokok (p=0,053; OR=2,003), dan kepadatan hunian (p=0,031; OR=2,225) terhadap kejadian pneumonia pada balita di Rumah Sakit Daerah Kalabahi tahun 2025. Sementara itu, kebiasaan ibu membawa balita ke dapur saat memasak tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa, faktor risiko yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada balita yaitu status imunisasi PCV (p=0,000; OR=7,039).
EVALUASI IMPLEMENTASI SIMRS DENGAN MODEL HOT FIT : LITERATURE REVIEW Deva Arianti Herawati; Puput Oktamianti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.59684

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan instrumen krusial dalam mengintegrasikan alur pelayanan administratif dan klinis guna menghasilkan informasi akurat bagi pengambilan keputusan manajemen. Meskipun landasan hukum telah tersedia, implementasi di lapangan sering menghadapi kendala teknis berupa infrastruktur internet yang tidak stabil serta gangguan sistem dan kegagalan fungsi aplikasi yang terjadi secara berulang, serta kendala non-teknis seperti rendahnya motivasi pengguna, minimnya pelatihan, dan kurangnya dukungan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur mengenai evaluasi implementasi SIMRS dengan menggunakan model HOT Fit untuk mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan serta hambatan sistem secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pencarian sistematis pada Google Scholar dan Sinta. Sampel penelitian terdiri dari 15 artikel penelitian primer dalam rentang waktu 10 tahun terakhir dengan kriteria inklusi fokus pada studi kasus HOT Fit di rumah sakit Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik sintesis terhadap temuan-temuan utama dari artikel terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teknologi masih terhambat oleh infrastruktur internet yang tidak stabil, sementara dimensi manusia sangat dipengaruhi oleh tingkat kepuasan pengguna yang rendah akibat ketiadaan regulasi internal yang tegas. Pada dimensi organisasi, variabel kepemimpinan dan kebijakan formal terbukti menjadi pilar utama dalam menjamin keberlanjutan sistem. Simpulan dari tinjauan ini menegaskan bahwa keberhasilan SIMRS bukan sekadar masalah pengadaan teknologi, melainkan hasil sinergi antara infrastruktur yang stabil, sumber daya manusia yang kompeten, dan tata kelola organisasi yang kuat. Manajemen rumah sakit perlu memprioritaskan penguatan unit IT dan standarisasi prosedur operasional untuk mengoptimalkan manfaat bersih sistem secara berkelanjutan.
PEMETAAN PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PADA PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA : SCOPING REVIEW Kezia Chrisiavinta; Puput Oktamianti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.59707

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menyebabkan 52,2% kematian di Indonesia pada 2021 dan 43 juta kematian secara global, dengan 82% kematian dini terjadi di negara berpenghasilan menengah-rendah Meskipun cakupan Jaminan Kesehatan Nasional melampaui 95% populasi, Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 20% penduduk usia produktif tidak mengetahui status hipertensinya dan hanya 17,9% penderita diabetes mencapai kondisi terkendali mengindikasikan akses finansial saja tidak cukup mengubah Health-Seeking Behavior (HSB) (Kementerian Kesehatan RI, 2023. Scoping review ini menggunakan kerangka Arksey & O'Malley (2005), panduan JBI, dan PRISMA-ScR. Pencarian sistematis pada empat basis data menghasilkan 48 artikel (2015-2025) yang mencakup sembilan PTM prioritas Kemenkes RI. Untuk mengukur kesenjangan representasi bukti, penelitian ini menghitung Evidence-to-Burden Ratio (rasio E/B), yaitu perbandingan antara proporsi jumlah studi pada suatu jenis PTM dengan proporsi beban prevalensi nasionalnya, rasio di atas 1 menunjukkan PTM tersebut diteliti melebihi proporsi bebannya, sedangkan rasio di bawah 1 menunjukkan PTM tersebut kurang diteliti dibandingkan bebannya. Hasil menunjukkan basis bukti terkonsentrasi tidak proporsional pada kanker (rasio E/B 20,2×, artinya diteliti dua puluh kali lebih banyak dari proporsi bebannya) dan Pulau Jawa (50,0% studi). Stroke, PPOK, asma, penyakit ginjal kronis, serta wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur hampir absen dari literatur. Kesenjangan tematik dan geografis yang teridentifikasi berpotensi melemahkan representativitas basis bukti nasional. Dibutuhkan investasi penelitian HSB yang ditargetkan pada PTM berbeban tinggi namun berbukti rendah guna memperkuat landasan kebijakan Germas dan POSBINDU PTM.
KEBIJAKAN DAN TRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI DI SEKOLAH DI NEGARA ASIA : A SCOPING REVIEW Muhammad Alfiansyah; Puput Oktamianti; Sheila Rizkia Anjari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.60001

Abstract

Program makan bergizi di sekolah merupakan intervensi penting untuk meningkatkan status gizi, kesehatan, dan kualitas pendidikan anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kebijakan serta strategi implementasi program makan bergizi di sekolah di negara-negara Asia melalui pendekatan scoping review. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, PubMed, DOAJ, dan Google Scholar dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dinilai kualitasnya menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Dari 353.168 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 13 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa program makan bergizi di sekolah memberikan dampak positif terhadap peningkatan asupan zat gizi, perbaikan status gizi, penurunan anemia dan underweight, serta peningkatan kehadiran dan partisipasi sekolah. Selain itu, program berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi dan mendukung ketahanan pangan keluarga. Keberhasilan implementasi program didukung oleh integrasi lintas sektor, edukasi gizi, keterlibatan masyarakat, dan pemanfaatan pangan lokal. Namun, tantangan berupa keterbatasan pendanaan, koordinasi antar sektor, kualitas menu, serta sistem monitoring dan evaluasi masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan dan kolaborasi multisektor untuk meningkatkan efektivitas serta keberlanjutan program makan bergizi di sekolah di negara-negara Asia.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP TINGKAT STRESS PEKERJA PUSAT PERBELANJAAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Siti Nurmala Dewi; Yolanda Oktaria; Redha Rahmi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.60171

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, serta produktivitas pekerja. Pekerja pusat perbelanjaan memiliki tuntutan pekerjaan yang beragam, seperti beban tugas, target pekerjaan, serta interaksi dengan pelanggan yang berpotensi menimbulkan stres kerja. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan tingkat stres pada pekerja adalah beban kerja. Beban kerja yang melebihi kapasitas individu dapat menyebabkan tekanan kerja dan meningkatkan risiko terjadinya stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pekerja pusat perbelanjaan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, sedangkan variabel dependen adalah tingkat stres. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres responden sebagian besar berada pada kategori stres rendah sebanyak 25 responden (83,3%) dan stres sedang sebanyak 5 responden (16,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,03 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Peningkatan beban kerja cenderung diikuti dengan peningkatan tingkat stres pada pekerja.
MENDEKATKAN AKSES LAYANAN KESEHATAN INKLUSIF BAGI PENYANDANG DISABILITAS : ANALISIS IMPLEMENTASI POSDIFA DI KECAMATAN LIMO, DEPOK Lailatul Husna; Dumilah Ayuningtyas; Toni Hermawan; Deva Arianti Herawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.60191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program POSDIFA di UPTD Puskesmas Limo tahun 2025 menggunakan kerangka Donabedian yang meliputi komponen input, proses, dan output. Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif ini dilaksanakan pada bulan Mei–Juli 2025 di dua lokasi, yaitu POSDIFA Rumah Anak Mandiri Karim (Kelurahan Grogol) dan POSDIFA Yayasan Mutiara Az-Zahra (Kelurahan Krukut). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan yang dipilih secara purposive sampling serta observasi non-partisipatif, sedangkan data sekunder diperoleh melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara input, kuantitas SDM mencukupi namun belum ditunjang pelatihan khusus disabilitas, anggaran khusus, maupun media KIE adaptif. Secara proses, layanan 5 langkah berjalan rutin setiap bulan dengan peran krusial pendamping SLB/yayasan sebagai jembatan psikologis, meski rotasi petugas dan pencatatan manual masih menjadi hambatan operasional. Secara output, deteksi dini dan rujukan PTM berhasil dilakukan secara konsisten, namun sistem pelaporan SIPTM yang tidak memiliki variabel ragam disabilitas menyebabkan capaian program tidak terukur secara sistemik, dan cakupan masih terbatas pada difabel di lingkungan SLB/yayasan mitra akibat stigma sosial dan keterbatasan data berbasis kelurahan. Disimpulkan bahwa POSDIFA terbukti efektif sebagai model layanan kesehatan inklusif yang mendekatkan akses bagi penyandang disabilitas, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan kapasitas SDM, integrasi sistem pelaporan dengan variabel disabilitas, alokasi anggaran khusus, serta sinergi lintas sektor untuk memperluas jangkauan program.
EVALUASI PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI DIGITAL JOB SAFETY (JSA) BERBASIS QR CODE PADA PRAKTIKUM LABORATORIUM Nurul 'Afifah Hijami
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.60459

Abstract

Job Safety Analysis (JSA) merupakan metode sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tindakan pengendalian sebelum pekerjaan dilakukan. Penerapan JSA berbasis Quick Response (QR) Code di laboratorium pendidikan diharapkan meningkatkan aksesibilitas informasi keselamatan, namun evaluasi mengenai persepsi pengguna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap implementasi JSA berbasis QR Code pada kegiatan praktikum di Laboratorium. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sebanyak 190 mahasiswa yang telah menggunakan JSA berbasis QR Code menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri atas lima pernyataan dengan skala Likert lima poin dan dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rerata dan simpangan baku. Seluruh indikator menunjukkan nilai rerata di atas 4,00. Nilai rerata tertinggi terdapat pada indikator kemudahan memahami isi JSA (4,17 ± 0,765), diikuti kemampuan JSA membantu memahami bahaya (4,15 ± 0,776), kemudahan akses melalui QR Code (4,14 ± 0,774), kesiapan sebelum praktikum (4,12 ± 0,777), dan niat menggunakan kembali JSA (4,12 ± 0,791). Mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap implementasi JSA berbasis QR Code. Digital JSA dinilai mudah diakses, mudah dipahami, serta mendukung pemahaman bahaya dan kesiapan sebelum praktikum, sehingga berpotensi menjadi media penyampaian informasi keselamatan di laboratorium pendidikan.